
Tidak henti-hentinya serta tidak bosan-bosannya Bella terus mengajak berbicara serta menceritakan tentang anak mereka kepada Tara.
Bella sungguh merawat Tara dengan penuh kasih sayang dan perhatian sekali.
Dan Bella selalu berdoa kepada Tuhan semoga Keluarganya bisa berkumpul lagi dengan keadaan sehat semuanya.
Tanpa terasa satu bulan sudah berlalu, namun Tara belum ada tanda-tanda ingin sadar akan tidur lelapnya itu.
Baby girlnya Tara serta Bella pun dia juga sudah sangat sehat kembali, dan berat badannya pun sudah normal sesuai umurnya yang menginjak satu bulan.
Bahkan semua selang yang ada ditubuhnya baby girl sudah dilepas semua.
Bella yang terakhir kali datang menjenguk baby girlnya dia diberitahu oleh Dokter yang selama ini merawat anaknya jika anaknya bisa dipindahkan bersamanya diruang perawatan yang sama dengannya dan juga Tara.
Baby girlnya Tara serta Bella juga sudah tidak berada didalam kotak inkubator.
Bella sangat senang sekali mendengar kabar itu, tidak cuma Bella saja yang senang akan berita yang diberitahukan oleh Dokter kepadanya, melainkan semua Keluarganya juga.
Mamah Angel, dan juga Mommy Dania mereka berdua yang setiap hari menemani Bella serta Tara juga sangta excited sekali untuk segera melihat cucu mereka.
Mamah Angel maupun Mommy Dania mereka berdua sudah mengabarkan kepada semua orang jika anaknya Bella akan segera dipindahkan keruang perawatannya Bella serta Tara.
Ana yang mendengar berita itu melalui telefon dari Mommynya dia sungguh sangat tidak sabar sekali ingin cepat-cepat melihat keponakannya itu.
Tuan Gavi, Tuan Fredo, Papah Aldric, Nico dan juga Alex mereka semua yang masih bekerja dikantor mereka pun juga ingin segera datang kerumah sakit namun mereka harus menyelesaikan pekerjaan mereka terlebih dahulu.
"*Ayolah Kak, kapan selesainya sih pekerjaannya Kakak, Ana sudah ingin segera kerumah sakit sekarang", kata Ana kepada Alex dengan manja.
Karena Ana hari itu dia ikut Alex kekantor lagi bersama Baby L tentunya.
"Iya nanti dong sayang, kan lagian anaknya Bella belum dibawa keruang perawatannya Bella, yang pasti nanti jika kita kesana kita juga masih bisa melihatnya ko", kata Alex kepada Ana.
__ADS_1
Ana mendengar perkataannya Alex dia hanya cemberut saja kepada Alex, dan dia lalu membalikkan badannya meninggalkan Alex.
"Mau kemana sayang??", tanya Alex kepada Ana yang berjalan meinggalkannya.
"Mau ikut tidur bersama baby L", jawab Ana kepada Alex, dan Ana langsung saja masuk kedalam kamar rahasianya Alex yang ada diruang kerjanya.
Alex dia hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkahnya Ana dan dia langgsung saja melanjutkan lagi pekerjaannya.
Kembali kerumah sakit, Bella saat ini sedang mengajak berbicara kepada Tara seperti biasanya, dengan sangat gembira sekali.
"Sayang ayo bangun, sebentar lagi anak kita sudah dipindahkan keruang perawatan ini sayang, kamu apa tidak mau melihat anak kita??, ayo bangun My Griy, nanti janji ya jika anak kita sudah berada didalam ruang ini kamu harus membuka mata kamu ya", kata Bella mengajak berbicara kepada Tara seperti biasanya.
Dan masih sama seperti kemarin-kemarin, hanya suara mesin komputer saja yang terdengar didalam ruangan perawatannya Tara ketika Bella mengajak berbicara Tara.
Namun Bella dia tidak putus semangat, dia yakin jika Tara pasti akan membuka matanya suatu saat nanti, walau seribu tahun pun Bella akan tetap menantikan Tara bisa berkumpul dengannya lagi.
Dikantornya Alex, Alex yang sudah selesai mengerjakan semua pekerjaanya dan hanya tinggal sedikit saja namun tidak dikejar deadline, dia lalu melihat jam yang menempel didinding kantor.
Alex yang daritadi tidak melihat Ana keluar dari dalam kamar rahasianya, dia langsung saja ingin melihat Ana sedang apakah didalam kamar rahasianya itu.
Tadi Ana yang baru saja masuk kedalam kamar rahasianya Alex, dia melihat baby L masih tertidur sangat lelap, Ana lalu mencoba ingin memejamkan matanya juga namun tidak bisa karena dirinya belum mengantuk.
Alhasil Ana mencoba untuk menonton televisi saja, dan lama-kelamaan Ana menjadi mengantuk dan televisinya yang gantian menonton Ana.
Alex yang sudah masuk kedalam kamar rahasianya itu, dia melihat Ana sedang tertidur lelap, namun baby L dia malah terjaga dan diam saja tidak rewel sama sekali berada disebelah kirinya Ana.
Alex langsung mengambil dan menggendong Baby L kedalam pelukannya sambil mengajaknya bercanda.
Ketika Ana sedang membalikkan posisi tidurnya yang awalnya dia terlentang menjadi miring kekiri menghadap kearah tempat baby L tidur, tidak sengaja dress gaunnya yang selutut itu tersingkap keatas sehingga memperlihatkan paha mulusnya dan itu sangat menggoda Alex yang tidak sengaja melihatnya ketika sedang menimang-nimang Baby L.
"Boy kamu diam anteng disini dulu, Papah mau bekerja dulu, jangan rewel ya, kalau rewel nanti Papah akan cium kamu, Ok boy", kata Alex kepada Baby L dan juga langsung menaruh baby L dibox baby yang sudah disediakan didalam kamar rahasianya Alex.
__ADS_1
Baby L seperti mengerti perkataannya Akex, dia lalu tersenyum kepada Alex dengan wajahnya yang imut dan lucu, karena umurnya baby L sendiri sudah hampir menginjak usia keempat bulan.
Alex setelah menaruh baby L dibox babynya, dia langsung melepaskan jas mahalnya dan menaruhnya keatas shofa yang ada disitu, sepatu fantovelnya tak luput dia lepaskan juga.
Dan setelahnya Alex langsung saja berjalan mendekati Ana yang tidur diatas ranjang empuknya itu.
Alex mengusap lembut paha mulusnya Ana hingga sampai kepant4tnya Ana. Ana belum sadar akan apa yang dilakukan oleh Alex kepadanya.
Alex semakin lama dia semakin menyingkap keatas dress gaunnya Ana hingga terlihatlah punggung mulusnya Ana.
Ana mulai sedikit terganggu akan ulahnya Alex, dan dia lalu mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang lagi sambil mencoba membuka matanya.
Alex tidak tinggal diam, ketika dia melihat Ana terlentang dia langsung saja menindih dan mengukung badannya Ana.
"Aaa, apa yang Kakak lakukan, bikin terkejut saja", kata Ana yang terkejut karena tiba-tiba ketika dia membuka mata Alex langsung saja menindih badannya.
Ana reflek langsung meraba ranjang sebelahnya dan tidak menemukan Baby L disebelahnya itu.
"Baby L, mana dia, mana Kak Baby Luis??", kata Ana dengan bingung kepada Alex.
"Dia ada dibox babynya sayang, biarkan dia disana saja, dia juga tidak menangis ko, sekarang giliran Kakak yang ingin dibobokin sama kamu, nanti Kakak bisa menangis jika kamu tidak menuruti permintaannya Kakak", kata Alex kepada Ana yang sedang dikungkungnya itu.
"Kakak itu ada-ada saja, sudah minggir Kak, kasihan Baby L dia sendirian itu", kata Ana kepada Alex sambil menyuruh Alex untuk minggir dari atas tubuhnya.
"Ada syaratnya jika kamu menyuruh Kakak untuk minggir dari atas tubuh kamu sayang", kata Alex kepada Ana sambil tersenyum aneh.
"Pasti seperti itu", jawab Ana kepada Alex dan Alex langsung tertawa mendengar perkataannya Ana.
Alex tidak memperdulikan perkataannya Ana lagi yang menyuruhnya untuk segera menyingkir dari atas tubuhnya, dan Alex lalu dia mulai melancarkan aksinya dengan segera karena Alex takut jika Baby L tiba-tiba akan segera rewel dalam diamnya itu.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***