GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 92


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan diudara sekitar beberapa jam, akhirnya pesawat jet pribadi yang ditumpangi oleh Alex serta Ana, sampai juga dibandara yang ada dinegara asal mereka. Dan disana juga sudah banyak yang menunggu yaitu para bodyguard serta staf keamanan bandara.


Diawal perjalanan Ana dia masih biasa saja, akan tetapi semakin lama didalam pesawat perut dan kepala Ana bergejolak serta pusing secara bersamaan. Didalam pesawat yang mengudara itu, Ana juga sudah beberapa kali muntah-muntah dan semua yang dimakannya tadi sebelum berangkat keluar semua. Sampai-sampai membuat badannya Ana menjadi lemas.


Alex yang melihat Ana seperti itu dia rasanya kasihan sekali, akan tetapi mau bagaimana lagi, karena itu memang hal yang wajar untuk seorang wanita yang sedang hamil muda. Ana sudah meminum obat yang diberikan oleh Dokter Rico kepadanya, akan tetapi tidak terlalu seberapa efeknya, tapi setidaknya tidak separah tadi.


Ketika mau turun pun, Alex yang merasa kasihan dengan Ana dia lalu menggendong Ana hingga masuk kedalam mobil yang sudah disediakan oleh para anak buahnya yang letaknya tidak jauh dari pesawat jet mendarat.


"Kita pulang kerumah Daddy sama Mommy dulu ya sayang, sekalian memberitahukan kepada mereka kabar gembira ini", kata Alex kepada Ana yang berada didalam gendongannya.


Walau Ana memejamkan matanya, Alex tahu jika Ana mendengarkannya.


"Iya Kak", jawab Ana pelan kepada Alex dengan masih memejamkan matanya.


"Cepat menuju kerumah Daddy Fredo", kata Alex kepada bodyguardnya yang menyopiri mobilnya.


Dan bodyguardnya pun menurut seperti apa kata Alex, setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, kerena itu sudah malam dan tidak macet, akhirnya mobil yang ditumpangi Alex sampai juga dirumah mewahnya Tuan Fredo.


Para penjaga langsung membukakan pintu gerbangnya karena mereka semua tahu, mobil siapakah yang baru datang itu.


Mommy Dania dan Tuan Fredo mereka sudah pada tidur, sedangkan Tara dia masih didalam ruang kerjanya karena sedang mengerjakan sesuatu.


Salah satu bodyguard rumahnya Tuan Fredo ada yang langsung melapor kepada Tara ketika melihat Ana turun dari mobil dengan digendong oleh Alex. Karena bodyguard itu tahu dijam-jam segitu Tara majikannya sering-seringnya belum tidur.


Bodyguard tadi setelah bertanya kesalah satu pembantu, akhirnya mengetahui dimana Tara sedang berada.


"Tuan Nona Ana dan Tuan Alex mereka sudah pulang Tuan, akan tetapi sepertinya terjadi sesuatu dengan Nona Ana, karena Nona Ana seperti terlihat lemas dan dia digendong oleh Tuan Alex Tuan", lapor salah satu bodyguard kepada Tara, ketika sudah dipersilahkan masuk oleh Tara keruang kerjanya.


"Mungkin Ana sedang tidur, baiklah akan saya lihat dulu mereka, kamu tahu dimana Ana dan Alex sekarang?? ", kata Tara kepada bodyguardnya itu.


"Kekamarmya Nona Ana Tuan", jawab bodyguard itu lagi kepada Tara.


"Baiklah terimakasih, kamu boleh pergi sekarang", jawab Tara kepada bodyguard itu lagi.


"Baik Tuan, permisi", kata bodyguard itu lagi sambil membungkukkan sedikit badannya sebelum berlalu keluar dari ruang kerjanya Tara.


"Baiklah, akan aku lanjutkan ini besok lagi saja, sekarang aku mau melihat adikku dulu, karena aku juga sudah kangen sama dia", kata Tara untuk dirinya sendiri ketika anak buahnya sudah keluar dari ruang kerjanya, sambil membereskan perkerjaannya.


Setelah selesai Tara langsung saja menuju kekamar adiknya, ketika Tara sudah sampai dan ingin mengetuk pintu kamarnya Ana, pintunya sudah terbuka lebih dahulu dari dalam, ternyata Alexlah yang membukanya, karena dia ingin keluar kamar.


Tadi ketika baru saja sampai dirumahnya Tuan Fredo, Alex yang melihat wajah pucatnya Ana dan Ana juga sudah tertidur, rasanya Alex tidak tega jika harus membangunkan Ana, alhasil Alex tadi langsung menggendong Ana sampai menuju kedalam kamarnya Ana.


Sesampainya dikamar, Alex langsung saja menaruh Ana diatas ranjang dengan sangat hati-hati sekali.

__ADS_1


"Kasihan Ana, biarlah besok saja aku kasih tahu kabar gembira ini kepada Daddy dan Mommy serta Tara", kata Alex ketika baru saja menyelimuti tubuhnya Ana.


Dan setelah itu Alex ingin kebawah karena ingin mengambil minuman didapur, ketika membuka pintu kamar, Alex dikejutkan oleh Tara yang sedang ingin mengetuk pintu kamarnya Ana.


"Eh Alex, Ana sudah tidur?? ", tanya Tara kepada Alex ketika melihat Alex membuka pintu kamarnya Ana dari dalam.


"Sudah Tara, karena badan dia sedang tidak fit", jawab Alex kepada Tara.


"Bolehkan aku melihatnya, tidak akan aku bangunkan dia, santai saja", kata Tara kepada Alex.


Dan Alex langsung saja membukakan pintunya dengan lebar, supaya Tara bisa masuk kedalam kamarnya Ana. Karena Alex tahu jika Tara adalah seorang Kakak yang paling sayang kepada Ana.


"Wajahnya Ana pucat sekali Alex, apa yang sebenarnya terjadi kepada Ana?? ", tanya Tara kepada Alex dengan suara pelan karena takut jika akan membangunkan tidur lelapnya Ana.


"Besok saja akan aku ceritakan ya Tara, karena ini juga sudah malam", jawab Alex kepada Tara.


"Tidak mau, pokoknya malam ini juga kamu harus memberitahukanku", jawab Tara dengan nada tegas akan tetapi masih menggunakan suara pelan.


"Baiklah jika kamu memaksa, tapi aku minta tolong kepadamu, tolong bangunkan Daddy dan juga Mommy, supaya mereka bisa mengetahuinya juga", jawab Alex kepada Tara.


"Baiklah", jawab Tara dengan singkat.


Dan setelahnya Tara langsung saja keluar dari kamarnya Ana dan berlalu menuju kekamar Daddy dan juga Mommynya yang ada dilantai satu.


Ketika Tara tadi sudah sampai didepan kamar kedua orang tuanya, dia langsung saja mengetuk pintu kamar mereka.


"Ada apa Tara, tumben membangunkan kami dijam segini", kata Mommy Dania yang membukakan pintu untuk Tara dengan suara khas orang mengantuk.


"Momm Ana dia sedang sakit, dan Tara memaksa Alex untuk memberitahukannya kepada Tara malam ini juga, dengan syarat kita semua harus berkumpul Mommy", jawab Tara kepada Mommy Dania.


"Ana sama sama Xander sudah pulang, dan apa kata kamu Ana sakit", kata Mommy Dania dengan mata yang langsung terbuka dengan lebar ketika mendengar perkataannya Tara.


Dan Tara hanya mengangguk memberikan jawaban kepada Mommynya.


"Baiklah, kamu keruang Keluarga dulu, Mommy mau membangunkan Daddy dulu", kata Mommy Dania lagi kepada Tara.


Dan Tara dia tanpa berkata langsung berlalu pergi dari hadapannya Mommy Dania, sedang Mommy Dania dia langsung membangunkan Tuan Fredo dengan tergesa-gesa.


"Daddy-daddy ayo bangun, Ana sama suaminya sudah pulang, dan katanya Ana sedang sakit Daddy", kata Mommy Dania sambil menggoyangkan badannya Tuan Fredo dengan kencang.


"Apa sih Momm", kata Tuan Fredo kepada Mommy Dania dengan mencoba membuka matanya.


"Ana sudah pulang Dadd, dan saat ini dia sedang sakit, ayo cepetan bangun", jawab Mommy Dania kepada Tuan Fredo.

__ADS_1


"Apa!!!, ayo Momm", jawab Tuan Fredo kepada Mommy Dania dengan mata yang sudah terjaga.


"Memangmya Ana apa pulang kerumah ini Momm?? ", tanya Tuan Fredo sambil memakai baju tidurnya, karena tadi Tuan Fredo tidur sengaja melepas bajunya.


"Iya Daddy, ayo cepetan", jawab Mommy Dania kepada Tuan Fredo.


Tara dan juga Alex mereka dengan setia menunggu Tuan Fredo dan juga Momny Dania datang.


Dan akhirnya setelah beberapa menit menunggu, Tuan Fredo dan Mommy Dania sudah bergabung duduk diruang Keluarga bersama Alex dan juga Tara.


"Sekarang kita sudah berkumpul disini, ayo Alex cepat beritahu kami, apa yang sebenarnya terjadi dengan Ana?? ", kata Tara kepada Alex.


"Tapi tunggu, dimana Ana Nak?? ", tanya Mommy Dania kepada Alex.


"Dia dikamar Momm, sedang tidur", jawab Alex kepada Mommy Dania.


"Dan ini bacalah jika ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan Ana, sebenarnya aku ingin memberitahukannya besok pagi, karena aku fikir ini sudah malam akan tetapi Tara memaksaku untuk menyampaikannya saat ini juga, ini kalian bukalah", kata Alex melihat kearahnya Tuan Fredo, Mommy Dania, dan juga Tara secara bergantian. Dan sambil juga mendorong kecil map yang tadi dia bawa ketengah meja.


Tara, Mommy Dania dan Tuan Fredo mereka saling pandang satu sama lainnya, karena seperti bertanya siapakah yang akan membukanya terlebih dahulu. Alhasil Momny Danialah yang berinisiatif membuka dan membaca terlebih dahulu.


"Ya Tuhan Ana, apa ini benar Alex, kamu tidak bohong sama Mommy?? ", kata Mommy Dania dengan suara yang bergetar ingin menangis ketika sudah melihat semua isi dalam map tersebut.


Tuan Fredo langsung saja merebut map yang dibawa oleh istrinya itu, karena dia sangat penasaran sekali dengan apa isi yang ada didalam map tersebut.


Sedang Tara dia juga semakin penasaran saja ketika mendengar dan melihat sikap dari Mommynya ketika sudah membaca map yang diberikan oleh Alex.


"Ana dia Momm, kita.......?? ", kata Tuan Fredo sampai kehabisan kata-kata ketika sudah melihat juga isi dalam map tersebut.


"Iya Momm, Dadd, itulah yang sedang terjadi dengan Ana, dan itu hasil pemeriksaan kemarin disalah satu rumah sakit yang ada disana", kata Alex kepada Momny Dania dan Tuan Fredo dengan tersenyum senang.


"Berikan kepadaku Dadd mapnya", kata Tara kepada Tuan Fredo, karena Tara duduk diseberangnya Tuan Fredo.


Dan Tara langsung saja membukanya ketika mapnya sudah berada ditangannya.


"Aku akan jadi paman", kata Tara ketika sudah selesai membaca semua tentang hasil pemeriksaan kandungannya Ana kemarin dengan senyum yang juga merekah dengan lebar.


"Iya Nak, dan Mommy sama Daddy akan menjadi Oma sama Opa", kata Mommy Dania kepada Tara dengan perasaan yang sangat bahagia sekali.


Alex yang melihat kebahagiaan terpancar diwajah kedua mertuanya dan iparnya, dia juga merasakan semakin bahagia. Malam itu Keluarga William mereka sangat bahagia sekali ketika mendengar kabar kehamilannya Ana, dan sama seperti Tuan Gavi, Tuan Fredo serta Tara mereka juga memperketat penjagaan untuk Ana serta disekitar rumah mereka, baik dirumahnya Alex sendiri maupun dirumahnya Tuan Fredo serta Tuan Gavi.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2