GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 4


__ADS_3

Lengkap sudah kebahagiaannya Leyna dan juga Simon dengan hadirnya sang buah hati didalam kehidupan rumah tangga mereka yang sudah sangat mereka nanti-nantikan itu.


Dengan berat badan sekitar empat kilogram dan panjang sekitar lima puluh senti meter membuat babynya Leyna dan Simon terlihat sangat gemuk sekali.


Bahkan para kakek dan neneknya langsung saja jatuh hati dengan kelucuan dan kechubbyannya pipinya babynya Leyna dan Simon tersebut.


Leyna dan babynya sendiri mereka sudah dipindahkan keruang perawatan biasa, yang pasti tetap ruang VVIP yang ada dirumah sakit Cornelius Hospital itu.


Dan para Kakek serta Nenek dari baby chubby tersebut dibibir mereka selalu tersenyum dengan sangat bahagia sekali dengan adanya cucu pertama dikeluarga besar mereka masing-masing.


"Apakah kamu sudah memberikannya nama Simon??",, tanya Papah Ken kepada Simon.


Simon sebelum menjawab perkataannya Papah Ken, dia lalu tersenyum sambil melihat kearahnya Leyna.


Leyna pun juga iku tersenyum kepada Simon.


"Sudah Papah", bukan Simon yang menjawab melainkan Leyna.


Simon yang duduk dikursi samping brankarnya Leyna pun dia langsung saja menyebutkan nama dari baby mereka.


Sedangkan sang baby sendiri dia sedang digendong oleh Mamah Merry dengan perasaan yang sangat senang sekali.


"Nama dia adalah Eilaria Queenie Ignatius, yang berarti Ratu yang sangat bijaksana, dihormati, serta selalu ceria dan sangat pemberani", kata Simon kepada Papahnya dan masih didengar oleh semua orang yang ada disitu dengan perasaan bangga.


Sebab Simon tidak menyangka dia akan memberikan nama untuk sang buah hatinya tersebut.


"Panggilannya siapa ini cucu kesayangan Mamah", tanya Mamah Merry kepada Simon.


"Queen Mah, baby Queen", jawab Simon kepada Mamahnya sambil tersenyum sangat cerah sekali.


Yaps baby Queen itulah nama pemberian dari Simon dan Leyna untuk anak pertama mereka.


Dan mereka berjanji untuk memberikan yang terbaik untuk tumbuh kembang buah hati mereka supaya sehat dan cerdas.


..........>>>>><<<<<..........


Kita geser keArga dan juga Vero yuk readers.

__ADS_1


Setelah kemarin malam acara temu kangen dan saling maaf-maafan dengan Mamah Iris yang sudah kembali pulang kerumah mewahnya lagi.


Mereka lalu berkumpul sejenak diruang keluarga rumah mereka.


"Ayah ko bisa tinggal disini??, dan kamu Nak kapan pulangnya??",, tanya Mamah Iris pada waktu itu kepada suami dan juga anak sulungnya yaitu Daneil.


"Nanti akan Ayah ceritakan semuanya Mah, dan Daneil ini baru saja pulang hari ini", jawab Ayah Geoff kepada Mamah Iris yang duduk disampingnya itu.


Mamah Iris hanya menanggapi senyuman dan anggukan saja kepada Ayah Geoff.


"Oh ya Nak Vero, Mamah benar-benar minta maaf kepadamu ya, dan ijinkan Mamah untuk menebus kesalahan Mamah dengan menyayangimu serta calon kedua cucu Mamah dengan baik ya", kata Mamah iris kepada Vero sambil tersenyum manis sekali.


"Iya Mah, Vero sudah memaafkan Mamah sejak kemarin-kemarin, dan Mamah juga sudah Vero anggap Mamah kandung Vero sendiri, karena Vero sejujurnya sangat rindu sekali dengan Mamah kandungnya Vero yang sudah sangat lama sekali meninggal", kata Veronica kepada Mamah Iris sambil tersenyum juga.


"Mulai sekarang, Mamah ini adalah Mamah kandung kamu Nak, bukan Mamah mertua kamu, dan kamu jangan sungkan untuk bercerita serta berkeluh kesah kepada Mamah ya Nak, karena kamu juga anak perempuan Mamah", kata Mamah Iris kepada Vero membuat Vero langsung saja menangis terharu.


Sedangkan Arga dia menjadi senang sekali hatinya dan langsung memeluk pundaknya Veronica dengan mesra.


Keluarga Ayah Geoff malam itu benar-benar sangat lengkap sekali formasinya dan dipenuhi dengan kebahagiaan yang sudah lama tidak mereka rasakan bisa berkumpul seperti itu.


"Kamu malam ini menginap disini kan Arga??", tanya Ayah Geoff kepada Arga.


Dan Vero lalu mengangguk kepada Arga.


"Iya Ayah, Arga akan menginap disini, tapi nanti Arga akan menjemput Aleda dulu, kasihan dia sendirian didalam apartemen", jawab Arga kepada Ayah Geoff ketika Arga sudah melihat anggukannya Vero tadi.


"Aleda??, siapa dia??",, tanya Daneil kepada Arga dengan wajah kebingungannya.


"Aleda adalah adiknya Veronica Kak, dia masih sekolah SMP, kenapa jangan jadi pedofil deh", kata Arga kepada Kakaknya sambil bercanda juga.


"Jika aku bisa mendapatkan Kakaknya kenapa harus memilih adiknya yang bahkan untuk makan sendiri belum bisa", jawab Daneil kepada Arga sambil menggodanya juga dan serta sambil melirik kearahnya Vero.


Mamah Iris dan Ayah Geoff mereka langsung saja tertawa mendengar jawabannya Daneil tadi, sedangkan Arga langsung saja menunjukkan wajah garangnya kepada sang Kakak yang sedang tertawa itu.


Bahka Vero sendiri dia tersenyum lucu melihat pertengkaran dari Arga dan juga Daneil.


Namun sebagai perempuan, apalagi sebagai ibu yang melahirkan anaknya.

__ADS_1


Mamah Iris bisa merasakan ada sesuatu dalam diri anak sulungnya yaitu Daneil kepada Vero.


Karena mulutnya Daneil memang mengatakan bisa melupakan serta mengikhlaskan Vero, namun mata dia belum bisa sepenuhnya berpaling dari Veronica, dan Mamah Iris bisa melihatnya dengan sangat jelas sekali dimatanya Daneil.


"Awas saja jika Kakak sampai melirik istriku, akan aku bunuh saat itu juga", kata Arga dengan nada yang sedikit cemburu mendengar perkataannya Daneil tadi.


"Kamu tenang saja adikku tersayang, kamu kan sangat tahu bagaimana sifat dari Kakakmu ini", jawab Daneil kepada Arga dengan santai.


"Ya sudah, sudah malam juga, Arga mau menjemput Aleda dulu, palingan dia juga sudah tidur ini", kata Arga berpamitan kepada keluarganya.


"Pergi dulu ya sayang", kata Arga sambil mencium keningnya Vero dengan mesra dihadapan keluarganya.


Dan Daneil yang melihatnya pun, dia sedikit cemburu, hanya sedikit.


"Hati-hati", kata Ayah Geoff dan Mamah Iris secara bersamaan kepada Arga.


"Iyaaaaa", jawab Arga sambil berlalu pergi dari dalam rumah.


"Kalau begitu Mamah mau menyiapkan kamar untuk Aleda disamping kamarnya Arga saja ya", kata Mamah Iris kepada semua orang yang masih ada disitu, ketika Arga sudah berlalu pergi.


"Ayah juga mau istirahat, sudah mengantuk", kata Ayah Geoff juga sambil berdiri menyusul Mamah Iris yang sudah berjalan duluan tadi.


Vero dan Daneil mereka langsung saja mengangguk sambil tersenyum kepada Ayah Geoff.


Dan tinggallah berdua saja diruang keluarga yaitu Daneil dan juga Vero.


Sambil melihat kearahnya Daneil dengan bibir yang tersenyum manis, Vero lalu beranjak pergi juga dari ruang keluarga tanpa berpamitan kepada Daneil untuk berlalu menuju kedalam kamarnya Arga.


Daneil pun hanya tersenyum juga sambil terus melihat kearahnya Vero yang terus menaiki tangga rumahnya.


"Bibirku bisa mengatakan jika aku merelakannya, tapi hatiku berkata tidak", kata Daneil dengan lirih sambil melihat kearahnya Vero yang sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya.


"Aku harus berusaha sekuat tenaga menghilangkan perasaan ini terhadap Vero, karena aku akan sering berada disituasi seperti sekarang ini, apalagi kali ini tugasku ada dikotaku ini, jadi aku akan pulang setiap hari kerumahku ini", kata Daneil lagi sambil berbicara sendiri.


"Sebab aku tidak mau jika Arga sampai tahu, jika Vero adalah wanita yang pernah mengisi hatiku dulu, karena jika Arga sampai tahu, itu akan merusak hubunganku dengan Arga nantinya", kata Daneil lagi untuk sekian kalinya.


Dan setelah lelah berbicara sendiri Daneil lalu beranjak pergi juga menuju kedalam kamarnya sendiri yang letaknya juga berada dilantai dua sebelah kamarnya Arga yang paling pojok.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC Bonchap***...


__ADS_2