GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 78


__ADS_3

Ketika Tara sudah dipindahkan keruang VVIP Dokter Bella dia langsung saja memeriksa keadaannya Tara.


Dokter Bella lalu memperbaiki tidurnya Tara dengan memberikan beberapa bantal disalah satu kakinya Tara yang terkilir itu supaya lebih tinggi dibandingkan badannya.


"Bagaimana ini bisa terjadi My Griy", tanya Dokter Bella kepada Tara. Karena didalam ruangan itu cuma hanya ada Tara dan Dokter Bella saja, sedang para bodyguard mereka berjaga diluar ruangan.


Tidak tahu kenapa, walau Dokter Bella memang baru saja mengenal Tara, akan tetapi ketika mengetahui Tara kecelakaan begitu, tidak bisa Dokter Bella bohongi perasaannya, jika dirinya sangat begitu mengkhawatirkan keadaannya Tara.


"Tidak tahu My Amanda, kejadiannya begitu cepat sekali, ketika itu aku mau berjalan kearah mobilku, tiba-tiba dari arah kanan ada mobil yang mengendarai mobilnya dengan cukup kencang dan dia langsung menabrakku hingga membuat aku jadi begini, akan tetapi aku sempat melihat plat nomornya sebelum aku dikerumuni dan ditolong oleh banyak orang sayang", jawab Tara kepada Dokter Bella.


"Berapakah nomor plat mobilnya My Griy", tanya Dokter Bella kepada Tara sambil menggenggam tangannya Tara.


Tara langsung saja menyebutkan plat nomor mobil yang menabraknya itu dan juga menyebutkan ciri-ciri mobil yang menabraknya itu kepada Dokter Bella.


"Kamu yakin My Griy itu mobil yang menabrak kamu", tanya Dokter Bella kepada Tara.


"Yakin sayang, untuk apa aku berbohong kepadamu, bahkan jika aku tidak ingat plat nomornya, aku akan menyuruh anak buahku untuk menyelidikinya secepatnya", jawab Tara kepada Dokter Bella.


"Bukan seperti itu maksudnya sayang", jawab Dokter Bella kelepasan memanggil Tara dengan panggilan sayang membuat Tara langsung tersenyum senang dan manis kepada Dokter Bella.


"Tadi panggil apa kamu sayang, boleh dengar lagi tidak", goda Tara kepada Dokter Bella.


"Panggil apa sih, memangnya aku manggil My Griy bagaimana?? ", jawab Dokter Bella kepada Tara dengan berpura-pura bingung.


Tara langsung pura-pura cemberut kepada Dokter Bella ketika mendengar jawabannya Dokter Bella, membuat Dokter Bella langsung mencubit gemas pipinya Tara.


Ternyata semakin kesini perasaannya Dokter Bella semakin tumbuh saja rasa sayang dan cintanya kepada Tara tanpa dia sadari, karena ternyata Tara tidak seburuk ketika pertemuan awal dengannya, bahkan Dokter Bella bisa merasa sangat nyaman dibandingkan dengan Edbert dulu.


Walau sudah dicubit Dokter Bella, Tara masih menunjukkan muka betenya kepada Dokter Bella.

__ADS_1


"Sudah dong sayang, jangan marah gitu ah, nanti tambah ganteng lho kalau marah", kata Dokter Bella reflek membuat Tara tertawa karena baru saja mendengar nada lucu dari suaranya Dokter Bella.


"Nah begitu kan lebih tampan lagi", kata Dokter Bella lagi kepada Tara ketika melihat Tara sedang tertawa.


"Sudah-sudah ya sayang, tadi memangnya kamu apa mengetahui siapa pemilik mobil itu Bella", kata Tara yang malu digoda oleh Dokter Bella, dan Dokter Bella langsung mengangguk kepada Tara.


"Siapa orangnya Bella", kata Tara kepada Dokter Bella dengan menahan amarahnya.


"Itu mobilnya Edbert My Griy", jawab Dokter Bella jujur.


"Si***n dia, beraninya dia mencelakaiku, dan apa dia ingin aku bunuh", kata Tara sambil mengepalkan tangannya.


Dan memang dua pasang mata yang melihat Dokter Bella serta Tara tadi dipelataran rumah sakit selain Dokter Simon salah satunya lagi adalah miliknya Edbert yang daritadi sudah menunggu Dokter Bella datang diparkiran mobil rumah sakit.


Ketika Tara tadi berlalu pergi ingin menuju kekantornya, Edbert dengan sengaja mengikuti Tara dari belakang, akan tetapi usahanya selalu gagal ketika dia ingin menyalip mobilnya Tara karena Tara mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi dan Edbert tidak bisa mengejar kecepatan mobilnya Tara.


Karena wajar saja jika dibandingkan antara mobilnya Tara dan mobilnya Edbert sangatlah jauh, karena mobilnya Tara termasuk mobil sport dengan harga yang sangat fantastis.


Edbert berharap Tara mengalami luka yang serius, akan tetapi ketika Edbert ingin melarikan diri dia tertahan dipintu keluar rumah sakit, dan alhasil dia tertangkap dan dibawa kepos keamanan rumah sakit dengan dijaga ketat oleh para bodyguardnya Tara.


Edbert sendiri dia termasuk bodoh, jika dia sudah niat ingin mencelakai Tara, bukan begitu caranya, ketangkapkan dia. Jika Edbert dibandingkan Tara, juga sangatlah jauh sekali Edbert tidak ada apa-apanya dengan kemampuan yang Tara miliki.


........ **********........


Berpindah tempat ketempatnya Ana dan Alex. Ana dan Alex ketika baru saja selesai melakukan kegiatan panas mereka lagi, dan mereka saat ini sedang mengistirahatkan badannya diranjang yang tadi mereka gunakan untuk menuntaskan hasrat dan dahaga mereka sambil menonton televisi.


Alex dan Ana tiba-tiba mendengar suara bel pintu berbunyi, dan Alex menduga jika yang datang kepenthousenya adalah Arga, karena tidak sembarangan orang yang tahu penthousenya Alex.


"Sebentar ya sayang, pasti itu Arga yang datang", kata Alex kepada Ana sambil melepaskan pelukannya dan Ana hanya mengangguk saja kepada Alex dengan mata yang masih menonton televisi.

__ADS_1


Alex lalu turun dari ranjang dan memakai celana pendeknya, setelahnya dia keluar kamar dan menuruni tangga langsung berjalan menuju kepintu utama penthousenya.


"Bos ini pesanan anda", kata Arga ketika Alex sudah membukakan pintunya.


"Pasti Bos Alex begitu ganasnya hingga Nona Ana tidak bisa memakai bajunya lagi yang dia pakai tadi, lihat saja penampilannya sekarang Bos Alex itu", kata batin Arga menggerutui Alex.


"Jangan coba-coba menggerutuiku didalam hatimu Arga, atau kamu mau saya mencongkel hatimu dan saya berikan kepada anjing peliharaanku", kata Alex kepada Arga dan langsung membuat Arga memasang wajah takut dan tegapnya.


"Bos-bos kenapa selalu bisa tahu sih jika saya sedang menggerutu didalam hati", kata Arga memberanikan diri bertanya kepada Alex.


"Tertulis jelas didahimu itu Arga, sudah sana pergi dan terimakasih untuk bajunya", kata Alex kepada Arga dan Alex langsung menutup pintunya tanpa mendengar jawabannya Arga terlebih dahulu.


Membuat Arga langsung mengayunkan tangannya seperti ingin meninju pintu penthousenya Alex, sambil mengumpatin Alex, dan semua yang dilakukan oleh Arga terlihat jelas dimatanya Alex karena Alex melihat semua tingkahnya Arga didalam layar CCTV yang ada didekat pintu masuk.


Alex bukannya marah, akan tetapi dia tertawa kecil melihat tingkahnya Arga. Ya walau Arga sering mengumpatinya, akan tetapi Alex tidak pernah marah kepada Arga, karena Arga sudah bekerja dengannya cukup lama dan dia paling setia kepada Alex.


"Hiiiiih sudah waktunya pulang, sudah enak-enak dirumah, eeeh disuruh untuk membeli baju dan dalaman wanita pula, sampai sini langsung diusir, dasar bos tidak punya akhlak", umpat Arga lagi sambil menunjuk pintu penthousenya Alex.


Alex dia masih setia tertawa sambil memperhatikan setiap gerak-geriknya Arga.


"Enaknya jadi Bos, sudah aku mau pulang tidur, dan memimpikan Bos Alex menjadi anak buahku, supaya aku bisa menyuruh-nyuruhnya seenakku seperti dia menyuruhku terus selama ini", gerutu Arga sambil meninggalkan penthousenya Alex.


Alex langsung saja juga berlalu masuk lagi kedalam kamarnya ketika dia sudah melihat Arga sudah berlalu pergi dari depan penthousenya sambil masih memperlihatkan tawanya karena tingkahnya Arga tadi.


πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡πŸ‡


**Maaf readers, visualnya Ana author sudah nyari akan tetapi belum ada yang cocok dieskpetasinya Author😐


Ada satu yang cocok, eeh tapi malah dia berhijab😬😬**

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***


__ADS_2