
Mamah Iris dia langsung saja menunjukkan wajah marahnya kepada Ayah Geoff ketika dia baru saja ditampar oleh Ayah Geoff dengan cukup kencang sekali seperti itu.
"Ayah menampar Mamah hanya untuk wanita murahan itu!!!", kata Mamah Iris kepada Ayah Geoff dengan wajah marah dan juga dengan mata memerah.
Ayah Geoff dia lalu menampar lagi untuk kedua kalinya kewajahnya Mamah Iris ketika mendengar perkataannya Mamah Iris yang masih belum sadar akan perbuatannya kepada Veronica tadi siang.
"Yang Mamah sebut murahan itu dia belum tentu murahan Mah, jangan menilai seseorang dari casingnya saja", jawab Ayah Geoff dengan nada marahnya kepada Mamah Iris setelah menampar Mamah Iris lagi untuk kedua kalinya.
Sedangkan Arga dia yang tidak terima jika Veronica dikatakan murahan oleh Mamahnya dia langsung saja membantahnya.
Pasalnya Arga sendiri sangat tahu, jika malam itu Vero masih bersegel utuh belum terjamah sama sekali oleh laki-laki lain selain dirinya.
"Asal Mamah tahu saja, Veronica itu dia bukan wanita murahan!!!, yang murahan itu Arga, karena Argalah yang meminta dia untuk melakukan itu kepada Arga Mah", kata Arga juga dengan menahan rasa geramnya kepada Mamahnya.
"Dan Arga sangat tahu sekali jika malam itu Veronica masih peraw4n", sambung lagi perkataannya Arga kepada Mamahnya.
Ayah Geoff dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Arga ketika mendengar Arga begitu jujur sekali ketika berkata kepada Mamahnya.
"Memalukan, kalian berdua menjijikkan!!", kata Mamah Iris dengan nada marahnya kepada Arga.
Arga lalu mendekat beberapa langkah hingga berada didepan Mamahnya hanya berjarak satu langkah saja.
Dan Arga dia langsung saja berkata kepada Mamahnya dengan perkataan yang sangat pedas sekali, hingga membuat Mamah Iris sangat terkejut karena Arga berani mengatakan hal seperti itu kepadanya.
"Lebih menjijikkan lagi mempunyai Mamah seperti Mamah!!!", kata Arga kepada Mamah Iris.
Membuat perasaannya Mamah Iris langsung saja hancur lebur seperti debu yang bertebaran ketika anak kandungnya sendiri mengatakan hal sangat menyakitkan seperti itu.
Ayah Geoff dia juga tidak bisa membantah atau memarahi Arga ketika Arga mengatakan hal menyakitkan seperti itu kepada Mamahnya.
Walau sebenarnya Ayah Geoff juga tidak suka ketika Arga mengatakan hal seperti itu kepada Mamahnya.
Tapi mau bagaimana lagi, keadaannya lagi seperti itu, dan jika Ayah Geoff membantah Arga, pastilah akan semakin panjang pula masalahnya.
Jadi Ayah Geoff memilih diam saja, dan nanti ada waktunya tersendiri Ayah Geoff akan berbicara dari hati kehati kepada Arga.
Arga yang sudah berkata seperti itu kepada Mamahnya, dia lalu berbalik badan ingin keluar dari dalam rumah kedua orang tuanya.
__ADS_1
Namun sebelum sampai keluar dari pintu Arga lalu menghentikan langkah kakinya dan berkata sesuatu lagi kepada Mamahnya yang sedang menangis pilu itu karena perkataannya tadi.
Arga sebenarnya juga tidak mau mengatakan hal seperti itu kepada Mamahnya, tapi Mamahnyalah yang memaksanya untuk mengatakannya kepadanya.
Dan rasa sakit akan tamparan dari Ayah Geoff tadi yang dirasakan oleh Mamah iris tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan perkataan singkat dari Arga.
"Arga akan tetap menikahi Vero entah Mamah setuju atau tidak, ini hidup Arga dan Arga yang menjalaninya, jika Mamah belum bisa menerima Vero menjadi istri Arga jangan pernah datang kepesta pernikahannya Arga dan menunjukkan wajah Mamah kehadapannya Arga lagi!!!", kata Arga kepada Mamah Iris tanpa berbalik badan menghadap Mamahnya.
Dan ketika sudah berkata seperti itu kepada Mamahnya, Arga langsung saja benar-benar melangkahkan kakinya pergi dari rumah sederhana dari kedua orang tuanya itu.
Sedangkan Ayah Geoff yang tidak tahu apa lagi yang ingin dia katakan kepada istrinya, Ayah Geoff lalu juga ikut melangkahkan kakinya keluar dari dalam rumah, menyisahkan Mamah Iris yang sedang menangis sendirian.
Untung saja Kakaknya Arga dia masih bertugas diluar pulau, jadi dia tidak akan tahu keadaan yang sedang terjadi didalam keluarganya.
Namun jikalaupun Kakaknya Arga akan pulang saat itu juga, Arga juga akan langsung menceritakan sebenarnya kepada Kakaknya itu.
Sifat dari Kakaknya yang lebih lembut serta dewasa dari Arga, dia pasti akan mengerti akan keadaan yang menimpa keluarganya sekarang, karena ulah dari Mamahnya.
Arga yang lagi dalam keadaan emosi seperti itu dia tidak langsung mengendarai mobilnya untuk pulang keapartemennya.
Dan ketika Arga sudah sampai disitu, Arga langsung saja berteriak dengan cukup sangat kencang sekali, karena merasa marah dengan Mamahnya yang tidak pernah berubah dari dulu.
Sedangkan kita berpindah keTara William yaitu Kakak kandung dari Ana.
Ketika tadi Tara ingin berlalu pulang menuju kemansion Daddynya, dia mampir dulu kesebuah Restoran untuk membelikan beberapa roti pesanannya Bella yang sangat enak dijual diRestoran itu.
Ketika Tara baru saja masuk kedalam restorannya, dari jarak jauh sudah ada seseorang yang memperhatikannya dengan pandangan yang sangat sulit untuk ditebak.
Dan ketika Tara sudah memesan roti yang ada diresto itu.
Tara langsung saja mencari tempat duduk yang kosong untuk menunggu pesanannya.
Namun ketika Tara hampir saja duduk, tiba-tiba ada seorang perempuan yang sengaja menabrakan dirinya kebadannya Tara sambil membawa sebuah minuman.
Alhasil minuman tadi langsung saja tumpah kejas dan kemeja mahal miliknya Tara.
"Ops sorry", kata wanita itu berpura-pura merasa sangat bersalah sekali, sambil segera membersihkan minumannya yang mengenai kemejanya Tara.
__ADS_1
"****!!", kata pelan Tara sambil menunduk membersihkan bajunya yang kotor.
Dan ketika wanita itu ingin ikut membersihkan bajunya Tara, Tara reflek memundurkan badannya karena dia tidak mau disentuh oleh sembarangan orang.
Tara lalu mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menabraknya yang dari suaranya dia adalah seorang perempuan.
Ketika Tara sudah melihat wajah dari wanita itu, dia langsung saja tersenyum miring dengan wajah dingin nan malasnya.
Karena wanita itu adalah Rica, wanita yang pagi tadi sengaja memberikan kartu namanya kepada Tara, ketika Tara sedang meeting dengan clientnya.
Rica bisa berada didalam retoran itu padahal Rica mempunyai restoran sendiri, karena Rica dia baru saja selesai meeting dengan sang pemilik restoran untuk mengajaknya bekerjasama.
Dan ketika Rica dan sang pemilik restoran sudah selesai meeting, Rica lalu ingin melangkahkan kakinya untuk pergi dari dalam Resto tersebut.
Namun ketika dia melihat Tara baru saja masuk kedalam resto Rica lalu mengurungkan niatnya, dan terjadilah seperti sekarang.
Ketika Tara sudah mendongakkan kepalanya untuk melihatnya, Rica lalu berpura-pura terkejut bisa berjumpa dengan Tara lagi.
"Ya ampun ternyata Tuan Tara, maafkan atas kecerobohan saya Tuan, bagaimana sebagai permintaan maaf saya, mari saya traktir minum kopi", kata Rica dengan nada yang dibuat semanis mungkin kepada Tara.
"Maaf saya tidak tertarik", kata Tara dengan dingin kepada Rica.
Namun kedinginan dari Tara membuat Frederica nama lengkapnya menjadi sangat tertantang sekali untuk bisa menakhlukkan hatinya Tara.
Tapi sayangnya Frederica akan membuat lubang kuburannya sendiri jika dia berani mengusik Adintara William.
...πππππππππππππ...
Oh ya maaf sedikit telat mengucapkannya, SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI ya readers, Mohon Maaf lahir dan batin bagi yang merayakannyaπ€π€
Jika author ada salah-salah kata dan banyak typo ketika mengetiknya, maafkeun yaππ
Serta maafkan author juga yang baru bisa Up, karena author dari kemarin tidak bisa memegang laptop sama sekali π π .
...πππππππππππππ...
...***TBC***...
__ADS_1