GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 3


__ADS_3

Simon yang sudah melihat sang Mamah mertua yang ternyata ada dilorong antara UGD dan ruang bersalin pun, Simon langsung saja berjalan menghampiri sang Mamah.


Sedangkan Mamah Vlo yang juga sudah melihat Simon dari kejauhan Mamah Vlo langsung saja berjalan mendekati Simon.


"Mamah, Simon",, kata Mamah Vlo dan Simon secara bersamaan ketika mereka sudah saling berhadapan.


"Ayo Mah, ikut Simon", kata Simon kepada Mamah Vlo.


Dan Mamah Vlo langsung saja berjalan mengikuti Simon dari belakang.


Tidak terlalu jauh juga ruang bersalinnya Leyna berada, dan ketika Simon baru saja membuka pintu ruang bersalinnya Leyna, Mamah Merry yaitu Mamahnya sedang membantu Leyna untuk turun dari atas brankar.


"Ko turun dari atas brankar??",, tanya Simon sambil berjalan mendekati Leyna dan Mamah Merry.


"Iya tadi Dokternya baru saja kesini, untuk melihat kondisinya Leyna, katanya sudah pembukaan ketujuh Simon", jawab Mamah Merry kepada Simon.


Sedangkan Mamah Vlo sendiri dia juga sudah sangat khawatir sekali melihat keadaannya Leyna yang sedang berjuang untuk melahirkan itu.


"Biar Simon saja Mah yang membantu Leyna", kata Simon kepada Mamahnya.


Dan Simon lalu mengambil alih perannya Mamah Merry.


Simon langsung saja menuntun Leyna untuk terus berjalan mengitari ruangan itu.


Sedangkan para Mamah, mereka hanya bisa diam sambil duduk dikursi yang ada disitu, dengan hati yang terus berdoa untuk keselamatannya Leyna serta calon cucu mereka.


"Aaaah tambah sakit sayang, perut aku", kata Leyna kepada Simon ketika dia tiba-tiba berhenti sambil memegangi perutnya.


"Ayo sayang, bertahanlah supaya babynya cepat segera bisa lahir, dan kamu tidak kesakitan lagi begini", kata Simon menyemangati Leyna.


Leyna lalu melanjutkan lagi jalannya, walau dengan sangat perlahan sekali.


"Sebantar Simon, aku tidak kuat", kata Leyna kepada Simon sambil duduk kursi kosong sampingnya para Mamah, dengan nafas yang sedikit tidak teratur.


Simon masih terus bersabar membantu dan menunggui Leyna yang sedang beristirahat untuk sejenak itu.


Ketika mereka sedang memperhatikan Leyna, tiba-tiba ponsel dari Mamah Vlo yang ada didalam tas yang dibawanya berdering dengan cukup keras sekali.


Dan ketika dilihat oleh Mamah Vlo, ternyata Ayah Darius yang menelfonnya.


"Ayah, sebentar Mamah mau mengangkat dulu telefonnya", kata Mamah Vlo kepada Simon yang sedang melihat kearahnya.

__ADS_1


Simon hanya mengangguk saja kepada Mamah Vlo.


Mamah Vlo langsung saja mengangkat sambungan telefon dari Ayah Darius dengan sambil keluar dari dalam ruangannya Leyna, karena takut mengganggu.


Dan ternyata Ayah Darius menelfon karena Ayah Darius baru saja sampai dirumah sakit, dan dia tidak tahu dimana ruangannya Leyna berada.


Mamah Vlo lalu langsung memberitahukan kepada Ayah Darius untuk masuk saja dekat dengan UGD dan ketika Mamah Vlo sudah melihat Ayah Darius dari kejauhan, Mamah Vlo langsung saja menyuruh Ayah Darius untuk terus berjalan, sebab Mamah Vlo sudah menunggunya didepan ruangannya Leyna.


"Leyna ada didalam Ayah, dia belum melahirkan, baru pembukaan ketujuh, apa Ayah mau melihat keadaannya Leyna??",, tanya Mamah Vlo kepada Ayah Darius ketika Ayah Darius sudah berada didepannya.


"Ayah mau lihat dulu, tapi Mamah disini saja ya, takutnya nanti kebanyakan orang didalam, malah pengap, nanti jika Ayah sudah selesai Ayah akan keluar", kata Ayah Darius kepada istrinya itu.


"Iya Ayah", Jawab Mamah Vlo kepada Ayah Darius sambil mengangguk.


Ayah Darius langsung saja masuk kedalam ruangannya Leyna, sedangkan Mamah Vlo dia menunggu diluar ruangan seperti yang dikatakan oleh Ayah Darius tadi.


"Ayah, tadi Mamah katanya sedang mencari Ayah??",, kata Simon kepada Ayah Darius ketika Simon melihat Ayah Darius baru saja masuk kedalam ruang bersalinnya Leyna.


"Iya tahu, dan Mamah Ayah suruh tunggu diluar sebentar", jawab Ayah Darius kepada Simon sambil berjalan mendekati Leyna yang masih duduk.


Entah kenapa ketika melihat Ayahnya, Leyna menjadi semangat ingin sekali dituntun oleh Ayah tercintanya itu.


Simon yang mendengar perkataannya Leyna dan melihat Ayah Darius menatap kearahnya, Simon langsung saja mengangguk kepada Ayah Darius.


Simon langsung saja menyingkir sejenak untuk memberikan ruang kepada Ayah mertuanya itu.


Sedang Ayah Darius langsung saja mengambil alih posisinya Simon tadi, dan Simon lalu meminta ijin untuk keluar sebentar untuk menemani Mamah Vlo yang sedang menunggu dliuar.


Ketika Simon baru saja keluar dari dalam ruangannya Leyna, Simon langsung melihat ternyata Papahnya sedang berjalan kearah ruang bersalinnya Leyna.


Sedikit banyak para Dokter dan suster disitu sudah mengenali Papah Ken, sebagai Ayah dari Direktur rumah sakit mereka bekerja.


Dan ketika Papah Ken bertanya dimana ruang bersalinnya Leyna berada, salah satu Dokter langsung saja mengantarkannya dengan sopan.


"Simon, Nyonya, bagaimana keadaannya Leyna, apa dia sudah melahirkan??", tanya Papah Ken kepada Simon dan juga Mamah Vlo.


"Leyna belum melahirkan Tuan",, jawab Mamah Vlo kepada Papah ken.


"Iya Papah, Leyna belum melahirkan, dan dia sekarang lagi ingin dibantu oleh Ayah Darius didalam",, jawab Simon kepada Papahnya.


Dan alhasil Papah Ken langsung saja ikut duduk bergabung didepan ruang bersalinnya Leyna untuk menunggu hasil selanjutnya dari perkembangannya Leyna.

__ADS_1


Namun ketika mereka bertiga sedang mengobrol ringan sambil terus berdoa untuk keselamatannya Leyna dan calon babynya.


Tiba-tiba pintu ruangannya Leyna terbuka dari dalam, dan Mamah merry langsung saja memanggil Simon untuk segera masuk kedalam.


Karena ternyata Leyna sudah merasakan kontraksi yang cukup sangat menyakitkannya sekali.


Ayah Darius dan Mamah Merry mereka langsung saja keluar dari dalam ruang bersalinnya Leyna, ketika Simon sudah masuk kedalam.


Para orang tua, mereka langsung saja menunjukkan wajah tegang mereka sambil terus berdoa dari dalam hati mereka masing-masing untuk keselamatannya Leyna dan juga calon cucu mereka.


Dan Simon langsung saja menelfon Dokter Dwi untuk segera masuk kedalam ruang bersalinnya Leyna.


Ketika mendapatkan telefon dari Simon, Dokter Dwi langsung saja bergegas meninggalkan ruangannya, dia lalu menyuruh para asisstannya untuk mengikutinya dari belakang.


Dengan sedikit berlari Dokter Dwi akhirnya sampai juga diruang bersalinnya Leyna lima belas menit kemudian, sebab antara ruangannya dan ruang bersalinnya Leyna jaraknya cukup jauh sekali.


"Sudah genap pembukaan sepuluh Dokter Simon", kata Dokter Dwi kepada Simon ketika dia sudah melihat keadaannya Leyna.


Dokter Dwi langsung saja menyuruh para asisstannya untuk menyiapkan semua alat yang dibutuhkannya saat itu juga.


Sedang Simon dia masih ada didalam situ, untuk memberikan semangat dan kekuatan kepada Leyna, yang sedang berjuang melahirkan baby mereka.


"Ayo Nyonya, dorong yang kuat",, kata Dokter Dwi kepada Leyna.


"Ayo sayang semangat", kata Simon juga kepada Leyna, sebagai suami dan Ayah yang siaga.


Dan Leyna langsung saja melakukan sesuai intruksi dari Dokter Dwi.


Leyna mengejan dengan sekuat tenaganya, untuk bisa segera melahirkan babynya tersebut.


Ketika Dokter Dwi memberikan aba-aba untuk terakhir kalinya kepada Leyna, akhirnya keluar juga dengan sangat sehat, sempurna, dan juga gemuk sekali babynya Simon dan juga Leyna.


Dan dia berjenis kelamin perempuan babynya Simon serta Leyna yang pertama.


Suara tangisan yang cukup keras dari sang baby, membuat semua keluarga yang menunggu Leyna diluar mereka langsung saja menangis terharu dan juga senang secara bersamaan.


Sedangkan Simon sendiri, dia langsung saja mengeluarkan airmatanya dengan cukup deras sekali, sambil menggendong babynya yang masih berlumuran darah tersebut.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC Bonchap***...

__ADS_1


__ADS_2