GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 24


__ADS_3

Tuan Fredo yang sudah mengenakan pakaian khusus, dia langsung segera masuk untuk melihat kondisinya Ana didalam.


Ketika baru membuka pintu, mata Tuan Fredo langsung melihat Princessnya tidur diatas ranjang pasien dengan selang dimana-mana.


Sungguh kaki Tuan Fredo sangat lemas seperti tak bertulang. Pantas saja Istrinya Mommy Dania tadi dia tidak kuat untuk berada didalam situ, begitulah kata bathin Tuan Fredo.


Setelah menutup pintu ruangannya Ana, dengan perlahan kaki Tuan Fredo menuntun Tuan Fredo berjalan mendekati Ana yang sedang tertidur sangat lelap diranjang pasien.


Ketika sudah sampai disamping brankarnya Ana, Tuan Fredo dia berdiri sambil melihat kearah Princessnya yang sedang terlelap itu, tanpa dia sadari air matanya sudah mengalir dari kelopak matanya.


"Daddy janji akan menghukum wanita yang bernama Denar untukmu sayang, lihat saja apa yang bisa keluarga William untuk memusnahkan para musuh yang menyakiti Keluarga William", bathin Tuan Fredo sambil terus melihta kearah Ana terus.


"Sayang, maafkan Daddy yang lalai menjagamu kemarin, cepat sembuh ya sayang, Daddy percaya kamu anak yang kuat, dan jika kamu sudah sembuh nanti, Daddy akan mengabulkan semua permintaanmu jika Daddy sanggup sayang", kata Tuan Fredo kepada Ana yang masih belum sadar dan sambil mengusap pipi Ana yang terlihat tirus.


Tuan Fredo ketika sudah berkata seperti itu, dia lalu langsung keluar dari ruangannya Ana, akan tetapi sebelum keluar, Tuan Fredo dia sudah tidak bisa menahannya lagi, tumpahlah air mata air yang dari tadi dia tahan-tahan, dengan begitu derasnya.


Setelah sekiranya sudah puas dia menangis, Tuan Fredo lalu mengusap air matanya dengan sapu tangan yang selalu dia bawa kemana-mana. Tuan Fredo ketika merasa sudah lebih baik, dia langsung membuka pintu ruangan Ana dan berlalu keluar.


Semua orang yang tadi menunggui Tuan Fredo dikursi tunggu, ketika melihat Tuan Fredo sudah keluar, dengan mata yang sedikit merah, mereka semua membatin pasti Tuan Fredo habis menangis didalam.


"Sungguh aku tak tega melihat Daddy menangis begitu", bathin Tara ketika melihat mata merah Daddynya.


"Sungguh Ana memang Princess diKeluarga William, sesuai dengan panggilan mereka untukmu Ana, dan aku menyaksikan sendiri jika mereka benar-benar menyayangimu", bathin Alex ketika melihat mata merah Tuan Fredo dan langsung teringat dengan Ana.


🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠🌠


"Aku dimana ini??", kata seorang gadis yang berada ditempat serba putih, dan cuman ada satu pohon yang sangat rindang dan hijau daunnya.


Gadis itu lalu berjalan mendekati pohon itu, dan ketika gadis itu memutari pohon, gadis itu melihat dibalik pohon itu ada seorang laki-laki yang dari postur punggungnya seperti familiar untuknya.

__ADS_1


Ketika laki-laki itu berbalik badan dan langsung menghadap kearah gadis itu. Gadis itu dengan reflek memanggil namanya.


"Kak Xander?? ", kata gadis itu kepada laki-laki itu yang ternyata adalah Alexander.


"Ana, cepat sembuh ya, disana Kakak sangat mencemaskanmu, dan entah kapan perasaan ini, akan tetapi Kakak akan bilang kepadamu, jika Kakak mencintaimu", kata Alex dengan tersenyum sangat manis didalam alam bawah sadarnya Ana.


Iya gadis itu adalah Ana, dia berada dialam bawah sadarnya, dan ketika Ana dialam bawah sadarnya entah kenapa malah Alex yang ada didalam mimpinya bukan kedua orang tuanya ataupun Kakaknya Tara.


Ketika Alex mengucapkan kata kepada Ana "Kakak mencintaimu" Ana tiba-tiba langsung kejang-kejang. Membuat suuster atau perawat yang berjaga diruangannya Ana, mereka dibuat terkejut mengetahui tiba-tiba Ana kejang-kejang didalam. Padahal hasil pantauan mereka kondisi tubuh Ana mulai membaik.


Suster dan para perawat langsung memanggil Dokter Julius yang dariawal menangani Ana.


Semua orang yang berjaga diruang tunggu diruangannya Ana mereka juga dibuat terkejut dengan Dokter dan para suster yang belarian pada keluar masuk ruangannya Ana.


"Suster tunggu, ada apa ini sust?? ", tanya Alex menghentikan salah suster yang akan masuk keruangannya Ana.


"Nona Ana mengalami kejang-kejang Tuan Alex didalam", jawab Suster itu kepada Alex. Dan langsung berlalu masuk kedalam tanpa dihentikan Alex lagi, karena Alex sendiri sangat terkejut.


Dan langsung Tuan Fredo, Tara, beserta Nyonya Gia mereka serempak memanggil suster atau Dokter untuk menolong Mommy Dania.


Sedangkan Tara dia sampai tidak bisa bicara, lidahnya kelu karena dia juga sama terkejutnya dengan Alex yang mengetahui dan mendengar perkataan suster tadi.


"Kita berdo'a semoga Ana didalam sana baik-baik saja", kata Tuan Gavi menenangkan Alex dan Tara.


Karena Tuan Fredo dan Nyonya Gia mereka mengikuti Mommy Dania yang dibawa kesalah satu ruangan untuk mendapatkan pertolongan dari suster dan Dokter.


Tara yang masih berdiri dia lalu berjalan menuju ketiang tembok rumah sakit, dan langsung memukulkan tangannya sekuat tenaga untuk melampiaskan rasa marah, sedih dan takut secara bersamaan.


Alex dan Tuan Fredo yang melihat Tara mereka dibuat kaget, dengan Tara yang tiba-tiba meninju tiang hingga tangannya memar dan berdarah.

__ADS_1


Alex lalu menghampiri Tara dan merangkul pundaknya Tara untuk mengajaknya duduk.


"Bukan begini bro caranya, sini kita duduk dulu", kata Alex menenangkan Tara dan mengajaknya duduk.


Padahal aslinya juga Alex sangat khawatirnya seperti Tara. Akhirnya Tara dan Alex duduk lagi dikursi tunggu didepan ruangannya Ana.


"Kita berdo'a semoga Ana tidak kenapa-kenapa didalam, dan kamu sebagai Kakaknya jangan begini, jika Ana tahu kamu begini, mungkin dia lebih baik tidak bangun dari mimpi indahnya, daripada bangun harus melihat Kakaknya yang dia sangat sayangi terluka", kata Alex kepada Tara sambil melihat keruangannya Ana.


Tara hanya diam saja tanpa menjawab perkataannya Alex.


"Asal kamu tahu Tuan Tara, dari kemarin Ana dirumahku, ketika dia sakit bahkan ketika dia tidur pun yang Ana panggil hanya namamu bukan nama kedua orang tuamu, sampai-sampai saya menyuruh asissten saya untuk mencari tahu siapa orang yang bernama Tara itu yang selalu dipanggil Ana diwaktu sakit kemarin", kata Alex lagi masih sama tidak melihat kewajah Tara dan masih tidak mendapat tanggapan dari Tara.


Tara yang mendengar perkataannya Alex dia lalu mengalihkan pandangannya yang awalnya melihat kearah pintu ruangannya Ana, langsung kearah Alex yang ada disampingnya.


"Jangan salah sangka, Ana tidak tidur denganku, saya bukan tipe laki-laki yang suka tidur dan celap celup dengan sembarangan wanita,........ Kata Alex sengaja menjeda perkataannya.


Tara pun juga sudah tahu, jika Alex bukan tipe laki-laki yang baru disebutkan Alex tadi.


"Ketika setiap Ana belum bangun, saya kekamar Ana dan membangunkannya, dia selalu berkata "bentar lagi Kak Tara" atau "lima menit lagi Kak Tara"", kata Alex sambil membayangkan kelucuan Ana ketika disuruh bangun dan tanpa sadar Alex tertawa kecil mengingatnya. Membuat Tara juga ikut-ikutan tertawa.


"Kalau tidak pasti Princess akan menarik tanganmu untuk buat bantalan dipipinya", sambung Tara kepada Alex membuat Alex reflek tertawa mengingatnya dan disambung Tara juga ikut-ikutan tertawa.


Sedangkan Tuan Gavi yang mendengar percakapan mereka dan melihat Tara serta Alex yang tertawa, Tuan Gavi tersenyum melihatnya.


Sejenak mereka melupakan rasa sesak didada mengingat kelucuannya Ana.


Sedangkan Mommy Dania dia belum sadar akan tetapi Mommy Dania sudah mendapatkan perawatan yang intensif dari Dokter.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2