
Malam harinya Ana dan juga Alex mereka benar-benar menginap dirumahnya Tuan Gavi dan Nyonya Gia.
Dan saat ini Alex, Ana, Nyonya Gia dan juga Tuan Gavi sedang makan malam bersama diruang makan yang ada dimansionnya Tuan Gavi.
"Rasanya Mami terakhir kali makan bersama dirumah ini sama Xander lama sekali, kapan ya kira-kira??", kata Nyonya Gia kepada semuanya yang ada dimeja makan.
Alex yang mendengar perkataan dari Maminya dia merasa bersalah sekali, karena jarang sekali menyempatkan waktunya untuk mengunjungi kedua orang tuanya.
"Maafkan Xander Mi, Xander terlalu sibuk dengan dunia Xander sendiri, hingga jarang menyempatkan waktu untuk mengunjungi Papi dan Mami", kata Alex kepada kedua orang tuanya.
Nyonya Gia yang mendengar perkataan dari Alexander dia langsung tersenyum manis khas seorang ibu kepada anaknya.
"Tidak apa-apa Nak, kami mengerti ko", jawab Nyonya Gia kepada Alex sambil tersenyum.
"Lagi pula sekarang kamu sudah mempunyai seorang istri yang sudah menjadi tanggung jawab kamu sepenuhnya", sambung Nyonya Gia lagi kepada Alex.
"Kalau begitu nanti Ana dan Kak Xander akan membuat banyak baby supaya Mami sama Papi tidak kesepian, lagi pula kalau Mami yang mempunyai Baby nanti kasihan Kak Xandernya, adiknya malah dikira anaknya", celetuk Ana dengan tiba-tiba kepada Mami Gia dan juga Alex suaminya.
Tuan Gavi dia langsung tertawa kecil ketika mendengar perkataannya Ana.
"Kamu benar sayang, Papi doakan semoga Ana nanti jika sampai lahiran bisa sehat, selamat dan babynya juga sehat sempurna seperti harapan kita semua ya, supaya nanti Ana bisa memberikan Papi dan Mami cucu lagi yang banyak", kata Tuan Gavi kepada Ana dengan tersenyum.
"Aamiin, Papi juga jaga kesehatan, supaya nanti jika anaknya Ana banyak Papi masih kuat untuk menggendongnya", jawab Ana kepada Tuan Gavi dan masih didengar oleh Nyonya Gia dan juga Alex.
Nyonya Gia dan Alex mereka saling pandang ketika mendengar perkataan dewasa dari Ana, sedangkan Tuan Gavi dia tersenyum manis ketika mendengar jawabannya Ana kepadanya.
Nyonya Gia dan juga Alex walau terkejut sebentar mereka berdua langsung saja tersenyum manis setelahnya.
Meski Ana mengalami masalah pemikirannya akan tetapi naluri seorang ibu dan sifat dewasanya terkadang masih terlihat dengan sendirinya.
"Ayo Ana makan yang banyak, supaya babynya dan Ana tambah sehat dan gemuk", kata Tuan Gavi lagi kepada Ana.
"Siap Papi", jawab Ana kepada Tuan Gavi.
Ketika mereka berempat sedang asik meneruskan makannya, tiba-tiba ada suara yang mengagetkan mereka berempat, terutama Tuan Gavi, Nyonya Gia, dan juga Alex.
Dan orang itu ternyata adalah Arga asisstan, tangan kanan, sekaligus sekretaris dan orang kepercayaannya Alex.
"Lho Arga kamu kesini malam ini ada apa??", tanya Alex yang terkejut melihat Arga ada dirumah Papinya.
"Bukannya Bos tadi yang mengirimi pesan kepada saya untuk datang kerumah Papinya Bos??", jawab Arga kepada Alex.
"Tidak, saya tidak menyuruhmu bahkan mengirimi pesan kepadamu untuk datang kesini??", kata Alex dengan bingung.
__ADS_1
Arga yang mendengar perkataannya Alex, dia langsung mengambil ponselnya yang ada didalam saku jasnya, dan lalu membuka pesan yang tadi dikirimkan Alex kenomornya.
"Ini Bos coba baca sendiri, kan Bos tadi yang mengirimkan pesan ini kepada saya", jawab Arga sambil memberikan ponselnya kepada Alex.
Tuan Gavi, Nyonya Gia mereka berdua sedang pada mendengarkan pembicaraannya Alex serta Arga sambil juga kebingungan seperti Alex kenapa Arga tiba-tiba ada dimansionya Keluarga Damara.
Kecuali Ana, dia masih diam sambil memperhatikan pembicaraannya Alex suaminya dan Arga sekretaris dari suaminya.
"Saya tidak mengirim ini Arga", jawab Alex kepada Arga.
"Mungkin dia", kata Arga kepada Alex sambil menunjuk Ana menggunakan dagunya.
Alex yang melihat gerakan Arga menunjuk kearahnya Ana, dia lalu mengalikan pandangannya keistrinya Ana yang sedang duduk disampingnya itu sambil terus menikmati makanannya.
"Emm, apa Ana ya yang mengirim pesan kepada Arga untuk datang kemari??", tanya Alex kepada Ana.
"Iya Kak", jawab Ana kepada Alex dengan singkat.
"Kenapa Ana tidak bilang daritadi jika Ana yang mengirimkan pesan kepada Arga??", jawab Alex lagi kepada Ana.
"Kakak tidak tanya kepada Ana daritadi, dan Kak Arga juga tidak tanya kepada Ana, ya Ana diam saja", jawab Ana dengan polosnya, membuat Tuan Gavi dan Nyonya Gia mereka langsung tertawa kecil mendengarnya.
"Benar apa kata Ana Xander, kan kamu memang daritadi tidak bertanya kepada Ana", kata Nyonya Gia menimpali perkataannya Ana kepada Alex sambil tertawa.
"Ok-ok, sekarang Ana menyuruh Arga untuk datang kesini untuk apa sayang", kata Alex lagi kepada Ana.
Dan Arga yang mendengar perkataannya Ana dia merasa lega karena tidak disuruh melakukan hal-hal aneh lagi, dan jika untuk membeli pizza fikirnya Arga sangatlah mudah sekali.
"Kenapa harus Arga, kan Kakak juga bisa sayang membelikannya untuk kamu", jawab Alex kepada Ana dengan bingung.
"Ana maunya Kak Arga yang membelikannya Kak, pakai kartunya Ana", kata Ana lagi kepada Alex.
"Baiklah, sekarang kartu atmnya Ana dimana supaya Kakak bisa segera menyuruh Arga untuk membelikan pizza untukmu sayang", jawab Alex yang mengerti jika Ana sedang mengidam seperti itu.
"Ini kartunya sudah Ana siapkan didalam kantong dressnya Ana", jawab Ana sambil mengeluarkan kartu atmnya dari dalam saku kantong dressnya.
Arga, Tuan Gavi dan Nyonya Gia mereka masih diam sambil mendengarkan pembicaraannya Alex dan juga Ana.
"Ini Arga kamu belikan pizza seperti keinginan dari istriku", kata Alex kepada Arga sambil menyerahkan black cardnya Ana kepada Arga.
"Siap Bos", jawab Arga kepada Alex dengan semangat.
"Tunggu Kak Arga", kata Ana kepada Arga sebelum Arga melangkahkan kakinya untuk pergi membeli pizza.
__ADS_1
"Iya Ana", jawab Arga kepada Ana.
"Ana maunya Kak Arga membeli pizza sebanyak sebelas box, dan disebelas tempat, dengan rasa yang berbeda-beda dan ukuran pizzanya yang paling besar yang ada ditoko itu,..........", kata Ana sengaja menjeda perkataannya kepada Arga membuat Arga langsung membuka mulutnya karena terkejut.
Sedangkan Alex, tuan gavi dan juga Nyonya Gia mereka bertiga juga sama terkejutnya seperti Arga.
"Dan Kak Arga juga belikan Pizza yang paling kecil ditoko itu sebanyak sebelas box dan disebelas tempat yang berbeda juga ya Kak", sambung Ana lagi kepada Arga.
Membuat Arga langsung membuka mulutnya semakin lebar saja, dengan permintaan anehnya Ana kepadanya.
"Banyak sekali pizza yang kamu beli sayang??, siapa yang mau makan pizza sebanyak itu??", kata Alex kepada Ana dengan terkejut dan dianggukin oleh Tuan Gavi dan juga Nyonya Gia perkataannya Alex.
"Ada deh pokoknya Kak, tolong segera belikan ya Kak Arga", jawab Ana kepada Alex dan juga Arga.
"Beli pizza sebanyak itu, apa tidak sekalian membeli kedai atau restoran pizzanya saja Ana", jawab Arga kepada Ana dan sengaja menyindir Ana.
"Boleh juga itu Kak Arga, sama kedai atau restoran pizzanya juga ya satu saja, kalau sebelas nanti kasihan Kak Arganya. Sertifikat kepemilikannya Ana tunggu segera ya Kak, dan jika uang yang ada didalam kartu itu kurang, bilang sama Ana ya Kak Arga, karena Ana masih punya banyak kartu seperti itu didalam dompetnya Ana", jawab Ana kepada Arga dengan polosnya.
Membuat Arga langsung menepuk jidatnya karena gemas kepada Ana. Niat hati ingin menyindir Ana, malah ditanggapin serius oleh Ana.
"Rasakan itu Arga, makanya jangan menyindir menantu saya. Menantu saya ini dia tidak faham apa itu yang namanya sindir menyindir", kata Tuan Gavi kepada Arga sambil tertawa puas sekali.
Dan Nyonya Gia pun juga tertawa ketika mendengar perkataab dari suaminya kepada Arga. Sedang Ana dia masih terus asik makan sambil memperhatikan semua orang.
"Bos bagaimana ini",, kata Arga kepada Alex, sedang Ana dia masih melihat kearahnya Arga sambil menikmati makanannya yang tinggal sedikit.
"Ya kamu belikan sajalah seperti apa yang dikatakan oleh Ana, dan untuk restoran atau kedai pizzanya carikan yang bagus tempatnya, itu juga salah kamu sendiri menyuruh Ana membeli kedai atau restoran pizzanya", jawab Alex kepada Arga.
Dan Ana dia hanya mengangguk saja ketika mendengar perkataannya Alex kepada Arga.
"Baiklah Princess Kak Arga akan kabulkan permintaannya, sekarang Kak Arga permisi dahulu untuk menjalankan perintah dari Tuan Puteri", jawab Arga dengan lemas kepada Ana.
"Silahkan pelayanku", jawab Ana kepada Arga sambil bercanda juga kepada Arga.
Arga yang mendengar perkataan dari Ana dia hanya memajukan bibirnya karena gemas kepada sikap dan sifat lugunya Ana.
"Jika gaji yang aku terima tidak besar, sudah tidak kuat aku bekerja dengan Bos Alex yang seenaknya sendiri dan juga Ana dengan sifat lugunya", gerutu Arga kepada dirinya sendiri ketika sudah berada didalam mobilnya.
Dengan menggerutu Arga tetap menjalankan permintaannya Ana untuk membelikan sebelas pizza ukuran besar, dan juga sebelas pizza ukuran kecil.
...πππππππππππππ...
Ayo readers minta satu itu pizzanya sama Ana ya nanti, pasti dikasih tuh, karena Ana tidak pelit ko orangnyaππππ
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***