GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 29


__ADS_3

Rumah mewah yang Arga bangun dan akan dia tinggali nanti dengan Keluarga kecilnya ternyata sudah selesai semua pengerjaannya dari beberapa bulan yang lalu, sekitar Vero baru hamil ketujuh bulanan.


Dan bulan ini adalah bulan dimana Vero untuk menanti kelahiran sang baby kembarnya untuk lahir didunia ini.


Sebab kehamilannya Vero ternyata sudah menginjak usia ketiga puluh enam minggu lebih beberapa hari, hampir ketiga puluh tujuh minggu.


Daneil dan Cacha sendiri ketika menikah sekitar dua minggunan kemarin, mereka berdua langsung saja pindah kerumah baru mereka yang tidak kalah mewah dari rumahnya Ayah Geoff ataupun rumahnya sang Jenderal Rhison, dan rumah itu adalah kado pernikahan dari sang Jenderal Rhison Ayah mertuanya Daneil untuk Daneil dan juga Cacha.


Setiap harinya Cacha mengurus Daneil dengan sangat baik sekali, menyiapkan makanan, minuman, pakaian dan semua yang dibutuhkan oleh Daneil, semua Cacha kerjakan dengan baik, sebab Cacha ingin belajar menjadi istri yang baik untuk Daneil.


Cuma satu yang belum Cacha lakukan kepada Daneil, yaitu berhubungan suami istri.


Daneil sendiri lama-kelamaan dia juga merasa nyaman dengan Cacha, karena ternyata Cacha adalah wanita yang baik, dan sangat pintar sekali mengurus suami.


Tapi sayangnya juga Daneil belum mau meminta haknya kepada Cacha sebab Daneil belum memantapkan hatinya kepada Cacha.


Walau Cacha juga sibuk sendiri dengan semua kertas-kertas perDosenannya, tapi Cacha tetap pintar membagi waktunya ketika ada Daneil dirumah.


Seperti sekarang, Daneil yang baru saja pulang dari kantor, Cacha yang sedang banyak sekali pekerjaan mengoreksi semua pekerjaan dari mahasiswanya, tapi Cacha tetap menyapa dan menemani Daneil yang sedang beristirahat dishofa kamar mereka.


"Kak Daneil capek, mau Cacha bikinin sesuatu??", tanya Cacha kepada Daneil yang sedang melepaskan bajunya dinasnya.


"Tidak perlu Cha, nanti Kakak akan mengambil sendiri, kamu lanjutkan saja pekerjaan kamu itu", jawab Daneil kepada Cacha, karena Daneil melihat Cacha sedang sangat sibuk sekali.


"Baiklah", jawab Cacha akhirnya kepada Daneil.


Dan Cacha lalu melanjutkan lagi pekerjaannya untuk mengoreksi semua tugas-tugas dari mahasiswanya.


Ternyata sudah satu bulan lebih pernikahannya Daneil dengan Cacha, tanpa sadar dan tanpa terasa Daneil sudah tidak teringat lagi dengan Vero.


Malahan sekarang Daneil sering merasa rindu dengan Cacha ketika berada dikantor kemiliterannya.


Terkadang Daneil ingin cepat pulang hanya untuk melihat wajah cantiknya Cacha, apalagi ketika Cacha berada didepan laptop dengan kaca mata tebal yang menempel diwajah cantiknya itu.


Dan Cacha yang seperti itu, dimata Daneil terlihat sangat lucu dan cantik.

__ADS_1


Cacha sendiri dia tidak tahu, jika Daneil sering memperhatikannya secara diam-diam, bahkan Daneil terkadang sering memfoto Cacha tanpa sepengetahuan Cacha juga.


Ketika tidur pun, Daneil sering sekali memperhatikan wajahnya Cacha terus diwaktu dia belum bisa tidur, dan terkadang Daneil juga suka mencuri ciuman dibibir maupun diwajahnya Cahca secara diam-diam ketika Cacha sudah tidur.


Walau sudah menikah hampir satu bulan lebih, baik Cacha maupun Daneil mereka berdua belum pada ingin pergi berbulan madu, padahal sudah ditawari oleh Ayah Geoff.


Karena Ayah Geoff yang ingin membiayai semua acara bulan madunya Daneil dan juga Cacha.


Daneil dan Cacha sengaja belum mau berbulan madu, karena mereka masih ingin pengenalan terlebih dahulu kepada diri mereka masing-masing.


Jika Daneil dan Cacha sudah tinggal dengan nyaman dirumah mewah mereka sendiri, tapi tidak untuk Vero dan Arga.


Mereka berdua masih tinggal dirumahnya Ayah Geoff, sebab itu keinginannya Arga dan juga Mamah Iris serta Ayah Geoff.


Karena Vero sedang hamil seperti itu, tidak baik jika ditinggal sendirian.


Saat ini Vero yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa karena terhalang perut besarnya itu, dia sedang berada diruang keluarga, sambil menonton televisi.


Dan Mamah Iris dia sedang menyiapkan masakan untuk makan malam nanti bersama bibi yang ada dirumahnya.


Dan Vero lalu berinisiatif untuk memanggil sang Mamah mertua, sebab yang ada dirumah itu cuma Mamah Iris serta Aleda saja, sedangkan Arga serta Ayah Geoff mereka berdua belum pada pulang bekerja.


Namun jika mengingat waktunya, seharusnya Arga dan Ayah Geoff sudah waktunya jam pulang kantor.


"Mamaaaaahhhh!!!!", pangil Vero sambil berteriak dengan sambil menahan rasa sakit diperutnya.


Panggilan pertama Mamah Vero tidak mendengar panggilan dari Vero, sebab didapur sedang sedikit berisik.


"Mamaaaaaahh!!!", panggil Vero lagi kepada Mamah Iris namun belum ada tanggapan.


Akan tetapi yang mendengar teriakannya Vero adalah Ayah Geoff yang baru saja masuk kedalam rumah.


Ayah Geoff dia langsung saja berlari mendekati Vero yang sudah sangat kesakitan sekali seperti itu.


"Ya ampun Vero, kamu pasti mau melahirkan", kata Ayah Geoff kepada Vero dengan wajah yang sangat khawatir sekali.

__ADS_1


"Mamaaaaaahhhhhh!!!!*",, teriak dari Ayah Geoff lebih keras lagi dari Vero.


Dan akhirnya Mamah Iris mendengar teriakan dari sang suami yang cukup menggelegar didalam rumah itu.


Mamah Iris langsung saja berlari keluar dari dalam dapur, dan alangkah terkejutnya Mamah Iris ketika sudah keluar dari dapur dia melihat Ayah Geoff sedang mendorong kursi rodanya Vero dengan Vero yang sedang menahan rasa sakit diperutnya itu.


"Astaga Vero, kamu kenapa Nak", kata Mamah Iris kepada Vero.


"Astaga air", kata Mamah Iris lagi ketika ada air yang berceceran dilantai dibawah kursi rodanya Vero.


Dan Ayah Geoff langsung saja menghentikan gerakannya yang sedang mendorong kursi rodanya Vero untuk melihat kelantai bawah.


Benar saja memang ada air didekat kakinya Vero.


"Ayo Ayah segera bawa Vero kerumah sakit, itu air ketubannya sudah pecah, Vero mau segera melahirkan", kata Mamah Iris menyadarkan Ayah Geoff.


Ayah Geoff yang tersadar dia dengan segera langsung saja mendorong kursi rodanya Vero untuk keluar dari dalam rumah dan menuju kedalam mobilnya diikuti oleh Mamah Iris disampingnya Ayah Geoff dengan menunjukkan wajah khawatirnya.


Ketika Mamah Iris baru saja membuka pintu rumah mereka, Mamah Iris dan Ayah Geoff dikejutkan oleh Arga yang ingin membuka pintu juga.


Dan Arga langsung saja terkejut melihat sang istri yang sedang menunjukkan wajah yang sangat kesakitan seperti itu.


"Cepat Arga bawa Vero kerumah sakit, dia mau melahirkan", kata Ayah Geoff kepada Arga dengan segera.


Arga tanpa membuang waktu, dia langsung saja menggendong Vero ala bridal styel untuk dia masukkan kedalam mobilnya.


Dan ketika semua orang sudah masuk kedalam mobil, dengan Arga yang menyopir, Arga dengan segera menjalankan mobilnya untuk menuju kerumah sakit.


Mamah Iris yang duduk dibelakang dia sambil terus menenangkan Vero yang sudah tidak kuat menahan rasa sakit diperutnya itu.


Sedangkan Arga dia sudah tidak bisa berfikir apa-apa, yang ada didalam fikirannya sekarang adalah dia ingin cepat sampai dirumah sakit dengan selamat.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC Bonchap***...

__ADS_1


__ADS_2