GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 194


__ADS_3

"Berbohong apa sih Ana, memangnya Kakak pernah berbohong kepada kamu hmm", kata Alex kepada Ana dengan lembut sambil memainkan rambutnya Ana dengan sayang, fikir Alex supaya Ana luluh dan tidak marah lagi kepadanya apalagi kalau sampai menghukumnya.


Ana yang sedang cemberut tanpa melihat kearahnya Alex, dia langsung saja menghadapkan wajahnya kearah Alex sambil menunjukkan wajah marahnya ketika mendengar perkataannya Alex yang merasa Alex tidak membohonginya.


"Coba Kakak ingat-ingat apa yang Kakak lakukan kepada para anak buahnya Kakak ketika Ana hukum para anak buahnya Kakak itu??", kata Ana kepada Alex.


"Aduh benar kan, dia tahu jika semalam aku menyelamatkan para anak buahku", batin Alex sambil melihat kewajahnya Ana dengan bibir yang terus dipaksakan tersenyum.


Alex hanya berani membatin saja kepada Ana, dan dia masih mencoba menyangkalnya.


"Semalam??, semalam kan kita pergi sayang menjenguk Arga??", kata Alex kepada Ana dengan wajah yang masih berpura-pura tidak ingat.


"Ana sedang menghukum kelima anak buahnya Kakak, malah Kakak kasih uang untuk beli pizza, apakah Kak Xander belum ingat akan hal itu??", kata Ana lagi kepada Alex.


"Si4l, benar kan ketahuan Ana", kata batin Alex sambil tersenyum manis kepada Ana, walau didalam hatinya dia sedang deg-degan apakah hukuman yang akan diberikan kepadanya dan para anak buahnya.


"A.......", perkataannya Alex terpotong ketika Alex dan juga Ana mendengar pintu kamar mereka diketuk dari luar.


Alex langsung saja bergegas bangun dari duduknya dan berjalan kearah pintu untuk membuka pintunya.


Ketika pintunya sudah dibuka ternyata yang mengetuk pintu adalah Bi Lena sambil menggendong baby L yang sedang menangis sepertinya sedang haus dan mengantuk.


Baby L langsung mengayunkan tangannya seperti minta diendong oleh Alex, dan Alex langsung saja menggendong baby L.


Ana yang mendengar suara tangisannya baby L dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati pintu.


Ana langsung mengambil alih baby L dari gendongannya Alex.


"Oh ya Tuan, diruang keluarga sedang ada Tuan Gavi, Nyonya Gia dan semua keluarganya Nyonya Ana Tuan, Nyonya", lapor Bi Lena juga kepada Alex dan juga Ana.


"Yes akhirnya terselamatkan oleh kedatangan mereka semua, semoga saja Ana lupa dan tidak jadi menghukumku", batin Alex sambil menampilkan senyum bahagianya.


"Oh ya nanti kita akan segera turun kebawah Bi", jawab Alex kepada Bi Lena sambil tersenyum.


Dan Bi Lena dia langsung saja berpamitan kepada Alex dan juga Ana setelah mendengar perkataannya Alex.


"Ayo sayang kita segera menemui mereka", ajak Alex kepada Ana.

__ADS_1


Ana hanya diam saja tidak menjawab perkataannya Alex, dan dia langsung saja berlalu meninggalkan Aex terlebih dahulu untuk turun kebawah menemui semua keluarganya.


Namun Alex tidak membiarkan itu, dia langsung saja segera menyusul Ana yang ingin masuk kedalam lift.


Setelah keluar dari dalam lift, Ana dan juga Alex langsung saja melangkahkan kakinya kearah ruang keluarga yang ada dimansion mereka.


Semua keluarga langsung saja tersenyum melihat kedatangannya Alex, Ana dan juga baby L.


Ketika baby L didekatin oleh Nyonya Gia dia langsung saja menolak sambil menangis marah.


"Lagi sensi dia Mi, karena mungkin lagi haus dan mengantuk", kata Alex kepada Maminya.


Nyonya Gia dia langsung mengerti akan hal itu, dan dia kembali lagi duduk dishofa yang tadi dia dudukin.


Ana dan juga Alex langsung saja mencari tempat duduk dishofa yang masih kosong. Disana juga ada Tara, Bella dan juga baby Zi tentunya.


Ketika Ana sudah duduk, dia langsung saja menyusui baby L dan benar saja baby L langsung saja memejamkan matanya dan tertidur.


"Oh ya kalian semua janjian kan kesininya seperti biasanya??", tanya Alex kepada semua keluarganya.


"Tidak, kami tidak janjian, Papi sama Mami memang sengaja ingin kesini melihat cucu Papi tidak tahunya juga ada mertua kamu disini", jawab Tuan Gavi kepada Alex.


Karena memang hari itu adalah hari Minggu, alias hari keluarga bagi keluarga Damara dan William.


"Oh ya Ana, itu tadi ada pihak butik yang mengantarkan baju pesananan kamu kesini", kata Tara kepada Ana sambil menunjuk sebuah kantong plastik besar berisi semua pakaian yang dipesan oleh Ana.


"Iya Ana, kamu kenapa memesan pakaian sebegitu banyaknya untuk siapa??", tanya Mommy Dania kepada Ana.


Ana yang mendengar perkataannya Tara dia langsung saja menunjukkan wajah cerahnya sambil tersenyum senang kepada semua orang.


"Tolong bawakan kesini dong Kak, Ana mau lihat", kata Ana meminta tolong kepada Tara, sebab Ana sedang menyusui baby L.


Tara langsung saja membawakan kantong plastik besar itu kehadapannya Ana seperti yang diinginkan oleh Ana.


Semua orang sangat penasaran dengan baju-baju yang dibeli oleh Ana, kecuali Alex dia tidak penasaran sama sekali melainkan curiga.


"Itu pasti baju untuk menghukum para anak buahku deh, termasuk aku sepertinya", batin Alex dengan jantung yang sedang bertalu-talu.

__ADS_1


"Itu untuk siapa Nak, apa ingin kamu sumbangin??", tanya Nyonya Gia kepada Ana.


"Iya Mi, akan Ana sumbangin", jawab Ana kepada Nyonya Gia sambil tersenyum.


Perkataannya Ana membuat semua orang langsung tersenyum bangga, kecuali Alex dia langsung saja tersenyum lega, berbeda dari yang lain, sebab fikir Alex dia tidak jadi dihukum oleh Ana.


Namun mereka semua salah sangka, ternyata Ana belum selesai mengucapkan kalimatnya.


"Sumbangin kepara anak buahnya Kak Xander, begitu juga dengan Kak Xander dia kebagian satu nanti", sambung lagi perkataannya Ana kepada semua orang.


Membuat senyum yang sedang mengembang dibibir semua orang langsung redup seketika.


Pasalnya mereka semua sedang bingung apa maksud dari perkataannya Ana yang mengatakan seperti itu.


"Maksudnya bagaimana Nak dengan menyumbangkan semua baju-baju itu kepada semua anak buahnya Xander, begitu juga dengan suami kamu??", tanya Tuan Gavi dengan bingung kepada Ana.


Orang sepintar dan sekaya Tuan Gavi saja dia sering sekali dibuat bingung oleh Ana.


"Bahkan jika untuk membeli butiknya langsung suami kamu dia sangat mampu sekali Ana", sambung lagi perkataannya Tuan Gavi untuk Ana.


Dan langsung dianggukin semua orang kecuali Alex, karena dia masih sibuk sendiri memikirkan baju apa yang akan diberikan Ana kepadanya dan kepada semua anak buahnya.


"Memang mampu Papi, tapi jika Kak Xander disuruh membeli baju ini dia pasti tidak mampu, karena dia pasti malu", jawab Ana kepada Tuan Gavi sambil tertawa kecil.


Membuat semua orang yang ada disitu semakin penasaran saja dengan baju apa sih yang dimaksud oleh Ana.


"Perasaanku tidak enak nih", kata Alex sambil melihat kearah kantong plastik yang ada didepannya juga, sebab Alex kan duduknya bersebalahan dengan Ana.


"Sudah-sudah sekarang kasih tahu saja kenapa sih Princess lama sekali memberitahukannya kepada kami", kata Tuan Fredo kepada Ana, dan langsung dianggukin semua orang kecuali Alex.


"Ada pintu doraemon tidak sih, kalau ada mau aku pinjam, dan mau aku buang saja itu semua bajunya", batin Alex dengan sambil mendengarkan pembicaraan semua orang.


Ana yang mendengar perkataan dari Daddynya, dia langsung membuka kantong plastik tadi, namun sebelumnya dia menitipkan baby L dulu yang sudah tidur kepada Alex.


Dan setelahnya Ana lalu mengambil satu baju dari dalam kantong plastik tersebut, setelah itu Ana lalu mengeluarkan bajunya dari plastik bungkusannya dan langsung saja bajunya Ana bentangkan kehadapan semua orang, membuat semua orang langsung membuka mulutnya lebar-lebar terutama Alex ketika sudah melihat baju yang dibentangkan oleh Ana.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2