
Tara dan juga Bella malam itu benar-benar mengadakan pesta dengan semua para pekerjanya dan semua anak buahnya Tara.
Semua pekerjanya Tara yang ada dipulau itu dan juga anak buahnya Tara mereka semua sangat bahagia sekali bisa diajak makan-makan gratis dan enak malam itu.
Karena fikir mereka semua, Tara menyuruh para pekerjaanya untuk memasak banyak dan enak serta menyiapkan tempat karena akan ada tamu spesial yang datang, ternyata dugaan mereka semua salah.
Tara yang tadi mengutarakan maksudnya kenapa tiba-tiba mengadakan pesta bersama semua pekerjanya dan anak buahnya, jika Bella sedang hamil, membuat para anak buahnya Tara langsung saja siap siaga tanpa disuruh karena mereka tahu apa yang harus mereka lakukan.
Semua orang sangat menikmati sekali pesta yang dibuat oleh Tara, dan mereka semua sangat senang mempunyai majikan seperti Tara dan juga Dokter Bella.
Pesta belum usai sepenuhnya akan tetapi ketika waktu sudah menujukkan pukul sepuluh malam, Tara sengaja mengajak Bella untuk kembali kedalam kamar karena Tara tidak mau jika Bella sampai kecapekan malam itu.
Dan saat ini mereka berdua sudah berada diatas ranjang sambil berbincang-bincang santai sebelum tidur.
"Sayang, aku putuskan besok ingin pulang saja kerumah, kamu tidak apa-apa kan??", kata Tara kepada Dokter Bella.
"Tidak apa-apa sayang, aku ikut kamu saja, yang terpenting aku selalu bersama kamu", jawab Dokter Bella yang sedang bersandar dipelukan hangat suaminya itu.
"Musuh kami banyak Bella, dan kamu juga sedang hamil sama seperti Ana, alangkah baiklah jika kamu dirumah akan lebih aman, karena jika dirumah aku lebih mudah mengawasi kamu, daripada ditempat asing seperti ini", kata Tara lagi kepada Bella.
"Aku mengerti ko sayang, dan aku akan mengikuti itu semua asal itu baik untuk aku dan calon baby kita", jawab Bella kepada Tara sambil menaruh tangannya diatas tangannya Tara yang sedang mengusap perutnya.
"Baiklah ayo kita tidur sayang, biar besok kita bisa fit jika naik pesawatnya", kata Tara kepada Dokter bella sambil merebahkan badannya dan badannya Bella.
"Barang-barang bawaan kita bagaimana sayang??", tanya Bella kepada Tara sambil melihat kearah wajahnya Tara.
"Sudah disiapkan semua sama orang kepercayaanku tadi sayang waktu kita masih dibawah", jawab Tara kepada istrinya.
"Tapi ini kandungan kamu tidak apa-apa kan jika diajak naik pesawat sayang, karena aku takut terjadi apa-apa terhadap calon anak kita??", tanya Tara kepada Bella.
"Tidak apa-apa ko sayang", jawab Dokter Bella kepada Tara dengan tersenyum manis.
"Kalau begitu sudah yuk kita tidur Bella", ajak Tara kepada Dokter Bella dengan sambil memeluk dan memberikan kehangatan kepada Bella.
..........>>>>><<<<<..........
Dibeda tempat tepatnya dimansionnya Alex, saat ini Alex dan juga Ana sedang jalan-jalan santai disekitar taman dekat mansion mereka.
__ADS_1
Tidak lupa juga begitu banyak para bodyguard yang terus berjaga disekitar mereka.
Karena perbedaan jam yang sangat banyak dengan dipulaunya Tara, ditempat Alex saat ini baru saja menunjukkan pukul empat sore.
Dan Ana merengek kepada Alex untuk menikmati udara sore yang hangat karena cuaca sangat cerah sekali diluar.
Disinilah Alex dan juga Ana ditaman kota yang berada dekat dengan sekitar mansion mereka.
"Disini enak ya Kak, banyak anak-anak main itu lihat", kata Ana kepada Alex, sambil menunjuk segerombolan anak-anal yang sedang main.
"Iya dan jika anak kita sudah lahir pasti keluarga kita seperti mereka sayang", jawab Alex sambil menunjuk sebuah keluarga dengan anak baby mereka yang baru belajar berjalan.
Ana duduk sambil bersandar dipundaknya Alex, sedang Alex dia memeluk pundaknya Ana dengan tangan kanannya terus mengusap lembut perut buncitnya Ana.
Ketika Ana dan juga Alex yang sedang menikmati suasana, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang seumuran dengan Tara dan juga Alex datang menghampiri mereka berdua.
"Ternyata benar, dari jauh saya sudah merasa jika ini kamu Ana", kata laki-laki itu yang tiba-tiba sudah berdiri dihadapannya Alex dan juga Ana.
Ana sendiri sudah tidak terlalu takut lagi jika sedang berada dikeramaian seperti itu, karena Alex yang sering mengajaknya kekantor maupun kemana saja untuk melatih rasa trauma yang disebabkan oleh Denar dulu.
Jadi ketika sekarang sedang berada ditaman, Ana sudah bisa mengontrol rasa takutnya jika bertemu dengan orang asing.
Sedang para anak buahnya Alex mereka sudah pada siaga kepada laki-laki yang ada tiba-tiba ada dihadapan majikan mereka.
"Sebentar jangan", kata Alex kepada para anak buahnya yang sudah mengepung laki-laki itu.
"Saya Dennis Tuan, dan kamu Ana kan, apa kamu tidak mengingat saya??", kata laki-laki itu yang bernama Dennis kepada Alex dan juga Ana.
Ana yang daritadi diajak berbicara oleh Dennis dia hanya diam saja sambil memperhatikan wajahnya Dennis terus.
"Dennis??", kata Ana kepada Dennis.
"Iya Dennis, saya teman Kakak kamu Tara", jawab Dennis kepada Ana sambil tersenyum.
"Oh Kak Dennis yang dulu gendut sekali itu??", kata Ana kepada Dennis.
"Iya Ana betul sekali", jawab Dennis kepada Ana sambil masih tersenyum.
__ADS_1
Sedang Alex dia sedikit cemburu dengan laki-laki yang bernama Dennis yang sedang berdiri dihadapan mereka.
"Perkenalkan Tuan saya Dennis temannya Tara waktu kuliah dulu", kata Dennis kepada Alex sambil mengajak berjabat tangan Alex.
"Alex SUAMInya Ana", kata Alex kepada Dennis sambil menekan kata suami.
"Kamu sedang hamil ya Ana selamat, sudah berapa bulan??", tanya Dennis dengan ramah kepada Ana.
"Sudah lima bulan Kak, Kakak sendiri sedang apa disini dan sama siapa??", jawab Ana kepada Dennis sedang Alex dia masih diam saja mendengarkan pembicaraannya Ana dan juga Dennis.
Ketika ditanya seperti itu oleh Ana, Dennis tiba-tiba memanggil seseorang dan tiba-tiba ada seorang wanita sambil menggendong seorang bayi perempuan dan juga menggandeng seorang anak laki-laki berjalan mendekati mereka bertiga.
"Saya disini sedang menikmati waktu sore dan berkumpul bersama keluargaku Ana, Tuan Alex, dan ini mereka istri dan kedua anak saya", jawab Dennis kepada Ana dan juga Alex sambil memperkenalkan anak serta istrinya.
Alex langsung saja lega rasanya ketika melihat Dennis sudah memiliki Keluarganya.
"Anak-anak Kak Dennis lucu-lucu", kata Ana kepada Dennis sambil tersenyum ramah dan sambil melihat kearah anak-anaknya Dennis.
Sedang Alex dia masih saja diam dengan senyum formalnya kepada istrinya Dennis.
"Ta...... tatata", celoteh babynya Dennis yang baru berumur tujuh bulan sambil mengayunkan tangannya kearah Alex seperti minta digendong.
"Eeeh, mau minta digendong Om ya cantik??", kata Alex ketika Alex melihat anak babynya Dennis seperti ingin meminta gendong olehnya.
"Eh maafkan anak saya Tuan", kata istrinya Dennis kepada Alex.
"Tidak apa-apa, sini gendong Om sebentar", kata Alex sambil meraih anaknya Dennis yang masih baby.
Alex semenjak mengenal Ana dia menjadi suka dengan anak kecil terutama yang masih baby, dan ketika tahu Ana sedang hamil anaknya, Alex semakin tidak sabar saja ingin segera menggendong anaknya.
Alex yang sudah menggendong anaknya Dennis yang masih baby, dengan lucunya baby itu memukul-mukul terus wajahnya Alex sambil tertawa menggemaskan membuat Alex semakin tidak sabar saja ingin melakukan hal itu juga kepada anaknya nanti.
Setelah berbincang cukup lama, akhirnya Dennis dan juga beserta Keluarganya berpamitan kepada Alex dan juga Ana untuk pulang kerumah mereka.
Begitupun dengan Ana serta Alex mereka juga kembali kemansion mereka sendiri setelah puas menikmati udara cerah sore itu ditaman kota.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
***TBC***