GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 34


__ADS_3

Daneil yang sedang mencium Cacha, dia lalu melangkahkan kakinya maju supaya Cacha berjalan mundur kebelakang.


Dan ketika kakinya Cacha sudah menyentuh pinggiran ranjang mereka, Daneil langsung saja menjatuhkan dirinya tepat diatas badannya Cacha.


Bibir mereka yang sempat terlepas tadi, Daneil langsung ulangi lagi untuk mencium Cacha tepat dibibirnya lagi, dan kali ini mereka berciuman diatas ranjang empuk mereka.


Insting seorang manusia jika ada tangan yang menganggur pun, langsung bergerak dengan sangat cepat sekali, ketika bibir sedang melakukan adegan ciuman seperti itu.


Karena tangannya Daneil ternyata tidak cuma tinggal diam saja, tangannya Daneil daritadi terus membelai punggung badannya Cacha dengan gerakan yang sangat lembut sekali.


Hingga akhirnya tangannya Daneil sampai juga diatas bukit squishynya Cacha yang masih berbalut baju hitamnya itu.


Reflek Daneil lalu mencoba merem45 lembut bukit squishynya Cacha menggunakan telapak tangannya yang besar itu.


Dan reflek juga langsung membuat Cacha mende***h tertahan karenanya.


"Eenghhhh", suara d***h tertahannya Cacha, ketika bibir mereka masih saling beradu itu.


Sifat kelelakiannya Daneil langsung semakin membara saja, ketika mendengar suara d***hannya Cacha yang seperti itu.


Daneil lalu mencoba menyusuri leher mulusnya Cacha ketika dia sudah melepaskan ciuman bibirnya tadi.


Kecupan demi kecupan Daneil berikan dilehernya Cacha, hingga membekas tanda cinta dilehernya Cacha.


"Aaahh", suara d***h kecil dari Cacha ketika dia merasakan geli akibat sentuhan-sentuhan bibirnya Daneil ditubuhnya.


Daneil yang otaknya sudah sangat membara sekali, dan gair4h laki-lakinya sudah diatas ubun-ubun itu.


Dia langsung saja membantu Cacha untuk melepaskan baju yang dipakai oleh Cacha.


Dan akhirnya terlihatlah juga bukit squishynya Cacha yang kemarin sempat dia lihat itu.


Tanpa menunggu lama lagi, Daneil langsung menarik paksa bra yang dipakai oleh Cacha, hingga akhirnya tidak tertutuplah bukit squishynya Cacha tersebut.


Sedangkan Cacha sendiri dia hanya pasrah akan apa yang ingin dilakukan oleh Daneil kepadanya, sebab Cacha sendiri dia juga sudah siap menyerahkan tubuhnya untuk Daneil yang memang berhak akan hal itu.


Daneil yang sudah melihat dengan sangat jelas sekali bukit squishynya Cacha, dia langsung saja menangkupnya menggunakan kedua telapak tangannya itu.


Serta Daniel juga merem45-rem45nya dengan sangat lembut sekali, membuat Cacha semakin mend***h dengan mata yang sudah semakin sayu saja.


Daneil lalu mencoba memasukkan pucuk bikit squishyanya Cacha itu kedalam mulutnya, dan Daneil juga memainkan lidahnya diatas pucuk bukit squishynya Cacha dengan gerakan lembut dan memutar-mutar kecil.


Sedangkan tangan yang satunya, Daneil gunakan untuk memainkan pucuk bukit squishynya Cacha dengan gerakan kecil yang memutar.


"Aaaaahh Kak Daneil", d***h dari Cacha kepada Daneil ketika Daneil terus memainkan lidahnya dan jarinya diatas bukit squishynya itu.

__ADS_1


Daneil yang sedang seperti itu diatas tubuhnya, membuat Cacha langsung dengan cepat sekali merasakan basah dibagian bawahnya.


Dan Daneil yang sudah puas bermain dibukit yang sebelah kiri, sekarang Daneil gantian bermain dipucuk bukit yang satunya lagi.


Sungguh Daneil sangat-sangat membuat Cacha semakin b3c3k saja dibagian inti bawahnya itu.


"Aaah Kak Daneil Cacha, aaaah", d***hnya Cacha kepada Daneil untuk kesekian kalinya.


Daneil lalu melepaskan pucuk bukit squishyanya Cacha itu dan dia lalu dengan perlahan semakin menurunkan wajahnya kebawah semakin kebawah lagi.


Hingga akhirnya Daneil sampai juga didepan celana h0t pantsnya Cacha.


Cacha yang sudah pasrah sekali dengan Daneil, dia semakin pasrah saja, ketika Daneil sedang mencoba melepaskan celana hotpants yang sedang dipakainya itu.


"Kamu ternyata sudah sangat basah sekali sayang", kata Daneil kepada Cacha sambil mengusap lembut liang surgawinya Cacha yang masih tertutup segitiga bermuda itu.


Dimatanya Cacha sekarang, Daneil terlihat semakin tampan dan semakin hot serta menggair4hkan saja.


Sama seperti tadi, ketika Daneil sudah mengusap-usap lembut liang surgawinya Cacha, Daneil langsung merobek segitiga bermudanya Cacha dengan satu kali gerakan.


Dan akhirnya Cacha sudah bertelanj4n9 bulat dihadapannya Daneil sekarang.


Daneil sejenak menatap lekuk tubuhnya Cacha dengan pandangan yang sudah sangat berkabut gair4h sekali.


Sedangkan Cacha sendiri dia sudah semakin tidak sabar untuk segera dijamah oleh Daneil.


"Come on baby, I'm yours tonight alone, let's have fun" (ayo sayang, aku malam ini milik kamu seorang, mari kita bersenang-senang)", kata Cacha kepada Daneil dengan tangan yang ingin menggapai Daneil yang sedang duduk diatas p4h4nya itu.


Perkataannya Cacha kepada Daneil, seperti lampu hijau serta undangan untuk Daneil.


Dan tanpa lama-lama lagi, Daneil langsung saja melepaskan apa saja yang melekat dibadannya.


Ketika Cacha melihat pentungan hansip miliknya Daneil, dia sangat terkejut sekali, sebab tidak menyangka jika pentungannya Daneil melebihi ekspetasinya, alias sangat besar sekali.


"Kenapa Cacha, apa kamu terkejut melihat milikku ini", kata Daneil kepada Cacha sambil tersenyum miring, sambil juga merem45 lembut pentungannya itu.


Dan Cacha dia reflek langsung saja mengangguk kepada Daneil.


Daneil yang melihat anggukannya Cacha, dia langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali.


"Kamu akan Kakak buat ketagihan dengan miliknya Kakak ini Cha, mari kita mulai bersenang-senangnya", kata Daneil lagi kepada Cacha ketika dia sudah meredakan suara tawanya tadi.


Setelah berkata seperti itu kepada Cacha, Daneil langsung saja membuka kakinya Cacha dengan sangat lebar sekali.


Dan disaat Daneil melihat liang surgawinya Cacha yang sangat merah merona serta sudah sangat basah sekali, dia langsung menghirup aroma khas yang keluar dari liang surgawinya Cacha tersebut.

__ADS_1


"It smells so good, and I love it" (sangat nikmat sekali aromanya, dan aku suka)", kata Daneil sambil menatap Cacha yang sudah berkabut gair4h itu sambil tersenyum miring.


Daneil tidak pakai lama, setelah berkata seperti itu kepada Cacha, dia langsung saja menenggelamkan wajahnya diliang surgawinya Cacha.


Dan Daneil langsung saja memainkan bibirnya dan bibir liang surgawinya Cacha dengan sangat pintar sekali, walau Daneil belum ada pengalaman sama sekali.


Daneil juga memainkan lidahnya yang dia julurkan terus menerus untuk membasahi liang surgawinya Cacha, dan untuk juga memainkan kulit kecil yang ada diantara bibir bawahnya Cacha itu.


"Aaaaahh, Kak Daneil, aaaahh Kak, enak sekali, terus Kak", racau d***hannya Cacha kepada Daneil.


Semakin menggebu pulalah gerakannya Daneil kepada Cacha diliang surgawinya Cacha tersebut.


Dan akhirnya yang ditunggu-tunggu Cacha tercapai sudah, Cacha langsung saja mend***h dengan cukup panjang, yang pertanda jika dia sudah sampai pada puncaknya.


Daneil yang mengetahui jika Cacha sudah merasakan puncak kenikmatannya, dia langsung saja mengangkat wajahnya dari liang surgawinya Cacha.


Tidak memprdulikan Cacha yang sedang mengatur nafasnya tersebut.


Daniel langsung berdiri dan juga langsung menduduki d4d4nya Cacha untuk memasukkan pentungan hansipnya kedalam mulutnya Cacha.


Cacha yang mengerti pun dia juga langsung memainkan pentungannya Daneil tersebut dengan gerakan yang juga membuat Daneil melayang.


Daneil pun dia reflek memaju mundurkan pan**tnya untuk menggerakkan pentungannya dari dalam mulutnya Cacha.


Disaat Daneil sudah tidak tahan sekali dengan permainan mulutnya Cacha.


Daneil langsung saja menarik pentungannya itu dari dalam mulutnya Cacha, dan gantian langsung memposisikan pentungannya itu didepan liang surgawinya Cacha yang sudah sangat siap dia singgahi itu.


Pelan-pelan Daneil memasukkan pentungannya itu kedalam liang surga dunianya Cacha, dan berhubung Cacha masih tersegel, Daneil cukup kesulitan dalam menembus dinding pertahanannya Cacha tersebut.


Walau cukup sulit, Daneil tidak pantang menyerah, dan akhirnya Daneil bisa juga menembus dinding pertahanannya Cacha hingga sampai pentungannya Daneil tenggelam sempurna didalamnya.


Daneil mencoba beradaptasi terlebih dahulu ketika dia baru saja sampai ditempat terdalamnya Cacha, dan ketika sudah siap tempur.


Daneil langsung saja menggerakkannya dengan gerakan perlahan tapi pasti, dan pastinya semakin cepat saja lama-kelamaan.


Setelah melakukan dua kali berganti posisi, akhirnya Daneil sampai jugalah dipuncaknya, dan Daneil juga menyemburkan air surganya kedalam rahimnya Cacha dengan semburan terkuat yang pernah dia lakukan seumur hidupnya.


...πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆπŸ™ˆ...


HadeeeuhπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Pusing authornya😝😝😜


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC Bonchap***...


__ADS_2