
Kembali keSimon dan juga Leyna.
Malam harinya ketika Simon dan juga Leyna yang baru saja menghabiskan malam indah mereka didalam kamar apartemennya Simon, dan mereka juga baru saja bangun pukul sembilan pagi.
Simon yang saat itu tidak ada jam kerja, dia santai-santai saja, sedangkan Leyna yang harus masuk kekantor dia menjadi kalang kabut sendiri.
"Simon kenapa kamu tidak membangunkanku, hari ini aku ada rapat dengan para stafku jam sepuluh nanti", kata Leyna kepada Simon dan dia langsung saja berlari menuju kedalam kamar mandi untuk segera mandi.
Sedang Simon dia hanya tersenyum saja mendengar omelan dari Leyna.
Sepuluh menit kemudian Leyna akhirnya selesai juga dari ritualnya didalam kamar mandinya.
Dan karena didalam apartemennya Simon tidak ada baju kerjanya melainkan baju rumahan biasa, alhasil Leyna memakai seadanya dulu dan akan berganti pakaian yang ada didalam ruang kerjanya nanti, karena didalam ruang kerjanya Leyna ada satu lemari yang isinya baju cadangan pakaian kerjanya semua.
"Hey Leyna, wait tunggu aku, aku akan mengantarkanmu, sebentar", kata Simon kepada Leyna.
Dan Simon dia langsung saja berlari menuju kedalam kamar mandi, untuk menunaikan ritualnya didalam kamar mandi.
Sedang Leyna yang melihat tingkahnya Simon dia hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar karena dia harus menunggu lagi.
Sepuluh menit kemudian, Simon sudah selesai dan dia juga sudah memakai pakaian yang pantas untuk mengantarkan Leyna kekantor.
Leyna dan juga Simon mereka berdua langsung saja keluar dari dalam apartemennya Simon dan segera menuju kedalam lift.
Setibanya dilantai dasar tepatnya ditempat parkir mobil, Simon dan juga Leyna mereka berdua langsung saja masuk kedalam mobil dan Simon langsung menyalakan mobil untuk segera mengantarkan Leyna bekerja.
Simon mengendarai mobil mewahnya dengan kecepatan diatas rata-rata karena Simon tau jika Leyna sedang dikejar waktu.
Dua puluh menit kemudian Leyna dan juga Simon mereka berdua sudah sampai juga diPerusahaannya Leyna, tepatnya diPerusahaan Ayahnya Leyna.
Leyna yang tidak pernah berangkat diantar oleh Simon, kali ini dia antar oleh Simon membuat para karyawannya pada bertanda tanya akan tetapi mereka tidak ada yang berani bertanya langsung dengannya.
"Akan aku antar kamu masuk kedalam, aku juga ingin sekali-kali masuk kedalam ruangan kerjamu Leyna sayang", kata Simon kepada Leyna.
Karena biasanya Simon jika mengantar Leyna hanya batas pelataran depan kantor saja, karena Simon harus berangkat bekerja juga, dan kali ini Simon dia sedang libur jadi memutuskan untuk ikut masuk bersama Leyna dan semakin membuat para karyawan kantornya Leyna terutama yang perempuan pada terpesona melihat ketampanan seorang Dokter Simon.
__ADS_1
Simon berjalan menuju kelift yang khusus untuk para petinggi Perusahaan sambil dengan menggandeng mesra Leyna, dan sesampainya dilantai tempat dimana ruangan Leyna berada, Simon dan juga Leyna langsung saja melangkahkan kaki mereka untuk masuk kedalam ruangannya Leyna.
Sekretarisnya Leyna pun yang melihat kedatangannya Leyna dia menjadi lega, karena sebentar lagi meetingnya akan segera dimulai, walau sekretarisnya Leyna bertanda tanya dengan laki-laki yang datang bersama Leyna dia hanya menyapa Leyna saja dengan sopan dan tidak mau banyak bertanya kepada Leyna
Simon dan juga Leyna yang sudah masuk kedalam ruangan kantornya Leyna, Leyna lalu segera untuk berganti baju kerjanya yang ada didalam lemari yang ada didalam kamar tidur yang ada didalam ruangan itu.
Sedang Simon dia langsung saja melihat-lihat apa saja yang ada didalam ruangannya Leyna, dan Simon juga langsung saja duduk dikursi kerjanya Leyna.
"Sayang aku rapat dulu ya, mungkin sedikit lama nanti, dan jika kamu masih mau menunggu didalam sana ada kamar istirahatku, akan tetapi jika kamu memilih pulang hati-hati dijalan ya sayang", kata Leyna kepada Simon yang sedang duduk dikursi kerjanya sambil mencium bibirnya Simon dengan sekilas dan juga menunjukkan pintu kamar istirahatnya.
"Aku akan menunggumu disini, dan aku akan pulang bersama kamu nanti Leyna", jawab Simon kepada Leyna sambil tersenyum kecil.
"Baiklah kalau begitu, jangan nakal ya sayang sama karyawan kantor aku", kata Leyna sambil mengancam Simon.
Dan Simon hanya tersenyum lucu saja ketika mendengar perkataan dari Leyna.
Leyna langsung saja berlalu dari hadapannya Simon ketika sudah berkata seperti itu kepada Simon, dan Simon sendiri dia lalu menyalakan laptopnya Leyna untuk melihat-lihat isi yang ada didalam laptopnya Leyna yang berada diatas meja itu.
"Dipasword", kata Simon ketika melihat ada kata sandi yang harus dia masukkan kedalam laptopnya Leyna.
Simon langsung saja membuka laptopnya Leyna ketika sudah mendapatkan kata sandi yang dikirimkan Leyna tadi.
Simon hanya melihat isi didalam laptop kerjanya Leyna isinya hanyalah file-file dan data-data pekerjaannya Leyna.
Ketika Simon sedang asik melihat-lihat isi yang ada didalam laptopnya Leyna, tiba-tiba pintu ruangan kerjanya Leyna terbuka dari luar, dan itu langsung saja mengalihkan pandangannya Simon kearah pintu yang sedang terbuka itu.
Dan orang yang membuka pintu itu pun juga sangat terkejut sekali ketika melihat seorang laki-laki yang tidak dikenalnya ada dimeja kerjanya Leyna dan juga sambil membuka laptop kerjanya Leyna.
Orang itu langsung saja menuduh Simon sebagai saingan bisnisnya yang mencoba mencuri data-data perusahaannya melalui laptopnya Leyna.
"Anda siapa, kenapa anda bisa ada diruangan ini dan membuka laptop anak saya, apakah anda adalah saingan perusahaan saya yang sedang mencuri data-data perusahaan saya", kata tegas orang itu kepada Simon sambil berdiri didepan meja kerjanya Leyna.
Dan ternyata yang masuk kedalam ruangannya Leyna adalah Ayahnya Leyna yang bernama Tuan Darius.
Tuan Darius sebenarnya sudah mencari Leyna daritadi karena Leyna sampai jam sembilan belum berangkat, kekantor juga dan ketika Tuan Darius dia tinggal masuk kedalam ruang kerjanya lagi hanya berselang lima belas menit kemudian dia ingin mencari Leyna, akan tetapi Tuan Darius tidak menemukan Leyna malah melihat seorang laki-laki yang sudah duduk dikursi kerjanya Leyna.
__ADS_1
"Perkenalkan nama saya Simon Immanuel Ignatius Tuan", kata Simon kepada Tuan Darius sambil mengajak berjabat tangan kepada Tuan Darius, akan tetapi Tuan Darius tidak membalas jabat tangannya Simon.
Memang Leyna dia belum pernah mengenalkan Simon sama sekali dengan keluarganya, begitupun sama dengan Simon dan rencananya Leyna jika dia sudah diajak berjumpa dengan kedua orang tuanya Simon dia pun sama akan mengenalkan Simon kepada kedua orang tuanya.
"Kenapa anda ada disini??", tanya Tuan Darius lagi kepada Simon dengan pandangan yang menuduh.
"Saya adalah tunangannya Leyna Tuan dan saya baru saja melamarnya tadi malam serta rencananya nanti setelah pulang bekerja saya akan mengajaknya bertemu dengan kedua orang tua saya Tuan Darius", jawab Simon kepada Tuan Darius dengan tenang dan tersenyum formal.
Ayah dari Leyna sangat terkejut sekali mendengar perkataan dari Simon dan tambah terkejut lagi ketika laki-laki yang ada dihadapannya mengenal namanya.
"Darimana kamu tahu nama saya anak muda??, apakah Leyna yang memberitahukannya kepadamu??", tanya Tuan Darius lagi kepada Simon.
"Lebih baik kita duduk dulu Tuan disana supaya lebih enak mengobrolnya", kata Simon sambil mengajak Tuan Darius untuk duduk dishofa yang ada diruangannya Leyna.
Tuan Darius dan Simon lalu berjalan kearah shofa dan mereka juga langsung duduk dengan saling berseberangan.
"Iya Tuan, Leyna sudah menceritakannya kepada saya", jawab Simon kepada Tuan Darius dengan sopan.
"Jika kamu mengaku tunangan dari anak saya, apakah pekerjaan kamu Tuan Simon", kata Tuan Darius kepada Simon.
"Panggil saya Simon saja Tuan, dan pekerjaan saya adalah sebagai Dokter Spesialis Bedah diRumah Sakit Cornelius Hopital", jawab Simon kepada Tuan Darius sambil tersenyum.
"Apakah kamu tidak berbohong, jika kamu bekerja dirumah sakit besar itu, kenapa sekarang kamu tidak bertugas dan malah didalam ruangan anak saya", tanya Tuan Darius lagi kepada Simon.
Dan wajar saja Tuan Darius selalu bertanya kepada Simon, karena itu adalah pertemuan pertama mereka.
"Hari ini saya libur Tuan", jawab Simon dengan sopan kepada Tuan Darius.
Ketika Tuan Darius ingin bertanya lagi kepada Simon, tiba-tiba ponselnya Simon yang ada didalam saku celananya berdering dengan cukup keras.
"Maaf Tuan, saya mau mengangkat telefon ini dulu", kata Simon kepada Tuan Darius dan Tuan Darius dia hanya mengangguk saja kepada Simon sambil terus memperhatikan Simon yang sedang mengangkat sambungan telefonnya.
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1