GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 70


__ADS_3

Berbeda dengan Dokter Bella dan Tara, berbeda pula dengan keadaan dikantornya Alex.


Arga yang sudah mengumpulkan semua karyawan, serta Lexi juga sudah mengumpulkan para bodyguard, mereka langsung pada laporan kepada Tuan Gavi yang sedang berada diruangannya sendiri.


"Tuan semua karyawan sudah saya kumpulkan semua Tuan", lapor Arga kepada Tuan Gavi ketika sudah dipersilahkan masuk oleh Tuan Gavi.


Begitu pula dengan Lexi yang berada disebalahnya Arga juga melaporkan hal yang sama tentang semua bodyguard yang sudah berkumpul didalam dan diluar aula utama kantor.


"Layar proyektor yang ada diaula masih berfungsi dengan baik kan Arga?? ", tanya Tuan Gavi kepada Arga.


"Masih sangat berfungsi dengan baik Tuan", jawab Arga kepada Tuan Gavi.


Sedangkan dibawah tepatnya diaula utama kantor para karyawan pada berbisik-bisik satu sama lainnya dengan sendiri-sendiri karena mereka pada bingung kenapa tiba-tiba mereka semua dikumpulkan begitu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu seperti biasanya.


"Ini kenapa tumben sekali kita dikumpulkan begini ya Lia?? ", kata Ela kepada Lia yang ada disebelahnya.


"Iya tumben sekali, itu ngomong-ngomong barang yang aku pesan sudah sampai belum", tanya Lia kepada Ela.


"Lagi diperjalanan, mungkin sebentar lagi sampai, dan jika orang itu sudah sampai akan tetapi kita masih diaula, aku sudah menyuruh dia menghubungiku terlebih dahulu dan menunggu dahulu diluar kantor", jawab Ela kepada Lia.


"Bagus, sebentar lagi akan tamat riwayat si jal***g itu", kata Lia sambil tersenyum miring dengan pongahnya.


Sementara diatas, Tuan Gavi yang sudah keluar dari ruangannya dan diikuti Arga serta Lexi dibelakagnya, mereka berjalan menuju keruangannya Alex.


"Xander, ayo semua sudah pada berkumpul, kamu ikut Papi sekarang", kata Tuan Gavi yang sudah masuk keruangannya Alex tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, sedangkan Arga dan Lexi mereka disuruh Tuan Gavi untuk menunggu sebentar didepan ruangannya Alex.


Belum sempat Alex menjawab perkataan dari Papinya muncullah Ana yang tiba-tiba keluar dari dalam kamar rahasianya Alex.


"Eh sayang sudah bangun", kata Alex yang melihat Ana berjalan mendekatinya, sambil Alex berjalan mendekati Ana.


Dengan wajah lucunya ketika bangun tidur Ana menjawab perkataannya Alex sambil mengucek matanya.


"Iya Ana lapar Kak, makanya Ana bangun", jawab Ana kepada Alex sambil mengucek mata bulatnya.


Sedangkan Tuan Gavi dia menahan tawa gemasnya ketika melihat Ana yang baru saja bangun tidur.

__ADS_1


"Ana sudah bangun, ayo Ana ikut Papi sama Kak Xander ya", kata Tuan Gavi yang membuat Ana langsung terjaga, karena Ana daritadi dia tidak sadar jika ada mertuanya didalam situ.


"Kemana Papi, mau membeli makanan ya untuk Ana", jawab Ana dengan mata bulatnya, membuat Tuan Gavi langsung berjalan mendekati Ana dan mencubit pipinya Ana dengan gemas.


Alex yang melihat Papinya gemas dengan Ana dia langsung menarik tangan Tuan Gavi dari pipinya Ana dan memasang wajah cemeberutnya kepada Papinya.


"Papi main cubit saja pipi istrinya Xander", kata Alex kepada Papinya sambil memasang wajah cemberutnya.


Sedangkan Tuan Gavi dia hanya tertawa kecil saja melihat Alex yang menurutnya sedang cemburu itu.


"Jika dilihat-lihat kalian lebih cocok menjadi Kakak dan adik Xander, bagaimana jika kamu pisah saja sama Ana, supaya Ana bisa Papi angkat menjadi adik tiri kamu Xander?? ", goda Tuan Gavi kepada anaknya Alexander.


Alex yang mendengar perkataan dari Papinya dia langsung memberikan lirikan maut kepada Papinya, dan Tuan Gavi dia langsung tertawa puas melihat wajah marahnya Alex ketika dia goda.


"Sudah yuk Ana cuci muka dulu dikamar mandi, setelah itu ikut Kakak sama Papi menemui semua karyawan kantornya Kakak ya", kata Alex kepada Ana sambil tidak menghiraukan suara tawa dari Papinya.


"Tapi Ana takut Kak", jawab Ana langsung memasang wajah takutnya kepada Alex.


Tuan Gavi yang melihat wajah ketakutan dari Ana dia langsung menghentikan ketawanya dan langsung menghibur Ana.


Sedangkan Alex yang ingin menjawab perkataannya Ana sudah keduluan oleh Papinya.


"Baiklah, Ana mau ikut", jawab Ana dengan suara lucunya. Membuat Tuan Gavi dan Alexander reflek tersenyum lucu mendengarnya.


"Ayo Kakak antar Ana kekamar mandinya, Ana cuci muka dulu ya supaya lebih segar lagi wajahnya", kata Alex kepada Ana sambil menuntun Ana menuju kekamar mandi yang ada diruangannya Alex.


Sedang Tuan Gavi dia lalu berjalan menuju keshofa untuk duduk dahulu sambil menunggu Alex dan juga Ana.


Setelah beberapa menit Ana akhirnya selesai juga dari kamar mandi dengan masih ditemani oleh Alex. Dan mereka lalu berjalan mendekati Tuan Gavi yang sedang mengecek ponselnya sambil duduk dishofa yang ada didalam ruangannya Alex.


"Pi ayo, kita sudah selesai", kata Alex ketika sudah sampai didepan Papinya.


Tuan Gavi langsung mendongakkan kepalanya dan melihat Alex serta Ana yang sudah lebih fresh dan segar dari yang tadi.


"Iya sudah ayo", jawab Tuan Gavi kepada Alex dan dia langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung berjalan keluar diikuti oleh Ana serta Alex dibelakangnya Tuan Gavi.

__ADS_1


Ketika para bodyguard dan Arga melihat majikan mereka pada keluar ruangan mereka langsung pada sigap dengan memasang badan tegap dan sedikit menundukkan badannya ketika Tuan Gavi, Alex dan juga Ana melewati mereka semua.


Tuan Gavi, Alex, dan juga Ana mereka langsung berjalan menuju keaula utama kantor tersebut dengan dikawal banyak bodyguard dibelakang mereka.


Ketika Tuan Gavi, Alex dan juga Ana sudah sampai diaula utama mereka langsung melihat banyak bodyguard diluar aula diperbagai sudut untuk mengamankan ruangan itu.


"Kalian semua tetap waspada, jangan sampai ada salah satu karyawan saya yang keluar dari dalam ruangan aula ini apapun alasannya, kalian faham", kata Tuan Gavi ketika belum masuk kedalam aula berpesan dahulu kepada para bodyguardnya.


"Siap Tuan", jawab serempak para bodyguard kepada Tuan Gavi.


Dan Tuan Gavi langsung saja masuk kedalam aula dan diikuti Alex serta Ana yang masih terus menempel memeluk lengannya Alex dengan erat, dan para bodyguard yang mengawal mereka juga disuruh ikut masuk oleh Tuan Gavi dan berjaga didepan panggung yang ada didalam Aula.


Para karyawan yang melihat ada banyak bodyguard berjaga didalam ruang aula mereka semakin penasaran saja sebenarnya ada acara apakah mereka semua dikumpulkan.


Dan para karyawan ketika melihat Tuan Gavi, Alex dan juga Ana mereka yang awalnya pada berbisik dan berisik langsung saja pada diam semua dengan seketika.


Para karyawan, mata mereka langsung teralihkan kepada Ana gadis cantik nan imut yang digandeng mesra oleh CEO mereka. Dan langsung juga membuat para karyawan semakin bertanda tanya siapakah gadis cantik itu dan apa hubungannya dengan Keluarga Damara. Begitulah isi benak para karyawan.


Lia yang juga melihat Ana memeluk lengannya Alex denan erat dia langsung saja memasang wajah tidak suka dan marahnya, dan yang tahu Lia memasang wajah marah cuma Ela saja.


"Bisa kita mulai acaranya, dan saya mohon kalian semua bisa diam mendengarkan hingga acara ini selesai, apalagi ketika Tuan Gavi sedang berbicara, saya mohon dengarkan dengan seksama apa yang sedang beliau katakan", kata Arga dengan tegas diatas panggung dan didepan semua para karyawan.


"Baik Tuan", jawab serempak para karyawan kepada Arga, kecuali Lia dia hanya diam saja dengan masih menunjukkan wajah marahnya.


Tuan Gavi lalu berdiri dari duduknya untuk maju dan berbicara menggantikan posisinya Arga ketika sudah dipersilahkan oleh Arga. Sedangkan Arga dia langsung berlalu dan duduk dikursi yang sedikit jauh dari kursinya Alex. Dan para karyawan mereka langsung memasang telinga mereka masing-masing ketika Tuan Gavi sudah mulai berbicara diatas panggung.


"*Sebelum memulai semuanya, t*erlebih dahulu saya ingin menunjukkan sesuatu kepada kalian semua yang ada disini, kalian simak dengan baik-baik yang sedang tayang didepan, setelah itu kalian semua bisa menyimpulkannya sendiri", kata Tuan Gavi dengan tenang kepada semua para karyawannya.


Tidak cuma para karyawan dan bodyguard yang fokus kelayar proyektor yang sedang tayang itu, Alex dan Ana juga melihat kelayar proyektor yang dimaksud oleh Papinya, karena Alex dan Ana juga penasaran, gambar apakah yang sedang ingin ditunjukkan oleh Tuan Gavi.


Arga lalu mengkode anak buahnya untuk mematikan semua lampu yang ada didalam aula. Setelah itu Arga langsung mengkode anak buahnya untuk memutar sebuah rekaman yang tadi sudah diberitahukan oleh Tuan Gavi kepadanya. Para karyawan yang melihat mereka pada terkejut melihat hasil rekaman dengan suara yang begitu jelas itu. Begitupun dengan Lia dan juga Ela mereka sangat syok sekali ketika melihat rekaman yang sedang tayang dilayar proyektor yang begitu besar didepan Aula.


🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰🌰


Bersambung😁😁😁

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***


__ADS_2