
Sekitar lima belas menitan Mommy Dania dia pingsan, dan ketika Mommy Dania belum sadar dari pingsannya Tara dan Tuan Fredo mereka berusaha membangunkan Mommy mereka. Setelah berbagai usaha dan upaya akhirnya Mommy Dania bangun juga dari pingsannya.
Ketika sudah bangun Mommy Dania meminta Alex untuk melanjutkan ceritanya. Dan Alex walaupun muka dan wajahnya pada ngilu karena dipukulin Tara tadi, dengan senang hati dia melanjutkan ceritanya.
Alex langsung saja melanjutkan ceritanya kepada Keluarga William. Walaupun Alex belum mengetahui jika Ana adalah anggota keluarga William, dia mau memperlakukan dan mejamu Ana seperti Keluarga William mengistimewakan Ana, Alex juga tidak tahu kenapa bisa mengistimewakan Ana, karena seumur-umur baru kali itu Alex mau berdekatan dengan seorang wanita yang tidak dari kalangan keluarganya.
Alex juga menceritakan keoada Keluarga William jika Ana saat ini mengalami gangguan psikis yang lumayan berat, karena penganiayaan yang dilakukan oleh Denar sangat mengganggu mentalnya Ana.
Tuan Fredo, Tara dan juga Mommy Dania sangat syok mendengar perkataannya Alex. Alex juga meminta maaf kepada mereka yaitu Keluarga William karena tidak mengetahui jika dia mempunyai dua orang pembantu yang mencintainya dan tidak terima jika dia membawa Ana kerumah itu.
Alex langsung saja mengeluarkan Hpnya dan menunjukkan bagaimana Jenar serta Denar ketika menganiaya Ana yang terekam CCTV yang terhubung diHpnya.
Tuan Fredo dan Tara yang melihat video itu mereka sangat-sangat murka sekali dengan orang yang bernama Jenar serta Denar itu.
Sedangkan Mommy Dania dia hanya sebentar saja melihat video itu, karena tidak sanggup untuk melihat lebih lama. Rasanya dada Mommy Dania sangat sesak sekali melihat video itu, hingga air matanya pun tidak pernah berhenti mengalir daritadi.
"Dimana orang yang bernama Jenar dan Denar ini Tuan Alex", tanya Tara kepada Alex.
"Jika Jenar sudah saya hukum sesuai perbuatannya, sedangkan Denar saya belum sempat menghukumnya karena saya sibuk dari kemarin menunggui Ana dirumah sakit", jawab Alex kepada Tara membuat Tara dan Tuan Fredo antara percaya dan tidak percaya mendengar jika Alex setia mendampingi Princessnya dirumah sakit.
"Jika ingin menghukum Denar nanti kalian berdua ikut saya, karena saya yang sudah mengambil alih untuk menghukumnya", kata Tuan Gavi kepada Tara dan Guan Fredo. Membuat Tuan Fredo serta Tara mengalihkan pandangannya dari Alex kewajah Tuan Gavi.
"Ok, baiklah Tuan", jawab Tuan Fredo kepada Tuan Gavi, dan dijawab anggukan oleh Tuan Gavi.
"Bisakah saya menjenguk Ana sekarang nak Xander?? ", kata Mommy Dania kepada Alex dengan berlinang air mata, membuat Nyonya Gia dia juga ikut-ikutan menangis karena mereka sama-sama seorang Ibu dan Nyonya Gia juga jadi teringat dengan kondisinya Ana diRumah Sakit.
Alex yang mendengar pertanyaan dari Mommy Dania, dengan senang hati Alex akan mengantarkannya.
__ADS_1
Akhirnya mereka semua beranjak dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruang kerjanya Tuan Fredo untuk menuju keRumah Sakit Cornelius Hospital tempat Ana dirawat.
Sementara Ana diRumah Sakit, Alex menyuruh Arga dan Max beserta beberapa bodyguard untuk menunggui serta menjaga Ana. Karena Alex tidak mau sampai musuh-musuh mereka mengetahui dan memanfaatkan Ana untuk sebagai bahan sanderaan.
Semua tamu dan beberapa pengunjung yang pada melihat Max dan anak buahnya mereka semua pada bertanya-tanya, siapakah yang sakit sampai-sampai harus ditunggui oleh banyak orang berpakaian serba hitam dengan body yang sangat gagah dan besar dengan muka yang datar tidak ada ekspresi, begitulah mungkin sekiranya yang difikirkan oleh semua orang yang melihat Max dan para anak buahnya.
Akhirnya para mobil yang dikendarai oleh Keluarga Damara dan Keluarga William sudah sampai dipelataran Rumah Sakit.
Alex yang diperjalanan sudah menghubungi Arga beserta Max untuk menunggu mereka diLoby Rumah Sakit. Ketika para mobil mereka sudah sampai, mereka semua langsung disambut Arga dan Max.
Tuan Fredo, Tara dan Mommy Dania mereka langsung saja mengikuti kemana arah Keluarga Damara dan kedua Asisstannya menuntunnya.
Akhirnya tiba juga semua Keluarga diRuang UGD dan diRuangannya Ana. Ketika meminta ijin untuk masuk dan diperbolehkan, Mommy Dania orang pertama yang ingin masuk.
Mommy Dania langsung saja mengenakan pakaian khusus dan langsung masuk ketika sudah diperbolehkan oleh suster yang berjaga didepan ruangannya Ana.
Sungguh hati Mommy Dania sangat hancur ketika melihat anaknya untuk kedua kalinya masuk kerumah sakit dengan keadaan yang cukup parah. Mommy Dania tidak bisa berlama-lama berada didalam karena tidak sanggup untuk melihat keadaannya Ana.
"Kamu masuk saja duluan Tara, biar Daddy menenangkan Mommy dulu", kata Tuan Fredo kepada Tara.
Tara langsung saja masuk setelah memakai baju khusus untuk masuk. Dan ketika Tara sudah masuk, dadanya Tara juga sama sesaknya melihat adik kecilnya terbaring lemah dengan selang dimana-mana. Dalam hati dia ingin sekali membunuh orang yang bernama Denar itu.
Dihati Tara, Tara juga menyalahkan dirinya sendiri karena dia tidak bisa menjaga adiknya dengan baik. Ingin sekali dia berterimakasih kepada Alex, akan tetapi rasa gengsinya mengalahkan egonya. Akhirnya dia menunjukkan sikap tak suka itu kepada Alex.
"Cepat sembuh ya adikku sayang, jika kamu sembuh Kakak akan lebih memanjakanmu lagi, Kakak akan lebih memperhatikanmu, serta Kakak juga janji Kakak akan penuhi semua keinginan dan kemauanmu, jika Kakak sanggup akan Kakak lakukan dan berikan, Kakak janji sayang", kata Tara sambil mengusap pipinya Ana yang terlihat lebih tirus dari terakhir dia melihat Ana.
"Istirahat yang nyenyak ya Princess, Kakak mau bekerja dulu, kalau nanti Kakak kesini lagi, Kakak harap kamu sudah bangun ya Princess", kata Tara sambil mencium keningnya Ana.
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu Tara langsung berbalik badan untuk keluar dari ruangannya Ana, akan tetapi sebelum membuka pintu, dihatinya membatin untuk membalas perbuatan Denar kepada Ana adiknya. Hati Tara sudah dipenuhi amarah yang sangat memuncak.
"Tolong jaga Mommy ya Tara, Daddy mau masuk melihat Princess", kata Tuan Fredo kepada Tara. Dan Tara hanya mengangguk memberikan jawaban kepada Daddynya.
"Nia, aku yakin Ana gadis yang baik dan kuat, kita akan lakukan hal yang terbaik untuk kesembuhan Ana, asal kamu tahu Nia, Ana adalah gadis luar yang pertama kali diperbolehkan Xander tidur bahkan menginap dirumahnya Alex Nia, bahkan Ana juga diberikan kamar yang ada disebelahnya kamar Xander Nia, bukan dikamar tamu Ana tidurnya", kata Nyonya Gia setelah Tuan Fredo sudah masuk kedalam.
Sedangkan Tuan Gavi yang mendengar perkataan istrinya dia hanya tersenyum, kecuali Alex dia sangat terkejut mendengar Maminya mengetahui semuanya.
"Mami tahu darimana semua itu", tanya Alex kepada Nyonya Gia.
"Rahasia", jawab Nyonya Gia kepada Alex. Membuat Alex hanya memutar bola matanya kepada Maminya.
Tara yang mendengar pembicaraan mereka, dia hanya diam saja. Dihatinya dia sangat bersyukur Ana ditemukan oleh Alexander Keluarga Damara. Alex mau menerima Ana adalah termasuk suatu anugerah, karena setahu Tara Alex sangat dingin dan pedas omongannya ketika sama perempuan. Tapi setidaknya Ana begitu didalam sana, bukan sepenuhnya salah Alex. Itu terus yang ditanamkan difikiran Tara, agar dia tidak membenci Alex.
Mommy Dania yang mendengarpun juga sedikit tidak percaya. Ana diperlakukan dengan baik oleh orang tak dikenal. Sungguh Mommy Dania sangat berterimakasih dengan Alex.
"Terimakasih nak Xander, sudah mau memperlakukan dengan baik, Princess Keluarga William", kata Mommy Dania membuat Alex terkejut.
"Eeeh..... Sama-sama Nyonya", kata Alex dengan rasa tidak enak sambil mengusap tengkukknya.
"Mungkin kita lain waktu bisa berbesanan Nia, karena Xander ini secara tidak sadar sudah jatuh hati dengan Princessmu", bisik Nyonya Gia kepada Mommy Dania, akan tetapi masih terdengar oleh semua orang, termasuk Alex.
"Mamiiiiiii", kata Alex malu kepada Maminya dan Mommy Dania.
Sedangkan Tara dia tersenyum sangat-sangat tipis hingga seperti tak terlihat.
Kelakuan Alex membuat Tuan Gavi, Nyonya Gia dan Mommy Dania tertawa kecil melihatnya. Mereka sejenak seperti melupakan kesedihan mereka, hanya sejenak. Karena habis itu mereka langsung terdiam lagi dengan fikiran mereka masing-masing sambil melihat kearah pintu ruangannya Ana yang tertutup rapat.
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***