GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 32


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Ana harus menjalankan operasi tulang hidungnya yang patah. Jadwal sudah ditentukan oleh Dokter, dan jadwal untuk Ana adalah sekitar jam sebelas siang.


Ana sedari pagi dia sudah selalu menanyakan kepada Kakaknya Tara dimana keberadaannya Alex. Karena kemarin malam Alex dia belum datang menjenguk Ana lagi.


Bahkan kemarin malam Ana tidur pun mengigau memanggil-manggil namanya Alex. Hingga membuat Kakaknya Tara dan Daddynya Tuan Fredo merasa bingung melihat keadaannya Ana.


Tara dan Tuan Fredo bingung mau bilang sama Alex tentang keadaannya Ana atau tidak, karena mereka berdua takut mengganggu Alex dan juga takut jika Ana akan ketergantungan dengan Alex.


"Kak Tara, Kak Xandernya mana, kata Kakak dia akan kesini menjenguk Ana lagi", tanya Ana kesekian kalinya kepada Kakaknya Tara.


"Tadi Kak Xander menelfon Kakak katanya masih ada dikantor karena ada pekerjaan yang benar-benar tidak bisa dia tinggalkan Princess", bohong Kakaknya Tara kepada Ana. Padahal ketika tadi pagi Tara mengirimkan pesan kepada Alex belum dibalas oleh Alex sampai saat itu.


Ana yang mendengar perkataan dari Kakaknya dia menjadi murung wajahnya. Dan Kakaknya Tara yang melihat Ana menjadi tidak tega, dan dia pura-pura meminta ijin kepada Ana untuk menelfon sekretarisnya.


"Kakak keluar dulu sebentar ya Ana, mau menelfon Joni", kata Tara kepada Ana. Dan dijawab anggukkan pelan dari Ana.


Mommy Dania yang melihat Ana murung dan juga melihat anak sulungnya Tara yang kebingungan mencari alasan kepada Ana, akhirnya Mommy Dania ikut juga membujuk Ana.


"Emm Ana sayang, Ana tidak usah bersedih begitu, jika Kak Xander belum bisa bertemu dengan Ana bukan karena dia tidak mau, akan tetapi pekerjaan Kak Xanderlah yang benar-benar membuat Kak Xander tidak bisa meninggalkannya, jadi jika Kak Xander tidak dapat menemui Ana, Analah yang harus berusaha menemui Kak Xander sendiri, dengan cara Ana harus kuat dan bisa melewati operasi nanti, biar bisa cepat sembuh dan biar bisa main kerumahnya Kak Xander lagi, Ok Princess", bujuk Mommy Dania dengan gaya khas seorang ibu yang lemah lembut.


Ana yang awalnya murung dia langsung ceria mendengar nasihat dari Mommynya, dan Ana langsung siap sepenuh hati untuk menjalani operasi nanti, agar bisa cepat sembuh dan cepat bisa bertemu dengan Alex lagi, begitulah yang dikatakan hati kecilnya Ana.


Sedangkan Alex sendiri yang sedang berada dikantornya dia uring-uringan dan mengumpat didalam hatinya daritadi, karena dia sedang menjalani rapat yang sungguh sangat membosankan menurutnya. Karena Alex sudah sangat ingin bertemu dengan Ana, gadis kecilnya.


Sebab dari kemarin Alex belum sempat untuk datang menjenguk Ana kembali. Sepulangnya Alex dari markasnya, dia diberitahu oleh Arga jika ada banyak berkas yang siap menunggu ditanda tangani olehnya, alhasil Alex harus melembur diruang kerjanya semalaman untuk menandatangani semua berkas yang diberikan oleh Alex.


Dan ketika pagi tadi Alex yang ingin datang menjenguk Ana dirumah sakit, dia diingatkan lagi oleh Arga, jika Alex harus dan wajib hadir dimeeting dengan Client yang dari luar negeri, jika tidak Alex akan kehilangan proyek dengan keuntungan yang sangat fantastis itu.


Dan disinilah Alex sekarang yang berada diruang meeting bersama Arga dan para Client petinggi Perusahaan dari Luar Negeri yang sedang meeting dengannya.


"Kapan ini selesainya Arga, hari ini Ana dia akan operasi tulang hidungnya, saya harus hadir menemaninya", bisik Alex kepada Arga.


Dan Arga hanya menjawab dengan cara menggelengkan kepalanya pertanda dia sendiri tidak tahu.

__ADS_1


Alex tadi pagi ketika baru saja sampai dikantor dia mendapat pesan dari Tara Kakaknya Ana, yang mengatakan jika hari ini Ana akan menjalani operasi tulang hidungnya, dan Tara juga menyampaikan lewat pesan jika Ana dari kemarin menanyakan dirinya terus.


Sungguh Alex sangat senang sekali dicari Ana, akan tetapi Alex sangat sedih karena dia harus menghadiri rapat yang membosankan dan harus terlambat datang menemuinya.


Rapat dimulai tadi sekitar jam sembilan pagi, dan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lewat sepuluh menit, Alex yang daritadi dia selalu melihat jam yang melingkar ditangan kekarnya, terkadang juga Alex selalu melihat jam yang tergantung didinding yang ada disitu membuat Alex semakin tidak tenang dari duduknya karena jam sebelas nanti Ana sudah harus masuk keruang operasi.


"Maaf semuanya mengganggu waktunya sebentar", kata Alex dengan berdiri dari duduknya. Dan mengalihkan semua pandangan mata semua orang yang ada disitu untuk melihat kearahnya Alex.


"Hari ini kekasih saya akan menjalani operasi jam sebelas siang, dan ini sudah pukul sepuluh lebih, ijinkan saya untuk meninggalkan meeting ini, dan Arga asisstan saya yang akan menggantikan saya hari ini, mohon pengertiannya semua", kata Alex pada akhirnya dengan sedikit membungkukkan badannya.


Semua para koleganya pada terkejut mendengar perkataannya Alex yang mengatakan jika dia mempunyai seorang kekasih, pasalnya hampir semua koleganya mengetahui bagaimana sikapnya Alex dengan seorang wanita, yaitu acuh dan bermulut pedas.


Dan Alex sendiri dengan beraninya mengakui jika Ana adalah kekasihnya, padahal aslinya hubungannya dengan Ana belum ada kejelasan sama sekali.


Para koleganya ada yang mengangguk dan juga memberikan pengertian kepada Alex.


"Silahkan Tuan Alex, kami mendoakan semoga operasi kekasih anda berjalan dengan lancar dan semoga juga dia cepat sembuh serta bisa berkumpul lagi dengan anda Tuan Alex", kata salah satu koleganya kepada Alex dengan tersenyum.


Akan tetapi sebelum pergi Alex sudah berpesan kepada Arga untuk menyampaikan akan hasil meeting itu kepadanya, dan dijawab anggukkan oleh Arga.


Alex setelah keluar dari ruang meeting dia segera berlari menuju kelift untuk segera turun keparkiran khusus para petinggi Perusahaan.


Para karyawan yang melihat Alex berlari dengan tergesa-gesa membuat benak para karyawan menjadi bertanda tanya.


"Itu mau kemana bos gantengmu Lia, berlari dengan tergesa-gesa begitu?? ", tanya salah satu karyawan kepada temannya yang bernama Lia.


Karyawan itu yang tadi tidak sengaja melihat Alex baru saja keluar dari lift dengan berlari-lari.


"Entahlah, akan tetapi jika dia sampai tergesa-gesa hanya karena ingin menemui seorang wanita, siap-siap akan aku singkirkan wanita itu", kata Lia kepada temannya.


"Semangat berjuang Lia, dan hati-hati jika sampai ketahuan, kamu kan tahu sendiri bagaimana kuasanya Keluarga Damara diNegara ini", kata temannya kepada Lia.


Dirumah sakit waktu sudah hampir menunjukkan pukul sebelas siang. Ana sudah mulai didorong brankarnya untuk dipindahkan keruang operasi dan Ana masih saja menunggu Alex siapa tahu dia bisa datang untuk menemuinya dan menemaninya didalam ruang operasi.

__ADS_1


Tuan Fredo, Tara dan Mommy Dania yang mengetahui gerak-geriknya Ana yang sedang menunggu Alex datang, mereka pura-pura tidak tahu akan hal itu.


Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka saling pandang ketika melihat wajah murungnya Ana. Sedangkan Tara dia pura-pura memasang wajah cerah ceria untuk memberikan semangat kepada Ana, padahal didalam hatinya Tara dia juga menginginkan Alex datang, supaya adik kecilnya bisa tersenyum cerah untuk menghadapi operasinya.


Tara mencoba dengan ikhlas jika kedudukannya dihatinya Ana sudah tergeserkan oleh Alex, karena Tara ingin melihat adik kecil yang sangat dia sayangi bisa merasakan bahagia dan selalu tersenyum.


"Tunggu", teriak Alex yang tiba pada waktunya ketika Ana sudah hampir saja memasukki ruang operasi.


Alex diperjalanan tadi dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali. Dan sesampainya diruang inapnya Ana, Alex sudah tidak melihat Ana didalam ruangan tersebut.


Setelah bertanya kepada suster yang ada disitu kemana Ana dipindahkan, dan suster menjawab jika Ana akan segera dioperasi Alex langsung saja berlari keluar dari ruangan tersebut. Dan untung saja kedatangan Alex tepat pada waktunya.


Tara, Tuan Fredo dan Mommy Dania yang mendengar suaranya Alex mereka langsung mengalihkan pandangannya kearah sumber suara. Dan bahagianya mereka ketika mereka benar-benar melihat Alex datang menemui Ana.


Dan Ana sendiri dia tersenyum ketika mendengar suaranya Alex.


"Tunggu Dokter, ijinkanku menemaninya ikut masuk kedalam, saya janji tidak akan mengganggu didalam, saya hanya ingin menemaninya saja", kata Alex meminta ijin kepada Dokter yang akan mengoperasi Ana.


Dokter tersebut lalu mengalihkan pandangannya kearah Simon yang ada disitu juga. Dan Simon mengetahui arti dari tatapan dari Dokter itu.


"Ijinkan saja, saya yang menjamin dia tidak akan mengganggu kita", kata Simon kepada Dokter yang akan ikut membantu mengoperasi tulang hidungnya Ana.


"Kak Xander", kata Ana sambil meraih tangannya Alex.


"Iya Princess Kakak disini", kata Alex kepada Ana dengan tersenyum seperti memberikan semangat kepada Ana.


Tara, Tuan Fredo dan Mommy Dania yang melihat kedekatannya antara Ana dan Alex mereka yakin jika didalam hati mereka berdua ada cinta yang tidak terlihat.


Akhirnya Ana masuk keruang operasi ditemani oleh Alex yang selalu setia disampingnya Ana dengan selalu menggenggam tangannya Ana.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2