GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 238


__ADS_3

Ketika Rica ingin mengatakan sesuatu lagi kepada Tara, tiba-tiba datang seorang waiters memberikan bingkisan roti pesanannya Tara tadi.


Membuat Rica langsung saja menunjukkan wajah sebalnya dengan sangat tipis sekali, karena dia tidak mau kelihatan didepannya Tara, jika dia sedang mengincar Tara.


Tara langsung saja mengucapkan kata terimakasih kepada waiters tadi ketika dia sudah menerima roti yang dipesannya itu.


Dan Tara langsung saja melangkahkan kakinya pergi dari hadapannya Rica tanpa berpamitan kepada Rica ketika sudah menerima rotinya.


Namun Rica tidak mau melepaskan Tara begitu saja, dia lalu mengikuti Tara hingga Tara keluar dari dalam Restoran.


Tara yang merasa jika Rica mengikutinya dibelakangnya dia lalu menghentikan langkah kakinya untuk berbalik badan menghadap kearahnya Rica.


"Maaf Nona Rica kenapa anda mengikuti saya", kata Tara dengan nada formal kepada Rica.


"Saya hanya merasa sangat bersalah sekali kepada anda Tuan Tara, bagaimana jika anda mampir sebentar keapartemen saya untuk saya belikan kemeja serta jas yang bagus untuk anda", kata Rica dengan sangat murahannya kepada Tara sambil menampilkan wajah sok kecantikannya.


Tara yang sudah tidak tahan dengan Rica, dia bukannya menjawab perkataannya Rica, malah mengambil ponselnya dari balik saku jasnya itu.


"Kalian semua keluar dan kesini sekarang juga", kata tegas dari Tara kepada seseorang.


Dan Tara langsung saja mematikan sambungan telefon itu tanpa menunggu jawaban dari seberang sana.


Sedangkan Rica dia masih saja diam sambil menunjukkan wajah pura-pura manisnya didepannya Tara.


Selang beberapa menit kemudian, ada setidaknya sepuluh orang laki-laki berbadan besar dan kekar yang berpakaian rapi bak bodyguard berjalan langsung mengerumuni Tara dan juga Rica.


Dan ternyata yang ditelefon oleh Tara tadi adalah para bodyguard yang selali setia menemani Tara kemanapun Tara pergi.


Rica sangat kebingungan dengan para bodyguard yang tiba-tiba mengerumuninya dan juga Tara.


Sedangkan semua orang yang melihat itu semua, mereka hanya diam saja sambil terus melihat kearahnya Tara dan juga para bodyguardnya itu.


Ada pula yang cuek dengan keadaan itu, sebab dari mereka sudah terbiasa melihat kekuasaan dari orang yang berkuasa.


Apalagi hampir mereka semua sudah banyak yang mengenal Adintara William.


Tara lalu melangkahkan kakinya untuk sedikit mendekat kearahnya Rica.

__ADS_1


"Kamu ingin dipu4skan kan??", kata Tara dengan dingin kepada Rica.


"Ini sepuluh orang bodyguardku siap untuk memuaskanmu Nona Rica", kata Tara lagi kepada Rica.


Membuat Rica langsung saja menunjukkan wajah marahnya kepada Tara.


"Asal anda tahu saja Nona Rica, saya tidak tertarik dengan perempuan seperti anda!!, istri saya jauh lebih sempurna dari anda Nona Rica, dan pastinya istri saya lebih bisa memuaskan saya diatas ranjang, karena hanya saya yang memasukkinya dari awal sampai sekarang, dibandingkan dengan milik anda yang sudah banyak dimasukkin oleh para laki-laki diluaran sana!!!", kata pedas dari Tara kepada Rica.


Membuat Rica reflek langsung saja menampar wajah mulus dan tampannya Tara saat itu juga.


Para bodyguardnya Tara mereka langsung bergerak ingin mengamankan Rica, namun langsung dicegah oleh Tara.


Tara lalu mencengkeram dagunya Rica dengan sangat kuat sekali, hingga membuat dagunya Rica langsung sedikit membiru.


"Kulit wajahku menjadi kotor karena tamparan dari tangan kotor anda Nona", kata Tara dengan singkat kepada Rica sambil mencengkeram dagunya Rica dengan sangat kuat.


"B4jin94n kamu Tuan Tara, sok suci dan sok tampan sekali", kata Rica kepada Tara dengan dagu yang masih dicengkeram oleh Tara.


Tara langsung saja melepaskan cengkeraman didagunya Rica dengan sangat kasar sekali.


"Jika saya tidak tampan, mana mungkin anda sampai mengejar-ngejar saya seperti ini", kata Tara mengskakmat Rica, membuat Rica langsung saja terdiam seketika.


"Kalian semua silahkan pergi dari sini, dan kalian berdua ikut Nona Rica dan antarkan dia pulang keapartemennya", kata Tara kepada para anak buahnya.


"Dan ketika sudah sampai didalam apartemen, tolong puaskan dia yang saya yakinin dia sudah sangat haus dengan belaian seorang laki-laki", sambung lagi perkataannya Tara kepada anak buahnya sambil menatap lekat wajahnya Rica.


Rica yang mendengar perkataannya Tara, dia ingin segera melarikan diri dari situ, namun terlambat, tangannya sudah dicekal oleh kedua anak buahnya Tara yang ditugaskan oleh Tara.


Tara lalu memencet tombol kunci mobilnya Rica yang dipegangnya, dan langsung terdengarlah suara mobil yang berbunyi diarea sebelah kanan yang ada diparkiran.


"Saya akan membalasmu Tuan Tara", kata Rica kepada Tara dengan wajah marahnya.


"Balas saja jika anda berani Nona, dan saya yakinin jika anda meminta bantuan kepada seseorang, jika dia mengetahui bila musuhnya adalah dari Keluarga William pasti mereka akan mundur terlebih dahulu sebelum berperang", kata Tara dengan suara pelan nan menusuk kepada Rica.


"Bawa dia", kata Tara selanjutnya kepada kedua bodyguardnya yang mendapatkan tugas yang sangat enak dari Tara.


Dan kedua bodyguard itu langsung saja membawa Rica menuju kedalam mobilnya.

__ADS_1


Ketika sudah sampai dalam mobil, Rica dipaksa oleh kedua bodyguard tadi untuk menunjukkan jalan menuju keapartemennya.


Dan ketika Rica tidak mau, salah satu bodyguard yang duduk disebelahnya Rica dikursi belakang, dia langsung saja mencekik Rica dengan sangat kuat sekali.


Rica yang mendapat cekikan seperti itu, dia mau tidak mau langsung saja menunjukkan alamat apartemennya kepada kedua bodyguardnya Tara.


Ketika mereka bertiga sudah sampai diapartemennya Rica, kedua bodyguard tadi juga memaksa Rica untuk menunjukkan kamar apartemennya.


Akhirnya Rica yang berada dibawah ancaman, dia selalu menurut dengan kedua bodyguarnya Tara tersebut.


Dan ketika sudah masuk kedalam apartemennya, baju yang dipakai oleh Rica langsung saja disobek dengan paksa oleh salah satu bodyguardnya Tara.


Sedangkan bodyguard yang satunya lagi langsung saja menggendong Rica menuju kedalam kamar pribadinya.


Rica langsung saja memberontak sekali kepada perilaku kasar dari anak buahnya Tara.


Namun semakin memberontak, kedua bodyguard itu semakin kasar pula kepada Rica.


Dan diwaktu sudah berada didalam kamar, Rica langsung saja dilempar oleh bodyguard yang menggendongnya itu keatas ranjang empuk yang ada didalam situ.


Mereka lalu sama-sama memperk054 Rica secara bergiliran dengan cara sedikit kasar, sebab Rica selalu memberontak.


Namun ketika Rica merasa enak dengan servisannya kedua bodyguard tadi, apalagi milik kedua bodyguard tadi sangat besar dan nikmat dilubangnya.


Membuat Rica menjadi menikmati permainan ranjangnya dengan kedua bodyguard tadi.


Mereka bertiga akhirnya melakukan kegiatan itu dengan sangat lama sekali dan saling menikmati satu sama lainnya.


Dan ketika para bodyguard sudah selesai serta puas dengan Rica, untuk terakhir kalinya kedua bodyguard tadi mengancam Rica untuk menjauhi keluarga William terutama Tara.


"It's Ok, asal kalian kapan-kapan mau datang kesini lagi dan bermain lagi denganku", jawab Rica kepada kedua bodyguard tadi sambil berdiri dengan keadaan yang masih tel4nj4n9 bulat dengan tangan yang membelai badan dan wajah dari salah satu dari bodgyard tadi.


Sungguh inilah pel4cur yang sesungguhnya, namun ketutup dengan jiwa bisnisnya yang bisa mengembangkan Restorannya hingga sukses.


Sedangkan Tara tadi, dia langsung saja masuk kedalam mobilnya untuk segera pulang kemansion, dan menyerahkan roti pesanannya Bella yaitu istri tercintanya.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2