
Kita geser keDokter Simon dan juga Leyna yuk.
"Ternyata mengobrol dengan kamu tidak seburuk yang saya bayangkan ya", jawab Dokter Simon kepada Leyna membuat Leyna langsung saja memajukan bibirnya ketika mendengar perkataan dari Dokter Simon.
Mereka tanpa sadar merasa nyaman satu sama lainnya, dan bahkan Dokter Simon ketika berbicara dengan Leyna dia merasa sesak dihatinya karena patah hati bisa teralihkan untuk sejenak.
"Oh ya kamu disini berapa lama Leyna??", tanya Dokter Simon lagi kepada Leyna.
"Dua mingguan, karena saya sedang penat dengan rutinitasku sebagai seorang CEO dan sebal juga sering diganggu oleh mantan pacar saya itu Simon", jawan Leyna kepada Dokter Simon.
"Wah sama dong, saya juga cuma dua minggu saja berliburnya", jawab Dokter Simon kepada Leyna.
"Kamu menginap dimana Simon", gantian Leyna yang bertanya kepada Simon.
"Di Hotel (...........)", jawab Dokter Simon kepada Leyna sambil menikmati makanannya.
"Wao sama dong berarti, saya juga menginap disana selama disini", jawab Leyna kepada Dokter Simon lagi.
"Jangan-jangan kamu sengaja mengikuti Leyna??", goda Dokter Simon kepada Leyna sambil tertawa.
"Enak saja kalau berbicara", jawab Leyna kepada Dokter Simon sambil menampilkan muka cemberutnya.
"Kamu sudah selesai belum Leyna saya mau lanjut menikmati suasana malam diNegara ini", kata Dokter Simon kepada Leyna.
"Sudah nih, ayo", jawab Leyna kepada Dokter Simon.
"Biar saya saja yang membayarnya Simon, sebagai permintaan maafku soal tadi yah", kata Leyna kepada Dokter Simon ketika Dokter Simon ingin memberikan kartu creditnya kepada pelayan restoran.
"Tidak apa, lain kali saja kamu mentraktirku, sekarang untuk ini saya saja yang membayarnya", jawab Dokter Simon kepada Leyna sambil menyuruh pelayan restoran untuk menyelesaikan pembayaran makanan mereka.
"Thanks a lot Simon, next time let me treat you Ok", ( Terimakasih banyak Simon, lain kali ijinkan aku yang mentraktirmu Ok )", kata Leyna kepada Dokter Simon.
"As your apology earlier, how about tonight you accompany me for a walk and enjoy the night time in this city Leyna", ( Sebagai permintaan maafmu yang tadi, bagaimana kalau malam ini kamu menemaniku jalan-jalan dan menikmati waktu malam dikota ini Leyna )", jawab Dokter Simon kepada Leyna.
__ADS_1
"Dengan senang hati Dokter", jawab Leyna kepada Simon sambil tersenyum manis sekali.
"Deg,.......", jantungnya Dokter Simon tiba-tiba serasa seperti berhenti berdetak ketika melihat senyum manisnya Leyna tadi yang secara natural dan tidak dibuat-buat.
"Ayo kita keluar", kata Dokter Simon kepada Leyna dengan suara dibuat sebiasa mungkin.
Dokter Simon dan Leyna mereka berdua sudah keluar dari restoran tempat mereka makan tadi.
Dan sekarang mereka sedang jalan-jalan menyusuri jalanan sambil mencari tempat yang menurut mereka indah untuk menghabiskan waktu malam mereka.
Dokter Simon dan Leyna mereka berdua berbincang-bincang dan mengobrol serta bercanda ria sambil menyusuri jalan, hingga mereka sampai didanau buatan yang ada ditaman dekat kota, mereka berhenti sejenak untuk menikmati suasa malam didekat danau buatan itu.
Mereka duduk dikursi panjang yang ada ditaman dan didekat danau, sambil melihat hamparan air danau yang ada didepan mereka.
"Kalau boleh tahu kamu ketika didalam pesawat sepertinya sedang patah hati, apakah benar Simon??", tanya Leyna kepada Dokter Simon ketika mereka sudah duduk dikursi taman.
"Iya, kamu benar sekali Leyna, saya sedang patah hati kepada gadis yang sudah bertahun-tahun saya sukai dari jaman kita kuliah dahulu, dan dia hanya menganggapku sebagai seorang Kakak saja selama ini", jawab Dokter Simon sambil melihat kearah danau yang ada didepannya.
"Sering, bahkan sudah tidak terhitung berapa kali saya mengungkapkan perasaan saya kepadanya, dan jawabannya selalu sama, hanya menganggapku sebagai Kakaknya saja", jawab Dokter Simon dengan lirih karena teringat kembali dengan Dokter Bella yang sudah bahagia bersama Tara.
"Kamu yang sabar Simon, karena yang namanya Jodoh itu tidak akan kemana, lebih baik sendiri happy begini, daripada punya pacar yang rempong seperti mantan pacarku, mending jomblo seperti dirimu", jawab Leyna kepada Dokter Simon, membuat Dokter Simon langsung tertawa kecil mendengarnya.
Begitupun dengan Leyna dia juga tertawa ketika mendengar suara tawanya Dokter Simon.
"Apakah kamu sudah lama pacaran dengan mantan pacar kamu yang itu Leyna??", tanya Dokter Simon kepada Leyna.
"Belum, baru satu tahun berjalan tapi aku sudah tidak betah lama-lama dengannya, karena sikapnya itu", jawab Leyna kepada Dokter Simon sambil melihat kearahnya Dokter Simon.
"Kamu sudah melakukan apa saja dengan pacar kamu Leyna, secara anak muda jaman sekarang gaya pacarannya membuat jiwa jomblo meronta-ronta", goda Dokter Simon kepada Leyna.
"Kamu mau tahu saja Simon, yang terpenting aku tidak pernah melakukan hubungan itu kepadanya", jawab Leyna kepada Dokter Simon sambil melihat kearah air danau yang bersinar terkena sinar cahaya lampu.
Membuat Dokter Simon langsung mengalihkan pandangannya kearahnya Leyna ketika mendengar jawabannya Leyna.
__ADS_1
"Umur kamu berapa Leyna, karena yang aku lihat kamu lebih muda dariku", tanya Dokter Simon lagi kepada Leyna.
"Aku baru dua puluh tujuh tahun Simon", jawab Leyna kepada Dokter Simon.
"Dan aku tebak umur kamu sudah sekitar tiga puluh dua tahun ya", sambung Leyna lagi kepada Dokter Simon.
Dan Dokter Simon langsung mengangguk sambil tertawa kecil kepada Leyna.
"Ternyata waktu cepat juga berlalu, dan sekarang sudah jam sebelas malam saja Simon", kata Leyna kepada Dokter Simon sambil berdiri dan berjalan mendekati jembatan kecil yang ada didekat danau.
Dokter Simon langsung saja melihat kejam yang melingkar apik dipergelangan tangannya ketika mendengar perkataannya Leyna.
"Iya kamu benar juga Leyna, sudah malam ternyata", jawab Dokter Simon kepada Leyna sambil mendekati Leyna yang sedang berdiri diatas jembatan itu.
"Apakah kamu happy Leyna??", tanya Dokter Simon ketika sudah berdiri disampingnya Leyna.
"Happy sekali, prinsip didalam hidupku, jika yang aku kejar tidak aku dapatkan aku akan berusaha mengikhlaskan, akan tetapi jika sesuatu yang tidak aku harapkan aku mendapatkannya, aku akan mencoba menerimanya", jawab Leyna kepada Dokter Simon.
Dokter Simon langsung menghadap kearahnya Leyna, dan dilihat dari jauh, Leyna dan juga Dokter Simon terlihat sangat romantis sekali diterangi cahaya air danau yang menyilaukan mata.
"Iya kamu benar Leyna, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk melupakannya yang sudah bahagia dengan suaminya, dan aku akan membuka hatiku untuk wanita lain yang lebih baik selain dia", jawab Dokter Simon kepada Leyna.
"Nah begitu, itu baru namanya Dokter Simon, kalau tidak bisa move on, ganti saja jantung sama hati kamu, kan katanya kamu seorang Dokter Spesialis bedah Simon", jawab dan goda Leyna kepada Simon.
Membuat Simon langsung saja menggelitik perutnya Leyna hingga mereka tanpa sadar berpelukan karena Leyna merasa geli dengan ulahnya Dokter Simon.
Mereka tertawa bahagia sejenak melupakan masalah hati dan kepenatan fikiran mereka, dan Dokter simon juga sangat menikmati kebersamaannya dengan Leyna malam itu.
Bahkan mereka tanpa sadar menggunakan panggilan aku ketika sedang berbincang tadi, dan bukannya saya.
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1