
"Maaf Tuan, saya mau mengangkat telefon ini dulu", kata Simon kepada Tuan Darius dan Tuan Darius dia hanya mengangguk saja kepada Simon sambil terus memperhatikan Simon yang sedang mengangkat sambungan telefonnya.
Simon langsung saja mengangkat sambungan telefonnya itu yang ternyata dari pamannya yaitu Tuan Gavi.
"Halo Paman Gavi ada apa tumben menelfon Simon??", kata Simon ketika sudah mengangkat sambungannya Tuan Gavi.
"Ana sudah melahirkan Nak, dan dia melahirkan dirumah sakit MARIA HOSPITAL", kata Tuan Gavi menyampaikan berita gembira itu kepada Simon.
Simon yang mendengar berita itu dia langsung saja tersenyum sangat lebar sekali walau Tuan Gavi tidak melihatnya, karena Simon juga sangat senang mendengar kabar kelahiran keponakannya itu.
"Waaaah selamat Paman, tapi kenapa tidak dirumah sakit CORNELIUS??", kata Simon lagi kepada Tuan Gavi.
"Itu ada ceritanya Nak, nanti akan Paman ceritakan kepadamu jika bertemu", jawab Tuan Gavi lagi kepada Simon.
"Simon segera dan secepatnya akan kesana Paman, dan ada seseorang yang akan Simon ajak sekalian Simon kenalkan kepada kalian semua nanti", jawab Simon kepada Tuan Gavi sambil melirik Tuan Darius yang selalu melihat kearahnya.
"Baik Paman tunggu ya Simon, dan maaf malah Paman yang mengabarimu bukannya Xander, karena Xander dia sedang sibuk mengurusi Ana saat ini", kata Tuan Gavi lagi kepada Simon.
"Mau Paman Gavi atau Alexander sama saja yang terpenting Simon sudah diberitahu kabar gembira ini", jawab Simon kepada Tuan Gavi sambil tersenyum walau Tuan Gavi tidak melihatnya.
"Baiklah kalau begitu Paman tutup dulu telefonnya ya Simon, kamu lanjutkan saja pekerjaanmu dan Paman juga mau menggendong cucu Paman dulu", kata Tuan Gavi kepada Simon masih melalui sambungan telefonnya.
"Iya Paman, sekali lagi Simon ucapkan selamat ya Paman", kata Simon kepada Tuan Gavi lagi dan kali ini panggilan telefon mereka akhirnya benar-benar terputus.
Tuan Darius yang daritadi mendengar obrolan yang dibicarakan oleh Simon melalui sambungan telefon pun dia langsung menjadi penasaran, karena Simon menjawab telefonnya tidak berdiri menjauh melainkan masih duduk anteng dishofa seberangnya Tuan Darius.
"Saya mendengar nama Gavi dan Alexander, dan nama itu tidak asing ditelingaku, apa mereka Gavi Damara dan Alexander Damara Tuan Simon", kata Tuan Darius kepada Simon dan masih memanggil Simon dengan panggilan Tuan.
"Iya Tuan, Tuan Gavi adalah Paman kandung saya, dan Alexander adalah sepupu saya Tuan, dan tadi Paman sedang memberi kabar kepada saya jika Ana istrinya Alexander baru saja melahirkan", jawab Simon kepada Tuan Darius sambil tersenyum.
Tuan Darius dia langsung menampilkan wajah terkejutnya ketika mengetahui jika Simon adalah salah satu keluar terpandang diNegara itu, dan siapakah orang yang tidak mengenal Keluarga Damara.
Bahkan Perusahaannya Tuan Darius pun sedang menjalani kerjasama dengan Perusahaannya Tuan Gavi.
"Dan saya nanti juga akan mengajak Leyna untuk menjenguk keponakan saya itu Tuan dirumah sakit setelah atau sesudah menemui kedua orang tua saya nanti Tuan", jawab Simon lagi kepada Tuan Darius.
"Apa jabatan kamu diRumah Sakit itu Nak, karena saya tahu rumah sakit CORNELIUS HOSPITAL pemegang saham terbesarnya adalah Keluarga Damara", kata Tuan Darius kepada Simon.
__ADS_1
"Saya Direktur Utama dirumah sakit itu Tuan", jawab Simon dengan tersenyum formal kepada Tuan Darius.
Tambah terkejutlah Tuan Darius ketika mendengar pangkat dan kedudukannya Simon yang tidak main-main dirumah sakit Cornelius hospital.
Ketika mereka berdua yaitu Tuan Darius dan Simon sedang asik mengobrol tidak terasa cukup lama juga mereka mengobrol dan tiba-tiba ruangannya Leyna pun terbuka dan langsung masuklah Leyna yang sangat terkejut juga karena melihat Ayah dan juga kekasihnya sedang saling berhadapan.
"Ayah!!", kata Leyna ketika sudah masuk keruangannya dan melihat Ayahnya ada disitu dengan ekspresi terkejutnya.
"Sini Nak", kata Tuan Darius kepada Leyna.
Dan Leyna langsung saja duduk dishofa disamping Ayahnya.
"Sejak kapan kamu mengenal dan berpacaran dengannya??", tanya Tuan Darius kepada Leyna sambil melirik Simon.
"Sudah hampir dua bulanan ini Ayah, dan tadi malam dia baru saja melamarku serta juga rencananya Simon nanti mau mengenalkanku dengan kedua orang tuanya Ayah", jawab Leyna dengan jujur kepada Ayahnya.
"Apakah kamu benar-benar serius dengan anak saya anak muda??", gantian Tuan Darius bertanya kepada Simon.
"Saya serius Tuan, dan secepatnya juga saya akan menyiapkan pesta pernikahan saya dan juga Leyna", jawab Simon dengan mantap kepada Tuan Darius.
"Ayah lihat dia pemuda baik dan dia juga dari Keluarga baik-baik Leyna, Ayah senang kamu sudah lepas dari mantan pacar kamu siVino, karena daridulu Ayah tidak merestui kamu dengan dia karena dia sangat kasar dengan seorang perempuan", kata Tuan Darius kepada Leyna dengan lembut.
Dan bahkan Leyna sampai lupa belum menceritakan kepada Simon kepada dia bisa putus dengan Vino.
"Ayah tahu Nak, Ayah tahu semuanya dan Ayah selalu khawatir ketika kamu berpacaran dengannya", jawab Tuan Darius kepada Leyna.
"Dan maafkan saya Nak Simon, sebenarnya saya sudah mengetahui siapa kamu, karena saya selalu menyuruh orang untuk selalu mengawasi setiap gerak gerik anak saya ini, serta saya tadi hanya cuma ingin mendengarnya langsung dari mulut kamu itu sendiri, siapakah kamu sebenarnya", kata Tuan Darius kepada Simon sambil tersenyum hangat.
"Saya juga mengetahui jika semalam Leyna anak saya ini juga menginap diapartemen kamu kan", kata Tuan Darius kepada Simon membuat Leyna langsung tertawa malu mendengarnya.
Dan Simon juga sama halnya dengan Leyna, dia tersenyum malu kepada Tuan Darius.
Sebenarnya juga Tuan Darius dia sengaja juga masuk kedalam ruangannya Leyna, karena dari laporan anak buahnya jika Simon ikut masuk kedalam ruangannya Leyna, jadinya Tuan Darius ingin memastikannya sendiri.
Dan semua ekspresinya Tuan Darius tadi hanyalah akting semata dihadapannya Simon.
"Saya merestui hubungan kamu dengan anak saya Simon, akan tetapi saya mempunyai satu syarat untuk kamu", kata Tuan Darius kepada Simon dengan wajah serius.
__ADS_1
"Apa itu Tuan??", jawab Simon kepada Tuan Darius dengan mantap.
Dan Leyna yang mendengarnya pun menjadi deg-degan sendiri.
"Segera urus pernikahannya dengan anak saya secepatnya, karena saya juga tahu kamu sudah melakukan hubungan lebih dengan anak saya kan Simon", kata Tuan Darius kepada Simon.
"Baik Tuan secepatnya", kata Simon kepada Tuan Darius dengan mantap.
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu mau lanjut bekerja lagi, dan kamu Leyna ingat ini dikantor", kata Tuan Darius kepada Simon dan juga Leyna, membuat Leyna langsung tertawa kecil mendengar ancaman dari Ayahnya.
"Iya Ayah", jawab Leyna kepada Ayahnya.
"Iya Tuan", jawab Simon juga kepada Tuan Darius.
Dan setelahnya Tuan Darius langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung berlalu keluar dari ruangannya Leyna.
Tinggallah Leyna dan juga Simon diruangan itu. Simon lalu memberitahukan kepada Leyna jika nanti sore sepulang bekerja, Simon ingin mengajak Leyna untuk menjenguk anaknya Alex dan setelahnya Simon lalu mengajak Leyna untuk menemui kedua orang tuanya.
"Baiklah sayang, dengan senang hati aku ikut denganmu kemanapun kamu pergi", jawab Leyna kepada Simon sambil berpindah duduk disampingnya Simon.
"Jangan menggodaku deh Leyna, ini dikantor nanti jika ketahuan sama Ayah kamu bagaimana??", kata Simon kepada Leyna.
Karena Leyna sedang memainkan dadanya Simon dengan membuat garis-garis abstrak.
"Itu kan jika ketahuan, kalau tidak ketahuan kan tidak apa-apa", jawab Leyna kepada Simon sambil tersenyum kecil dengan memberikan kecupan ringan dilehernya Simon.
Membuat Simon langsung saja On dibuatnya dengan tingkahnya Leyna.
Simon langsung saja mendekatkan wajahnya kewajahnya Leyna, dan ketika sudah dekat dengan wajahnya Leyna, Leyna langsung saja berdiri dari duduknya dan langsung berlari menuju kekursi kerjanya.
"Yeeee ketipu, sudah lanjut nanti saja Simon, aku mau bekerja dulu, lagi pula semalam kita sudah melakukannya lima kali", kata Leyna yang ternyata hanya menggoda Simon, membuat Simon langsung saja tertawa melihat kelakuannya Leyna yang hanya mempermainkannya.
...πππππππππππππ...
Mampir yuk dimansionnya siVicktorπππ
__ADS_1
...πππππππππππππ...
***TBC***