
Berpindah keapartemennya Arga, Arga yang sudah berjalan keluar dari dalam kamarnya, dengan jalan perlahan Arga lalu menuruni tangga apartemennya menuju keruang makan.
Karena Arga sangat yakin jika suster Veronya sudah menyiapkan makanan untuknya.
Dan benar saja ketika Arga sudah sampai diruang makan miliknya, dia melihat sudah tersedia lauk pauk diatas meja makan yang Arga yakinin semua itu adalah masakannya Vero.
Ketika Arga baru saja duduk dikursi meja makan, dia dikejutkan oleh kedatangannya Vero dari belakang yang baru saja mencuci sprei dan bedcover miliknya Arga.
"Eh Tuan Arga sudah selesai mandinya??", kata suster Vero kepada Arga ketika dia melihat Arga sudah duduk dikursi meja makan.
"Ini semua kamu yang masak Vero??", tanya Arga kepada Vero.
"Iya Tuan, dan mungkin sudah dingin makanannya, apakah Tuan ingin aku panaskan lagi??", kata Vero kepada Arga sambil berdiri disampingnya Arga.
"Tidak perlu, kamu temanin saya makan saja", kata Arga kepada Vero.
"Apakah kamu sudah sarapan Vero??",,tanya Arga kepada Vero ketika Vero sudah duduk dikursi meja makan bersamanya.
"Belum Tuan, saya menunggu anda", jawab Vero dengan nada malu-malu kepada Arga.
Dan Arga langsung saja tersenyum kepada Vero ketika mendengar perkataannya Vero.
"Ya sudah kita makan yuk, aku sudah tidak sabar untuk mencicipi ini semua", kata Arga kepada Vero sambil tersenyum senang.
Dan Vero dengan sigap dia langsung saja mengambilkan makanan sesuai dengan apa yang ingin dimakan oleh Arga.
Setelah itu barulah Vero mengambil untuk dirinya sendiri.
"*Apakah Aleda sudah berangkat kesekolah??",tanya Arga kepada Vero.
"*Sudah Tuan, daritadi", jawab Vero kepada Arga disela-sela makan mereka.
Ketika mereka sedang asik makan, tiba-tiba telinga Arga dan Vero mendengar bell pintu apartemennya Arga berbunyi.
__ADS_1
Vero dengan segera dia beranjak berdiri dari duduknya untuk membukakan pintunya.
Dan ketika pintu sudah dibukakan oleh Vero, Vero melihat seorang ibu-ibu yang menatap Vero dengan tatapan kebingungannya.
"Kamu siapa?? dan kenapa kamu ada didalam apartemen anak saya??", tanya Ibu-ibu itu kepada Vero.
Dan yang datang ternyata adalah Mamahnya Arga, yang bernama Mamah Iris.
"Tuan Arga ada didalam Nyonya, mari silahkan masuk", jawab Vero kepada Mamah Iris dengan sopan dan ramah, karena Vero sangat yakin jika ibu-ibu itu adalah Mamahnya Arga.
Mamah Iris langsung saja masuk dan menuju keruang makan miliknya Arga dan melihat Arga sedang makan dengan begitu lahapnya.
Sedangkan Arga sendiri yang melihat Mamahnya datang dia sangat senang sekaligus sangat khawatir sekali karena Arga takut jika hubungannya dengan suster Vero tidak direstui.
"Mamah, Mamah sudah makan belum, mari makan bersama kami", kata Arga kepada Mamahnya ketika Mamahnya sudah duduk dikursi makan bersamanya.
Sedangkan Vero dia sudah duduk lagi dikursi yang tadi dia dudukin dengan perasaan malu, karena wajah dari Mamahnya Arga menunjukkan wajah yang tidak enak dilihat oleh Vero.
"Dia adalah perawat Arga Mah yang sebentar lagi juga dia akan menjadi istrinya Arga",, jawab Arga dengan langsung to the point kepada Mamahnya.
"Apa yang kamu bilang Arga, jangan bercanda dengan Mamah", kata Mamah Iris dengan nada yang sangat terkejut sekali.
"Dan jika dia seorang perawat kenapa dia tidak menggunakan pakaian perawat, terus untuk apa kamu membutuhkan seorang perawat didalam apartemen kamu??", tanya Mamah Iris dengan secara berterusan kepada Arga.
"Akan Arga jawab semua Mah, semua pertanyaannya Mamah", kata Arga kepada Mamahnya.
Sedangkan Vero dia hanya diam saja sambil menundukkan pandangannya.
"Yang pertama kenapa dia tidak memakai pakaian perawat, karena itu Arga yang menyuruh, yang kedua Arga tidak bercanda dengan perkataannya Arga yang mengatakan jika Vero ini adalah calon istrinya Arga Mah, terus yang ketiga kenapa Arga membutuhkan seorang perawat karena Arga baru saja terkena luka tembakan Mah diperutnya Arga, sedangkan yang terakhir bodyguard yang didepan itu karena suruhannya bos Alex", jawab Arga dengan panjang lebar kepada Mamahnya.
Mamahnya Arga masih tidak percaya akan perkataannya Arga, dan dia menunjukkan wajah yang semakin tidak bersahabat dengan Vero.
"Dia pasti hanya ingin mengincar harta kamu saja Arga, lihat saja bajunya harganya murahan seperti itu, Mamah yakin jika dia bukan sekelas dengan kita", kata Mamah Iris kepada Arga dengan sambil mengatakan perkataan yang tidak enak tentang Vero.
__ADS_1
Tidak cuma sekali atau dua kali Vero mendapatkan perkataan seperti itu, jadi Vero sudah sedikit kebal walau tetap merasakan sakit dihatinya.
"Cukup Mah!!, kenapa Mamah selalu mengukur seseorang melalui hartanya, asal Mamah tahu, kekayaan yang kita punya jika bukan karena bos Alex, kita semua pastinya sama seperti Vero, dan Mamah juga tidak bisa memakai pakaian serta perhiasan mahal seperti ini", kata Arga dengan geram kepada Mamahnya dan tidak terima jika Vero dihina oleh Mamahnya.
"Jika Mamah tidak menyetujui hubungannya Arga dengan Vero, Arga akan menyuruh Bos Alex menyita semua harta yang Mamah punya, Arga bersungguh-sungguh Mah, biar Mamah sama Ayah kembali miskin lagi", kata Arga kepada Mamahnya dengan wajah tegas dan marah.
"Kamu baru kenal dia saja sudah berani membantah Mamah Arga", kata Mamah Iris sambil menunjuk Vero dengan wajah murkanya.
"Bukan karena Arga baru mengenal Vero jadi berani membantah Mamah, tapi karena Arga sudah muak dengan sikap Mamah yang sok kaya itu, padahal kekayaan yang kita punya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekayaannya Tuan Gavi dan Bos Alex yang dia bahkan tidak pernah sombong sama sekali kepada semua orang", jawab Arga kepada Mamahnya lagi.
"Arga akan tetap menikahi Vero entah Mamah menyetujuinya atau tidak, sebab dia wanita yang jauh lebih baik dari semua wanita yang Mamah kenalkan kepada Arga yang hanya mencintai hartanya Arga saja", lanjut lagi perkataannya Arga kepada Mamahnya.
"Dan satu hal lagi Mah, jika Mamah sampai berani melukai perasaan atau fisiknya Vero, Mamah akan menanggung akibatnya, atau bisa saja Arga menyuruh para anak buahnya Bos Alex untuk menghukum Mamah", kata Arga untuk kesekian kalinya kepada Mamah Iris.
Mamah Iris sangat tahu akan kekejaman dari Keluarga Damara, dan dia bisa kaya seperti itu juga berkat kesetiaannya Arga kepada Keluarga Damara.
Namun harta membutakan matanya Mamah Iris yang menjadi sombong ketika dia sudah mempunyai segalanya.
Arga juga sengaja mengatakan hal yang sangat kasar seperti itu kepada Mamahnya supaya Mamahnya bisa sadar jika semua kekayaan yang mereka punya karena pemberian cuma-cuma oleh Keluarga Damara.
Jika Arga tega dengan Mamahnya sudah dari dulu apa yang dinikmati oleh Mamahnya Arga ambil lagi dengan mengatas namakan Keluarga Damara.
Sedangkan Ayahnya Arga sendiri, dia orangnya santai dan tidak pernah menuntut seperti Mamah Iris kepada Arga.
Setelah mendapatkan perkataan yang kurang menyenangkan dari Arga, Mamah Iris langsung saja beranjak berdiri dari kursi yang didudukinya dan langsung saja keluar dari dalam apartemennya Arga dengan perasaan marah yang amat sangat marah sekali kepada Arga dan juga Vero.
Bagaimana pun juga semua yang dikatakan oleh Arga tadi adalah benar, jika bukan pemberian dari Keluarga Damara, keluarganya Arga termasuk keluarga miskin.
Serta Arga akan terus mempertahankan Vero walau Mamahnya tidak merestuinya, dan Arga akan benar-benar tega dengan Mamahnya jika Mamahnya sampai melakukan hal nekat kepada Vero.
...πππππππππππππ...
...***TBC***...
__ADS_1