GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
BONCHAP 14


__ADS_3

Ketika hari berikutnya, Keluarganya Ayah Geoff yang sedang pada sarapan pagi diruang makan rumahnya Ayah Geoff.


Arga lalu mengutarakan perkataannya kepada Vero kemarin, untuk meminta tolong kepada Mamah atau pun Kakaknya yaitu Daneil untuk mengantarkan Vero kemall.


"Em Mah, Arga boleh minta talong tidak kepada Mamah??", kata Arga kepada Mamah Iris disela-sela sarapan mereka.


"Mau minta tolong apa Arga??'', jawab Mamah Iris kepada Arga.


"Mamah bisa tidak tolong antarin Veronica kemall, dia ingin sekali jalan-jalan kesana Mah", kata Arga kepada Mamah Iris.


"Aduh Arga, kalau hari ini Mamah tidak bisa Arga, karena Mamah akan ikut arisan bersama teman-teman Mamah", jawab Mamah Iris kepada Arga.


"Kenapa tidak kamu sendiri Arga yang mengantarkan Vero??", tanya Ayah Geoff kepada Arga.


"Kalau bisa pastinya Arga yang akan mengantarkan Vero Ayah, tapi Arga benar-benar tidak bisa sekali, karena pekerjaan dari Bos Alex sangat banyak sekali, apalagi Bos Alex juga mengambil alih proyek yang ada diSingapore sana, semakin banyak lagi pekerjaannya Arga", jawab Arga kepada Ayah Geoff.


Daneil yang ikut sarapan pun dia masih diam saja sambil terus mendengarkan percakapan semua orang dengan sambil juga menikmati makanannya.


Dan Ayah Geoff dia hanya beroh ria saja menjawab perkataannya Arga tadi.


Arga ketika sudah menjawab perkataannya Ayah Geoff, dia lalu mengalihkan pandangannya kearah Kakaknya yang duduk berseberangan dengan Vero itu.


"Kalau Kak Daneil apakah sibuk hari ini??", tanya Arga kepada Daneil.


"Memangnya kenapa??", tanya balik Daneil kepada Arga.


Sedangkan Vero dia hanya diam saja daritadi. Dan Aleda juga dia baru saja berpamitan kepada semua orang untuk berangkat kesekolah tadi.


"Bisa tolong antarkan Vero jalan-jalan kemall Kak hari ini??", kata Arga lagi kepada Daneil yang sedang mengunyah makanannya.


Membuat Daneil reflek tersedak dari mengunyahnya karena terkejut dengan perkataannya Arga tadi.


Mamah Iris yang duduk bersebelahan dengan Daneil pun dia langsung saja memberikan air minum kepada Daneil.


"Kalau makan itu hati-hati", kata Mamah Iris kepada Daneil sambil menepuk pelan punggungnya Daneil.


Sedang Vero dia hanya melirik sekilas saja ketika Daneil tersedak, sebab Vero tahu jika Daneil pastilah terkejut mendengar perkataannya Arga tadi.


Arga tenang saja ketika meminta tolong kepada sang Kakak yaitu Daneil karena Arga yakin dan percaya jika Kakaknya tidak bakal menusuknya dari belakang.


Sebab Arga sangat tahu sekali bagaimana watak dan sifatnya Daneil selama ini.

__ADS_1


"Apa Kakak ada kegiatan hari ini??, bisa tidak mengantarkan Vero sebentar saja", kata Arga lagi kepada Daneil.


"Ehem-ehem, ehemm, iya-iya bisa, jam berapa??", kata Daneil kepada Arga sambil meredakan sakit tenggorokannya tadi karena tersedak.


Arga lalu mengalihkan pandangannya kearahnya Vero.


"Jam berapa sayang kamu maunya??", tanya Arga kepada Vero.


"Jam sebelasan siang nantilah sayang", jawab Vero kepada Arga.


"Ok, bisa kalau jam segitu, tpi kalau sore tidak bisa, sebab aku sekitar jam empatan nanti mau kekantor, untuk mengurus sesuatu", kata Daneil ketika sudah mendengar perkataannya Vero.


Vero dia hanya mengangguk saja kepada Daneil dengan formal biasa.


Ketika Arga dan Ayah Geoff sudah pada selesai sarapannya, mereka berdua langsung saja berpamitan untuk berangkat kekantor tempat kerja mereka masing-masing.


Tinggallah dirumah hanya bertiga saja yaitu Mamah Iris, Vero dan juga Daneil.


Vero yang semenjak hamil dia sering menghabiskan waktunya untuk berjemur diteras belakang dekat dengan kolam renang yang ada dirumahnya Ayah Geoff.


Vero begitu menikmati waktunya itu sambil mengusap lembut dan berbicara pada kedua calon babynya yang sudah diketahui jenis kelaminnya itu.


Daneil sendiri dia juga sering sekali memperhatikan Vero yang sedang berjemur seperti itu secara diam-diam.


"Kamu mau apa Vero didalam mall itu??", tanya Daneil kepada Vero sambil menyetir mobilnya.


"Tidak mau apa-apa Kak, hanya jalan-jalan saja, sambil melihat-lihat, jika nanti ada barang yang cocok Vero akan membelinya", jawab Vero kepada Daneil dengan ramah.


Dan Daneil dia hanya beroh ria saja kepada Vero.


Singkat cerita mobil yang dinaiki oleh Daneil serta Vero sudah sampai diparkiran mall yang mereka datangi.


Vero dia keluar terlebih dahulu dibandingkan Daneil.


Daneil yang sudah mengunci semua pintu mobilnya dia lalu mengikuti langkahnya Vero untuk hari itu sebagai bodyguard gratisnya Vero kemana pun kaki Vero melangkah.


Banyak para gadis yang melirik kearahnya Daneil, sebab Daneil begitu tinggi, tegap dan gagah badannya, khas seorang tentara sekali.


Namun Daneil dia hanya cuek saja tidak menanggapi pandangan para wanita yang melihatnya.


Didalam mall, Daneil dan Vero mereka begitu menikmati sekali apa yang sedang mereka lakukan dimall itu, bahkan mereka juga masuk kedalam time zone berdua untuk memainkan perbagai permainan yang ada didalamnya.

__ADS_1


Daneil dan Vero berasa seperti sepasang suami istri yang sedang berbahagia sekali, apalagi kondisinya Vero saat ini dia sedang hamil cukup besar sekali.


Ketika Vero sedang asik bermain dipermainan yang ada ditimezone, Daneil yang berinisiatif membelikan minum untuk Vero, dia tiba-tiba ditanya oleh salah satu pengunjung yang ada disana yang juga membeli minuman bersama Daneil.


"Istri anda sepertinya bahagia sekali ya Tuan", kata salah satu pengunjung itu kepada Daneil yang juga sedang membeli minuman bersama Daneil sambil melihat kearahnya Vero yang sedang tertawa bahagia sekali itu.


"Iya", jawab Daneil kepada orang tersebut sambil tersenyum manis dan juga sambil melihat kearahnya Vero juga.


"Hamil berapa bulan istrinya Tuan??", tanya orang itu lagi kepada Daneil.


"Sekitar lima atau enam bulanan Tuan", jawab Daneil kepada orang tersebut dengan ramah.


"Wah sebentar lagi dong, selamat ya Tuan", kata orang itu lagi kepada Daneil dengan tersenyum senang.


"Iya terimakasih", jawab Daneil lagi dengan singkat kepada orang tersebut sambil tertawa kecil.


Dan ketika pesanan minumannya Daneil sudah jadi, Daneil langsung saja berpamitan kepada orang itu dan langsung mendekati Vero.


Daneil sangat senang sekali, ketika banyak yang mengira jika Vero adalah istrinya.


Ketika Daneil dan juga Vero sudah puas berjalan-jalan kemallnya, mereka lalu memutuskan untuk pulang ketika sudah memborong semua barang yang mereka inginkan.


Vero dan Daneil yang sudah sampai diparkiran mobil, mereka berdua lalu berjalan mendekati mobil mereka.


Namun ketika Vero ingin membelokkan kakinya kearah mobilnya Daneil, tiba-tiba ada sebuah mobil yang mengendarainya dengan cukup kencang sekali, padahal itu masih berada diarea parkiran mall.


Daniel yang melihat ada mobil yang melaju dengan cepat, reflek Daneil langsung menyelamatkan Vero dengan cara mendorongnya kesamping, alhasil Daneillah yang tertabrak mobil tersebut hingga terlempar sekitar lima meter hingga akhirnya punggungnya Daneil menabrak tiang beton yang ada didalam parkiran tersebut.


Suasa berubah menjadi mencekam dan sang pengemudi mobil dia langsung saja mengendarainya mobilnya untuk melarikan diri dari tempat tersebut.


Beberapa pengunjung yang ada disitu yang melihat, mereka semua langsung saja membantu Vero yang pingsan dan juga Daneil yang sudah tidak sadarkan diri tersebut kerumah sakit terdekat.


Bahkan ada beberapa pengunjung ada yang mencegah mobil yang tadi menabrak Vero dan Daneil untuk melarikan diri namun gagal usahanya.


...🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍🍍...


Siap-siap tanduk dikepalanya Arga akan muncul😬


Dan orang itu dijamin akan masuk keliang kubur😢


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC Bonchap***...


__ADS_2