
Ana saat ini sedang berada dirumahnya Alex, tepatnya sedang berada dikamarnya Alex. Setelah pesta pernikahannya tadi bersama Alex selesai Ana langsung saja diajak Alex pulang kerumahnya Alex.
Sama seperti ketika pertama kali Ana masuk kerumahnya Alex, Ana yang juga pertama kali masuk kedalam kamarnya Alex dia juga tidak membohongi keterpesonaannya dengan interior yang ada didalam kamarnya Alex.
"Apa kamu mau mengagumi kamar Kakak terus Ana, bahkan kamar kamu juga sama indahnya dengan kamarnya Kakak", kata Alex kepada Ana.
"Kamar Kakak nyaman dan indah, Ana suka", jawab Ana kepada Alex.
"Kakak sedang apa sih?? ", tanya Ana kepada Alex.
"Ya Kakak mau membantu Ana melepaskan gaun ini, memangnya Ana mau tidur masih menggunakan gaun seperti ini?? ", jawab Alex sambil menurunkan zipper bajunya Ana.
"Tidak maulah Kak, gerah nanti Ana, ya sudah lepasin ya Kak", kata Ana lagi kepada Alex tanpa mengalihkan pandangannya melihat-lihat isi dalam kamarnya Alex yang super luas dan super mewah itu. Karena kamarnya Alex adalah kamar utama dirumahnya Alex.
Alex yang sudah menurunkan zippernya Ana hingga kepinggang membuat Alex tidak sadar tangannya bergerak mengusap lembut punggung putihnya Ana yang mana membuat Ana langsung merasa geli.
Walau Ana merasa geli dan posisi dia masih membelakangi Alex, Ana bahkan tidak tergoda sama sekali dengan sentuhannya Alex.
Ketika Ana merasa bajunya sudah terbuka, Ana langsung saja berdiri dari duduknya, dan itu membuat Alex yang sudah berfikiran kemana-kemana merasa sedikit kecewa.
"Terimakasih Kak, sudah dibuka kan zippernya, Ana mandi dulu ya, ini kamar mandinya dimana Kak, ada airnya kan Kak", kata dan tanya Ana kepada Alex.
Alex yang mendengar Ana bertanya apakah ada airnya, sungguh Alex ingin mencium bibirnya Ana hingga tidak bisa berbicara, enak saja rumah semewah ini dikatakan tidak punya air, begitulah batinnya Alex tadi ketika sudah mendengar perkataannya Ana.
"Disana sayang kamar mandinya, dan pastinya ada airnyalah Ana, rumah semewah ini ko tidak ada airnya", jawab Alex menahan gemas dengan Ana sambil menunjukkan letak kamar mandinya.
"Yaaah kan siapa tahu kehabisan air Kak, kan rumahnya Kakak sangat besar sekali", jawab Ana dengan polosnya, dan pipinya Ana pun sudah mulai sedikit lebih chubby lagi dari kemarin setelah beberapa hari berada dirumah dengan memakan makanan yang bergizi dan terjaga.
Alex yang sudah tidak tahan dengan kegemasannya kepada Ana, Alex langsung saja mencium bibirnya Ana. Hingga Ana tiba-tiba sedikit mendorong Alex membuat ciuman mereka terlepas. Dan Alex pun juga terkejut dibuatnya.
"Kakak ih selalu cium Ana dengan tiba-tiba, bikin Ana terkejut", kata Ana setelah ciuman mereka terlepas.
Alex hanya membalas dengan mencubit pipinya Ana saja karena gemas.
"Sudah Ana mandi dulu ya, Kakak mau menghubungi Arga dahulu", kata Alex kepada Ana.
Dan Ana langsung saja masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih badannya. Setelah Ana masuk kedalam kamar mandi, Alex langsung saja berjalan menuju keruang kerjanya yang masih terhubung dengan kamarnya.
__ADS_1
Setelah menghubungi Arga, Alex langsung membuka berkas-berkas yang diberikan Arga kemarin kepadanya. Hingga Alex lupa sudah sekitar satu jam Alex berada diruang kerjanya.
"Astaga aku lupa jika sedang meninggalkan Ana dikamar", kata Alex dan dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan masuk kedalam kamar.
Ketika Alex sudah masuk kedalam kamar dia melihat Ana sudah terlelap tidur diatas ranjang empuknya dengan memakai selimut hingga kelehernya. Tidak mau mengganggu Ana, Alex langsung berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih badannya dan juga ganti baju dengan baju tidur.
Walau malam itu masih sekitar pukul sembilan malam, akan tetapi Ana dan Alex rasanya sudah merasakan kecapekan karena seharian menyalami dan menyambut para tamu undangan yang datang kepesta pernikahannya.
Ketika Alex sudah selesai mandi dia hanya bertelanjang dada dan hanya memakai celana pendek saja. Setelah itu Alex lalu menyusul Ana tidur. Akan tetapi ketika Alex akan masuk kedalam selimut yang dipakai Ana, anacondanya yang tadinya sudah tidur tiba-tiba langsung terbangun ketika dia melihat Ana tidak memakai baju sama sekali.
"Sungguh bodohnya aku tadi meninggalkan keindahan seperti ini begitu lama", kata Alex pelan sambil mulai menciumin wajahnya Ana hingga kebibirnya.
Perlahan Alex mulai turun kelehernya Ana dan tangannya Alex pun sudah bekerja pada mestinya diatas squishynya Ana.
Ana yang terganggu dengan kegiatannya Alex dengan perlahan dia mulai membuka matanya. Dan Ana melihat Alex sedang menghisap squishy miliknya.
"Aaaaah", de***h Ana tanpa sadar.
"Kakak sedang apa sih", tanya Ana dengan polosnya kepada Alex.
"Ana kenapa tidak memakai baju sama sekali, bikin Kakak kepingin menerkam Ana saja", kata Alex dengan suara seraknya kepada Ana.
"Baju yang dulu Ana tinggal disini masih tersimpan rapi dikamar yang dulu Ana tempatin", jawab Alex sambil meremas lembut squishynya Ana.
"Masalahnya Ana lupa Kak dimana letak kamarnya", jawab Ana dengan wajah lucunya.
"Disitu walkinclosetnya Kakak sayang", kata Alex menunjukkan letak walkincloset menggunakan dagunya.
Sedangkan tangannya Alex yang tadi sedang meremas lembut squishynya Ana, perlahan merambat turun kebawah hingga sampai ketempat surgawinya Ana.
"Aaaah Kak Xander", reflek Ana karena tangannya Alex memainkan benda kecil sensitivnya Ana.
Yang niat awal mereka ingin tidur karena capek dan lelah, menjadi mereka urungkan. Alex lalu memulai aksinya dengan berawal mencium lembut bibirnya Ana dan setelah itu merambah kemana-mana hingga terjadilah yang mestinya terjadi seperti sepasang suami istri yang seharusnya.
........... *********..... ......
Jika Ana dan Alex sedang memadu kasih, Dokter Bella sedang tidak bisa tidur, beda lagi dengan Tara yang saat ini dia sedang berada dikamarnya dan sedang tersenyum sendiri membayangkan kejadian tadi ketika bersama Dokter Bella.
__ADS_1
Sebelum kepernikahannya Ana, Tara yang sengaja menunggu Dokter Bella diparkiran khusus Dokter, Tara langsung saja menarik paksa tangannya Dokter Bella ketika Tara melihat Dokter Bella sudah turun dari dalam mobilnya.
Sekuat tenaga Dokter Bella waktu itu melawan Tara, akan tetapi Dokter Bella kalah tenaga dengan kekuatannya Tara.
Ketika Tara sudah berhasil memasukkan Dokter Bella kedalam mobilnya, Dokter Bella berusaha membuka pintu dan memberontak kepada Tara akan tetapi percuma saja, karena pintu mobil sudah dikunci oleh Tara.
"Tuan mau menculik saya ya, tolong buka pintunya Tuan, anda mau membawa saya kemana", kata Dokter Bella kepada Tara yang sudah menjalankan mobilnya keluar dari area rumah sakit.
"Hey Tuan, saya berbicara kepada Anda, ayo jawab jangan diam saja", kata Dokter Bella lagi kepada Tara karena Tara daritadi diajak berbicara hanya diam saja.
Tara tiba-tiba menghentikan mobilnya dipinggir jalan, membuat Dokter Bella reflek ingin membuka pintu mobil.
"Percuma saja sayang karena pintunya terkunci, dan percuma saja kamu berteriak, karena mobil saya sudah saya desain dengan kedap suara, dan kacanya pun tidak tembus pandang dari luar", kata Tara kepada Dokter Bella membuat Dokter Bella langsung melototkan matanya kepada Tara.
"Diam dan menurut, atau nanti saya cium, lagi pula saya tidak menculik kamu", kata Tara kepada Dokter Bella lagi dan setelah itu dia melanjutkan perjalanannya lagi.
"Hey kalau bukan menculik terus apa dong ini artinya, cepat turunkan saya Tuan, kasihan pasien-pasien saya yang sudah menunggu lama daritadi, Tuan Tara, hey Tuan", kata Dokter Bella dengan begitu cerewetnya kepada Tara
Tara langsung menepikan mobilnya lagi, dan dia langsung saja mencium Dokter Bella tepat dibibirnya membuat Dokter Bella langsung diam seketika.
"Diam atau aku akan melakukan lebih daripada ini Amanda", kata Tara sambil mengusap lembut bibirnya Dokter Bella. Dan setelah itu Tara melanjutkan lagi mobilnya menuju butik yang paling mahal dikota itu untuk mendandani dan mencari baju yang bagus untuk Dokter Bella keacara pernikahannya Ana.
Ketika sudah selesai didandani dan juga memakai baju yang serasi dengan jas mahalnya Tara, Tara begitu terpesona ketika tadi melihat Dokter Bella baru saja selesai didandani.
"Sungguh sangat perfect dan sangat cantik", kata Tara sambil berjalan mendekati Dokter Bella.
"Kita mau kemana sih Tuan, hingga saya didandani begini seperti akan menghadiri sebuah pesta saja", tanya Dokter Bella kepada Tara.
"Kepesta pernikahan", jawab Tara singkat kepada Dokter Bella.
"Jangan bertanya lagi, ayo segera kita berangkat", kata Tara mengulurkan tangannya kepada Dokter Bella.
Dan setelah Dokter Bella menyambut uluran tangannya Tara, mereka lalu masuk kedalam mobilnya Tara lagi dan melanjutkan perjalanannya menuju keacara pernikahannya Ana.
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Yah begitulah Readers bagaimana Dokter Bella bisa diajak Tara keacara pernikahannya Anaππ
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***