GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 153


__ADS_3

Tepat sekitar pukul satu pagi Alex yang masih terjaga didalam ruangan sambil menonton televisi yang tersedia didalam ruang VVIPnya Bella untuk menemani rasa kantuknya, tiba-tiba Alex mendengar suara pintu terbuka, dan Alex fikir yang masuk adalah Nico yang tadi dia suruh untuk membeli makanan, namun ketika Alex menolehkan pandangannya kearah pintu ternyata yang masuk adalah semua keluarganya dan juga brankarnya Tara beserta Tara yang baru saja selesai operasi.


Alex langsung saja berdiri untuk menyambut para keluarganya dan melihat juga bagaimana kondisinya Tara.


Sungguh Alex tidak tega melihat wajah semua Keluarganya yang terlihat sangat sedih sekali.


Ana, Papah Aldric dan juga Mamah Angel mereka yang lagi memejamkan matanya untuk tidur, mereka semua seketika terbangun ketika mendengar suara sedikit ribut diruang perawatannya Bella.


Alangkah terkejutnya Ana, Papah Angel dan juga Mamah Angel jika Tara sudah dipindahkah keruangan yang sama dengan Bella dan brankarnya diletakkan berdampingan dengan brankarnya Bella.


Tadi para Keluarga yang menunggu Tara yang masih dioperasi mereka semua langsung saja beranjak bangun dari duduk mereka ketika mereka semua melihat pintu ruang operasinya terbuka dari dalam.


Dan ketika keluar ternyata yang keluar adalah orang yang daritadi mereka tunggu, yaitu Tara yang masih memejamkan matanya diatas brankar yang lagi didorong oleh para Dokter.


Tuan Fredo dia langsung saja menanyakan kondisinya Tara kepada Dokter yang menangani operasinya Tara, namun Dokter itu menjawab jika Tara lebih baik dipindahkan dulu ketempat perawatan dan Dokter itu akan menjelaskan semuanya didalam ruang perawatan itu.


Dan disinilah mereka semua sudah berada diruang perawatan yang sama dengan Bella.


"Mari kita duduk dulu dishofa sana Tuan, Nyonya, dan akan saya jelaskan mengenai kondisinya Tuan Tara", ajak Dokter itu kepada semua orang untuk duduk dishofa yang ada didalam ruangan itu.


Tidak semuanya mengikuti Dokter itu duduk dishofa itu, hanya para laki-laki saja, sedangkan para wanita mereka menjaga serta melihat kondisinya Tara yang baru saja dioperasi itu.


"Begini Tuan, kondisinya Tuan Tara belum stabil, namun operasi yang kita lakukan tadi syukur berjalan dengan lancar, namun kabar buruknya Tuan Tara akan mengalam koma yang entah sampai berapa lama kita tidak bisa memprediksinya Tuan", kata Dokter itu menjelaskan kepada semua para laki-laki yang ikut duduk bersama sang Dokter.


Walaupun tadi sudah diberitahu oleh Dokter jika Tara akan koma, namun tetap saja hati kecil mereka semakin sedih dengan mendengar lagi berita yang sama dari Dokter yang berbeda.


"Benturan yang dialami Tuan Tara sangat keras sekali, hingga dia mengalami pendarahan dikepalanya tidak bisa dibilang sepele, bahkan kita tadi harus benar-benar membersihkan dan mengoperasi kepalanya Tuan Tara dengan sangat hati-hati sekali Tuan", kata Dokter itu lagi kepada semua orang.

__ADS_1


"Namun ada kabar baiknya disini Tuan-tuan, cidera yang dialami Tuan Tara tidak sampai mengenai otak kecilnya, karena jika sampai mengenai otak kecilnya bisa kemungkinan besar Tuan Tara akan mengalami amnesia", sambung lagi perkataannya sang Dokter untuk semua orang.


Dan semua orang masih saja diam sambil terus mendengarkan penjelasan dari sang Dokter.


"Kita harus lebih banyak berdoa semoga Tuan Tara akan segera sadar dan berkumpul dengan kita semua disini", kata Dokter itu lagi untuk kesekian kalinya dan langsung diaamiinin oleh semua orang.


"Dan kami akan terus memantau kondisinya Tuan Tara sampai dia benar-benar sadar dan juga sembuh Tuan-Tuan", kata Dokter lagi kepada semua orang.


"Sekiranya cukup sekian penjelasan dari saya, apakah Tuan-Tuan ada yang ingin ditanyakan kepada saya??", tanya sang Dokter kepada semua orang yang sedang ikut duduk bersamanya.


"Tidak ada Dok, terimakasih atas semua bantuannya Dokter, nanti jika kami ada yang ingin ditanyakan kami akan menanyakannya kepada anda Dokter", jawab Tuan Fredo kepada Dokter itu untuk mewakili mereka semua, sambil tersenyum ramah.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan-tuan dan selamat pagi", jawab Dokter itu kepada Tuan Fredo dan semua orang sambil tersenyum ramah.


Sang Dokter setelah berkata seperti itu dan menjabat tangan kepada semua orang dia langsung saja beranjak pergi dari ruangannya Bella dan juga Tara.


Wajar saja lama, karena Nico harus mutar-mutar dahulu untuk mencari restoran atau Cefe yang masih buka dijam yang sangat larut seperti itu.


Nico hanya mengangguk sambil tersenyum ramah saja ketika berpas-pasan dengan Dokter yang akan keluar itu.


Dan ketika Nico masuk, dia sangat terkejut melihat Kakak iparnya Tara sudah dibawa masuk kedalam ruangan yang sama dengan Kakaknya dengan keadaan kepalanya yang digunduli dan juga diperban.


Nico yang sudah menaruh semua makanan yang dibawanya diatas meja dia langsung saja melihat kondisi Kakak iparnya yang terlihat sangat menyedihkan sekali, sampai-sampai Nico tidak tahan melihat sepasang suami istri yaitu Kakaknya dan juga Kakak iparnya harus terbaring dengan kondisi yang bisa dibilang sangat buruk.


"Semuanya mari kita semua makan dulu, karena kita semua belum makan, dan ini pun hampir pagi, jangan sampai jika Tara dan juga Bella sadar kitanya yang gantian sakit", kata Alex kepada semua keluarganya sambil menyuruh mereka semua makan makanan yang baru saja dibeli oleh Nico tadi.


"Mommy tidak nafsu makan Nak", jawab Mommy Dania kepada Alex dengan lesu.

__ADS_1


Alex langsung melihat kearah Tuan Fredo yaitu mertuanya ketika mendengar perkataan dari Mommy Dania, dan Tuan Fredo yang melihat tatapannya Alex dia menjadi tahu apa yang harus dia lakukan.


Mereka semua sebenarnya juga pada tidak nafsu makan, namun bagaimanapun juga mereka semua harus makan untuk mengisi kekosongan diperut mereka.


Dengan bujukan dari Tuan Fredo akhirnya Mommy Dania mau makan juga walau itu hanya sedikit, dan Alex dia juga mengambilkan makanan untuk Ana yang sepertinya dia juga sedang tidak bernafsu makan.


"Sayang makan ya, kasihan Baby L jika kamu tidak makan, karena kamu menyusui sayang, nanti jika tidak makan ASInya tidak ada rasanya, makan ya untuk Baby L dan untuk kesehatannya Ana juga", bujuk Alex kepada Ana dengan sangat sabar sekali.


Ana malam itu dia tidak banyak berkata, bahkan dia daritadi hanya diam saja tanpa mengeluarkan suaranya sama sekali, karena dia begitu sangat sedih sekali seperti Mommy Dania.


Dengan diam dan hanya mengangguk saja kepada Alex, akhirnya Ana mau juga untuk makan, dan benar apa kata Alex, jika Ana harus banyak makan supaya baby Luis bisa meminum ASInya dengan kenyang.


Mereka semua langsung saja makan dengan dipaksakan karena sebenarnya mereka semua tidak nafsu makan, malam menjelang pagi itu mereka semua belum pada bisa tidur, walaupun Ana, Papah Aldric dan juga Mamah Angel mereka bertiga bisa tidur tadi namun ditidur mereka tidak bisa nyaman dan selalu kefikiran akan kondisinya Bella dan juga Tara.


...🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡🌡...


Untuk kondisinya Bella dan Tara itu real pemikiran dari author ya readers, dan ditambah juga dari hasil browsing😁😁😁.


Yuk mampir di novelnya Vicktor😎



Dan ini perkenalkan visualnya siVicktorπŸ˜œπŸ˜‚πŸ˜‚



__ADS_1


***TBC***


__ADS_2