
Ana sangat senang sekali melihat semua Keluarganya sudah pada datang hari itu kemansionnya.
Namun berbeda dengan Alex, dia malah kebingungan karena semua keluarganya sudah siap memakai pakaian olahraga sepertinya juga.
"Sebenarnya ada apa sih dimansion kalian, kenapa kita semua disuruh memakai pakaian olahraga begini??", tanya Tara kepada Alex dan juga Ana ketika dia sudah duduk dishofa yang ada disitu bersama yang lainnya juga.
"Iya nih, ada apa sih??", tanya Tuan Gavi juga kepada Alex serta Ana.
Alex menjawab pertanyaan dari semua orang dengan hanya mengedikkan bahunya saja, sambil mengkode melalui wajahnya kearahnya Ana.
Pertanda mereka semua disuruh bertanya kepada Ana, yang sedang asik menggoda baby Zi.
Dan baby L sendiri tadi ketika dia melihat semua keluarganya sudah pada datang, dia lalu berjalan menghampiri mereka dengan kaki kecilnya serta dengan wajah lucunya itu.
Tuan Fredo dia langsung saja membawa baby L kedalam gendongannya, sambil mengajak duduk kepada mereka semua tadi dishofa seberangya Alex dan juga Ana.
Ketika Tara ingin bertanya kepada Ana, tiba-tiba pandangan mereka semua teralihkan dengan kedatangan dari Bi Lena untuk melaporkan kepada Ana jika semua yang dibutuhkan dihalaman belakang sudah siap semua.
Dan Ana lalu mengajak semua keluarganya untuk beranjak dari ruang keluarga menuju kehalaman belakang mansionnya.
"Ini sebenarnya ada apa sih Ana, ko ada speaker besar dan ada panggung kecilnya pula, apa kita mau bersenam??", kata Mommy Dania kepada Ana ketika mereka semua sudah pada sampai dihalaman belakang mansion, dan semua pekerja sudah pada menunggu disana semuanya.
Bagi para pekerjanya Alex, mereka sangat senang sekali dengan adanya acara senam seperti itu.
Karena mereka bisa sedikit terhibur dari rutinitas mereka semua, dan mereka bisa sedikit merilaxkan otak mereka yang jenuh dari pekerjaan mereka semua.
Ana yang ditanya oleh Mommynya, dia tidak menjawab sebab dia sedang merasa senang, karena Bi Lena tahu saja sudah menyiapkan sebuah panggung kecil yang terbuat dari meja-meja besar yang dijadikan menjadi satu itu.
Sedangkan para keluarga yang lainnya mereka sudah menebak jika Ana nanti akan membuat kehebohan dimansionnya Alex.
Dan Alex sendiri perasaannya tiba-tiba menjadi tidak enak sendiri, sebab ketika dia mengalihkan kesemua penjuru arah tidak menemukan instruktur senam ada disitu.
"Ayo Kak naik keatas meja itu", kata Ana dengan tiba-tiba kepada Alex yang sedang bersiap siaga akan serangan dadakan dari Ana supaya dia tidak terkejut nantinya.
Tapi tetap saja perkataannya Ana sukses membuat jantung dia terkejut setengah mati.
__ADS_1
Semua keluarga langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Ana yang berkata seperti itu kepada Alex.
"Maksud kamu apa Ana??", tanya Tuan Gavi kepada Ana.
Ana hanya menjawab dengan senyuman perkataannya Tuan Gavi tadi kepadanya.
"Ayo Kak, cepetan segera naik, mereka semua sudah pada menunggu", kata Ana lagi kepada Alex, membuat Alex semakin bingung dengan perkataannya Ana.
"Tunggu sebentar", kata Alex kepada Ana dengan ekspresi kebingungannya.
"Disini tidak ada instruktur senam, terus Ana menyuruh Kakak naik kesitu, apa itu artinya Kakak yang disuruh untuk menjadi instruktur senamnya Ana??", sambung lagi perkataannya Alex kepada Ana.
Dan langsung dijawab anggukan semangat dari Ana dengan senyum yang mengembang dengan sangat lebar sekali.
Sungguh anggukan dari Ana membuat Alex langsung saja membuka mulutnya sangat lebar sekali, seakan mobil pun bisa kesedot masuk kedalam mulutnya itu.
Namun berbeda dengan para keluarganya, mereka semua langsung saja menahan suara tawanya ketika melihat anggukannya dari Ana tadi kepada Alex.
Dan suara tawa dari Taralah yang pecah duluan dibandingkan yang lainnya, karena dia sudah tidak tahan melihat ekspresinya Alex yang sangat jelek sekali menurutnya.
Sedang Alex dia langsung saja menunjukkan muka masamnya kepada semua keluarganya.
"Ayo Alex segera naik, aku sudah tidak sabar mengikuti semua gerakanmu nanti diatas sana", kata Tara sambil tertawa dengan cukup puas kepada Alex dengan sambil juga menunjuk meja yang sudah tersusun rapi itu.
Alex yang tidak terima melihat suara tawanya Tara yang sangat puas itu, dia lalu ingin membalas Tara.
"Sayang, Kakak mau naik asal Kakak ditemani oleh Kak Tara ya", kata Alex menunjukkan wajah memelasnya kepada Ana.
Membuat Tara langsung saja terdiam dari suara tawanya ketika mendengar perkataannya Alex tadi sambil melototkan matanya kepada Alex.
Ana langsung saja mengiyakan perkataannya Alex tadi, dan langsung juga membuat semua keluarga gantian mentertawakan Tara.
"Si4l4n kamu Lex", kata Tara kepada Alex sambil menunjukkan kepalannya kepada Alex.
Dan Alex hanya menjawab dengan tersenyum miring saja kepada Tara.
__ADS_1
"Ayo sayang segera naik bersama Alex sana, cepetan nanti keburu panas ini", kata Bella kepada Tara sambil tertawa lucu.
Ana lalu menyuruh semua para pekerjanya berbaris dan berjejer dengan rapi supaya bisa segera dimulai.
Sedangkan untuk para keluarga, mereka semua sudah ada dibarisan paling depan diantara para pekerja semuanya.
Alex dan Tara mereka berdua sudah berada diatas panggung meja yang sudah disiapkan itu.
Sungguh dua orang laki-laki yang tampan dan berbadan atletis sedap dipandang membuat mata para pekerja perempuan dimansionnya Alex yang ikut bersenam, menjadi cerah dan tidak mengantuk.
Alex dan Tara mau tidak mau mereka harus membuat gerakan yang sungguh tidak bisa mereka kuasai sebelumnya.
"Ayo segera nyalakan musiknya", kata Ana menyuruh pekerjanya untuk menyalakan musiknya.
Dan ketika musik sudah menyala, Alex serta Tara mereka berdua membuat gerakan yang tidak sama, dan malah bercanda sendiri diatas panggung meja itu.
Karena Alex dan juga Tara seumur-umur baru kali itu melakukan senam, apalagi menjadi instrukturnya.
"Bodoh kamu Tara", kata Alex sambil tertawa lucu ketika melihat gerakannya dan gerakannya Tara tidak sama.
"Kita berdua itu sama-sama bodoh tahu!!",, jawab Tara kepada Alex sambil terus menggerakkan badannya dengan asal.
Sedangkan untuk orang-orang yang mengikuti gerakannya Alex serta Tara, mereka juga asal-asalan dalam bersenamnya dan menciptakan gerakan mereka sendiri.
Sebab instrukturnya pun juga sembarangan dalam menciptakan gerakannya.
Pagi itu mansionnya Alex yang bisanya sunyi sepi dengan aktifas keramaian seperti itu.
Minggu pagi itu, mansionnya Alex sangat ramai dan dipenuhi dengan canda tawa dari semua orang yang ada dimansionnya Alex.
Bahkan para anak buahnya Alex yang sebagian besar dari mereka adalah bodyguard semua dan berbadan besar.
Mereka tidak menyangka saja, orang seperti Alex dan Tara yang sangat mereka takuti mau menjadi instruktur senam dadakan disuruh oleh Nyonya muda mereka, siapa lagi orangnya jika bukan Adriana Damara.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC***...