GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 51


__ADS_3

Akhirnya mobil yang dikendarai Alexander dan juga Ana, serta Tuan Fredo dan Mommy Dania sampai juga dirumah mereka.


Ketika mereka masih dirumah sakit, Tara yang sedang berada dirumah dan sedang menghias rumah sedemikian rupa untuk menyambut kedatangan adik tercintanya dan dibantu oleh para pembantu serta pekerja yang lainnya, tiba-tiba dia merasakan getaran ponsel disaku celananya.


Tanpa melihat siapa yang menelfon Tara langsung saja mengangkat panggilan itu, karena Tara sedang sibuk memberikan arahan kepada para pembantunya dan pekerjanya.


"Halo", kata Tara mengangkat sambungan telefonnya.


"Halo Tar, kamu lagi ada dimana??, dari kemarin-kemarin ditelefon tidak diangkat-angkat dan jika diajak nongkrong jawabannya sibuk terus", kata sipenelfon kepada Tara.


Tara lalu melihat kearah layar ponselnya, dan ketika sudah melihat, Tara langsung memutar bolam matanya. Karena yang menelfon adalah temannya yang bernama Delwyn.


"Aku dirumah juga lagi sibuk", jawab Tara singkat kepada Delwyn.


"Sibuk terus alasannya, sudah ini aku sama Aaron on the way kerumah kamu", kata Delwyn lagi kepada Tara.


"Ya-ya terserah kamu saja Wyn", jawab Tara dan dia langsung saja mematikan sambungan telefonnya.


Sedangkan Delwyn diseberang sana dia mengumpat kepada Tara, yang kebiasaan selalu mematikan sambungan telefon padahal belum selesai berbicara.


Setelah beberapa menit akhirnya Delwyn dan Aaron sampai juga dirumahnya Tara. Aaron dan Delwyn sendiri sudah bersahabat dengan Tara sejak jaman awal bangku kuliah hingga sekarang.


"Wuiiih ada perayaan apa ini bro dirumah kamu?? ", tanya Aaron kepada Tara ketika mereka sudah sampai dirumahnya Tuan Fredo.


"Tidak ada acara apa-apa", jawab Tara dengan cuek.


"Adik kamu Ana dimana Tara, ko tidak kelihatan", tanya Delwyn kepada Tara.


"Iya nih, biasanya dia kalau ada acara seperti ini paling antusias", kata Aaron juga menimpali perkataannya Delwyn.


Tara hanya diam saja mendengar perkataan dari kedua sahabatnya sambil terus memperhatikan para anak buahnya. Dan tiba-tiba mereka semua yang ada disitu dikagetkan dengan suara klakson mobil dan mereka semua bersuka cita menyambut dua buah mobil yang sudah mereka tunggu-tungu daritadi dan baru saja masuk kedalam halaman rumahnya Tuan Fredo, kecuali sahabatnya Tara Delwyn dan juga Aaron yang bingung dengan mobil yang baru saja datang itu.


Jika Aaron dan Delwyn mengetahui mobil yang satunya milik Tuan Fredo Daddynya Tara, yang membuat mereka penasaran mobil yang sangat mewah yang satunya milik siapa, begitulah batin Delwyn dan juga Aaron. Aaron dan Delwyn mereka berdua terus mengamati mobilnya Alex.


Alex langsung memberikan pengertian kepada Ana yang sangat takut akan keramaian seperti itu, walau orang-orang itu adalah para asistan rumah tangga dan para bodyguard Daddynya yang biasanya mengawalnya.


"Ayo Ana sayang, keluar yuk, tidak apa-apa mereka itu para bodyguard Daddynya Ana dan para asisstan rumah tangga dirumahnya Ana", kata Alex menenangkan Ana.


"Tapi Ana takut Kak", jawab Ana seperti ingin menangis.

__ADS_1


Mommy Dania dan Tuan Fredo mereka berdua yang sudah pada turun terlebih dahulu langsung saja mendekati mobilnya Alex.


Alex yang melihat kaca mobilnya diketuk dia langsung saja menurunkan jendela kaca mobilnya.


"Ayo sayang kita turun", ajak Mommy Dania kepada Ana.


"Ana takut Mommy, mereka kalau jahat lagi sama Ana bagaimana?? ", jawab Ana dengan polos dan ketakutan.


"Jika mereka jahat sama Ana, Daddy yang akan memberikan hukuman kepada mereka", jawab Tuan Fredo kepada Ana.


"Iya kan lagi pula ada Kak Xander disini", kata Alex kepada Ana.


"Kakak mau temanin Ana masuk?? ", tanya Ana dengan muka imutnya. Yang membuat Alex langsung saja mencubit pipinya Ana karena gemas.


"Mau dong, kan Ana calon istrinya Kakak, masa Kakak tega membiarkan Ana masuk sendiri", jawab Alex dengan tersenyum kepada Ana.


Dengan Analah Alex mudah tersenyum dan semenjak bertemu Ana juga Alex sering tersenyum dan itu pun cuma sama Ana saja.


"Itu Kak Xandernya sudah mau menemani Ana, ayo sayang kita masuk", kata Mommy Dania juga kepada Ana.


Tara yang melihat kenapa adiknya belum keluar-keluar juga dari dalam mobil akhirnya dia berjalan mendekati kedua orang tuanya.


"Kamu kan tahu sendiri psikisnya Ana masih terguncang, dia sedikit takut dengan keramaian seperti ini", jawab Tuan Fredo kepada Tara.


"Ayo Princess yuk keluar, Princess apa tidak rindu dengan rumah ini?? ", ajak Tara ikut-ikutan membujuk Ana.


Sedangkan kedua sahabatnya Tara Dalwyn dan juga Aaron dia masih terus memperhatikan Keluarga William.


Alex langsung saja turun terlebih dahulu daripada Ana. Dan ketika Dalwyn serta Aaron melihat yang keluar dari dalam mobil mewah itu mereka sangat terkejut pasalnya pewaris dan penerus Keluarga Damara ada dirumah sahabat mereka Tara.


"Itu kan Tuan Alex Wyn", kata Aaron kepada Dalwyn.


"Iya, sedang apa ya dia kesini?? ", jawab Dalwyn kepada Aaron dan mereka masih terus menatap kearah keluarga itu.


Dan setelah itu Alex membukakan pintu untuk Ana, keluarlah Ana menggunakan gaun putih selutut dengan lengan sesiku dan sepatu yang sangat cantik dan senada dengan warna bajunya. Membuat Aaron dan Dalwyn makin tambah terkejut. Karena fikir mereka Ana kenapa bisa satu mobil dengan Penerus Keluarga Damara.


"Itu kan Ana Ron, ko dia bisa satu mobil dengan Tuan Alex?? ", kata Dalwyn kepada Aaron.


Aaron yang masih terpukau dengan Ana yang begitu cantik hari itu dan terkejut juga karena Ana bisa satu mobil dengan Alex dia hanya diam saja tidak menanggapi perkataan sahabatnya Dalwyn.

__ADS_1


"Ayo Princess, kita masuk", kata Alex kepada Ana sambil mengulurkan tangannya untuk Ana genggam.


Ana langsung saja menyambut uluran tangannya Alex dengan tersenyum manis kepada Alex dan Ana lalu memeluk erat lengannya Alex seperti tadi ketika akan keluar dari rumah sakit.


Semua pembantu dan pelayan serta para bodyguard mereka menyambut dengan suka cita dengan kepulangannya Princessnya diKeluarga William.


Sedangkan Aaron dan Dalwyn mereka masih bingung dengan situasi yang mereka lihat saat ini. Dan apalagi Aaron dan Dalwyn melihat Ana memeluk erat lengan dari seorang Alexander penerus Keluarga Damara, membuat mereka semakin bingung dan penasaran.


"Terimakasih, kalian semua hari ini bisa menikmati hidangan yang sudah disediakan sepuas kalian, untuk menyambut dan merayakan kepulangan dari puteri saya ini", kata Tuan Fredo kepada semua pembantu, pelayan, serta bodyguard dan para pekerja yang lainnya.


Perkataan Tuan Fredo disambut dengan suka cita oleh para semua pekerja dan anak buahnya Tuan Fredo yang bekerja dirumahnya Tuan Fredo.


Tuan Fredo, Mommy Dania, Tara, Alex dan juga Ana serta jangan lupakan kedua temannya Tara Dalwyn dan juga Aaron mereka ikut duduk bersama diruang tamunya Tuan Fredo.


"Eh ternyata ada Dalwyn dan juga Aaron, maaf Tante tidak sadar ada kalian berdua disini", kata Mommy Dania kepada Aaron dan juga Dalwyn.


"Kalian sudah lama disininya?? ", tanya Tuan Fredo kepada Dalwyn dan juga Aaron.


Sedangkan Alex dia langsung memasang wajah dinginnya ketika melihat dua laki-laki yang seumuran dengannya ikut bergabung duduk bersama mereka.


"Baru saja sampai Om, ketika kami lewat sekalian mampir, terus setelah itu Om dan Tante pulang", jawab Dalwyn kepada Tuan Fredo.


Dan Aaron dia daritadi malah melihat kearahnya Ana terus yang sedang menyembunyikan wajahnya kedada Alex, dan Alex juga merangkul pundaknya Ana dengan mesra. Membuat Alex yang melihatnya dia sedikit melototkan matanya kepada Aaron.


"*Om, Tante sebenarnya apa yang terjadi kepada Ana, kenapa Ana bisa menjadi seperti i*tu, tidak seperti biasanya Ana seperti itu Om, Tante," tanya Aaron langsung kepada Tuan Fredo dan juga Mommy Dania.


"Nanti aku ceritakan, ceritanya panjang", bukan Tuan Fredo atau Mommy Dania yang menjawab, melainkan Taralah yang menjawab pertanyaan dari sahabtnya Aaron.


"Dan kenapa Tuan Alex ada disini serta bisa sedekat itu sama Ana Om?? ", tanya Aaron lagi kepada Tuan Fredo.


"Saya adalah calon suaminya Ana, dan Ana adalah calon istri saya Tuan Aaron Almero", jawab Alex kepada Aaron, membuat Aaron terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Alexander.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Author belum menemukan visualnya yang pas untuk Ana readers😬😬😬


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***

__ADS_1


__ADS_2