
Dokter Bella yang sudah masuk diruang kerjanya dia langsung mengomel dan marah-marah dengan tingkahnya Tara kepadanya tadi.
"Dasar laki-laki sinting, berani-beraninya dia bilang jika aku ini calon istrinya, dan dia juga seenaknya memakaikan ini cincin dijari manisku", gerutu Dokter Bella sambil melihat cincin berlian putih yang terpasang indah dijarinya.
Ketika Dokter Bella sedang mengamati cincin yang ada dijarinya, dia dikejutkan dengan pintu yang langsung terbuka dari luar.
"Astaga, Suspem kamu mengagetkanku saja", kata Dokter Bella kepada seseorang yang membuka pintu secara tiba-tiba tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan orang itu adalah suster yang berjaga didepan ruangannya sekaligus asisstan dan juga sahabatnya.
"Wuuuuiihh, cincinnya bagus banget, pasti mahal itu, dan sepertinya aku tidak pernah lihat kamu memakai cincin itu deh Bella, kamu baru beli atau itu cincin tunangan??, tapi ko modelnya seperti manly sekali, akan tetapi sangat cantik saat kamu pakai Bella", kata Suster Pamela yang tidak menanggapi perkataannya Dokter Bella dan langsung menarik tangannya Dokter Bella yang jarinya ada cincin pemberian dari Tara.
Dokter Bella lalu menceritakannya kepada Suster Pamela tentang kejadian tadi yang dialami dikoridor rumah sakit.
"Terus si upil kambing bagaimana keadaannya?? ", tanya Suster Pamela yang sangat antusias sekali mendengarkan cerita dari Dokter Bella.
"Dia marah, dengan muka yang memerah, dan aku puas melihatnya", jawab Dokter Bella kepada Suster Pamela.
"Terus laki-laki yang mengaku sebagai calon suami kamu itu orangnya tampan tidak Bella, coba ceritakan dong tentang dia", tanya Suster Pamela lagi kepada Dokter Bella sambil membayangkan laki-laki tampan.
"Tampan Mela, sangat tampan malah, tapi aku sedikit marah kepadanya, karena dia berani mencium bibirku ini", jawab Dokter Bella kepada Suster Pamela.
"Waaah, andai saja aku yang diciumnya", jawab Suster Bella sambil mengkhayal dicium oleh laki-laki tampan sekelas Alexander dan juga Tara.
Dokter Bella yang melihat temannya mengkhayal yang tidak-tidak, reflek Dokter Bella langsung memukul tangannya Suster Pamela, dan membuat Suster Pamela langsung terkejut dari menghalunya.
"Ish, kamu menggangguku saja Bella yang sedang mengkhayal yang indah-indah", omel Suster Pamela kepada Dokter Bella.
"Ngomong-ngomong kamu tahu tidak Bella siapa nama laki-laki itu?? ", kata Suster Pamela lagi kepada Dokter Bella.
"Kalau tidak salah dia namanya Grey Adintara William, iya itu Mela namanya", jawab Dokter Bella sambil mengingat-ingat namanya Tara.
"Adintara William, seperti tahu nama itu, sebentar-sebentar", kata Suster Pamela kepada Dokter Bella dan lalu Suster Pamela mengambil ponselnya yang ada disaku bajunya dan mengetikkan sesuatu.
Sedangkan Doktker Bella dia masih terus mengawasi apa yang dilakukan oleh Suster Pamela.
"Nah ketemu, apa ini orangnya Bella?? ", kata Suster Pamela dan langsung menunjukkan foto seseorang yang ada didalam ponselnya.
__ADS_1
"Iya dia orangnya Pamela, kamu ko bisa tahu?? ", tanya Dokter Bella kepada Suster Pamela.
"Makanya jadi orang jangan sibuk bekerja sama tidur saja, sekali-kali melihat berita atau membaca koran", jawab Suster Pamela kepada Dokter Bella.
"Cepat jawab dia siapa?? ", kata Dokter Bella dengan sangat penasaran sambil menunjuk ponselnya Suster Pamela.
"Dia itu anaknya Tuan Fredo William, orang terkaya didunia nomor tiga, dan laki-laki yang mengaku calon suami kamu, dia seorang CEO yang hebat, Keluarga mereka sangat berpengaruh dinegara ini Bella, sama dengan Keluarga Damara", jawab Suster Pamela kepada Dokter Bella.
Dan Dokter Bella sangat terkejut mendengar informasi yang baru saja didengarnya itu dari sahabatnya.
"Kamu beruntung Bella, bisa diakui calon istrinya oleh Tuan Tara, karena banyak perempuan cantik yang sudah mencoba meluluhkan hatinya, akan tetapi selalu gagal", sambung Suster Pamela lagi kepada Dokter Bella yang masih terdiam karena keterkejutannya.
"Sudah, aku kembali lagi kemejaku, ini laporan pasien yang kamu minta tadi", kata Suster Pamela lagi kepada Dokter Bella sambil memberikan sebuah map hijau.
Setelah itu Suster Pamela langsung pergi dari ruangan kerjanya Dokter Bella, meninggalkan Dokter Bella yang masih termenung dalam keterkejutannya.
........ **********........
Hari-hari berlalu ternyata sudah tiga hari saja Tara mendapatkan perawatan diRumah sakit. Dan hari ini adalah hari pernikahaannya Alexander dan juga Ana yang diadakan digereja yang tidak jauh dari rumahnya Ana.
Mommy Dania dan juga Ana mereka masih tidak mengetahui jika Tara sedang dalam masa pemulihan paska penusukan kemarin. Karena Tuan Fredo, Tara dan juga Alex tidak mau membuat Mommy Dania dan juga Ana menjadi khawatir. Dokter Simon menghimbau Tara untuk jangan terlalu banyak bergerak dahulu.
Pesta pemberkatan pernikahan Alex dan juga Ana, diadakan dengan sederhana akan tetapi penuh dengan kekhidmatan. Alex yang sudah menunggu Ana dialtar dengan menggunakan tuxedo berwarna biru navy yang membuatnya begitu tampan dan pas dibadannya, membuat Alex semakin gagah saja.
Hanya Keluarga inti saja dari Keluarga Damara dan Keluarga William yang mereka undang, hanya sekitar lima puluh orang saja.
Ketika Ana masuk dengan didampingi oleh Daddynya semua mata langsung teralihkan pandangannya kepada Princessnya Keluarga William itu.
Hari itu Ana benar-benar sangat cantik dengan gaun yang berwarna putih bak puteri raja didongeng, membuat Alex dia tidak bisa mengalihkan pandangannya selain Ana.
Alex tersenyum manis kepada Ana hingga Ana sudah sampai didepannya dengan diantar Tuan Fredo, dan Tuan Fredo lalu menyerahkan Ana kepada Alex.
Pendeta ketika bertanya kepada Alex dan juga Ana apakah acara sudah siap untuk dimulai, dan Ana serta Alex kompak berkata siap, pendeta lalu memulai pemberkatan pernikahannya Alex, hingga Alex dan Ana dinyatakan benar-benar sah menjadi sepasang suami istri oleh pendeta tersebut (skip ya readers, maaf author tidak tahu bagaimana prosesi pernikahannya Nonis).
Para tamu undangan sebagian besar hanya Keluarga inti dari kedua belah pihak saja, mereka semua dibuat terharu dan senang dengan pernikahannya Alex dan juga Ana. Alex dan Ana berciuman didepan Altar dengan penuh keromantisan dan kelembutan. Semua Keluarga gembira terutama Keluarga William dan juga Keluarga Damara.
__ADS_1
Didepan, belakang dan samping gereja dijaga ketat oleh para anak buah kedua Keluarga tersebut. Acara berlangsung hingga sore hari dengan lancar dan sesuai yang diharapkan oleh kedua belah Keluarga.
Tara saat itu juga datang bersama Dokter Bella, dengan berbagai upaya penolakan dari Dokter Bella, akhirnya Dokter Bella pasrah dan kalah oleh tindakkannya Tara kepadanya tadi.
"Dia sebenarnya siapa Tuan", bisik Dokter Bella kepada Tara.
Tara yang disebelahnya Dokter Bella, dia langsung menolehkan wajahnya kesamping dengan muka garangnya.
"Jangan memanggilku Tuan lagi, atau kamu akan aku cium saat ini juga", kata Tara dengan tegas kepada Dokter Bella.
"Terus saya harus memanggil anda siapa?? ", jawab Dokter Bella kepada Tara.
"My Griy seperti waktu itu", kata Tara kepada Bella.
"Itu cuma reflek untuk membuat Edbert marah Tuan", jawab Dokter Bella melawan Tara.
Tara tidak banyak bicara dia langsung saja mendekatkan wajahnya untuk mencium bibirnya Dokter Bella yang begitu cerewet menurutnya, hingga mengalihkan semua pandangan para tamu undangan kearahnya Tara dan juga Dokter Bella.
ππππππππππππ
Mau tahu tidak readers itu bagaimana ceritanya Tara bisa mengajak Dokter Bella kepernikahannya Anaπππ
Sini Like dan komen yang banyakπ
π
π
π
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***