
Sungguh Veronica dibuat tidak menyangka sekali, jika rumah yang ada dihadapannya saat itu, adalah rumah yang akan dia tempatin bersama Arga dan juga anak-anak mereka kelak.
Rumah yang terdiri dari tiga lantai, dengan desain dan ornamen yang begitu mewah dan cantik sekali.
Serta jangan lupakan ada taman dihalaman depan, dan lahan yang cukup luas sekali disekitar rumah dari samping, depan dan belakang, membuat rumah itu benar-benar terlihat semakin megah sekali.
Rumah barunya Arga dan juga Vero hampir seratus persen sudah jadi, hanya dicat ulang saja, untuk memperjelas warna dasar yang ada pada dinding-dinding serta pilar-pilar rumah tersebut.
Sedangkan para pekerja bangunan yang masih ada disitu, mereka lagi pada sedang mengerjakan tembok pagar besar yang untuk melengkapi kemewahan dari bangunan rumah yang ada didalamnya.
Arga yang sudah berkata kepada Veronica seperti itu, dia lalu mengajak Vero untuk masuk kedalam rumah dan melihat-lihat apa saja bentuk dan bagian-bagian yang ada didalam rumah.
Vero semakin suka saja melihat bentuk bangunan rumahnya itu ketika sudah masuk kedalam rumahnya, dan dia tidak menyangka juga didalam hidupnya akan mempunyai rumah semewah itu.
"Kak rumahnya benar-benar sangat bagus sekali", kata Vero kepada Arga dengan wajah senangnya.
Dan ketika Veronica melihat ada kolam renang besar, Veronica semakin sangat senang sekali.
Sungguh Veronica sangat menyukai rumah yang segera akan dia tempatin itu dengan Arga.
Ketika sudah selesai melihat semua ruangan yang ada didalam rumah baru mereka, Arga lalu mengajak Vero untuk berlalu pulang, namun tidak pulang keapartemen mereka, melainkan berkunjung kerumahnya Ayah Geoff.
"Oh ya sayang, jika kita sementara tinggal dirumahnya Ayah bagaimana??, supaya Kakak tenang ketika kamu Kakak tinggal kerja, apalagi kondisi kamu sekarang kan sedang hamil seperti ini", kata Arga kepada Vero ketika mereka sudah berada didalam mobil.
"Lagi pula Aleda sudah betah tinggal disana, sebab jarak sekolahan dia cukup dekat dari rumahnya Ayah", sambung lagi perkataannya Arga kepada Vero.
"Iya sayang", jawab Vero kepada Arga dengan sambil tersenyum manis.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lumayan, akhirnya mobil yang mereka naiki sudah sampai juga dikediamannya Ayah Geoff.
__ADS_1
Mamah Iris yang mendengar ada suara mesin mobil yang berhenti didepan pelataran rumahnya, dia lalu berjalan keluar untuk melihatnya.
Dan ketika Mamah Iris melihat ada mobilnya Arga, dia lalu berjalan mendekati mobil tersebut.
Arga dan Vero yang melihat Mamah Iris mereka langsung saja saling menyapa dengan sangat hangat sekali ketika sudah pada keluar dari dalam mobil.
"Ya sudah masuk dulu yuk", ajak Mamah Iris kepada Vero dan juga Arga.
Mereka bertiga yaitu Vero, Arga dan juga Mamah Iris lalu masuk kedalam rumah dan langsung saja duduk dishofa yang ada didalam ruang keluarga.
"Darimana kalian berdua??'', tanya Mamah Iris kepada Veronica dan juga Arga, ketika mereka bertiga sudah pada duduk diruang keluarga.
Vero yang ditanya oleh Mamah Iris dia langsung saja melihat kearahnya Arga sambil tersenyum.
"Kita dari melihat rumah baru kita yang sudah hampir jadi Mah", bukan Vero yang menjawab, melainkan Arga ketika melihat Vero mengalihkan pandangannya kearahnya.
Mamah Iris sangat terkejut sekali ketika mendengar jawabannya Arga, karena Mamah Iris pasalnya dia tidak mengetahui jika Arga sedang membangun rumah untuk dia tinggali nanti.
"Iya Mah", jawab Arga kepada Mamahnya sambil mengangguk.
"Kapan-kapan Mamah boleh dong melihat rumah kalian berdua??'', kata Mamah Iris lagi kepada Veronica dan juga Arga.
"Tentu saja boleh dong Mah, pintu rumah kami akan selalu terbuka untuk Mamah, tapi nanti ya jika sudah jadi semuanya", bukan Arga kali ini yang menjawab, melainkan Veronica kepada Mamah Iris.
"Ok siap, lagi pula nanti jika rumah kalian sudah selesai pengerjaannya, kita wajib mengadakan syukuran dan pesta untuk rumah baru kalian", kata Mamah Iris dengan semangat kepada Vero dan juga Arga.
"Iya Mah", jawab Vero dengan singkat kepada Mamah Iris sambil tersenyum.
"Mah, ko sepi sekali Kakak dimana Mah??", tanya Arga kepada Mamahnya.
__ADS_1
"Oh Kakak kamu sedang mengurus untuk keperluan dinasnya katanya dikantor sana, sedang Aleda kan tahu sendiri dia masih disekolahan, dan sebentar lagi akan pulang, kalau Ayah kalian pastinya masih dikantornya belum pulang", jawab Mamah Iris kepada Arga.
"Mah terimakasih ya Mah, Mamah sudah mau menerima Aleda disini dengan baik, dan membantu Vero untuk merawat Aleda", kata Vero kepada Mamah Iris dengan tulus.
Mamah Iris yang mendengar perkataannya Vero, dia lalu tersenyum manis kepada Vero dengan tulus juga.
"Iya sayang sama-sama, lagi pula Mamah juga sangat senang sekali jika ada Aleda disini, sebab Mamah menjadi tidak kesepian", jawab Mamah Iris kepada Vero.
"Lagi pula Mamah juga sudah menganggap Aleda sebagai anak bungsunya Mamah, Mamah sedikit berasa lebih muda ketika berdekatan dengan Aleda", sambung lagi perkataannya Mamah Iris kepada Vero dan juga Arga sambil tertawa lucu.
Dan langsung diikuti juga oleh Arga serta Vero yang sama-sama tertawa.
"Kemarin saja Aleda meminta Mamah untuk mengambil surat pemberitahuan apa sih Mamah malah lupa disekolahannya lho Vero??", kata Mamah Iris kepada Veronica.
Sungguh Veronica sangat terkejut sekali mendengar perkataannya Mamah mertuanya itu, karena pasalnya Veronica dia tidak mengerti akan surat yang dibicarakan oleh Mamah Iris tadi.
"Surat??, surat apa Mah, ko Vero tidak tahu ya??, kenapa Aleda tidak memberitahukan kepada Vero??", kata Veronica kepada Mamah Iris dengan wajah bingungnya.
"Oh itu karena kamu kemarin lagi sedang sangat sibuk sekali untuk mengurus pernikahan kalian berdua Vero", jawab Mamah Iris kepada Vero.
"Aleda ketika sedang makan malam, dia terlihat seperti bingung dan seperti memikirkan sesuatu tidak seceria seperti biasanya........", cerita dari Mamah Iris kepada Vero.
"Terus Mamah tanya kepada dia kenapa, katanya salah satu dari wali murid disuruh untuk datang kesekolahan dia untuk mengambil surat sama kumpulan sebentar disekolahan, yang membuat Aleda menjadi pendiam ternyata dia bingung mau bercerita kepadamu bagaimana, sedangkan Aleda sangat mengetahui jika kamu sedang sangat sibuk sekali mengurus pernikahan kamu dengan Arga", sambung lagi cerita dari Mamah Iris kepada Vero, dan Arga juga mendengarnya.
"Ayah sama Mamah menenangkan dia, dan berkata jika Mamahlah yang akan datang kesekolahannya sebagai Mamah dia, sungguh wajah Aleda menjadi sangat bersemangat sekali ketika Mamah mau datang kesekolahannya, dan akhirnya esoknya Mamah datang deh kesekolahannya, menyenangkan berasa muda lagi Mamah, karena sudah lama tidak main kesekolahan", lanjut lagi cerita dari Mamah Iris kepada Veronica dan juga Arga sambil tertawa.
Vero yang terharu dan juga merasa menyesal tidak ada waktu untuk sang adik satu-satunya itu, dia langsung saja beranjak berdiri dari duduknya untuk mendekati Mamah Iris dan langsung memeluk Mamah Iris juga sambil mengucapkan banyak-banyak terimakasih.
Mamah Iris menyambut hangat pelukannya Vero, dan dia juga merasa senang sekarang bisa sedekat itu dengan Vero serta Aleda.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC Bonchap***...