GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 182


__ADS_3

Operasi yang dijalani Arga untuk pengangkatan peluru yang bersarang diperutnya pun berjalan dengan sangat lancar, dan saat ini Arga ditemani Alex serta Tuan Gavi mereka semua sudah berada diruang perawatannya Arga yang ada diruang VIP rumah sakit itu.


Arga pun juga sudah sadar sejak lima menit yang lalu, dan dia saat ini seperti sedang memikirkan sesuatu.


Alex yang melihat wajahnya Arga seperti sedang berfikir, akhirnya memutuskan untuk bertanya kepada Arga.


"Sepertinya kamu sedang ada yang difikirkan Arga??", kata Alex kepada Arga.


"Bos saya tidak betah berada dirumah sakit, bolehkah saya rawat jalan atau dirawat dirumah saja Bos", jawab Arga kepada Alex.


"Iya nanti bisa ditanyakan kepada Dokternya, baiknya bagaimana, kan luka kamu itu cukup dalam juga Arga", bukan Alex yang menjawab melainkan Tuan Gavi.


"Tapi Tuan, dirumah sakit rasanya saya susah bernafas, saya tidak betah", kata Arga kepada Tuan Gavi yang sedang duduk dishofa yang ada disitu.


"Baiklah biar nanti saya tanyakan kepada Dokter, jika diperbolehkan tapi dengan satu syarat, kamu dirumah harus tetap dalam pantauan perawat, bagaimana Arga??", kata Alex kepada Arga.


"Baik Bos, itu lebih baik daripada saya disini", jawab Arga kepada Alex dengan sambil tersenyum.


Alex lalu beranjak dari duduknya dan dia lalu menyuruh salah satu anak buahnya yang berjaga didepan ruangannya Arga untuk memanggilkan Dokter yang merawat Arga.


Selang beberapa menit kemudian, Dokter yang menangani Arga dia sudah masuk kedalam ruang perawatannya Arga, dan saat ini dia sedang memeriksa kondisinya Arga terlebih dahulu.


"Bagaimana Dokter, apakah saya boleh dirawat dirumah saja??", kata Arga ketika dia melihat sang Dokter sudah selesai memeriksanya.


"Tapi Tuan, luka Anda masih basah, apalagi bekas jahitannya itu, nanti akan berbahaya jika Tuan terlalu banyak beraktifitas jika dirumah", jawab Dokter itu kepada Arga.


"Tapi saya maunya tetap dirawat dirumah Dokter", kata Arga lagi dengan kekeh kepada Dokter itu.


Alex yang melihat perdebatan antara Arga dan juga sang Dokter, dia akhirnya menengahi perdebatan mereka.


"Begini saja Dokter, bagaimana kalau Dokter ijinkan sekretaris saya ini dirawat dirumah, namun dengan didampingi oleh salah satu perawat yang terbaik dirumah sakit ini, bagaimana Dokter??", kata Alex kepada sang Dokter.

__ADS_1


Dokter itu dia berfikir untuk sejenak, dan setelah itu dia lalu menjawab perkataannya Alex.


"Emm baiklah Tuan Alexander, tapi jika dirumah dia belum ada perubahan, Tuan Arga harus tetap kontrol kerumah sakit ya Tuan", jawab sang Dokter kepada Alex.


"Dan saya nanti akan menyuruh salah satu suster terbaik yang ada dirumah sakit ini untuk merawat Tuan Arga sampai dia sembuh", sambung lagi perkataannya sang Dokter kepada Alex.


"Baiklah saya setuju Dokter", jawab Alex kepada Dokter itu sambil mengajaknya berjabat tangan dengan bibir yang tersenyum.


Dokter itu langsung membalas jabat tangannya Alex dan juga membalas senyumannya Alex.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Alex, Tuan Gavi, saya mau mempersiapkan kepulangannya Tuan Arga dan juga menyuruh sang suster datang kesini", kata Dokter itu kepada Tuan Gavi dan juga Alex sebelum dia berlalu keluar.


Alex dan Tuan Gavi mereka berdua hanya tersenyum sambil mengangguk saja kepada Dokter itu.


Lima belas menit kemudian, Dokter itu masuk lagi bersama satu orang suster yang wajahnya cukup cantik juga jika dilihat.


Dokter itu lalu menyuruh sang suster untuk membantu Arga turun dari atas brankarnya dan duduk diatas kursi roda yang tadi dibawa juga oleh suster itu ketika masuk.


Infus yang masih melekat ditangannya Arga juga sudah ditaruh ditiang yang ada dikursi rodanya.


Arga hanya tersenyum tipis kepada Dokter itu tanpa memperdulikan sang suster yang sedang tersenyum ramah kepadanya.


Alex dan juga Tuan Gavi mereka berdua sudah berdiri dari duduk mereka, dan juga bersiap-siap untuk pulang kemansion mereka sendiri.


Setelah semua urusannya selesai, semua orang lalu meninggalkan rumah sakit itu.


Dan saat ini Arga serta Vero mereka berdua sudah berada didalam mobil yang tadi sudah disiapkan oleh anak buahnya Alex.


Sedangkan Alex dan Tuan Gavi mereka berdua juga sudah berada didalam mobil mereka sendiri dan akan pulang kemansion mereka masing-masing.


Semua biaya ditanggung oleh Alex, dan Alex akan menjenguk Arga lagi dilain waktu.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mobil yang ditumpangi oleh Arga dan Vero sampai juga didepan apartemennya Arga, iya karena Arga selama ini tinggalnya diapartemen mewah.


Untuk sementara waktu apartemennya Arga akan dijaga oleh beberapa anak buahnya Alex, demi keselamatannya Arga sendiri.


Dengan telaten Suster Vero membantu Arga untuk menuju kedalam apartemennya, dan dengan dikawal beberapa bodyguard yang berjalan dibelakang mereka.


Setelah lift yang mereka naiki sudah sampai dilantai yang mereka tuju, Arga dengan kursi rodanya didorong oleh Vero dan mereka semua langsung saja menuju kekamar apartemennya Arga yang ada dilantai lima belas.


Ketika pintu apartemen sudah dibuka oleh Arga, suster Vero dan juga Arga mereka berdua langsung saja masuk kedalam, sedangkan keempat bodyguard yang menemani mereka tadi, mereka semua langsung saja berjaga didepan apartemennya Arga.


Kamar pribadinya Arga ada dilantai dua apartemennya, namun dengan keadaannya Arga yang sedang naik kursi roda dan juga tidak boleh banyak bergerak, terpaksa suster Vero memapah Arga untuk naik keatas tangga, karena Arga tidak mau untuk tidur dikamar bawah.


Dengan susah payah Vero memapah Arga dan akhirnya mereka sampai juga didepan pintu kamarnya Arga.


Ketika sudah masuk kedalam kamarnya Arga, suster Vero lalu membantu Arga untuk merebahkan badannya keatas ranjangnya.


"Tuan, saya mau mengambil kursi rodanya dulu ya Tuan, akan saya bawa kemari", kata Vero kepada Arga ketika dia sudah membantu Arga merebahkan badannya diatas ranjang.


Arga hanya mengangguk kecil saja kepada Vero, dan setelahnya Vero langsung berlalu mengambil kursi roda yang tadi dia tinggalkan dilantai bawah.


"Tuan tadi belum makan, didapur anda apakah ada bahan masakan, kalau ada biar saya masakin", kata Vero dengan ramah dan sopan kepada Arga ketika dia sudah mengambil kursi rodanya.


"Tidak ada, kamu suruh saja kedua anak buahku tadi untuk membeli makanan", jawab Arga kepada Vero, dan Arga lalu membuka laci meja sebelah ranjangnya untuk mengambil dompetnya yang tadi dia taruh didalam situ namun sedikit kesusahan.


Dan Vero yang melihatnya dia lalu membantu Arga untuk mengambil barang yang diinginkan oleh Arga.


"Bawa ini untuk membeli makanan, sekalian untuk para anak buahku juga", kata Arga sambil menyerahkan kartu kreditnya kepada Vero.


Vero lalu menerima kartu kredit itu dan dia lalu berpamitan kepada Arga untuk keluar sebentar.


Ketika sudah menyuruh kedua bodyguard tadi, Vero langsung lagi kembali kedalam kamarnya Arga karena siapa tahu Arga akan membutuhkan bantuannya.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...


__ADS_2