GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 214


__ADS_3

Setelah kepergian dari Mamah Iris dengan keadaan marah, Arga yang masih terbawa emosi, dia lalu menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan-lahan, karena dia takutnya jika vero akan terkena dampaknya juga.


Ketika sudah merasa lega, Arga lalu menyentuh pundaknya Vero, membuat Vero langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Arga yang awalnya menunduk tadi.


Arga langsung melihat jika dimatanya Vero sedang mengeluarkan air mata berharganya tersebut.


Arga sangat terkejut ketika dia melihat Vero sedang menangis seperti itu, dengan gerakan reflek, Arga langsung bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Vero yang tersedu karena menangis.


Langsung saja Arga membawa Vero kedalam pelukannya, dan dibalas juga oleh Vero pelukannya Arga.


Arga memeluk Vero sambil mengusap lembut rambut kepalanya Vero supaya dia bisa merasa tenang dan nyaman.


"Apa yang dikatakan oleh Mamahnya Tuan benar juga Tuan, jika saya tidak sebanding dengan kalian semua", kata Vero dengan bersedih dengan sambil memeluk Arga yang berdiri didepannya, sedang dia masih duduk dikursi.


"Sussst, jangan berkata seperti itu suster Veroku sayang, kamu belum mengenal keluarga Damara dan Keluarga William Veroku sayang, jika kamu sudah mengenal kedua keluarga itu, kamu pasti tidak akan minder dengan status kamu sekarang, sebab mereka walau mempunyai uang yang banyak, mereka tidak pernah sombong sama sekali", kata Arga kepada Vero.


"Apakah kamu tahu, dulu aku juga sebenarnya bukanlah orang yang punya seperti ini, dulu aku juga sama seperti kamu, hidup sederhana dan pas-pasan", kata Arga kepada Vero sambil melepaskan pelukannya Vero dan melihat kearah wajahnya Vero.


"Aku bisa seperti ini karena ini adalah berkat pengabdianku kepada Keluarga Damara dan akhirnya bisa merubah nasibku serta Keluargaku Vero", kata Arga kepada Vero dengan sambil menatap lekat wajahnya Vero.


"Sudah kamu jangan menangis lagi ya sayang, jadi bagaimana apakah kamu mau menerima lamaranku tempo hari kemarin??'', kata Arga lagi kepada Vero dengan keadaan masih menatap wajahnya Vero.


Vero langsung saja menganggukan kepalanya kepada Arga sambil tersenyum tipis, membuat Arga yang melihat anggukan dari Vero langsung saja tersenyum dengan sangat manis sekali kepada Vero.


Dan Arga langsung saja membawa Vero kedalam pelukannya lagi.


"Tapi bagaimana dengan Mamahnya Tuan??", tanya Vero lagi kepada Arga dengan pertanyaan yang sama.


"Itu bisa saya atur, yang terpenting aku tetap memilih kamu, dan kamu masih mau menjadi istri aku", jawab Arga kepada Vero.


Dan Vero langsung saja mengangguk kepada Arga dengan sambil tersenyum didalam pelukannya Arga.


Sebab Vero yakin jika Arga pasti akan memberikan yang terbaik untuknya, dan Vero juga yakin jika Arga bisa memberikan kenyamanan untuknya serta adiknya.


"Sekarang kamu jangan panggil aku Tuan lagi ya, panggil Arga, Kakak, atau sayang, atau yang lainnya yang terpenting jangan Tuan lagi ya Vero", kata Arga kepada Vero setelah melepaskan pelukannya terlebih dahulu.


"Iya, aku panggil Kak Arga saja ya", jawab Vero kepada Arga sambil tersenyum.


Dan Arga langsung saja mengangguk kepada Vero sambil tersenyum, pertanda dia setuju dengan panggilan itu.

__ADS_1


"Ya sudah kita lanjutkan makan lagi yuk, atau kita sudahi saja makannya", kata Arga kepada Vero.


"Makan lagi dong, Kakak kan baru makan sedikit, Kakak harus cepat sembuh dan setelah ini harus minum obatnya", kata Vero kepada Arga.


"Baiklah susterku sayang", jawab Arga sambil berlalu duduk kekursinya lagi.


Dan setelahnya Vero dan juga Arga mereka berdua melanjutkan sarapannya lagi yang sedikit tertunda tadi karena kedatangan dari Mamahnya.


Setelah beberapa saat ketika Arga dan juga Vero sudah pada selesai sarapan.


Arga yang memilih duduk dibalkon apartemennya sambil menghubungi seseorang untuk datang keapartemennya.


Sedangkan Vero dia sedang membersihkan meja makan dan mencuci piring yang mereka gunakan tadi.


"Halo Arga, ada apa menelfon Ayah??", kata Ayah Arga kepada Arga.


Dan ternyata yang ditelefon Arga dalah Ayahnya sendiri.


"Ayah jika tidak sibuk bisakah Ayah datang kepartemennya Arga sekarang??", kata Arga kepada Ayahnya melalui sambungan telefon.


"Bisa, segera Ayah akan datang keapartemen kamu", jawab Ayahnya kepada Arga.


Dan panggilan telefon mereka akhirnya terputus ketika Arga dan Ayahnya sudah mengakhirinya.


Arga yang sudah selesai menelfon Ayahnya, dia lalu memanggil Vero untuk datang menemuinya dibalkon apartemen.


Dan Vero yang mendengar panggilannya Arga, langsung saja berjalan mendekati Arga.


"Iya Kak ada apa??", tanya Vero kepada Arga ketika dia sudah berada didepannya Arga.


"Apakah kamu sudah selesai mencuci piringnya??'', tanya Arga kepada Vero.


"Sudah, Kak Arga mau apa, apa mau sesuatu biar saya ambilkan??", jawab Vero kepada Arga.


"Tidak, sini duduk sama aku", kata Arga menyuruh Vero untuk duduk dikursi yang sama dengannya.


Dan Vero langsung saja duduk disebelahnya Arga.


Arga langsung saja memeluk tubuhnya Vero dan membawanya kedalam pelukannya ketika Vero sudah duduk disampingnya sambil menikmati awan dan langit yang cerah itu dari atas balkon apartemennya.

__ADS_1


Sedangkan Vero sendiri dia juga membalas pelukannya Arga yang menurutnya sangat nyaman sekali itu.


Sebab Vero seperti mempunyai pelindung lagi setelah sekian lama dia tidak merasakannya ketika Ayahnya sudah meninggal dulu.


"Kak, terimakasih sudah mau menerima Vero menjadi calon istrinya Kakak", kata Vero kepada Arga.


"Kakak yang seharusnya berterimakasih kepadamu, karena kamu sudah mau menerima lamaran Kakak", jawab Arga kepada Vero.


Dan Vero langsung saja menegapkan duduknya sambil melihat kearahnya Arga ketika dia mendengar jawabannya Arga tadi.


"Mungkin kamu adalah jodoh yang diberikan oleh Tuhan untuk aku sayang, janganlah malu atau minder jika berjalan denganku, karena aku menerima kamu apa adanya", kata Arga kepada Vero sambil memegang pipinya Vero.


Mereka saling pandang dengan pandangan yang mengunci satu sama lainnya.


"Secepatnya aku akan mengurus pesta pernikahan kita ya Vero, setelah aku sembuh", kata Arga lagi kepada Vero.


Dan Arga semakin lama dia semakin mendekatkan wajahnya kewajahnya Vero.


Akhirnya ketika wajah mereka sudah bersentuhan, mereka lalu berciuman dibibir menyalurkan rasa bahagia yang sedang mereka rasakan saat itu.


Tidak sama seperti kemarin, kali ini Vero membalas ciumannya Arga dengan sangat lembut sekali.


Mengetahui jika ciumannya dibalas oleh Vero, Arga sangat senang sekali, dan dia semakin menggebu saja dalam mencium Veronica.


Mereka berciuman diatas balkon kamar apartemen, dengan diterangi cahaya langit yang sangat cerah sekali itu.


Ciuman yang awalnya lembut dan penuh dengan perasaan, lama-kelamaan karena terbawa suasana ciuman mereka pun menjadi menggebu sekali.


Arga lalu melepaskan ciumannya terlebih dahulu, karena dia tidak mau sampai keblabasan untuk melakukan lebih kepada Vero, karena itu belum saatnya.


"Jadilah Veroku terus seperti ini ya sayang, jangan pernah berubah, karena aku mencintai kamu apa adanya, bukan karena ada apanya", kata Arga kepada Vero ketika dia sudah melepaskan ciumannya terlebih dahulu.


"Iya aku janji Kak, dan aku juga akan terus setia mendampingi Kak Arga suka maupun duka", jawab Vero kepada Arga sambil tersenyum.


Dan mereka lalu menghabiskan waktu pagi mereka dengan saling berpelukan dikursi yang ada dibalkon apartemen dengan perasaan yang lega dan serta bahagia sekali.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...

__ADS_1


__ADS_2