
Arga yang sudah berada didalam markasnya Alex dia langsung saja menunggu Alex yang sedang berada dijalan untuk menuju kemarkasnya juga.
Ternyata Arga ketika berlalu pergi dari dalam rumah sakit tadi, dan ingin membereskan sesuatu dengan Bos Alex adalah menuju kemarkasnya Alex untuk memberikan hukuman kepada sipenabrak Kakak dan juga Istrinya kemarin.
Alex yang baru saja sampai dipelataran markasnya, dia langsung saja disambut oleh Arga yang sudah sangat tidak sabar sekali untuk menghukum orang yang sudah menabrak istri dan juga Kakaknya itu.
Namun sebelumnya Arga yang sudah sampai duluan dimarkas tadi, Arga diperlihatkan terlebih dahulu oleh para anak buah yang ada disitu tentang rekaman CCTV yang ada diparkiran mall kemarin diwaktu kecelakaan.
Sungguh Arga sangat marah sekali dengan orang yang mengendarai mobil itu, karena masih didalam parkiran mall, akan tetapi dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang cukup sangat tinggi sekali seperti itu.
Dan ketika Arga melihat sendiri yang sebenarnya ingin ditabrak oleh mobil itu adalah Vero bukanlah Kakaknya, semakin marah pulalah siArga.
Arga juga didalam hatinya dia merasa berterimakasih dengan sang Kakak yang sudah berani menyelamatkan Vero pada waktu itu diwaktu sangat tepat sekali.
"Bos", sapa Arga ketika dia sudah membukakan pintu mobilnya Alex.
"Apa kamu sudah mengeksekusi orangnya Arga??", tanya Alex kepada Arga ketika Alex sudah turun dari dalam mobilnya.
"Belum Bos, saya sengaja menunggu Bos terlebih dahulu", jawab Arga kepada Alex.
"Baiklah ayo", kata Alex kepada Arga.
Alex dan Arga mereka berdua langsung saja melangkahkan kakinya masuk kedalam markasnya Alex untuk menemui sang penabrak dari Daneil dan juga Vero.
Alex dan Arga memang belum sempat memberikan hukuman kepada sipenabrak karena Alex dan Arga sedang banyak pekerjaan sekali akhir-akhir ini, apalagi ditambah Arga harus bolak-balik kerumah sakit untuk menemani sang istri tercintanya yang kemarin belum diperbolehkan untuk pulang oleh Dokter.
__ADS_1
"Keluarkan dia dan bawa dia keruangan eksekusi", perintah Alex kepada anak buahnya untuk mengeluarkan sang penabrak dari ruang tahanan yang ada dimarkasnya Alex, ketika Alex dan Arga sudah masuk kedalam markasnya.
Setelah memerintahkan kepada anak buahnya seperti itu, Alex dan Arga mereka berdua langsung saja menuju keruang eksekusi sambil menunggu sang penabrak dibawa masuk oleh para anak buah.
Sedangkan para anak buahnya Alex dia langsung saja mengeluarkan sang penabrak Daneil dan Vero dari dalam ruang tahanannya ketika mendapat perintah dari Alex tadi.
Arga menatap marah kepada sang penabrak ketika Arga sudah melihat wajah dari orang yang sudah berani menabrak istri dan juga Kakaknya.
Tersangka penabrak Daneil dan juga Vero dia langsung saja didudukkan kekursi yang sudah tersedia didalam situ dengan tangan dan kaki yang diikat dengan sangat kuat sekali oleh para anak buah.
"Silahkan Arga, itu mangsa kamu, terserah mau kamu apakan dia", kata Alex kepada Arga ketika sang mangsa siap untuk dieksekusi.
Arga yang sudah mendengar perkataannya Alex, dia langsung saja berjalan mendekati sang penabrak itu dengan tatapan yang amat sangat marah sekali.
"Katakan kamu siapa dan kenapa kamu berani menabrak istri dan Kakak saya Daneil!!!", kata Arga kepada orang itu dengan nada yang menahan amarahnya.
"Jelaskan!!!", kata Arga kepada anak buah itu.
Sedangkan Alex dia sudah asik duduk dikursi yang ada disitu dengan gaya bossynya sambil terus melihat kearahnya Arga.
"Dia adalah salah satu prajuritnya Tuan Daneil Tuan Arga, dan dia sengaja menabrak Tuan Daneil serta Nyonya Vero karena dia merasa dendam dengan Tuan Daneil Tuan", penjelasan dari anak buah itu kepada Arga.
"Teruskan", jawab Arga sambil menatap marah kepada penabrak itu.
Sedangkan sipenabrak itu, dia juga menatap Arga dengan tatapan marahnya juga.
__ADS_1
"Dia dendam dengan Tuan Daneil, karena dia merasa Tuan Daneil tidak adil kepada dirinya ketika berada dipelatihan Tuan", lanjut lagi laporan dari anak buah itu kepada Arga.
"Katanya Tuan Daneil terlalu tegas dan terlalu sering menegur dia terus Tuan, mangkanya dia menjadi sebal dan ingin membalaskan rasa sakit hatinya itu dengan cara menabrak Nyonya Vero yang dia kira istrinya Tuan Daneil Tuan Arga", sambung lagi laporan dari anak buah itu kepada Arga.
Arga masih saja diam sambil terus mendengarkan laporan dari salah satu anak buah dengan sangat serius sekali.
"Dia ketika pergi kemall pada waktu itu tidak sengaja melihat Tuan Daneil dan Nyonya Vero Tuan Arga, dan pada waktu itu juga dia langsung mempunyai niat yang buruk itu untuk menabrak Nyonya Vero, karena fikir dia jika dia menabrak Nyonya Vero yang sedang hamil seperti itu, bisa membuat Tuan Daneil yang dia fikir suaminya Nyonya Vero bisa sangat sedih dan menderita dengan sendirinya Tuan Arga", lanjut terus laporan dari anak buah itu kepada Arga.
"Hmmm menarik", kata Alex ketika sudah mendengar penjelasan dari anak buahnya tadi kepada Arga.
Ketika sudah selesai semua penjelasan dari anak buah tadi kepada Arga, Arga langsung saja semakin mendekatkan langkah kakinya kearahnya sipenabrak itu.
"Asal kamu tahu, yang ingin kamu tabrak itu adalah istri saya bodoh!!!",, kata Arga kepada sipenabrak itu sambil mencengkeram dagu sang penabrak dengan sangat kencang sekali.
"Dan jika kamu pandai, harusnya kamu berfikir lagi, kenapa Kakak saya Daneil bisa sampai bersikap kepadamu seperti itu!!!", kata Arga lagi kepada sipenabrak sambil melepaskan cengkeraman didagu sang penabrak dengan sangat kasar sekali.
"Saya bisa saja melenyapkan kamu saat ini juga, tanpa dari pihak keluarga kamu mengetahui jasad kamu berada", kata Arga sambil memainkan pistol yang dia ambil dari dalam saku jasnya.
"Tapi saya masih punya hati nurani, jadi saya beri kamu kesempatan hidup satu kali lagi tapi dengan satu syarat..........", kata Arga kepada sipenabrak dengan sambil menampilkan senyum miringnya.
"Kamu saya buat cacat seumur hidup kamu", kata Arga lagi dengan sangat tenang sekali sambil menampilkan wajah devilnya kepada sipenabrak.
Dan setelah berkata seperti itu kepada sipenabrak, Arga langsung saja menyuruh beberapa anak buah yang ada disitu untuk menghajar habis-habisan sipenabrak, serta juga Arga menyuruh para anak buah untuk membuat kaki sipenabrak patah dan cacat, supaya seimbang dengan apa yang dirasakan oleh Kakaknya Daneil.
Arga lalu juga menyuruh kepada anak buah ketika sudah memberikan hukuman seperti itu, sipenabrak disuruh dibawa kekantor kemiliteran untuk mendapatkan sanksi yang pantas dia dapatkan karena sudah berani mencelakakan Letnan Jenderal mereka.
__ADS_1
...ππππππππππππ...
...***TBC Bonchap***...