GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 227


__ADS_3

Jika dimansionnya Tuan Fredo yang rewel adalah baby L.


Berbeda lagi dihotel tempat dinnernya Alex dan juga Ana yang rewel adalah Alex.


Karena Alex merengek ingin dipuaskan oleh Ana malam itu juga.


"Iya tapi tidak disini juga Kakak tempatnya, malu, nanti jika ada yang melihat bagaimana??", kata Ana kepada Alex.


"Kita masuk saja kepenthousenya Kakak saja yuk", kata Alex kepada Ana.


"Tidak mau, nanti saja, Ana masih ingin disini menikmati udara malam ini dan suasana malam ini yang begitu cerah sekali", jawab Ana kepada Alex.


Membuat Alex langsung memajukan bibirnya dengan cemberut.


Alex yang melihat ada sebotol wine yang diminumnya tadi diatas meja, dia lalu mempunyai sebuah ide bodoh dan konyol untuk membuat Ana sangat semakin seksi dimatanya.


"Sayang minum ini yuk, sekali-kali kamu cobain ya", kata Alex kepada Ana sambil menuangkan wine setengah gelas khusus berukuran kecil untuk Ana.


Ana yang melihat Alex memberikannya sebuah wine dia langsung saja menolaknya.


"Itu wine Kak, Ana tidak suka minum seperti itu", kata Ana kepada Alex.


"Tidak apa-apa kan minumnya bersama Kakak, jika sendirian ya tidak boleh, pokoknya kalau mau minum ini harus sama Kakak", kata Alex kepada Ana sambil menyodorkan gelas berisi wine tadi.


Ana sendiri dia dengan ragu-ragu menerima gelas itu dari tangannya Alex.


Sedangkan Alex dia malah tersenyum miring kepada Ana sambil menaikan sebelah alisnya keatas.


Alex lalu mengangkat gelasnya sendiri sambil mengajak Ana untuk cheers bersama-sama.


Perlahan tapi pasti Ana mengangkat gelasnya juga dan menempelkannya kegelasnya Alex.


Alex langsung saja dengan segera meminum habis wine itu yang ada didalam gelasnya.


Sedangkan Ana dia masih ragu-ragu ingin meminumnya.


"Ayo dong sayang cobain", kata Alex kepada Ana.


Dan akhirnya dengan perlahan-lahan Ana meminum gelas berisi wine yang diberikan oleh Alex tadi.


Alex yang melihatnya dia langsung saja tersenyum sangat lebar sekali kepada Ana.


Ana yang baru saja menghabiskan wine tadi, dia menjadi pusing kepalanya dan tenggorokannya rasanya sangat aneh sekali.


Alex hanya memperhatikan Ana saja yang sepertinya sudah mulai mabuk, padahal baru meminum setengah gelas.

__ADS_1


Bagi orang yang tidak suka dan tidak terbiasa mengkonsumsi alkohol seperti Ana, pastilah kadar alkohol sekecil apapun akan cepat membuatnya mabuk.


Alex masih terus menikmati keadaannya Ana dengan sambil menyandarkan punggungnya disandaran shofa yang didudukinya dengan wajah tampan yang sudah menyimpan rencana kepada Ana.


"Yeeee aku berasa terbang sekali rasanya", kata Ana ketika dia sepertinya sudah mabuk.


Bodohnya Alex, padahal Ana saat ini sedang hamil anaknya, tapi Alex malah memberikan Ana minuman beralkohol.


Namun sebelum Alex memberikan minuman wine tadi dia sudah memikirkannya terlebih dahulu.


Dan Alex besok sudah berencana mengajak Ana untuk mengontrolkan kandungannya itu.


Fikir Alex, itu hanya setengah gelas saja, jadi tidak apa-apa.


Ketika Alex melihat Ana sudah benar-benar mabuk dia masih saja menikmati kelakuannya Ana yang sungguh sangat menyenangkan baginya itu.


Dan Ana ketika melihat Alex, dia lalu mengucapkan kata-kata khas orang mabuk.


"Tuan tampan sekali, sama Kak Xander lebih tampanan Tuan deh, eeh tidak-tidak kalian berdua sama-sama tampan dan sama-sama sudah tua", kata Ana kepada Alex dengan nada orang mabuk dan langsung tertawa sendiri.


"Sudah mabuk saja masih bisa mengataiku tua", gerutu Alex ketika mendengar perkataannya Ana.


"Besok aku pokoknya harus merubah gaya styleku", sambung lagi perkataannya Alex untuk dirinya sendiri.


"Nona yang cantik, maukah kamu menghabiskan malam denganku??", kata Alex mencoba menggoda Ana.


"Jika Kak Xanderku marah dia bisa membunuh kamu lho", kata Ana lagi kepada Alex.


"Apakah kamu pernah melihat Kak Xandermu membunuh orang??", tanya Alex menanggapi sikap mabuknya Ana.


"Pernah", jawab Ana dengan segera.


Membuat Alex langsung terdiam dari bibirnya yang tersenyum tadi.


"Kapan??", tanya Alex kepada Ana sambil menampilkan wajah yang sangat penasaran sekali.


"Kapan ya Ana lupa", jawab Ana sekenanya saja kepada Alex.


Membuat Alex langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Sudah yuk Nona manis ikut aku", kata Alex kepada Alex.


"Mau kemana kita??", jawab Ana kepada Alex dengan gayanya yang mabuk.


"Kesuatu tempat yang indah sekali", kata Alex kepada Ana sambil tersenyum miring.

__ADS_1


Dan Alex langsung saja menggendong Ana dengan gaya bridal style untuk masuk kedalam penthousenya.


Ketika sudah sampai didalam penthouse, Alex langsung saja membawa Ana kedalam kamar yang paling besar dan bagus yang ada disitu.


Alex langsung saja menaruh Ana dengan pelan-pelan diatas ranjang yang ada didalam kamar.


Ketika Alex sudah menaruh Ana diatas ranjang, Alex langsung saja melepaskan kemeja dan juga sepatunya.


Sedangkan Ana yang sudah tiduran diatas ranjang, dia hanya memandang Alex dengan bibir yang terus tersenyum dengan manis sekali.


"Badan Tuan sangat bagus sekali, sini aku peluk", kata Ana kepada Alex sambil merentangkan tangannya seperti ingin dipeluk oleh Alex.


Ketika Alex sudah bertelanjang dada didepannya Ana.


Dengan senang hati Alex langsung mendekati Ana dan menindih badannya Ana dengan kedua tangan sebagai tumpuan badannya disisi kiri dan kanan.


"Kamu juga sangat cantik sekali sayang", kata Alex juga kepada Ana sambil menatap lekat wajahnya Ana.


Dan Ana dia malah asik menelusuri dadanya Alex dengan gerakan lembut namun malah semakin membangkitkan gair4hnya Alex.


Ana dan Alex mereka berdua sama-sama saling memandang dengan bibir yang sama-sama saling tersenyum manis.


Perlahan-lahan Alex lalu mendekatkan wajahnya kewajahnya Ana.


Dan ketika hidung mereka saling bersentuhan, Alex dengan mesra menggesekkan hidung mereka berdua.


"Aah Tuan kelamaan", kata Ana kepada Alex dan langsung saja menarik tengkuknya Alex dengan nada orang yang sedang mabuk.


Ana langsung saja mencium Alex tepat dibibirnya, dan dibalas juga oleh Alex.


Sungguh Alex tadi sangat terkejut sekali ketika Ana tiba-tiba menarik tengkuknya, namun ketika Ana menciumnya dia sangat senang sekali.


Mereka berciuman dengan sangat intens dan menggebu sekali, dan kali ini Analah yang sangat agresif ketika mencium Alex. Karena pengaruh Alkohol juga.


Dengan sendirinya Ana yang sedang mabuk, dia membuka jasnya Alex yang dipakainya, dan menurunkan tali gaun yang dipundaknya itu.


Hingga membuat bukit squishynya Ana bisa terlihat sangat jelas sekali didepan matanya Alex.


Tangan kanannya Alex pun sudah Ana pindahkan keatas bukit squishynya.


Dan Alex yang merasakan bukit squishynya Ana dia langsung saja merem45nya dengan sangat pelan dan lembut sekali.


Hingga membuat Ana menjadi tidak tahan, dan Ana dengan sendirinya kedua tangannya membantu Alex melepaskan sabuk celananya, dengan bibir yang masih saling bertautan tersebut.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2