
Ketika Alex dan juga Ana yang sudah berpamitan pulang dengan Arga dan juga Vero, Arga dan juga Vero mereka berdua masih berada diruang tamu apartemennya Arga.
Vero yang sangat penasaran dengan Ana dia lalu memberanikan diri bertanya kepada Arga.
"Tuan, bolehkah saya bertanya kepada anda??", kata Vero kepada Arga dengan wajah yang menahan rasa takutnya.
Arga lalu mengalihkan pandangannya kearahnya Vero yang sekarang duduk dishofa seberangnya, bukan disampingnya lagi.
"Mau tanya apa silahkan jika mau bertanya", jawab Arga kepada Vero.
"Apakah yang mau kamu tanyakan kepada saya adalah tentang Ana??", sambung lagi perkataannya Arga kepada Vero.
Dan Vero dia langsung saja mengangguk kepada Arga.
"Sudah saya tebak jika kamu pasti akan bertanya tentang dia, karena tidak cuma kamu saja yang sudah seperti ini jika bertemu dengan Ana", kata Arga kepada Vero ketika melihat anggukannya Vero tadi.
"Apakah kamu menyukai Ana suster Vero??", tanya Arga kepada Vero.
"Iya Tuan, ketika saya melihat kepolosannya Nona Ana, saya langsung menyukai sifatnya Ana, dan sepertinya dia sangat menyenangkan jika diajak berteman", jawab Vero kepada Arga sambil tersenyum.
"Iya kamu benar suster Vero, Ana memang menyenangkan jika diajak berteman", kata Arga kepada Vero sambil membayangkan tingkah lucunya Ana.
"Dari awal saya mengenalnya dengan tidak sengaja bersama Bos Alex, saya juga sudah jatuh hati kepadanya suster Vero, tapi jatuh hatiku pada waktu saat itu bukan jatuh hati karena jatuh cinta dengan lain jenis, tapi melainkan jatuh hati karena langsung menginginkan Ana menjadi adik perempuan saya", cerita Arga kepada Vero.
"Namun berbeda dengan dengan Bos Alex, dia dari awal bertemu dengan Ana, saya sudah melihat jika Bos Alex jatuh cinta kepada Ana, namun pada waktu itu Bos Alex belum mau mengakuinya, dan asal kamu tahu suster Vero, Bos Alex yang kamu lihat tadi yang mudah tertawa dan tersenyum, bahkan sampai tertawa cukup keras itu semua berkat Ana, karena sebelum mengenal Ana, jangankan tertawa, tersenyum saja bisa saya hitung berapa kali dalam satu bulan", sambung lagi ceritanya Arga kepada suster Vero.
Suster Vero sedikit terkejut mendengar cerita dari Arga, karena tidak menyangka jika Ana bisa membuat perubahan besar pada diri seorang Alexander.
"Kalau boleh tahu, dia tadi kan Alexander Damara orang paling terkaya itu kan Tuan??, berarti tadi istrinya adalah Ana William Tuan??", kata Vero kepada Arga.
__ADS_1
Arga langsung saja mengangguk mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Vero kepadanya tadi.
Pasangan suami istri yaitu Alex dan juga Ana mereka sudah sangat terkenal diNegaranya, bak artis yang sedang naik daun mereka sering muncul disurat kabar, dan berbagai media, karena keserasian diantara mereka, bahkan fashionnya Ana yang sederhana tapi elegan sering menginspirasi banyak wanita diluar sana yang selalu mengikuti fashionnya Ana.
Padahal aslinya Ana seperti itu bukan karena dia mengikuti fashion, melainkan Ana memilih baju, dress, gaun yang dia suka dan inginkan saja, namun malah terlihat cantik dimata para semua orang yang melihatnya.
Ana yang polos mana tahu bagaimana fashion yang bagus dan ngetren saat ini, bagi Ana yang terpenting dia nyaman memakai pakaian yang dia pakai saja, sudah itu intinya.
Pamornya Ana dan Alex tidak pernah membosankan untuk dibahas para pemburu berita, karena bagi mereka pasangan suami istri Alex dan Ana mempunyai kemistri yang jarang dimiliki pasangan-pasangan yang lainnya, dan bahkan wajahnya Alex terlihat semakin muda saja setelah menikah dengan Ana.
Dan Alex serta Ana tidak pernah ada kabar gosip miring diluar sana.
"Ya Tuhan tidak saya sangka, orang miskin seperti saya bisa melihat dan mengobrol secara langsung dengan orang-orang hebat seperti mereka, apalagi saya tadi juga bisa menggendong baby L yang sudah sangat terkenal ketampanan dan kelucuannya diNegara ini", kata Vero dengan wajah yang berbinar senang sekali, karena bisa berjumpa langsung dengan orang yang selama ini dilihatnya ditelevisi saja.
Arga yang melihat ada rasa senang diwajahnya Vero, dia lalu tersenyum tipis kepada Vero yang sedang tersenyum senang itu.
"Iya kamu beruntung suster, karena tidak sembarangan orang bisa menggendong dan melihat baby L", jawab Arga kepada Vero.
"Saya sekretaris pribadinya Bos Alex sekaligus tangan kanannya", jawab Arga kepada Vero sambil tersenyum.
"Tuan ternyata semua berita yang saya lihat dan saya baca dikoran, majalah atau televisi benar adanya jika Nona Ana orangnya sangat menyenangkan jika ketemu dengan aslinya, tidak cuma berita semata yang mencari sensasi", kata Vero lagi kepada Arga dengan senyum yang masih mengembang sempurna.
Suster Vero pertama melihat dengan Alex dan juga Ana dia tidak bisa langsung mengenali, karena dia sendiri lupa, namun didalam hatinya suster Vero dia terus mengingat-ingat siapa Alex dan juga Ana.
Dan Vero baru teringat ketika mereka sudah mengobrol lama dengan Alex dan juga Ana tadi diruang tamunya Arga.
Deg, tiba-tiba Arga merasa berdebar melihat senyumannya suster Vero, yang mana membuat jantungnya langsung bertalu-talu.
"Eheemm", Arga sengaja berdeham untuk meredakan suara jantungnya itu.
__ADS_1
"Suster, jika kamu tinggal pergi seperti sakarang, siapa yang menjaga adik perempuan kamu dirumah, dia kan masih kecil kasihan kan dia sendirian disana??",tanya Arga kepada Vero.
Pertanyaan dari Arga membuat senyum diwajahnya Vero langsung memudar seketika karena menjadi teringat dengan adiknya.
"Saya titipkan dengan tetangga sebelah rumah saya Tuan, dia sepasang suami istri yang tidak mempunyai anak, jadi mereka sudah menganggap saya dan adik saya sebagai anak mereka sendiri", jawab Vero kepada Arga dengan jujur.
"Saya sangat bersyukur bisa ditemukan dengan orang-orang seperti mereka itu Tuan, jika tidak ada mereka entah bagaimana saya menjaga adik saya yang sering saya tinggal seperti ini", sambung lagi perkataannya Vero kepada Arga dengan sambil melamun teringat dengan adiknya.
"Apakah adik kamu sudah sering kamu tinggal seperti ini suster??", tanya Arga lagi kepada Vero.
Dan Arga tadi juga melihat ada kesedihan dibalik mata cantiknya Vero, ketika mengingat adiknya.
"Sering Tuan, bahkan saya pernah meninggalkan adik saya selama satu tahun, ketika harus merawat orang yang lagi sakit struk dan jarak rumahnya sangat jauh sekali dari rumah saya, jika saya tempuh bisa memakan waktu sampai tiga jam lamanya diperjalanan, jadi pada waktu itu saya memutuskan untuk tinggal dirumahnya dan pulang satu bulan sekali", jawab Vero kepada Arga lagi sambil melihat kearahnya Arga.
Arga dihatinya menjadi terharu sekali melihat Vero bekerja keras untuk menghidupi adiknya, hingga sampai mau tidak mau harus meninggalkan adiknya dengan orang yang notabene tidak ada hubungan kerabat dengannya.
"Bagimana jika adik kamu, kamu ajak tinggal disini juga selama saya masih sakit dan kamu masih merawatku disini", tawar Arga kepada Vero.
Membuat Vero langsung sedikit melototkan matanya kepada Arga, karena terkejut mendengar perkataannya Arga.
"Apa Tuan serius mengijinkan adik saya sementara ikut dengan saya??", tanya Vero kepada Arga dengan ekspresi terkejutnya.
"Iya saya serius, besok ajaklah dia kesini, sekalian saya mau kenalan dengannya juga", jawab Arga kepada Vero sambil tersenyum manis.
"Baik Tuan, baik, besok saya akan menjemput adik saya, terimakasih Tuan, saya jadi tenang jika saya bisa menjaga adik saya sambil bekerja, terimakasih Tuan, terimakasih banyak", kata Vero kepada Arga dengan perasaan senangnya.
Arga hanya mengangguk saja kepada Vero sambil tersenyum ketika melihat wajahnya Vero yang sangat bahagia sekali, dan Arga lalu berfikir jika keputusan yang dia ambil untuk mengajak sementara adiknya suster Vero tinggal diapartemennya adalah keputusan yang tepat.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC***...