
Ketika Vero dan juga Arga sudah kembali duduk dikursi meja makan, Arga lalu membuka genggaman tangannya yang sedang membawa kesepuluh testpack tadi.
Semuanya Arga taruh diatas meja makan, dan ketika Arga melihat kesemua hasilnya, sungguh Arga sangat dibuat terharu sekali, karena dia sangat tidak menyangka akan diberikan kepercayaan oleh Tuhan secepat itu.
Karena hasil dari kesepuluh testpacknya adalah garis dua semua, yang artinya Veronica benar-benar positif hamil anaknya Arga.
Veropun yang juga ikut melihat hasilnya, dia sudah menebak jika didalam perutnya sedang tumbuh benih dari miliknya Arga.
Sebab Vero sedikit merasa berbeda diperutnya, sejak pagi tadi ketika mencium aroma parfum yang menyengat.
"Sayang kamu hamil, dan itu anak aku", kata Arga kepada Vero dengan wajah yang berbinar senang sekali.
"Iya Kak", jawab Vero kepada Arga sambil tersenyum manis sekali.
"Ayo kita segera makan, Kakak tidak mau jika kamu nanti telat makan, dan bisa membuat sidedek tambah kelaparan", kata Arga dengan sangat semangat sekali kepada Vero.
Dan Arga langsung saja ingin mengambilkan makanan untuk Vero.
"Vero bisa mengambil sendiri Kak", kata Vero kepada Arga yang sedang mengambilkan makanan untunya.
"No, hari ini Kakak yang akan mengurus kamu", kata Arga kepada Vero sambil terus mengambilkan makanan untuk Vero.
"Jangan banyak-banyak Kak", kata Vero ketika dia melihat piringnya hampir diisi penuh oleh Arga.
"Tidak apa-apa banyak, biar kamu sama dedek kenyang", jawab Arga kepada Vero.
"Wanita hamil jika dipaksakan makan banyak itu bisa tambah mual Kak, apalagi dia sedang hamil muda sepertiku, lebih baik makan sedikit tapi sering", kata Vero kepada Arga sambil mengembalikan beberapa lauk yang ada dipiringnya ketempatnya lagi.
"Ok suster, aku menurut apa kata suster, karena suster yang lebih tahu dari saya", jawab Arga kepada Vero sambil tersenyum manis sekali.
"Nah itu tahu", kata Vero kepada Arga sambil tertawa.
Vero dan Arga mereka lalu menikmati sarapan mereka dengan suka cita serta sangat bahagia sekali pagi itu, sebab ada kabar menggembirakan dari Vero yang sedang mengandung buah hatinya Arga.
Setelah sarapan mereka selesai, Vero yang ingin membereskan piringnya dia lalu dilarang oleh Arga.
"Biar Kakak saja sayang yang membereskannya, nanti kamu kecapekan", kata Arga kepada Vero.
__ADS_1
"Ibu hamil malah lebih bagus banyak bergerak Kak, karena akan..........", perkataannya Vero terpotong oleh perkataannya Arga.
"Iya-iya bu suster, tapi nanti akan Kakak carikan asisstan rumah tangga untuk kamu ya, supaya kamu tidak mengerjakan pekerjaan rumah lagi, no membantah ok", kata Arga menyela perkataannya Vero.
"Ok", jawab Vero kepada Arga dengan segera.
"Kakak mau kesana dulu mau menelfon Bos Alex sebentar", kata Arga lagi kepada Vero.
Dan Vero dia hanya mengangguk saja kepada Arga sambil tersenyum.
Arga yang sudah berada diruang keluarga, dia langsung saja menghubungi Alexander, selaku Bosnya dikantor.
"Halo Arga, ada apa kamu menelfon saya??", kata Alex ketika mengangkat sambungan telefonnya Arga.
"Bos saya ijin dulu ya hari ini, mau mengantar Vero kerumah sakit, sekalian saya mau mengurus fitting baju pernikahan saya", kata Arga kepada Alex.
"Sudah sampai mana untuk urusan pernikahan kamu Arga??", tanya Alex kepada Arga.
"Tinggal fitting baju, foto prewedding dan menyebar undangan saja Bos", jawab Arga kepada Alex.
"Apakah kamu membutuhkan bantuanku??", tanya Alex lagi kepada Arga.
"Terus tadi kamu ijin ingin mengantar suster Vero kerumah sakit apakah suster Vero sudah kembali lagi bekerja dirumah sakit??", kata Alex kepada Arga.
"Bukan Bos, Vero sudah tidak saya ijinkan kembali lagi bekerja dirumah sakit, apalagi dia saat ini sedang hamil anak saya Bos", jawab Arga kepada Alex sambil tersenyum bahagia sekali, terdengar dari suaranya Arga yang didengar oleh Alex melalui sambungan telefon.
Membuat Alex diseberang sana langsung saja menggelengkan kepalanya ketika mendengar jika Vero sedang hamil anaknya Arga.
"Hebat kamu, bergerak cepat sekali, berarti kamu akan mengantarkan suster Vero cek kandungannya??", kata Alex kepada Arga.
"Betul sekali Bos Alex", jawab Arga sambil tertawa dan didengar juga oleh Alex suara tawanya Arga.
"Baiklah, tapi hanya satu hari ini saja ya, karena pekerjaanku sangatlah banyak sekali akhir-akhir ini", kata Alex kepada Arga.
"Siap Bos, thankyou Bos", jawab Arga kepada Alex dan Alex langsung saja mematikan sambungan telefonnya Arga, ketika sudah mendengar jawabannya Arga.
Vero juga yang sudah selesai membereskan meja makan tadi, dia juga sudah ikut duduk bergabung dengan Arga diruang keluarga.
__ADS_1
"Ayo sayang kita bersiap-siap, kita akan kerumah sakit dulu untuk cek kandungan kamu itu, setelahnya kita nanti akan fitting baju pengantin kita", kata Arga kepada Veronica.
"Ok", jawab Vero kepada Arga.
Dan Vero langsung saja berdiri dari duduknya, namun tanpa Vero sadari Arga juga ikut berdiri dari duduknya dan langsung menggendongnya ala bridal style menuju kedalam kamar.
"Kakak membuatku terkejut, jangan diulangi lagi Kak, karena ini bisa bahaya buat si baby, kalau siMamahnya sering terkejut", peringat dari Vero kepada Arga.
"Ok siap susterku, lain kali tidak akan aku ulangi lagi", jawab Arga kepada Veronica sambil tersenyum manis.
Membuat Vero langsung ikut-ikutan tersenyum melihat senyumannya Arga tadi.
Ketika sudah sampai didepan kamar mereka, Arga lalu menurunkan Vero didepan kamarnya sendiri.
"Besok kamu pindah kekamarku ya sayang, nanti biar barang-barang kamu aku yang pindahin didalam kamar aku, dan biarkan saja Aleda yang tidur disitu", kata Arga kepada Vero.
"Iya", jawab Vero kepada Arga sambil tersenyum.
Dan setelahnya Vero lalu masuk kedalam kamarnya untuk bersiap-siap.
Sama seperti biasanya, Vero berdandan sangat simple sekali dan pakaian yang dikenakannya juga simple namun masih terlihat bagus. Dan jika berjalan dengan Arga, mereka berdua juga terlihat sangat serasi sekali.
Sedangkan Arga sendiri dia menunggu Vero, sambil termenung lagi dibalkon apartemennya karena teringat dengan sang Mamah.
Sebab Arga sangat ingin sekali memberitahukan kabar bahagia itu kepada Mamahnya, karena ini adalah cucu pertama dikeluarga mereka.
Arga sendiri juga belum sama sekali, bercerita dengan Vero, jika dia sedang tidak baik-baik saja hubungannya dengan sang Mamah, karena Arga tidak mau membuat Vero bersedih dan kefikiran.
Apalagi saat ini Veronica juga sedang mengandung buah hatinya, pastinya Arga semakin tidak mau membuat Vero semakin tertekan dengan sikap Mamahnya kepadanya.
Dan ketika Veronica sudah selesai bersiap-siapnya, dia lalu menemui Arga yang sedang berdiri dibalkon itu.
Arga yang melihat Vero sudah cantik, dia lalu segera mengajak Vero keluar dari dalam apartemennya untuk menuju kerumah sakit, dan segera mengecek kandungannya Vero.
...πππππππππππππ...
Selamat Arga, sekarang kamu tidak bisa pecicilan lagi, karena sudah mempunyai tanggung jawab besar sekarang sebagai seorang Ayah π
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...