
Kita berpindah keMamah Iris, karena belum afdol jika belum kita bahas satu persatu bukan.
Setelah kejadian malam itu, ketika dia mendapat tamparan lalu ditinggalkan pergi oleh Arga dan Ayah Geoff.
Malam itu Mamah Iris dia harus tidur sendirian, sebab sejak malam itu Ayah Geoff dia tidak kembali pulang kerumah sederhananya, melainkan kerumah mewahnya sendirian tanpa Mamah Iris.
Ayah Geoff sengaja melakukan itu kepada Mamah Iris sebab Ayah Geoff ingin memberikan hukuman kepada sikapnya Mamah Iris yang sudah sangat melewati batas kesabarannya.
Dan Mamah Iris sejak malam itu dia sering menangis sambil merenung sendirian, serta makannya pun sering tidak teratur hingga membuat tubuhnya bertambah kecil saja.
Ayah Geoff sebenarnya tidak benar-benar meninggalkan Mamah Iris sendirian dirumah sederhana itu.
Ayah Geoff sering mengawasi Mamah Iris dari jarak jauh untuk melihat kondisi sang istri yang sudah jarang keluar dari dalam rumah.
Terkadang Ayah Geoff juga membelikannya sebuah makanan untuk Mamah Iris dan meninggalkannya didepan pintu setelah dia mengetuknya.
Semua itu semata-mata Ayah Geoff lakukan supaya sang istri tidak jatuh sakit.
Mamah Iris dia sudah sedikit menyesal dengan ditinggalkan oleh anak dan suaminya sebab kelakuannya sendiri.
"Maafkan Mamah Arga, apakah tidak ada kata maaf untuk Mamah", kata Mamah Iris dengan pilu sambil meneteskan air matanya.
Sedangkan diapartemennya Arga, jujur Arga sendiri juga sama seperti Mamahnya yang selalu teringat dengan Mamahnya.
Sejak kejadian beberapa hari dirumah sederhana milik kedua orang tuanya kemarin.
Walau Mamahnya seperti itu kepadanya, Mamah Iris tetaplah Mamahnya, dan Arga begitu menyayanginya sekali.
Ketika Veronica sudah tertidur lelap, Arga sering sekali termenung dibalkon kamar apartemennya sendirian hanya untuk memikirkan sang Mamah yang entah bagaimana keadaannya, sebab Arga sama sekali tidak memperdulikan Mamahnya lagi, karena Arga masih merasa marah dengan Mamahnya.
Arga tidak bertanya kepada Ayahnya bagaimana kondisi dari sang Mamah, dan Arga juga tidak menyuruh seseorang untuk memantau serta mengawasi sang Mamah.
"Maafkan Arga Mah, Arga mau memaafkan Mamah, asal Mamah sudah mau menerima Vero menjadi istri Arga dan merubah sifatnya Mamah", kata Arga dengan lirih sambil merenung diatas balkon kamar apartemennya.
Ketika Arga sudah kembali masuk kedalam kamarnya dan ingin tidur disampingnya Vero, tiba-tiba Vero membuka matanya karena merasa ranjang disebelahnya bergerak.
"Kak Arga belum tidur??", tanya Vero kepada Arga.
"Belum", jawab Arga kepada Vero, dan Vero lalu melihat kearah jam yang menempel didinding kamar, yang sudah menunjukkan pukul setengah satu dini hari.
"Apakah Kakak membutuhkan sesuatu??, akan Vero ambilkan??", kata Vero kepada Arga.
"Tidak, aku hanya perlu pelukanmu saja, siniii", kata Arga kepada Vero sambil merentangkan tangannya.
Vero langsung saja mendekat kearahnya Arga dan memeluk Arga dari samping.
Begitu juga dengan Arga, dia langsung membalas pelukannya Vero.
__ADS_1
"Kak dari kamarin ada yang ingin Vero sampaikan kepada Kakak??", kata Vero kepada Arga dengan posisi saling memeluk.
"Apa itu sayang??", jawab Arga kepada Vero.
Sebab Vero memang belum sempat mengatakannya kepada Arga, karena Vero melihat jika Arga sedang capek dan banyak pekerjaan sekali akhir-akhir ini.
"Kakak kan sudah sembuh, Vero harus kembali kerumah sakit lagi Kak, terus dimana Vero dan Aleda akan tinggal Kak, sedangkan perumahan dipemukiman kami sudah Kakak gusur", kata Vero kepada Arga.
Dan Arga yang mendengar perkataan dari Vero dia lalu melepaskan pelukannya Vero dan langsung melihat kearah wajahnya Vero, begitu pula dengan Vero dia juga mendongak melihat kearah wajahnya Arga.
"Kamu kan sudah mau menjadi istriku sayang, untuk apa bekerja lagi dirumah sakit, apakah uang yang aku berikan kepadamu kurang??", tanya Arga kepada Vero.
"Bukan begitu Kak, Vero jika ingin mengundurkan diri juga harus melalui prosedur dari rumah sakit terlebih dahulu", jawab Vero kepada Arga.
"Untuk urusan itu serahkan kepada Kakak, sudah kamu tidak perlu kembali kerumah sakit lagi untuk bekerja", kata Arga kepada Veronica sambil tersenyum.
"Apakah bisa seperti itu??", tanya Vero dengan heran kepada Arga.
"Bisa, sudah kamu tenang saja", jawab Arga kepada Vero.
"Dan untuk urusan tempat tinggal, tentu saja kamu ya tinggal disini sayang, kan sebentar lagi kamu akan menjadi istri Kakak, lagi pula Kakak sudah mengurus pernikahan kita semuanya sekitar enam puluh persen", kata Arga lagi kepada Vero sambil tersenyum.
"Sudah enam puluh persen??, kenapa Kakak tidak melibatkanku dalam urusan pernikahan ini Kak??", kata Vero kepada Arga dengan nada yang sangat terkejut sekali.
"Kakak tidak mau kamu kecapekan sayang", jawab Arga kepada Vero sambil mengusap lembut rambut panjangnya Vero.
"Tapi Vero mau diikut sertakan Kak", kata Vero lagi kepada Arga.
"Mau-mau-mau Kak, Vero mau sekali", jawab Vero dengan semangat kepada Arga.
"Baiklah sekarang kita tidur yuk sudah larut malam soalnya", ajak Arga kepada Vero sambil membawa Vero kedalam pelukannya lagi.
"Dan satu hal lagi sayang, Kakak nanti ada kejutan untuk kamu, tapi belum saatnya kamu mengetahuinya", kata Arga kepada Veronica.
Membuat Veronica menjadi sangat penasaran sekali.
"Kakak suka sekali membuatku penasaran begini", kata Vero kepada Arga.
"Sengaja", jawab Arga kepada Vero sambil tertawa tanpa dosa saja.
Vero lalu mencubit kecil perutnya Arga karena merasa gemas.
Namun Arga tidak marah, dia malah tertawa lebih keras dan semakin mengeratkan pelukannya kepada badannya Vero.
Dan setelahnya Vero serta Arga benar-benar tertidur ketika jam sudah menunjukkan pukul satu lebih.
Pagi menjelang, sama seperti biasanya, Vero sudah bangun lebih dulu dari Arga dan juga Aleda untuk memasak dan menyiapkan makanan untuk mereka berdua.
__ADS_1
Serta tanpa terasa juga Vero dan Aleda sudah tinggal diapartemennya Arga sekitar hampir tiga bulan lamanya.
Vero sangat semangat sekali dalam memasaknya, hingga dia tidak sempat untuk mandi terlebih dahulu.
Ketika jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh kurang lima belas menit, semua masakannya sudah selesai dan sudah dia hidangkan diatas meja makan.
Vero memutuskan untuk mandi terlebih dahulu baru membangunkan Arga dan juga adiknya yaitu Aleda.
Vero pagi itu tidak merasakan apa-apa dibadannya, hanya saja pagi itu Vero merasa sangat fit sekali badannya.
Namun ketika Vero ingin memakai parfum miliknya tiba-tiba hidungnya menolak aroma parfum tersebut dan malah membuatnya berlari menuju kedalam kamar mandi ingin muntah.
Vero merasakan aneh ditubuhnya semenjak mencium aroma parfumnya tadi.
Vero yang sudah keluar dari dalam kamar mandi, dia lalu masuk kedalam ruang walk in closet yang ada didalam kamarnya dan langsung duduk dikursi yang ada disitu.
"Apakah ini.............???, tidak-tidak, tapi bisa saja sih, karena aku dan Kak Arga juga sudah sering melakukannya", kata Vero berbicara kepada dirinya sendiri.
"Nanti akan aku cek ketika Kak Arga sudah berangkat kekantor saja", kata Vero lagi dengan masih berbicara sendiri.
Dan setelahnya Vero lalu keluar dari dalam kamarnya untuk membangunkan Arga, sedangkan adiknya ternyata sudah bangun dan sedang mandi didalam kamar mandi.
...πππππππππππππ...
Ini Arga dan Veronica versi author ya readersπππ€
ARGA
VERONICA
Kurang banyak tidak nih ππππ
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...