GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 174


__ADS_3

Walau jam sudah menunjukkan pukul sebelas lebih, tetap saja tidak mengurangi ha***tnya dari Ana dan juga Alex.


Dan sekarang kita berpindah tempat dimansionnya Tuan Fredo.


Ketika tadi Alex yang sudah mematikan sambungan telefonnya kepada Tuan Fredo, Tuan Fredo dan juga Tara mereka masih tertawa sambil membayangkan wajahnya Alex yang pastinya sangat aneh karena harus mengungkapkan kata cinta kepada Ayah mertuanya.


"Andai saja aku bisa lihat wajahnya Alex langsung, pasti wajahnya sangat jelek sekali", kata Tara kepada Daddynya sambil tertawa.


"Jelek-jelek begitu tetap saja Alexander kelihatan tampan lho ya", kata Mommy Dania kepada Tara sambil menggoda Tara.


"Kalau sama Tara lebih tampan siapa Momm??", tanya Tara kepada Mommynya.


"Kalau segi look memang lebih tampan Nak Xander, tapi karena berhubung kamu anaknya Mommy, ya tetap akan Mommy bilang lebih tampan kamu", jawab Mommy Dania kepada Tara sambil tertawa kecil.


Tara hanya menunjukkan wajah manjanya kepada Mommy Dania ketika dia mendengar jawaban dari Mommynya.


"Sudah-sudah yuk kita tidur sudah malam juga, ditambah perut Daddy sakit ini gara-gara tertawa terus", kata Tuan Frexo kepada anak dan juga istrinya sambil ada sisa-sisa tawanya.


Tanpa banyak berkata namun bibir masih menyunggingkan senyum gelinya, Tara langsung saja melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya.


Begitu juga dengan Tuan Fredo dan juga Mommy Dania, mereka juga masuk kedalam kamar mereka untuk mengistirahatkan badan mereka juga.


Ketika Tara baru saja masuk kedalam kamarnya, dia melihat istrinya yaitu Bella sedang rebahan diatas ranjang, sambil menyandarkan badannya kesandaran ranjang, sambil membaca buku bacaannya.


Bella langsung saja mengalihkan pandangannya kearah pintu kamar yang terbuka, dan ternyata Taralah yang membuka pintunya.


Tara langsung mendekat kearahnya Bella dan langsung mengecup keningnya Bella dengan lembut.


"Aku kekamar mandi dulu ya sayang", kata Tara kepada Bella, dan Bella dia hanya mengangguk saja kepada Tara sambil tersenyum.


Namun kakinya Tara tidak langsung melangkah kearah kamar mandi, melainkan kearah box babynya terlebih dahulu yang sudah tertidur sangat lelap sekali itu dengan wajah lucunya.


Tara lalu mengusap lembut wajahnya baby Zi dengan sayang dan sambil bibir yang terus tersenyum, dan juga memberikan kecupan disemua wajahnya Baby Zi dengan lembut serta pelan, supaya tidak membangunkan baby Zi yang sedang berada dialam mimpinya itu.


Ketika sudah puas melihat hasil karyanya itu, alias baby Zi maksudnya, Tara langsung saja melangkahkan kakinya kedalam kamar mandi dan dia lalu menuntaskan kegiatannya didalam kamar mandi dengan segera.


Ketika sudah selesai, Tara langsung saja keluar dari dalam kamar mandi dan dia langsung melangkahkan kakinya menuju keranjang.


"Sayang, apakah kamu tahu tadi ada kejadian lucu ketika aku masih berada diruang keluarga bersama Mommy and Daddy",, kata Tara kepada Bella ketika dia sudah duduk diatas ranjang sampingnya Bella.


"Kejadian lucu apa My Griy??", tanya Bella kepada Tara sambil menutup buku yang sedang dibacanya.


Tara lalu menceritakan kepada Bella apa yang tadi sedang dikatakan Alex kepada Daddy mereka.

__ADS_1


Tara juga menceritakan kalau semua itu karena Ana sedang mengidam ingin mendengar Alex mengucapkan kata itu kepada Daddy Fredo.


Tara menceritakan semua itu kepada istrinya sambil tertawa dengan suara tertahan karena tidak mau akan membangunkan babynya yang sedang tertidur.


Bella pun yang mendengar semua cerita dari Tara dia juga sama tertawanya seperti Tara.


Dan Bella tertawa juga sambil membayangkan wajahnya Alex yang disuruh Ana untuk mengucapkan kata-kata itu kepada Tuan Fredo.


"Sumpah lucu sayang, pasti wajahnya Alex sangat lucu sekali itu tadi", kata Bella ketika sudah mendengar semua cerita dari Tara.


"Iya My Amanda, aku juga sedang membayangkan wajahnya Alex, sungguh Ana sangat aneh-aneh sekali ketika sedang hamil muda, namun Alex juga tidak pernah takut untuk membuat Ana hamil lagi, walau mengidamnya sangat unik sekali", jawab Tara kepada Bella sambil tertawa kecil juga.


Dan Bella juga masih tertawa mendengar perkataannya Tara.


"Em bagaimana kalau kita membuat adik untuk baby Zi yuk sayang", kata Tara kepada Bella sambil memeluk Bella dari samping.


"Kan kamu tahu sendiri sayang, jika aku masih program KB, mana bisa hamil lagi", jawab Bella kepada Tara.


"Iya aku tahu, maksud aku kita....... ayolah sayang ya", kata Tara kepada Bella sambil tersenyum me***m.


"Maaf anda kurang beruntung sayang, karena malam ini aku sedang berhalangan", jawab Bella lagi kepada Tara sambil menjawil hidung mancungnya Tara.


Tara yang mendengar perkataannya Bella dia lalu melepaskan pelukannya kebadannya Bella sambil menunjukkan muka cemberutnya kepada Bella.


"Ini saja aku tahu baru saja tadi sayang, i'm so sory", kata Bella kepada Tara sambil tersenyum manis.


"I'ts ok baby, aku akan menahannya, yuk kita tidur", jawab Tara kepada Bella.


Bella dan Tara lalu mereka tidur dengan saling memeluk satu sama lainnya.


Namun satu hal yang membuat Bella dia menjadi tidak bisa tidur, karena tangannya Tara dia sedang melakukan perjalanan kepuncak gunung miliknya Bella.


"Sayang tangannya tolong dikondisikan dong", kata Bella kepada Tara yang tangannya sedang seperti itu kepada bukit squishynya.


Tara dia hanya tertawa kecil saja menanggapi perkataannya Bella dan dia langsung saja menghentikan aksinya itu dibukit squishynya Bella.


Bella lalu memeluk Tara dengan mesra dan sambil memejamkan matanya, begitu juga dengan Tara juga membalas pelukannya Bella dengan lembut.


Setengah jam kemudian, Bella dia sudah terlelap dalam tidurnya, sedangkan Tara dia tidak bisa tidur dalam tidurnya, karena dia ingin menuntaskan yang memang seharusnya dituntaskan.


Namun apalah daya, Bella ternyata sedang berhalangan untuk membuatnya melayang.


Tara yang belum bisa tidur, dia lalu beranjak dari atas ranjangnya dan berjalan menuju kearah balkon kamarnya.

__ADS_1


Ketika Tara sudah berada diatas balkon kamarnya, dia lalu menyalakan rokoknya sambil menikmati udara malam itu sambil duduk dikursi yang ada disitu.


Tara yang termenung sendiri dia masih tidak menyangka bisa diberikan kesempatan kedua oleh Tuhan, ketika dia harus mengalami koma kemarin.


Sungguh Tara dia sangat bersyukur sekali akan kesempatan keduanya, dan Tara juga semakin bahagia saja ketika melihat perkembangan dari baby Zi yang tumbuh sangat aktif dan baik walau dia harus terlahir dengan prematur kemarin.


Tara merasa bukan manusia yang baik, karena dia juga pernah membunuh seseorang yang selalu mencari masalah dengannya maupun dengan para Keluarganya.


Walau sekarang Tara sudah tidak lagi melakukan hal itu, namun Tara juga masih bisa kembali lagi seperti dulu ketika ada musuh yang mendekat kepadanya atau kepada keluarganya.


Tara merasa Tuhan terlalu baik kepadanya, karena Tuhan masih mau memberikan kesempatan kepadanya yang Tara rasa kesempatan kedua ini sangatlah besar artinya baginya.


Ketika dua batang rokok yang dihisapnya sudah habis semua, Tara lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar lagi, dan dia langsung saja merebahkan badannya diatas ranjang disamping istrinya.


Sebelum tidur, Tara lalu mencium keningnya Bella dengan penuh kasih sayang, dan setelahnya Tara lalu membawa Bella kedalam pelukannya.


...🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿...


Ini visualnya Bella versi author, jika para readers mempunyai pandangan tersendiri, silahkanπŸ€—πŸ€—


Bella





Dan ini Bella and Tara yaps 😁😁😁






BONUSπŸ˜‚πŸ˜‚



...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


...***TBC***...


__ADS_2