GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 42


__ADS_3

Akhirnya Tuan Gavi, Fuan Fredo juga Tara serta Arjun dan Karl mereka sampai juga diruang perawatannya Ana.


Mereka ketika akan masuk sudah melihat keadaannya Alex yang diam saja sambil melamun seperti terlihat banyak fikiran.


"Xander", panggil Tuan Gavi kepada Alex anaknya.


Alex langsung saja mengalihkan pandangannya kearah Papinya. Sedangkan Tuan Fredo dan juga Tara mereka langsung bergabung duduk bersama Mommy Dania.


"Papi", kata Alex dengan lesu.


Tuan Gavi akhirnya ikut duduk bergabung dengan mereka semua sambil melihat kedalam kearah Ana yang terbaring lemah diatas brangkarnya dengan alat-alat medis yang menempel hampir diseluruh tubuhnya.


"Xander Papi ingin pergi bersama Tuan Fredo dan juga Tuan Tara kemarkasnya, kamu ingin ikut atau disini saja?? ", kata Tuan Gavi kepada Alex.


"Entahlah Pi, Alex seperti tidak punya tenaga rasanya", jawab Alex dengan lemas.


"Asal kamu tahu Xander, Tuan Vigor mau membunuh semua anggota Keluarga dari Keluarga William dalam waktu dekat ini", kata Tuan Gavi lagi kepada Alex sambil berbisik karena takut nanti didengar oleh Mommy Dania.


Alex yang mendengar bisikan dari Papinya, dia menjadi tambah marah rasanya.


"Karl sudah bisa mensadap suara mereka ketika mereka sedang berunding dan membuat rencana Xander", kata Tuan Gavi lagi seperti tahu akan tatapan dari Alex yang seperti ingin bilang Papi tahu darimana.


"Baiklah Xander ikut Pi", kata Alex dengan mantap kepada Papinya.


Karl dan Arjun mereka dengan setia masih menunggu majikan mereka diluar ruangan perawatan Ana.


"Dadd apakah Daddy dan Tara sudah mengetahui siapa yang melakukan ini terhadap putri kita?? ", tanya Mommy Dania kepada suaminya Tuan Fredo.


"Sudah Mommy, nanti Mommy disini dulu ya jagain Ana, dan nanti Mommy akan dijaga lebih ketat oleh para bodyguardnya Daddy, Tara dan juga Tuan Gavi Momm", kata Tuan Fredo kepada istrinya.


"Iya Nyonya, mereka para bodyguard handal dari kami, dan mereka sudah berada diluar ruangan ini, serta nanti Nyonya tidak perlu khawatir, saya sudah menelfon istri saya untuk menemani anda disini, agar anda tidak kesepian Nyonya", kata Tuan Gavi menimpali perkataan dari Tuan Fredo.


"Ya Tuhan, terimakasih atas semua bantuan yang anda berikan kepada kami Tuan, entah kami bisa membalasnya atau tidak, semoga Tuhan melimpahkan kebaikan kepada anda sekeluarga Tuan", kata Mommy Dania dengan sangat berterimakasih kepada Tuan Gavi.


Tuan Gavi dia tersenyum ramah kepada Mommy Dania. Dan tiba-tiba ada suara seseorang yang mengalihkan pandangan mereka semua.


"Halo semua, maaf saya baru bisa datang", kata seseorang itu kepada semuanya.


"Mami darimana saja memangnya", tanya Tuan Gavi kepada istrinya yang baru saja datang.


Ternyata yang datang adalah istrinya Tuan Gavi yaitu Nyonya Gia.


"Biasalah Pi, arisan sama ibu-ibu", jawab Nyonya Gia kepada suaminya.


"Nia, yang sabar ya, semoga masalah kalian cepat selesai dan Ana semoga bisa kembali pulih lagi", kata Nyonya Gia kepada Mommy Dania.


"Iya Gia, terimakasih", jawab Mommy Dania.

__ADS_1


"Tuan, Nyonya Gia sudah datang, mari kita bergegas segera kemarkas kami bagaimana Tuan", tanya Tuan Fredo kepada Tuan Gavi.


"Boleh Tuan Fredo", jawab Tuan Gavi kepada Tuan Fredo.


"Mami tolong temani Nyonya Dania dulu, Papi sama yang lain mau segera menyelesaikan masalah ini dulu", kata Tuan Gavi beralih kepada Nyonya Gia.


"Siap Pi", jawab Nyonya Gia.


"Ayo Alex", ajak Tuan Gavi kepada Alex.


Setelah itu mereka beranjak pergi dari situ dan hanya tersisalah Mommy Dania serta Nyonya Gia saja.


Karl dan Arjun mereka disuruh ikut juga untuk ikut kemarkasnya Tuan Fredo dan juga Tara.


........ **********........


Dimarkasnya Tuan Vigor sendiri, dia dan para anak buahnya sudah mempunyai strategi untuk menyerang dikediamannya Tuan Fredo.


"Apa semunya sudah siap", tanya Vigor kepada anak buahnya.


"Sudah Tuan, kita tinggal menyerang dan memberikan sesuatu kepada Keluarga William hingga mereka tidak akan membayangkan apa yang akan mereka rasakan Tuan", jawab anak buahnya kepada Tuan Vigor.


"Baiklah, kalian semua silahkan berlatih lagi, jika sudah selesai silahkan beristirahat, karena lusa kita akan menyerang mereka", perintah Tuan Vigor lagi kepada anak buahnya.


"Baik Tuan", jawab anak buahnya kepada Tuan Vigor. Dan setelah itu anak buahnya langsung berlalu pergi dari hadapannya Tuan Vigor.


Setelah kepergian dari anak buahnya, Tuan Vigor dia membayangkan sendiri jika dia bisa menguasai seluruh harta kekayaannya Keluarga William.


Setelah tertawa Tuan Vigor lalu mengambil ponselnya yang ada diatas meja, untuk menghubungi sekretarisnya.


".......... ... "


"Panggilan ja****ng yang terbaik kemarkasku sekarang juga", kata Tuan Vigor kepada sekretarisnya.


".......... ... ",


Setelah itu Tuan Vigor lalu mematikan sambungan telefonnya, dan dia menunggu wanita panggilan yang dia inginkan tadi didalam ruang kerjanya.


........ **********........


Akhirnya setelah beberapa menit mengendarai mobil, sampai juga para rombongan tiba dimarkasnya Tuan Fredo dan juga Tara.


"Keren juga", kata Alex sambil melihat markasnya Tuan Fredo dari halaman, karena dia baru saja turun dari mobil.


"Mari silahkan Tuan Gavi dan Tuan Alex", kata Tuan Fredo mempersilahkan tamunya untuk ikut masuk dengannya.


Mereka lalu mengikuti Tuan Fredo dan juga Tara untuk masuk kedalam, termasuk Karl dan juga Arjun yang masih setia mengikuti mereka dari belakang.

__ADS_1


Para bodyguard yang ketika sedang berlatih didepan mengetahui bos mereka datang, mereka langsung saja pada menghentikan kegiatan mereka untuk sejenak dan untuk menyapa para bos mereka.


Tuan Gavi dan juga Tara mereka hanya mengangguk menanggapi sapaan para anak buahnya, sambil terus berlalu berjalan menuju keruang bawah tanah.


"Silahkan duduk Tuan Gavi dan Tuan Alex", kata Tuan Fredo mempersilahkan duduk Tuan Gavi dan juga Alex.


Mereka semua akhirnya duduk dishofa yang ada diruangan itu. Termasuk Karl dan juga Arjun.


"Pi apa yang harus kita lakukan sekarang?? ", tanya Alex kepada Papinya.


"Sebentar", jawab Tuan Gavi kepada Alex.


"Karl, retas lagi rekaman CCTV mereka dan sadap suaranya juga", perintah Tuan Gavi kepada Karl.


"Baik Tuan", jawab Karl dan dia langsung saja membuka laptop dan membuka sistem CCTV yang dia retas ditempatnya Tuan Vigor.


Tuan Vigor sendiri dan Xandi mereka tidak mengetahui jika CCTV yang ada ditempat mereka sudah diretas oleh orang suruhannya Tuan Gavi, karena Karl sangat rapi menyembunyikannya, dan jika Xandi mencoba mengecek CCTV dia melihatnya jika rekaman CCTV yang ada ditempat bosnya masih aman-aman saja.


"Apa kita harus melihat dia melakukan itu pada ja***ng itu Pi", kata Alex kepada Papinya.


Pasalnya ketika Karl membuka rekaman CCTV yang ada diruangan Tuan Vigor yang berada dimarkasnya, mereka semua diperlihatkan tontonan yang sangat-sangat vulgar sekali antara Tuan Vigor dan wanita panggilan yang tadi dia minta.


Tuan Gavi dia tertawa kecil ketika melihat kekesalan diwajahnya Alex.


"Coha putar waktu yang sebelumnya Karl", perintah Tuan Gavi lagi untuk Karl.


Karl lalu mengflashback rekaman CCTV sebelum Tuan Vigor melakukan itu dengan wanita panggilannya.


Seketika semua orang menajamkan telinga dan sangat memperhatikan sekali layar laptopnya Karl, dengan apa yang dilakukan oleh Tuan Vigor bersama para anak buahnya.


"Bre****k jadi mereka akan menyerang kita besok lusa", kata Tara dengan sangat geram sekali.


"Karl coba perlihatkan kepada saya rekaman CCTV mereka yang ketika saya masih diruangannya Ana", perintah Alex kepada Karl.


Dan Karl lalu memutar ulang rekaman CCTV ketika Alex masih diruangannya Ana dan belum sempat melihatnya, untung saja Karl sudah menyimpannya tadi.


"Ternyata tujuan Tuan Vigor itu, hanya untuk harta, dasar manusia serakah", kata Alex ketika sudah melihat rekaman CCTV yang pertama tentang Tuan Vigor.


"Baiklah, sekarang saya tahu apa yang harus kita lakukan", kata Alex kepada mereka semua yang ada disitu.


Alex lalu mengutarakan ide yang ada dikepalanya kepada Tuan Fredo, Tara dan juga Papinya, sedangkan Karl dan juga Arjun mereka hanya mendengarkan saja.


Setelah melalui berbagai masukan dan kesepakatan, akhirnya Tuan Gavi, Tuan Fredo, Alex dan juga Tara sepakat untuk memberikan serangan terlebih dahulu kepada mereka semua anak buahnya Tuan Vigor sebelum mereka menyerang besok lusa.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Mereka semua malah seperti sedang mau perang ya readersπŸ€”πŸ€”

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***


__ADS_2