
Jika Alex sedang gemas dengan Ana, berbeda lagi dengan Aaron yang sedang menahan sakit hatinya karena Alex bisa berduaan dengan Ana.
Tara sebagai sahabatnya Aaron sekaligus sebagai Kakaknya Ana dia tidak mengetahui jika sahabatnya Aaron sangat menyukai adiknya itu. Sebab Aaron belum pernah bilang dan mengutarakan perasaannya.
Yang Tara tahu jika Aaron juga menyayangi Ana seperti dirinya menyayangi Ana sebagai adik dan Kakak.
"Om apakah benar jika Om Fredo menyetujui hubungannya Ana dan Tuan Alex", tanya Aaron kepada Tuan Fredo.
Dari pertanyaan Aaron kepada Tuan Fredo membuat Tara yang masih duduk diruang tamu itu dia menjadi curiga akan gelagat dan pertanyaan dari Aaron itu.
Setelah Tara memperhatikan ekspresi mukanya Aaron, Tara bisa menyimpulkan jika sahabatnya itu juga mencintai adiknya Ana. Dan Tara masih mendengarkan dan memperhatikan Aaron ketika bertanya lagi kepada Daddynya.
"Iya benar, karena Tuan Alex adalah laki-laki yang sangat baik, dan sudah sangat membantu Om sekeluarga apalagi Ana", jawab Tuan Fredo dengan ekspresi tanpa curiga sama sekali dengan Aaron.
"Breng****k tidak bisa aku biarkan dia mendapatkan Ana", batin Aaron sambil mengepalkan tangannya dengan sembunyi-sembunyi.
Akan tetapi setiap gerakannya Aaron semua terlihat jelas dimata Tara, Kakak kandungnya Ana.
"Tidak akan aku biarkan seorang pun menyakiti Princessku maupun Tuan Alex, dan apapun itu yang membuat adikku bersedih", batin Tara sambil terus memperhatikan tingkahnya Aaron.
"Walau dia saudara atau sahabatku sekalipun jika dia berani menyakiti Ana akan aku singkirkan demi kebahagiaan Ana", sambung batinnya Tara lagi.
Delwyn yang masih ada disitu dia juga tidak tinggal diam, karena dia sedikit marah kepada Alex karena Kakaknya dihina begitu oleh Alex tadi.
"Apakah Om sudah menyelidiki siapa itu Tuan Alex yang sebenarnya?? ", kata Delwyn kepada Tuan Fredo.
Sedangkan Mommy Dania dia tidak berada disitu setelah mengantarkan Ana kekamarnya, Mommy Dania dia memilih masuk kedalam kamarnya sendiri untuk beristirahat.
"Sudah, Delwyn", jawab singkat Tuan Fredo kepada Delwyn, membuat Delwyn sedikit kecewa akan jawaban dari Tuan Fredo.
Tara dia hanya diam saja sambil terus memperhatikan kedua sahabatnya bertanya-tanya kepada Daddnya.
"Apa Om tidak takut membiarkan mereka berada dikamar berdua begitu Om", kata Aaron mulai menghasut Tuan Fredo.
"Jikalaupun Ana hamil, ya langsung kami nikahkan saja, toh mereka juga sama-sama suka dan senang melakukannya", bukan Tuan Fredo yang menjawab melainkan Taralah yang menjawab.
Tara sengaja menjawab begitu karena dia ingin sekali lagi memastikan dugaannya, dan benar saja setelah Tara menjawab begitu, ekspresi mukanya Aaron terlihat jelas dimatanya Tara jika dia menahan amarah.
__ADS_1
Setelah bisa meredamkan rasa marahnya, Aaron langsung saja berpamitan kepada Tara dan kepada Tuan Fredo.
"Tar, Om Fredo, kita permisi pulang dulu ya, masih ada urusan lagi setelah ini", kata Aaron berpura-pura sambil melihat jam dipergelangan tangannya.
"Ayo Wyn", ajak Aaron kepada Delwyn.
"Iya hati-hati dijalan", jawab Tuan Fredo kepada Aaron dan juga Delwyn.
Sedangkan Tara dia hanya mengangguk sambil mengangkat telapak tangannya sebelah kanan kepada Aaron dan juga Delwyn.
Setelah itu Aaron dan Delwyn mereka berlalu pergi dari rumahnya Tuan Fredo. Tinggalah Tuan Fredo dan Tara yang masih tersisa diruang tamu itu.
"Tara suruh anak buah kamu untuk selalu mengawasi mereka berdua", kata Tuan Fredo kepada Tara anaknya.
"Apa Daddy memikirkan seperti yang Tara fikirkan?? ", kata Tara dengan ekspresi yang tercengang.
Karena tadi Tara melihat Daddynya hanya terlihat biasa saja tanpa curiga sama sekali dengan Aaron dan juga Delwyn, akan tetapi setelah mereka pergi Tara mendengar sendiri perintah yang diberikan oleh Daddynya.
"Iya, mereka mencurigakan setelah tahu jika adik kamu akan menikah dengan Tuan Alex, tingkah mereka tidak seperti biasanya", jawab Tuan Fredo kepada Tara sambil mengangguk.
Orang kaya seperti Tuan Fredo maupun Tuan Gavi harus memiliki kemampuan membaca ekspresi dari seseorang, karena itu penting.
"Iya Daddy Tara juga merasa seperti itu, apalagi Tara juga melihat sendiri Aaron tadi mengepalkan tangannya setiap kali bertanya tentang Tuan Alex dan juga Ana", jawab Tara kepada Daddynya.
"Kita harus hati-hati kepada mereka, terus awasi mereka Tara, jangan sampai mereka melukai Princess kita ataupun Tuan Alex", kata Tuan Fredo lagi kepada anaknya Tara sambil berdiri dan akan berlalu masuk kedalam rumahnya.
"Iya Daddy, dan Daddy sendiri mau kemana?? ", kata Tara kepada Daddynya.
"Mau kekamar istirahat", jawab Tuan Fredo kepada Tara.
"Terus Ana dan Tuan Alex bagaimana Daddy", teriak Tara kepada Daddynya ketika Tuan Fredo sudah sedikit menjauh darinya.
"Biarkan saja mereka", jawab Tuan Fredo cuek kepada Tara.
Tara hanya memajukan bibirnya dengan gemas karena jawaban dari Daddynya itu. Setelah itu Tara menghubungi anak buahnya untuk terus memantau dan mengawasi semua pergerakannya Aaron dan juga Delwyn sahabatnya.
Mereka memang sahabatnya, akan tetapi jika sudah ada niatan dan berani akan mencelakai orang-orang terdekatnya apalagi orang-orang yang dia sayangi, Tara tidak akan tinggal diam saja.
__ADS_1
Setelah memberikan tugas kepada anak buahnya, Tara langsung duduk lagi dishofa ruang tamunya, karena tadi dia ikut berdiri juga ketika melihat Daddynya berdiri.
"Tuan Tara", kata anak buahnya yang baru saja masuk ketika Tara baru saja duduk.
"Bagaimana??, sudah kamu selidiki dan cari lebih rinci seperti yang saya inginkan", kata Tara kepada anak buahnya.
"Sudah Tuan, ini", jawab anak buahnya kepada Tara sambil menyerahkan sebuah amplop coklat besar kepada Tara.
"Bagus, nanti akan saya baca, kamu boleh pergi dan jika ada yang saya butuhkan, saya akan memanggilmu lagi", kata Tara lagi kepada anak buahnya. Setelah itu anak buahnya berpamitan dan berlalu pergi dari hadapannya Tara.
Setelah anak buahnya pergi Tara juga berlalu pergi menuju keruang kerjanya untuk membuka amplop coklat yang diberikan oleh anak buahnya tadi.
Kembali kedalam kamarnya Ana, setelah tadi Alex dibuat gemas dengan Ana, Alex langsung saja berjalan-jalan dan melihat-lihat isi semua didalam kamarnya Ana yang sungguh bikin mata Alex tiba-tiba ingin tidur itu.
Mungkin karena waktu juga sudah siang dan menunjukkan pukul sebelas siang serta Alex juga kurang istirahat, jadi sekarang dia tiba-tiba merasakan mengantuk.
Alex lalu membuka jas yang dia pakai dan menaruhnya dishofa yang ada diruangannya Ana, setelah itu Alex juga melepas sepatu dan juga kaos kakinya, Alex juga melipat kemejanya hingga kesiku, setelah itu ketika sudah selesai Alex langsung saja berjalan dan ketika sudsh sampai didepan ranjang Alex langsung saja merebahkan badannya dikasur Queen sizenya Ana.
Ana yang masih berdiri sambil terus memperhatikan semua apa yang dilakukan oleh Alex, akhirnya Ana bertanya kepada Alex ketika Ana melihat Alex tidur diranjangnya.
Dan pertanyaan dari Ana membuat Alex rasanya semakin gemas saja.
"Lho Kakak kenapa tiduran diranjangnya Ana, apa Kak Xander mau menginap disini, nanti rumahnya Kak Xander bagaimana, kan kasihan ditinggal pergi sama Kak Xander, terus jika Daddy dan Kak Tara tahu bagaimana Kak dan.......... Perkataannya Ana langsung terputus ketika Alex langsung saja menarik tangannya Ana, dan membuat Ana langsung terjatuh tepat diatas badannya Alex.
π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°
Author pergi dulu ah, masih dibawah umur soalnyaπππ
Lanjut Part selanjutnya π
Readers maaf sekali, diChapter 54 diblock sama pihal PF, katanya terlalu vulgar, padahal Author pernah baca yang lebih vulgar banyak, jadi Chapter ke55 dan seterusnya tidak bisa diUp, padalah sudah Author Up, tapi masih mereview terus. π
Jadi mohon maaf sudah membuat readers kecewa jika nanti cerita ini tidak bisa berlanjut lagi readersπππ.
Semoga saja pihak PF segera menyetujui revisian dari Author yang Chapter 54π’ agar bisa berlanjut lagi.
ππππππππππππ
__ADS_1
***TBC***