GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 86


__ADS_3

Singkat cerita hari ini adalah hari pesta resepsinya Ana dan juga Alex yang diselenggarakan disalah satu hotel mewah dan berbintang lima milik Keluarga Damara.


Keluarga Damara dan Keluarga William mereka mengundang setidaknya sekitar sepuluh ribu tamu undangan, dan itu sudah dipilah dan dipilih yang terdekat dan terpenting saja.


Tidak main-main para tamu udangan yang hadir, mereka dari kalangan artis, pejabat, pemerintahan, bahkan dari kalangan kepolisian banyak yang hadir dipesta resepsinya Alex dan juga Ana.


Sungguh pesta yang sangat mewah, megah dan berkelas sekali pesta resepsinya Alex dan juga Ana. Dan pesta resepsinya Alex serta Ana dijaga ketat oleh para puluhan bodyguard, serta puluhan kepolisian yang sengaja kedua belah Keluarga sewa.


Karena tidak cuman kalangan pejabat, pembisnis dan lainnya, akan tetapi para mentri bahkan Presiden dan Wakil Presiden pun turut hadir dipesta resepsinya Alex dan juga Ana.


Hari itu Ana dan juga Alex sangat-sangat tampan serta cantik sekali dengan busana yang dirancang oleh perancang terbaik dan yang sudah sangat terkenal sekali rancangannya.


Alex begitu gagah dan Ana begitu cantik, persis seperti Pangeran dan sang putri. Tuan Gavi dan Tuan Fredo mereka tidak main-main dalam menggelontorkan uang untuk pesta resepsinya anak-anak mereka.


Bahkan Tuan Gavi dan Tuan Fredo juga memberikan Doorprize berupa mobil keluaran terbaru dan dua tiket liburan kenegara yang mereka inginkan dengan fasilitas yang tidak main-main yang akan diberikan dan semuanya akan dibiayai oleh Tuan Gavi serta Tuan Fredo.


Para tamu undangan yang ingin mengikuti doorprize itu mereka harus ikutan mengambil sebuah lotre yang disediakan dengan jumlah yang sangat banyak itu dan jika mereka beruntung mereka akan mendapatkan hadiah sesuai yang ada didalam lotre yang mereka ambil.


Tara sendiri dia memberikan hadiah sebuah kapal pesiar mewah untuk Ana dan juga Alex, sedangkan Dokter Bella dia memberikan sebuah gaun rancangan dari desainer kelas atas juga beserta tas dan sepatu yang sangat serasi dengan gaun itu, dan jika ditotal harga hadiah dari Dokter Bella semuanya, sangatlah mahal sekali.


Tuan Gavi, Nyonya Gia, Mommy Dania, serta Tuan Fredo mereka memberikan hadiah kepada Alex dan juga Ana sengaja berunding dahulu kemarin, karena supaya mereka bisa berbeda dan tidak sama dalam memberikan hadiah kepada anak-anak mereka.


Tuan Gavi dan Nyonya Gia, mereka sepakat memberikan sebuah rumah mewah beserta isinya dan satu buah mobil sport keluaran terbaru untuk Ana dan juga Alex.


Sedangkan Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka sudah sepakat memberikan tiket liburan dan bulan madu selama satu bulan keliling dunia, dengan fasilitas dijamin mewah dan tidak main-main.


Satu hari sebelum acara pesta resepsinya diselenggarakan, Ana yang melihat Kakaknya Tara datang kerumahnya bersama Dokter Bella untuk memberikan hadiah, Ana langsung memandang Kakaknya dengan pandangan khawatir, sebab Tara berjalan menggunakan tongkat dengan kaki yang diperban.


"Kakak, Kakak kakinya kenapa?? ", tanya Ana yang melihat kaki Kakaknya diperban sambil jalan menggunakan tongkat. Dan Dokter Bella dengan setia menuntun Tara disampingnya.


"Kemarin Kakak jatuh dari tangga Ana, terus kakinya Kakak terkilir, jadinya begini deh", jawab Tara berbohong kepada adiknya.


Sedang Alex yang ada disampingnya Ana dia diam saja sambil terus memperhatikan interaksi antara istri dan juga Kakak iparnya itu.


Dan Alex juga tidak langsung percaya jika kakinya Tara begitu karena jatuh dari tangga.


"Kakak sih tidak hati-hati, mangkanya jatuh, sakit tidak Kak jika Ana pegang begini", kata Ana kepada Tara sambil memegang kakinya Tara yang sakit.

__ADS_1


"Kalau cuma dipegang begitu tidak sakit sayang, tapi kalau dipegang terus ditekan ya sakit", jawab Tara kepada Ana sambil membelai lembut rambutnya Ana.


"Seperti ini ya Kak", kata Ana dan dia langsung menekan kakinya Tara, membuat Tara langsung mengaduh.


Sedangkan Alex dia tertawa melihat kelakuannya Ana, dan Dokter Bella dia langsung mengilu melihat kakinya Tara ditekan begitu oleh Ana.


"Aduuuuuh, sakit Ana kakinya Kakak", kata Tara dengan cemberut kepada Ana.


"Habisnya Ana penasaran seberapa sakit sih Kak, dan Ana juga kepingin lihat ekspresinya Kakak yang kesakitan itu bagaimana?? ", jawab Ana dengan polosnya kepada Tara.


Membuat Alex langsung saja tertawa dengan keras sekali dan langsung mendapat lemparan bantal shofa dari Tara.


"Oh ya Ana, Kak Bella ada sesuatu untuk Ana, nih", kata Dokter Bella menengahi pembicaraan mereka bertiga sambil memberikan sebuah kotak yang ukurannya cukup besar kepada Ana.


"Apa itu Kak", jawab Ana kepada Dokter Bella sambil menerima kotak hadiah yang diberikan oleh Dokter Bella kepadanya.


"Buka saja", jawab Dokter Bella dengan tersenyum manis kepada Ana.


Dokter Bella sendiri ketika menginap dirumahnya Tara, dia sempat bertanya tentang Ana kepada Tara, dan Tara langsung saja menjelaskan serta menceritakan semuanya tentang Ana.


Kenapa Ana bisa bersikap masih seperti anak kecil dan kenapa Ana begitu polos dan juga lugu semuanya Tara ceritakan kepada Dokter Bella, dan Tara juga bilang kepada Dokter Bella, jika dia sangat menyayangi adiknya itu.


Karena Dokter Bella dari dulu ingin sekali mempunyai adik perempuan, akan tetapi ketika Mamahnya lahiran yang kedua ternyata berjenis kelamin laki-laki.


"Wah gaun, tas, sepatu, cantik sekali pasti mahal, uang Kakak tidak habis kan untuk membeli ini semua", kata Ana ketika sudah membuka kotak hadiah pemberian dari Dokter Bella.


Tara, dan Alex mereka tertawa kecil mendengar perkataannya Ana yang mengatakan jika uangnya Dokter Bella habis untuk membeli hadiah tadi.


Sedang Dokter Bella yang sudah mengantisipasi perkataan nyeleneh dari Ana, dia langsung tersenyum lucu kepada Ana.


"Jika habis, ya nanti Kakak kerja lebih giat lagi, atau tidak nanti Kak Bella minta ke Kak Tara saja", jawab Dokter Bella kepada Ana sambil tertawa.


"Memangnya Kak Tara punya uang Kak, setahu Ana didalam dompetnya Kak Tara tidak ada uangnya, akan tetapi adanya kartu semua", jawab Ana dengan lugunya kepada Dokter Bella, membuat Dokter Bella langsung tertawa mendengarnya, begitupun dengan Alex dan juga Tara.


"Kalau Kakak tidak memberikan sesuatu juga untuk Ana", tanya Ana bergantian mengalihkan pandangannya ke Tara.


"Ini sayang, sudah atas namanya Ana itu", kata Tara sambil memberikan map yang berisi surat-surat penting.

__ADS_1


"Map dan kertas untuk apa Kak?? ", tanya Ana sambil menerima map itu dengan heran.


"Itu surat-surat kepemilikan kapal pesiar yang baru saja Kakak beli, dan kapal itu sudah Kakak buat atas nama kamu Ana", jawab Tara menjelaskan kepada Ana.


"Terus kapalnya mana Kak, ko tidak dibawa sekalian kesini, kan biar Ana bisa lihat", jawab Ana dengan polosnya, membuat Alex langsung tertawa terbahak-bahak.


Sedang Dokter Bella dia juga ikut tertawa, dan Tara dia langsung menepuk dahinya menggunakan telapak tangannya, karena gemas dengan jawabannya Ana.


"Nanti suruh suami kamu mengantar kamu ya dipelabuhan", jawab Tara menahan gemas kepada adiknya Ana.


"Oh ya sayang, maukah kamu menunjukkan isi rumah kita sama Kak Bella", kata Alex kepada Ana dengan lembut.


Alex sengaja berkata seperti itu karena dia ingin berbicara kepada Tara.


"Boleh, ayo Kak, ikut sama Ana", kata Ana dengan semangat, dan Dokter Bella yang mengerti jika Alex ingin berbicara dengan Tara berdua saja dia langsung saja berdiri sambil menggandeng tangannya Ana.


"Itu sebenarnya kenapa kaki kamu Tara?? ", tanya Alex ketika Ana dan Dokter Bella sudah berlalu masuk kedalam rumah.


"Tidak mungkin kamu terpeleset ditangga", sambung Alex lagi kepada Tara.


"Iya kamu benar Alex, ini semua ulahnya Edbert, mantan tunangannya Bella, yang tidak terima jika Bella menerimaku", jawab Tara kepada Alex.


Tara lalu menceritakan semuanya kepada Alex, siapa itu Edbertd dan bagaimana cerita yang sesungguhnya, hingga kejadian kecelakaan itu terjadi, semua Tara ceritakan kepada Alex.


"Apa aku perlu juga memberinya pelajaran Tara", jawab Alex ketika sudah mendengar cerita dari Tara.


"Tidak perlu, dia sudah dimasukkan kedalam penjara sama Daddy, dan aku yakin Daddy tidak akan sebentar mengurungnya dipenjara", jawab Tara kepada Alex.


Yah begitulah sekiranya yang terjadi sebelum pesta resepsinya Ana dan juha Alex. Jadi walau sekarang Tara datang kepesta resepsi Ana dengan menggunakan tongkat, Ana tidak lagi banyak bertanya.


Acara pesta resepsinya Ana dan juga Alex berlangsung sampai jam sepuluh malam, dan acaranya berlangsung lancar sesuai harapan semua kedua belah Keluarga.


Serta acara pesta respsinya Alex dan juga Ana dinobatkan oleh semua orang, adalah pesta resepsi paling mewah, berkelas dan elegan untuk tahun ini.


Karena memang acara pesta resepsinya Alex dan juga Ana bisa dibilang acara yang sangat meriah dan berkelas tinggi. Serta acara pesta pernikahannya Alex dan juga Ana selalu muncul ditelevisi, sosial media cetak maupun internet selama seminggu berturut-turut.


Dan banyak para perempuan yang iri dengan Ana karena acara pesta resepsi seperti itu kebanyakan diimpikan oleh semua para wanita.

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


***TBC***


__ADS_2