
Semakin hari kesehatannya Tara semakin membaik dan semakin normal.
Dokter yang selama ini memeriksa dan memantau kondisinya Tara juga sudah mengijinkan Tara untuk pulang kerumahnya lusa.
Dan akan menjalani rawat jalan saja dirumah. Bella dan keluarga yang lainnya sangat bahagia sekali mendengar kabar berita itu dari Dokter.
Baby Zi pun walau masih kecil terlihat sekali jika dia sangat lengket dengan Papinya yaitu Tara.
Dia akan sangat nyaman tidur diatas dada Papinya hingga sampai satu jam lamanya.
Dan Tara pun tidak mempermasalahkan itu, bahkan Tara sangat senang sekali karena berasa lengket sekali ikatan batin yang dirasakannya dengan baby Zi.
Bagi Tara selain Bella, baby Zilah yangmembuat dia semakin semangat ingin cepat sembuh dan bisa beraktifitas seperti semula.
Walau karyawan kantornya Tuan Fredo banyak yang tahu jika Tara sedang mengalami kecelakaan parah, mereka hanya mendoakan saja untuk kesembuhannya Tara dan tidak ada yang berani banyak bertanya tentang perkembangannya Tara.
Para pesaing bisnisnya Tuan Fredo dan juga Tara walau mereka tahu jika Tara sedang sekarat dan sedang dalam keadaan koma kemarin, mereka tidak mau bermacam-macam dengan Keluarga William karena mereka tahu Keluarga Damara pasti akan membantu.
Para pembisnis sudah sangat tahu bagaimana Keluarga William dan Keluarga Damara memberikan hukuman kepada para musuh-musuh mereka.
Para musuh dan saingan bisnisnya Tuan Fredo mereka hanya mendoakan Tara saja semoga cepat meninggal tanpa berani berbuat apa-apa karena mereka sangat takut jika ketahuan akan fatal pembalasan yang mereka dapat.
Lusa pun tiba dan hari yang dinanti-nantikan oleh semua keluarga pun datang, hari ini Tara dan juga yang lainnya sedang pada bersiap-siap untuk pulang kemansionnya Tuan Fredo.
Tuan Fredo dan Papah Aldric pun mereka berdua sengaja tidak berangkat kekantor untuk menemani Tara, Bella serta baby Zi untuk pulang kerumah, sedangkan Nico dan juga Alex mereka berangkat bekerja tidak bisa mengantar Tara serta Bella untuk pulang.
Namun Ana dan juga Baby L dia sudah diantarkan Alex kerumahnya Tuan Fredo sejak tadi pagi. Alex dia berpesan kepada para bodyguardnya yang menjaga Ana jangan biarkan orang yang tidak dikenal masuk kerumahnya Tuan Fredo serta harus menjaga Ana dengan sebaik mungkin.
Setelah menyelesaikan semua prosedur kepulangan dari Rumah Sakit, Tara dan Bella akhirnya sampai juga dirumahnya Tuan Fredo bersama yang lainnya juga.
Tara sangat rindu sekali dengan suasana rumahnya setelah satu bulan penuh dia tinggalkan.
Kedatangan dari Tara, Bella dan para Keluarga yang lain disambut hangat oleh para pelayan dan asisstan rumah tangganya Tuan Fredo serta Ana dan Baby L juga tentunya.
"Aaaaah akhirnya aku bisa kembali lagi kerumah", kata Tara sambil duduk dishofa yang ada diruang tamu.
__ADS_1
Dan diikuti oleh para keluarga yang lainnya, sedang Baby Zi dia lagi anteng tertidur didalam gendongannya Bella.
Sedang Ana dia langsung saja duduk disebelah Mommynya dan Baby L langsung saja digendong oleh Tuan Fredo.
Tara dan juga Bella belum ada persiapan sama sekali untuk mempersiapkan semua kebutuhan dan keperluan untuk baby mereka.
Namun Bella sama Tara dia sangat beruntung sekali mempunyai keluarga yang sangat perhatian kepada mereka berdua.
Semua kebutuhan dari baby Zi sudah disiapkan oleh Tuan Fredo, Nico, Alex, Ana, Tuan Gavi maupun Nyonya Gia.
"Iya Nak, Mommy juga sangat bersyukur kamu bisa sembuh dan kembali berkumpul dengan kita semua", jawab Mommy Dania kepada Tara sambil tersenyum senang.
"Iya Daddy sangat bersyukur sekali, karena jika harus membayangkan lagi ketika Daddy sedang memangku kamu dengan tangan Daddy yang penuh darah ketika baru saja mengeluarkanmu dari dalam mobil, sungguh Daddy tidak kuat jika harus mengingatnya lagi", kata Tuan Fredo kepada semuanya sambil memangku cucu laki-lakinya yaitu Baby L.
"Iya Dadd, Tara ingat ketika kejadian itu Tara yang hanya tahu harus menghindari mobil box itu dengan cara membantingn stir dan tidak tahunya malah menabrak tiang listrik", kata Tara juga kepada Tuan Fredo.
"Sudah jangan diingat-ingat lagi, semua itu untuk pelajaran kita semua agar lebih hati-hati lagi dalam berkendara", kata Mamah Angel ikut bergabung dalam obrolan.
Kecelakaannya Tara yang waktu itu sudah ditangani oleh pihak kepolisian, namun Keluarga William ketika mengetahui jika penyebabnya karena rem blong mereka tidak menuntut sopir mobil boxnya.
Dan akhirnya semua itu bisa dilewati dengan baik oleh Tara sekeluarga, dan akhirnya dia saat ini bisa berkumpul lagi dengan semua keluarga besarnya.
"Oh ya Dadd, terus mobilnya Tara yang rusak Daddy taruh mana??", tanya Tara kepada Daddynya.
"Taruh dimarkas, karena Daddy tahu jika Daddy buang pasti kamu akan menanyakannya, padahal sebenarnya sudah ingin Daddy buang itu mobil", jawab Tuan Fredo kepada Tara.
"Daddy tahu saja apa yang ada didalam fikirannya Tara, karena mobil itu adalah kenang-kenangannya Tara dalam berjuang melawan koma", jawab Tara kepada Tuan Fredo sambil tertawa kecil.
"Lagi pula kamu juga masih mempunyai mobil yang lainnya sayang", kata Bella kepada Tara.
"Iya, tapi kan itu mobil yang baru aku beli ketika lagi mengidam kemarin", jawab Tara kepada Bella.
"Makanya jika istri berbicara itu didengarkan, jangan dibeli mobilnya tetap saja dibeli", kata Bella sambil menyindir Tara, dan Tara hanya tertawa kecil saja kepada bella.
Mereka semua sangat bahagia hari itu, ketika bisa berkumpul dan bercanda lagi seperti biasanya.
__ADS_1
Dan ketika Tara dan juga Bella berpamitan ingin beristirahat, waktu pertama kali masuk kedalam kamar mereka, mereka berdua sangat terkejut sekali ketika melihat begitu banyak perlengkapan bayi yang cukup komplit berada didalam kamar mereka.
Bella dan Tara sangat yakin jika semua itu pemberian dari para keluarganya.
Sedangakan para keluarga yang lainnya mereka lanjut mengobrol diruang keluarga.
"Waaahh sangat banyak sekali barangnya, dan ini juga bagus box babynya", kata Bella ketika melihat semua barang-barang perlengkapan babynya itu.
Bella langsung saja menaruh baby Zi didalam box babynya dan Bella langsung juga melihat semua perlengkapan baby yang ada disitu.
Sedang Tara dia malah mengambil baby Zi lagi dan menaruhnya diatas ranjang dengan dia supaya bisa tidur sambil memeluk baby Zi.
Tara terus menciumin pipinya baby Zi yang sudah mulai berisi itu sambil menepuk-nepuk pelan pant4tnya baby Zi.
Dan Bella yang sangat senang sekali melihat barang-barang yang lucu itu dia sampai histeris sendiri sampai tidak sabar ingin segera memakaikannya kepada Baby Zi nanti ketika sudah mandi sore.
"Sudah sayang kita istirahat dulu yuk, itu kan bisa diurus lagi nanti", kata Tara kepada Bella.
Dan bella ketika mengalihkan pandangannya kearahnya Tara dia melihat ternyata baby Zi sudah tertidur diatas dadanya Tara seperti biasanya.
"Kenapa dipindahin sih Baby Zinya sayang, biarkan dia nyaman tidur dibox babynya", kata Bella sambil berjalan kearah ranjang.
"Biar saja, aku senang begini dan dia juga senang tertidur tengkurap begini diatas dadaku", jawab Tara kepada Bella sambil terus menepuk-nepuk pelan badannya baby Zi.
Sedang Bella dia hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkahnya Tara yang seperti itu, dan langsung ikut berbaring juga disebelahnya Tara sambil ikut menepuk-nepuk badannya baby Zi.
...π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’π’...
Yakin tidak penasaran sama ceritanya Denzel sama Tevy πππ
...πππππππππππππ...
...***TBC***...
__ADS_1