
Ketika baby girlnya Tara serta Bella lagi menangis, Mamah Angel dan juga Mommy Dania mereka langsung reflek membantu Bella untuk menenangkan baby girl itu, dan tidak menyadari jika Tara dia sudah bisa menggerakkan jari tangannya dengan sangat perlahan sekali.
"Oh sayang-sayang, kenapa menangis hmm, ini Mami sayang, ada Oma Dania dan juga Oma Angel ini disini menemani kita", kata Bella sambil menenangkan baby girlnya yang lagi menangis dengan sambil juga memberikan ASInya kepada baby girlnya itu.
Baby girlnya Bella dia tetap tidak mau meminum ASI dari Bella, dan entah kenapa Baby girlnya itu sangat rewel serta tidak mau berhenti menangis sama sekali.
Mommy Dania dan juga Mamah Angel, mereka berdua juga bergantian untuk menggendong baby girlnya Bella supaya bisa diam dan tenang, namun tetap saja mereka berdua juga tidak bisa meredakan suara tangisan dari baby girlnya Bella yang memekakkan telinga.
Suara tangisan dari baby girl yang semakin keras membuat Tara semakin bisa menggerakkan kelima jarinya dengan perlahan, walau matanya masih tertutup dengan sempurna.
"Sini Momm, biar Bella gendong lagi, padahal selama Bella menjenguknya ketika masih disana, dia tidak pernah menangis sama sekali seperti ini", kata Bella sambil meminta baby girlnya dari gendongan Mommy Dania.
Bella yang menggendong baby girlnya dia sambil berjalan-jalan kecil mengitari seluruh ruang rawatnya untuk menenangkan anaknya.
Namun belum ada perkembangan, suara tangisannya belum juga berhenti sama sekali.
Mamah Angel dia mengusulkan untuk memanggil Dokter saja, dan langsung dianggukin Mommy Dania.
"Apa Mamah panggilkan Dokter saja Bella, siapa tahu dia merasakan sesuatu dibadannya begitu", kata Mamah Angel kepada Bella.
"Iya Bella, ada benarnya perkataan dari Mamah kamu", kata Mommy Dania juga kepada Bella.
"Nanti saja Momm, jika Bella tidak bisa mengatasinya", jawab Bella kepada kedua Mamahnya itu.
Bella langsung saja melanjutkan lagi menenangkan baby girlnya. Entah kenapa rasanya ada dorongan kuat sekali, membuat Bella menghentikan langkahnya disamping brankarnya Tara yang masih memejamkan matanya itu.
"Papi, anak kita rewel, dia tidak mau sama Mami, apa Papi tidak mau untuk ikut menenangkannya juga??", kata Bella mengajak berbicara Tara seperti biasanya, dan juga sambil menenangkan anaknya yang masih rewel.
Mommy Dania dan juga Mamah Angel selalu memperhatikan Bella ketika menenangkan cucu mereka.
Dan ketika Bella mengajak berbicara Tara mereka juga selalu memperhatikan Bella terus.
__ADS_1
Tanpa diduga oleh Bella, Mommy Dania dan juga Mamah Angel, ketika Bella berhenti berkata seperti itu kepadanya Tara, Tara lalu membuka matanya dengan sangat perlahan-lahan sekali.
Bella yang lagi memperhatikan anaknya dia tidak menyadari akan hal itu, sedangkan Mommy Dania yang daritadi melihat kearahnya Tara dia langsung saja terkejut histeris dengan langsung mendekati Tara yang sudah membuka matanya.
"Taraaaaaa", kata Mommy Dania memanggil namanya Tara sambil berjalan mendekati brankarnya Tara karena dia sedang berdiri disamping brankarnya Bella dan langsung mengalihkan pandangannya Bella serta Mamah Angel yang lagi melihat kearah baby girlnya Bella dan Tara.
Bella sangat senang sekali melihat Tara akhirnya mau membuka matanya kembali, dia sampai menangis terharu, begitupun dengan Mommy Dania dan juga Mamah Angel.
Mamang Angel dia langsung berinisiatif untuk menyuruh bodyguard yang berjaga diluar untuk memanggilkan Dokter yang biasanya menangani Tara untuk segera datang keruang perawatannya Tara.
Setelah menyuruh salah satu bodyguard, Mamah Angel langsung menelfon suaminya yaitu Papah Aldric untuk mengabarkan jika Tara sudah siuman dari komanya, dan Papah Aldric langsung saja menelfon besannya yaitu Tuan Fredo, dilanjutkan Tuan Fredo langsung menelfon Alex, dan Alex langsung juga menelfon Papinya.
Setelah menelfon Tuan Fredo tadi, Papah Aldric dia langsung menelfon Nico untuk segera datang kerumah sakit juga, karena Tara sudah siuman dari komanya.
Ketika ditelefon oleh Ayah mertuanya, Alex dan juga Ana mereka sedang asik mengobrol sambil menggoda baby L yang sedang mengoceh sendiri itu.
Alex langsung saja terkejut ketika dia mengangkat telefon dari Tuan Fredo yang mengatakan jika Tara sudah siuman.
Mereka semua yang mendapat kabar itu, mereka langsung saja meninggalkan pekerjaan mereka dan langsung juga menuju kerumah sakit.
Sedang dirumah sakit Dokter yang biasanya menangani Tara dia juga sangat bersyukur jika Tara sudah siuman dari komanya dan tubuhnya Tara juga sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan.
Bella sangat senang sekali mendengar penjelasan dari Dokter, walau dia sambil menggendong dan menenangkan anak babynya.
"Papi ini anak kita sayang, dia perempuan seperti harapan kamu", kata Bella kepada Tara ketika Dokter sudah berlalu pergi keluar dari ruang perawatan mereka.
Tara langsung saja senang sekali mendengar perkataannya Bella dengan tersenyum sangat tipis sekali, karena dia masih lemah.
"Boleh aku melihatnya??", kata Tara dengan lirih kepada Bella, sedang Mommy Dania dan juga Mamah Angel mereka berdua masih dengan setia berdiri dibrankarnya Tara yang satunya.
Bella langsung saja mendekatkan baby girlnya kepada Tara, dan Tara yang sekilas melihat anaknya itu dia langsung tersenyum sampai terlihat giginya.
__ADS_1
"Bawa sini", kata Tara dengan suara pelannya sambil menyuruh Bella untuk meletakkan baby girl kelengannya Tara.
Tanpa ragu Bella langsung meletakkan baby girl mereka kelengannya Tara denga Bella yang menjaga disebelahnya sambil duduk.
Dengan gerakan yang sangat perlahan sekali tangan Tara mengusap serta menepuk-nepuk badan anaknya yang masih kecil itu dengan sangat lembut, dan ajaibnya baby girlnya langsung diam seketika serta tidak membutuhkan waktu lama juga, baby girl yang daritadi rewel sudah terlelap tertidur merasakan usapan lembut tangan Papinya.
Mamah Angel, Bella, dan juga Mommy Dania semakin terharu saja melihat ikatan batin yang sangat kuta antara Tara dan juga baby girlnya.
Ketika dirasa cukup lama baby girl tertidur dilengan sang Papi, Bella berinisiatif untuk mengambil baby girlnya dan menaruhnya kebrankarnya supaya lebih nyaman, namun yang terjadi anaknya malah langsung terbangun dan langsung juga menangis.
"Tolong tinggikan tempat tidurku saja sayang, dan bawa sini anak kita", kata Tara kepada Bella dan juga sambil menyuruh Bella untuk menaruh baby girlnya kedadanya Tara.
Ketika tempat tidurnya Tara sudah sedikit ditinggikan, Bella langsung menaruh baby girl mereka kedadanya Tara, dengan pelan dan sangat hati-hati sekali, Tara mendekap dan memeluk erat anaknya itu, hingga tanpa sadar air matanya menetes ketika melihat wajah sang anak yang sangat mirip sekali dengannya.
Perasaan Mommy Dania sangat-sangat bahagia sekali ketika melihat anak sulungnya sudah bisa membuka matanya dan memeluk erat anak pertamanya, hingga dia tak kuasa menahan air mata yang daritadi sudah keluar dari kelopak matanya.
"Mommy jangan menangis", kata Tara kepada Mommynya sambil mengusap air mata Mommy Dania.
Mommy Dania dia langsung saja tersenyum sambil menangis ketika Tara mengusap air matanya.
"Lihat sayang, Oma-oma kalian pada mewek daritadi", kata Tara kepada anaknya yang berada didalam gendongannya sambil menggoda Mamah Angel dan Mommy Dania.
Semua orang termasuk Bella dan Tara juga langsung saja tertawa mendengar perkataannya Tara tadi yang menggoda Mamah Angel serta Mommy Dania.
...π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°π°...
Selamat Abang Tara, ini semua juga berkat para readers yang mendoakanmu untuk segera sadar dan bisa berkumpul dengan keluarga lagiπ€π€π€
...πππππππππππππ...
***TBC***
__ADS_1