GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 198


__ADS_3

Mari kita meninggalkan keseruan yang ada didalam mansionnya Alex dan juga Ana, lalu kita berpindah tempat sejenak dirumah sakit, tepatnya diruang VIP perawatannya Leyna.


Leyna yang sudah dipindahkan keruang perawatan sejak tiga puluh menit yang lalu, namun dia belum sadarkan diri sampai sekarang juga.


Pagi itu Simon yang mempunyai shif pagi dia ijin untuk sehari saja, dan menyuruh Dokter lain untuk menggantikan tugasnya.


Sambil menunggu Leyna yang belum sadar, Simon baru teringat jika dia belum mengabari kabar gembira ini kepada semua keluarganya, terutama Mamahnya.


Sebab Mamahnya Simon memang sudah teringin sekali mempunyai seorang cucu.


Orang yang pertama kali dihubungi oleh Simon adalah Papahnya sendiri yaitu Papah Ken.


Papah Ken yang sedang berada didalam kantornya dan sedang meeting dengan para jajaran perusahaannya, dia lalu meminta ijin sebentar untuk mengangkat telefon yang ternyata dari Simon.


"Halo Simon, ada apa kamu menelfon Papah, Papah lagi meeting sekarang", kata Papah Ken kepada Simon ketika sudah mengangkat sambungan telefonnya Simon.


"Maaf Pah, Simon mengganggu Papah yang lagi meeting, Simon hanya ingin memberitahukan jika saat ini Leyna sedang dirawat dirumah sakit", kata Simon kepada Papah Ken.


Papah Ken sedikit terkejut mendengar jika menantunya sedang dirawat dirumah sakit.


"Memangnya Leyna sedang sakit apa Simon, kenapa dia sampai dirawat dirumah sakit??", tanya Papah Ken dengan nada terkejutnya kepada Simon.


"Dia tidak apa-apa ko Pah, hanya lemas dan kurang darah saja, karena saat ini Leyna sedang hamil anak aku", jawab Simon kepada Papahnya sambil tersenyum, walau Papahnya tidak melihat senyumannya.


Papah Ken sangat senang sekali mendengar berita tersebut dari Simon, karena itu tandanya dia akan segera mempunyai seorang cucu dari Simon.


"Syukurlah, Papah ikut senang Simon, sebentar lagi Papah akan mempunyai seorang cucu", kata Papah Ken kepada Simon dengan nada gembiranya.


"Baiklah Simon hanya ingin memberikan kabar itu saja Pah, silahkan Papah jika mau meeting lagi", kata Simon kepada Papahnya.


"Iya jagain Leyna dulu ya, sampai kami datang menjenguknya nanti", jawab Papah Ken kepada Simon dan setelahnya panggilan telefon mereka benar-benar terputus.

__ADS_1


Ketika panggilannya sudah terputus bersama Papahnya, Simon ingin juga memberitahukannya kepada Mamahnya, namun tidak bisa, karena ada pemberitahuan jika Mamahnya sedang menerima telefon dari orang lain.


Simon lalu memutuskan untuk menelfon Ayah mertuanya atau Mamah mertuanya terlebih dahulu, baru setelah itu dia menelfon Mamahnya sendiri.


Mamahnya Simon yang bernama Mamah Merry dia tidak bisa mengangkat telefon dari Simon, karena dia sedang mengangkat panggilan masuk dari Papah Ken.


Karena Mamah Merry sedang diberitahu oleh Papah Ken jika mereka sebentar lagi akan mempunyai seorang cucu dari Leyna dan juga Simon.


Mamah Merry sangat senang sekali dan Mamah Merry berdoa dengan tulus semoga Leyna dan beserta calon cucunya itu sehat dan baik-baik saja sampai waktu melahirkan.


Mamah Merry juga mengajak Papah ken untuk segera menjenguk menantunya itu dirumah sakit, dan kemungkinan besar nanti sepulang dari kantor, Papah Ken dan Mamah Merry langsung menuju kerumah sakit.


Ketika Simon sedang mengabari kedua mertuanya itu, Ayah Darius dia sangat senang sekali, karena itu juga cucu pertamanya dikeluarganya, sebab Kakaknya Leyna belum menikah.


Bahkan Mamah Flo Mamahnya Leyna dan otomatis mertuanya Simon, dia langsung saja menyuruh sopir pribadi yang ada dirumahnya untuk mengantarkannya sekarang juga menjenguk Leyna dirumah sakit.


Ketika Simon sudah mengabari semua keluarganya, dia yang tadi menelfon sambil menghadap kejendela kamar, Simon dibuat terkejut ketika dia membalikkan badannya dan melihat Leyna sedang berusaha membuka matanya.


"Sayang, kamu sudah sadar", kata Simon kepada Leyna sambil membantu Leyna untuk meninggikan sedikit brankarnya itu.


"Ini minum dulu", kata Simon lagi kepada Leyna sambil memberikan segelas air putih untuk Leyna.


Leyna langsung saja meminum air putih itu hanya sedikit saja.


"Kenapa aku dirumah sakit sayang, dan kenapa juga aku diinfus seperti ini??", kata Leyna kepada Simon ketika dia sudah sepenuhnya sadar.


"Tidak apa-apa sayang, ini yang terbaik untuk kamu, sampai kamu sembuh total", jawab Simon sambil tersenyum manis kepada Leyna dengan sambil juga menggenggam tangannya Leyna.


"Memangnya aku sakit apa Simon??", tanya Leyna kepada Simon.


"Kamu tidak sakit apa-apa ko sayang, kamu pingsan karena darah kamu sangat rendah sekali, sebab didalam sini ada calon buah hati kita yang sudah kita tunggu-tunggu", kata Simon kepada Leyna sambil mengusap perutnya Leyna dengan sayang.

__ADS_1


Leyna yang mendengar perkataannya Simon, tanpa sadar air matanya langsung saja menetes dari kelopak matanya yang indah itu.


"Apakah kamu tidak membohongiku Simon, jika aku sedang hamil??", kata Leyna kepada Simon sambil menangis.


"Aku tidak berbohong sayang, tadi ketika kamu masih pingsan, kamu sudah diperiksa dan ini hasilnya", jawab Simon kepada Leyna sambil memberikan hasil foto USGnya tadi.


Leyna dengan tangan yang bergetar dia lalu menerima foto USG calon babynya itu dengan air mata yang semakin deras saja mengalir membasahi pipinya.


Leyna yang sudah tidak tahan akan perasaan membuncah didadanya, dia lalu menangis dengan cukup keras sekali sambil mengusap perutnya dengan lembut sekali.


Dan Simon yang melihat Leyna seperti itu dia langsung saja memeluk Leyna dan membawanya kedalam kehangatan tubuhnya, sambil mencium puncak kepalanya Leyna dengan sayang.


"Anakku", kata Leyna dengan lirih sambil mengusap perutnya itu.


"Semua doa-doa kita terutama doa kamu sudah dikabulkan oleh Tuhan sayang, mari kita jaga dia dengan sangat baik, dan kita juga rawat dia dengan penuh kasih sayang", kata Simon kepada Leyna sambil tersenyum manis dengan Leyna ketika dia sudah melepaskan pelukannya Leyna.


Leyna hanya mengangguk saja kepada Simon sambil tersenyum senang sekali.


"Semoga dia baik-baik saja didalam sana, hingga sampai dimana waktunya dia harus melihat dunia", kata Leyna kepada Simon dan perkataannya Leyna langsung diaamiinin oleh Simon.


"Jadi akhir-akhir ini rasa capek dan pusing yang aku rasakan adalah karena aku hamil, aku takut kecewa lagi Simon makanya tidak aku tes kemarin, jadi fikir aku itu semua karena aku kecapekan dari berlibur kemarin", kata Leyna kepada Simon.


"Sebenarnya sejak kapan kamu sudah merasakan seperti itu sayang", tanya Simon kepada Leyna dan dia sudah duduk dikursi yang ada disebelah brankarnya Leyna.


"Sudah dari satu minggu yang lalu, dan satu minggu yang lalu itu aku sadar jika aku belum datang bulan, namun aku tidak mau berekspetasi terlalu tinggi pada waktu itu", jawab Leyna kepada Simon.


"Ya sudah sekarang sudah terjawab, kamu mulai sekarang tidak boleh capek-capek lagi, nanti dirumah aku mau mengerjakan asisstan rumah tangga supaya ada yang bisa membantu kamu Ok sayang", kata Simon kepada Leyna.


Dan Leyna hanya mengangguk saja menurut apa katanya Simon, serta Leyna akan dengan sangat bersungguh-sungguh memberikan yang terbaik untuk calon babynya yang sudah cukup lama dia nantikan itu.


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...

__ADS_1


***TBC***


__ADS_2