GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 230


__ADS_3

Arga yang sudah melihat anggukan dari Vero dia langsung saja dengan segera melepaskan celana yang melekat dikakinya itu.


Dan ketika Arga melepaskan cel4n4 d4l4mnya, Vero yang melihatnya dia antara malu dan tidak malu, Vero lalu sedikit menutup matanya.


Arga yang melihat Vero tidak terbiasa melihat miliknya, dia langsung saja tersenyum sambil memandangi Vero.


Ketika Arga sudah melepaskan semua apa yang melekat ditubuhnya dan alhasil dia menjadi tel4nj4n9 bulat dihadapannya Vero.


Gantian Vero yang bajunya Arga lepaskan. Vero yang seumur-umur tidak pernah berhubungan dengan laki-laki, karena waktunya dia habiskan hanya untuk bekerja dan bekerja membuatnya malu ketika Arga ingin melihat semua tubuh yang ditutupinnya itu.


Perlahan tapi pasti, Arga membantu Vero melepaskan baju dan juga celana pendek yang dipakai oleh Vero.


Dan ketika sudah terlepas semuanya, Vero langsung saja menarik selimut yang ada diatas ranjang, untuk menutupi tubuh polosnya itu.


"Kenapa ditutupin sayang, aku kan kepingin melihatnya", kata Arga kepada Vero yang melihat Vero menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Aku malu Kak", jawab Vero kepada Arga.


Arga yang mengerti kondisinya Vero, dia lalu mendekati Vero, dan mulai mencium Vero untuk membuat Vero rilax dan tidak canggung lagi dengannya.


Dengan lembut Arga mencium Vero, dan dengan penuh penghayatan pula Arga memberikan sensasi berciuman yang tidak penuh n4fsu kepada Vero.


Membuat Vero terbuai dan nyaman, dan ketika tangannya Arga sudah merambah kebagian dadanya, serta sedang memainkan bukit squishynya itu, Vero juga tidak menolaknya.


Tangan yang masih bermain cantik dibukit squishynya Vero, Arga lalu melepaskan ciuman bibirnya dengan Vero dan mulai menelusuri leher jenjangnya Vero lagi.


Lembut, pelan, santai dan tidak menunjukkan jika Arga bern4fsu dengan Vero, membuat Vero begitu nyaman sekali dengan semua sentuhan yang diberikan oleh Arga.


Sungguh sangat pintar sekali Arga membuat Vero yang tidak berpengalaman menjadi menurut dan tidak menolak terhadap semua sentuhannya itu.


Ketika Arga sudah sampai diantara bukit squishynya Vero, dengan masih secara perlahan, Arga lalu menikmati kedua bukit itu secara bersamaan dengan ritme lidah dan mulutnya yang sangat lembut, membuat Vero sangat-sangat melayang sekali diangkasa.


"Aaaaaaahhhhh Kaaaaak, aku sudah tidak tahan", kata Vero sambil mend***h kepada Arga.


Namun Arga tidak memperdulikan Vero, karena dia masih ingin menikmati bukit squishynya Vero yang sangat kenyal bak jelly yang sizenya sangat mengenyangkan sekali itu.


"Aaaaaahhh Kak", d***h Vero lagi sambil menjambak rambutnya Arga.


Mendengar de***hannya Vero membuat Arga semakin agresif saja kepada Vero.


Dia bahkan mej***i pucuk bukit squishynya Vero dengan lidah yang dia putar-putar bak menj***ti permen lolipop saja.

__ADS_1


Membuat Veronica semakin-semakin dan semakin tidak tahan ingin segera disentuh Arga lebih dari itu.


Arga yang berada diatas badannya Vero dan posisi meninding badannya Vero, reflek saja Veronica menarik selimut yang masih menutupi badannya itu.


Dan ketika selimut sudah ditarik oleh Vero, Arga dia bisa merasakan kenyalnya liang surgawinya Vero yang menempel diperutnya itu.


Membuat Arga reflek melepaskan h***pannya dibukit squishynya Vero.


Arga dengan perlahan sambil menciumin tubuhnya Vero, dia perlahan-lahan turun kebawah dan semakin kebawah saja.


Hingga akhirnya Arga sampai juga tepat diliang surgawinya Vero.


"Milik kamu sudah sangat basah sekali sayang, dan sangat menggoda", kata Arga kepada Vero sambil membuka bibir bawahnya Vero menggunakan jari-jarinya.


Vero tidak bisa menjawab perkataannya Arga, karena dia sedang menikmati tangannya Arga yang sedang mengusap-usap bibir bawahnya dan kulit kecil ditengahnya menggunakan jari-jarinya.


Bahkan Arga juga mencubit kecil kulit kecil itu dengan gerakan yang membuat Veronica sangat tidak tahan sekali.


"Aaaaahhh", d***h Vero lagi sambil tangannya mencengkeram sprei.


Arga yang melihat Vero seperti itu dengan bukit squishynya yang men***ol begitu membuat semakin seksi saja Vero dimatanya.


Kedua tangannya Arga membuka lebar liang surgawinya Vero dan Arga langsung saja menempelkan mulutnya disitu.


"Aaaahhhh Kaaaa, enak, Aaaaaahhh Kak Arga", d****h dan racau Vero kepada Arga.


Arga semakin lama semakin menggebu saja memainkan lidahnya diliang surgawinya Vero itu, ketika mendengar racauannya Vero.


Dan ketika Veronica sudah tidak tahan akan sentuhan lidahnya Arga diliang surgawinya itu, Vero reflek mencengkeram kuat sprei yang ada dikedua sisinya dengan sambil sedikit mengangkat tubuhnya pertanda jika dia sudah sampai dipuncak kenikmatannya.


"Aaaaaaaaaahhhhhhhh", de***h panjang Vero ketika dia sudah merasakan puncak kenikmatannya.


Dan Arga dia segera melahap habis cairan yang keluar dari dalam liang surgawinya Vero itu dengan nikmat sekali.


Vero sungguh sangat-sangat puas sekali akan permainan ranjangnya Arga.


Dan Arga dia segera menarik wajahnya dari liang surgawinya Vero itu.


"Sayang tolong puaskan Kakak ya menggunakan mulut kamu itu", kata Arga kepada Vero yang masih menenangkan dan menetralisir degub jantungnya itu yang baru saja merasakan pelepasannya yang seumur-umur baru saja dia rasakan itu.


Vero yang tidak faham akan maksudnya Arga dia hanya bisa menurut saja kepada Arga ketika Arga mengajaknya untuk turun dari atas ranjang.

__ADS_1


Dan ketika sudah turun dari atas ranjang, Vero disuruh Arga untuk berjongkok dan menghadap tepat kementimunnya itu.


Vero yang baru itu bisa melihat dengan jelas mentimunnya Arga dia sangat terkejut sekali, karena ukurannya cukup besar menurut Vero.


"Ini, maksudnya aku suruh???", kata Vero dengan ragu-ragu kepada Arga.


"Hu'um", jawab Arga kepada Vero sambil mengangguk.


"Coba saja sayang, ayo", kata Arga lagi kepada Vero.


Dan Vero dia lalu mencoba memasukkan mentimun itu kedalam mulutnya, hingga penuh didalam rongga mulutnya itu.


Vero mulai dengan perlahan dan masih kaku dalam memainkan mentimunnya Arga.


Namun Arga tidak mempermasalahkannya itu, dan dia tetap menikmati gerakan kaku dari mulut dan lidahnya Vero.


Ketika Arga sudah ingin segera memuntahkan getah mentimunnya itu.


Arga menyuruh Vero untuk berdiri dan menudukkan tubuhnya dengan berpegangan dipinggir ranjang.


Vero yang tahu akan maksud dari Arga, dia mencoba memposisikan miliknya supaya bisa pas dengan miliknya Arga.


Walau dia baru kali itu melakukannya dengan laki-laki, tapi dia sangat tahu posisi apa yang sedang dipakai oleh Arga itu.


Arga yang sudah siap tempur dia lalu memposisikan miliknya kedalam miliknya Vero, dan mulai mencoba memasukkannya kedalam.


Sedikit sempit dan kesusahan Arga mulai mencoba memasukkannya kedalam miliknya Vero.


Hingga membuat Vero sangat meringis kesakitan sekali ketika pertama kali miliknya Arga mencoba memasukinya.


Dan setelah berjuang yang tidak seberapa, mentimunnya Arga bisa masuk juga kedalam miliknya Vero yang masih sangat sempit sekali itu.


Ketika sudah masuk, Arga tidak langsung menggerakkan miliknya terlebih dahulu, dia mendiamkannya sebentar untuk membuat Vero beradaptasi terlebih dahulu dengan miliknya itu.


Setelah beberapa saat akhirnya Arga mulai menggerakkan miliknya dengan gerakan yang pelan tapi pasti.


Dan lama-kelamaan gerakan itu semakin cepat dan cepat saja, membuat Vero yang tadinya dia meringis kesakitan perlahan menjadi menikmati permainannya Arga dari belakang.


Setelah gerakan, ritme dan tempo yang tidak terlalu singkat akhirnya getah dari sang mentimun miliknya Arga keluar juga dari persembunyiannya dan menuju kedalam liang surgawinya Vero nan jauh disana.


Mereka sama-sama lemas, dan sama-sama ambruk secara bersamaan diatas ranjang ketika Arga sudah mencabut mentimunnya itu dari dalam liang surgawinya Vero terlebih dahulu.

__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...


__ADS_2