GADIS LUGU PEMIKAT HATI

GADIS LUGU PEMIKAT HATI
CHAPTER 176


__ADS_3

Sedang disisi lain, Leyna yang juga belum bisa memejamkan matanya, dia saat ini sedang berdiri diatas balkon kamarnya sambil melihat keatas langit yang malam itu penuh dengan bintang-bintang, karena cuacana malam itu sangat cerah sekali.


Leyna memandang langit yang penuh dengan bintang itu sambil bergumam didalam hatinya, karena dia merasa malu dan juga sedih sebab belum bisa juga mendapatkan keturunan.


Leyna hanya takut jika Simon tidak lagi mencintainya ketika Simon tidak mendapatkan keturunan darinya.


Dan Leyna dia sering melakukan kegiatan itu, yaitu merenung sendirian diatas balkon kamarnya ketika malam hari dengan air mata yang mengalir deras dari matanya ketika Simon sudah lelap dari tidurnya.


"Tuhan, ijinkan aku mengandung walau satu kali saja Tuhan, karena aku ingin sekali memberikan keturunan untuk Simon", kata batin Leyna sambil memandang kearah langit dan tidak lupa air matanya juga sedang mengalir dengan derasnya dari kelopak matanya.


Leyna setelah berucap seperti itu didalam hatinya dia lalu menundukkan wajahnya dibesi pagar pembatas yang ada dibalkon dengan tangan yang sebagai tumpuannya.


Leyna menangis sejadi-jadinya, karena ingin sekali mempunyai seorang anak.


Dan Simon yang tadi sore baru saja berkunjung kerumahnya Alex serta diberitahu jika Ana sedang hamil lagi, Simon sengaja belum menceritakannya kepada Leyna, karena Simon menjaga perasaannya Leyna takut jika Leyna cemburu dengan Ana atau juga merasa bersedih sebab belum hamil juga.


Simon yang sedang tertidur lelap diatas ranjang, ketika Simon meraba ranjang yang ada disampingnya dan tidak menemukan Leyna, Simon lalu berusaha membuka matanya.


Simon lalu mencoba duduk dari tiduran dengan sambil mencoba membuka matanya dengan jelas.


Ketika sudah terbuka dengan jelas, Simon yang tidak melihat Leyna berada diranjang sampingnya pun dia lalu berusaha beranjak dari atas ranjang.


Dan Simon melihat pintu arah balkon terbuka sangat lebar. Simon yang sudah turun dari atas ranjang dia lalu berjalan kearah balkon kamarnya.


Ketika sudah cukup dekat dengan pintu balkonnya, Simon mendengar ada suara seorang perempuan yang sedang menangis, membuat Simon semakin penasaran saja.


Ketika sudah sampai didepan pintu penghubung balkon kamarya, dia melihat Leyna sedang menundukkan wajahnya sambil menangis dengan sesenggukan.


Simon yang melihatnya dia langsung saja melangkahkan kakinya mendekati Leyna dan langsung memeluk Leyna sambil memberikan kenyamanan serta ketenangan untuk Leyna.


Leyna yang merasa ada yang memegang pundaknya dia lalu mendongakkan wajahnya, dan langsung melihat Simon sedang berdiri disampingnya.


Tanpa banyak bicara dengan sambil menangis, Leyna langsung memeluk suaminya itu dengan sangat erat sekali, begitu juga dengan Simon dia juga tidak banyak bertanya kepada Leyna dan sambil membalas pelukannya Leyna.


Karena Simon sudah menebak serta tahu jika Leyna menagis sebab dia belum diberikan kepercayaan dari Tuhan.


"Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang sayang", kata Simon sambil memeluk Leyna dengan penuh kasih sayang supaya Leyna bisa tenang.


"Bersabarlah untuk menghadapi ujian ini Leyna, karena sejatinya aku tidak akan pernah meninggalkanmu walau kita tidak diberikan keturunan sama sekali", kata Simon kepada Leyna lagi.


Leyna yang mendengar perkataannya Simon yang terakhir dia lalu melepaskan pelukannya dari Simon dan langsung melihat kearah wajahnya Simon.


"Tapi aku ingin sekali mempunyai anak Simon, ingin sekali ada keramaian dan warna didalam pernikahan kita", kata Leyna kepada Simon sambil masih menangis.

__ADS_1


"Iya aku pun juga sama, tapi aku juga tidak bisa menuntut anak dari kamu, karena memiliki anak itu adalah kehendak Tuhan sayang", jawab Simon kepada Leyna.


Leyna dia langsung saja memeluk Simon lagi dengan erat setelah mendengar perkataannya Simon dan masih ada sisa-sisa air matanya yang masih menetes dari matanya.


Simon juga membalas pelukannya Leyna dengan sambil mengusap lembut punggungnya Leyna.


"Kita masuk yuk sayang, dingin sekali disini", kata Simon kepada Leyna.


Leya hanya sanggup menganggukkan kepalanya saja kepada Simon.


Simon sambil merangkul Leyna, mereka lalu melangkahkan kakinya masuk lagi kedalam kamar dan langsung merebahkan badan mereka diatas ranjang.


Simon lalu memeluk Leyna dari samping dengan memejamkan matanya lagi.


Sedangkan Leyna sebelum memejamkan matanya dia berdoa didalam hatinya sambil menatap langit-langit kamarnya, supaya esok harinya dia mendapatkan kabar bahagia yaitu dengan kehamilannya.


Pagi menjelang, Leyna yang sudah terbangun lebih dahulu dan sedang menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Simon, dia sedikit ragu untuk mengecek dirinya hamil atau tidak.


Karena Leyna sering merasakan kecewa ketika mengetes hal itu.


Leyna sendiri dia sudah tidak seaktif dulu dikantornya, dia hanya datang jika diperlukan saja, dan kantornya pun sudah diambil alih oleh Kakaknya lagi yang sudah sembuh dari cideranya itu, berkat bantuannya Simon juga.


Dirumahnya Leyna dan Simon mereka belum mengerjakan asisstan rumah tangga yang tetap, hanya asisstan rumah tangga lepas, karena fikir Leyna dia masih bisa menanganinya sendiri.


Simon yang sudah siap dengan pakaian kerjanya, dia lalu turun kebawah tepatnya keruang makan untuk menikmati sarapannya yang dibuat oleh Leyna.


"Tidak terlalu", jawab Leyna sekenanya saja dengan wajah yang sembab habis menangis semalaman dan juga masih keadaan bersedih.


"Sudah hari ini kita jalan-jalan saja yuk, untuk merefreshkan otak kita, bagaimana kamu mau sayang??", kata Simon kepada Leyna dengan wajah cerianya.


"Mau, tapi kenapa kamu malah memakai pakaian kerja kamu jika kamu mengajakku pergi Simon??",, jawab Leyna kepada Simon.


"Oh ini aku mau kerumah sakit dulu, untuk membereskan file yang kemarin aku kerjakan, paling jam sembilan pagi aku juga sudah ada dirumah lagi ko sayang", jawab Simon kepada Leyna.


"Baiklah", jawab Leyna sambil mengambilkan makanan untuk Simon.


"Memangnya kamu mau mengajakku kemana sayang??", tanya Leyna kepada Simon sambil mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Ada deh pokoknya, atau kamunya mau ingin kesuatu tempat, ayo akan aku antarkan", jawab Simon kepda Leyna.


Simon seperti itu kepada Leyna dengan mengajaknya pergi jalan-jalan, karena Simon ingin melihat Leyna supaya tidak bersedih lagi, dan supaya Leyna lebih bisa menerima keadaan mereka dengan lebih ikhlas serta sabar.


Leyna hanya menjawab gelengan kepala saja kepada Simon sambil memakan makanannya.

__ADS_1


Simon yang melihatnya dia langsung saja menggenggam tangannya Leyna yang berada diatas meja.


"Sudah sayang jangan bersedih lagi ya, percayalah aku akan tetap mencintaimu, dan tidak akan pernah meninggalkanmu sayang, walau tidak ada anak diantara kita", kata Simon dengan lembut kepada Leyna sambil tersenyum manis sekali.


Dan Leyna yang mendengar perkataannya Simon dia hanya tersenyum tipis saja sambil mengangguk kecil.


Simon langsung mengusap lembut wajahnya Leyna dengan senyum yang masih ada dibibirnya.


"Sudah jam segini, apakah kamu akan berangkat kekantor Leyna??", tanya Simon kepada Leyna sambil meminum tehnya.


"Tidak hari ini aku dirumah saja", jawab Leyna kepada Simon.


"Ya sudah hati-hati dirumah ya sayang, kalau begitu aku berangkat dulu kerumah sakit", kata Simon kepada Leyna sambil mencium keningnya Leyna sebelum dia berangkat bekerja.


"Hati-hati dijalan", jawab Leyna kepada Simon dengan tersenyum manis.


Dan Simon lalu berangkat kerumah sakit menggunakan mobilnya ketika Leyna sudah mengantarkannya kedepan teras rumah mereka.


...πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘...


Leyna versi author tentunya😁😁


LEYNA






Ini Dokter tampan kita πŸ˜‚, iya memang dia aslinya seorang Dokter😍😘, siapa lagi kalau bukan visualnya Dokter SimonπŸ€—


SIMON





__ADS_1


...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...


...***TBC***...


__ADS_2