
Setelah satu bulan lewat dari pesta perayaannya baby Sandra kemarin, Vero yang sudah hamil usia kelima bulanan, tiba-tiba dia teringin sekali membeli sesuatu kemall.
Namun Arga tidak bisa untuk mengantarkannya akhir-akhir ini, sebab pekerjaannya Arga begitu banyak sekali dan tidak bisa ditinggal.
Vero yang mengerti kondisinya Arga, dia memakluminya, dan tidak memaksa Arga untuk mengantarkannya lagi, walau dalam hatinya Vero sudah sangat teringin sekali jalan-jalan kemallnya.
Fikir Vero lain kali saja tidak apa-apa, yang terpenting Arga tidak terlalu terbebani dengan keinginannya disela-sela pekerjaannya yang sudah banyak itu.
Kemarin ketika Simon dan juga Leyna mengadakan pesta syukuran baby Queen mereka, Arga dan juga Vero diundang khusus oleh Simon dengan Simon datang kerumahnya Ayah Geoff langsung.
Arga dan Vero mereka berdua yang diundang oleh Simon seperti itu, mereka pastinya menyempatkan datang kepesta perayaannya baby Queen kemarin.
Tidak terlalu mewah dan tidak terlalu sederhana juga pesta syukuran baby Queen yang diadakan oleh Simon sekeluarga.
Namun masih tergolong meriah dan sangat banyak sekali tamu undangan yang turut hadir diundang oleh Simon dan juga Leyna.
Begitu juga Alex dan juga Ana, semua Keluarga Damara dan Keluarga William diundang khusus semua oleh Simon secara pribadi dimansion mereka masing-masing.
Semua Keluarga William dan Keluarga Damara pada datang semua keacara tersebut, termasuk baby Sandra sekalipun, yang sudah berusia hampir dua bulanan kemarin, dia juga turut diajak juga oleh Alex dan juga Ana.
Semua pesta perayaan kelahirannya baby Queen berjalan lancar, berjalan khidmat, dan berjalan seperti yang dinginkan oleh Simon serta Leyna.
Simon dan Leyna mereka tidak bisa mengutarakan perasaan mereka masing-masing yang begitu sangat bahagia sekali hari itu.
Bagitu juga dengan para Kakek dan Neneknya baby Queen, mereka semua juga merasa gembira sekali, dengan kehadirannya baby Queen ditengah-tengah keluarga mereka.
Dan kebahagiaan Leyna serta juga Simon, lengkaplah sudah, dengan hadirnya baby Queen ditengah keluarga kecil mereka.
Baby Queen memiliki wajah perpaduan antara Leyna dan juga Simon, apalagi dagu sibaby Queen sedikit membelah mirip sang Ayah yaitu Simon Immanuel Ignatius.
Membuatnya semakin cantik dan lucu saja, diusianya yang sudah satu bulan kemarin.
Kembali lagi keArga dan juga Veronica.
__ADS_1
Saat ini Vero dan Arga mereka berdua sedang berada didalam kamar mereka yang ada dirumahnya Ayah Geoff.
Arga dia sedang sibuk didepan laptopnya untuk mengerjakan pekerjaannya yang benar-benar sangat banyak sekali, sedangkan Vero dia sedang asik duduk melamun diatas ranjang sambil melihat kearahnya Arga terus, seperti ada sesuatu yang ingin disampaikannya kepada Arga.
Arga yang merasa jika Vero melihat kearahnya terus pun, dia lalu mendongakkan kepalanya dari laptop kearahnya Leyna, yang berada diatas ranjang mereka.
"Kamu kenapa sayang, daritadi melihat kearahnya Kakak terus??", tanya Arga kepada Vero.
"Emm, apa pekerjaannya Kakak masih banyak??", tanya Vero kepada Arga dengan sangat hati-hati sekali.
"Iya sayang, masih banyak sekali, ada apa??, apa kamu masih ingin pergi kemall??", tanya Arga kepada Vero sambil berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Vero.
"Iya sayang", jawab Vero dengan sedikit takut-takut kepada Arga.
"Maafkan Kak Arga ya, Kakak benar-benar lagi banyak sekali pekerjaannya, apalagi semenjak Bos Alex berangkat kekantor, semakin banyak lagi pekerjaannya Kakak", kata Arga kepada Vero sambil duduk didepannya Vero.
Karena setelah satu minggu pesta perayaan anak keduanya yaitu baby Sandra, Alex sudah aktif lagi berangkat kekantornya.
"Sebenarnya apa sih yang ingin kamu beli Vero dimall, kenapa kamu sepertinya ingin sekali kemall dari kemarin??", tanya Arga kepada Vero dengan lembut.
"Tidak tahu kenapa Vero ingin sekali jalan-jalan kemall Kak, dan nanti jika sudah ada disana jika ada barang yang cocok dengan Vero, Vero ingin membelinya", jawab Vero kepada Arga.
Mungkin Vero seperti itu kepada Arga, karena memang moodnya Ibu hamil yang ingin sekali menghirup udara segar.
Sebab semenjak menikah dengan Arga, Vero lebih banyak menghabiskan waktunya dirumah daripada berpergian.
Dikehamilannya Vero saat ini, Vero juga tidak mengidam yang aneh-aneh seperti Ana, hanya hal-hal wajar saja pada umumnya, dan Arga masih sanggup untuk menurutinya.
Namun ada satu mengidamnya Vero yang membuat Arga kemarin bingung sendiri untuk menuruti permintaan sang isrti tercinta itu.
Yaitu Vero mengidam ingin berfoto bersama dengan Keluarga Damara, yaitu Alex, Ana dan juga baby L.
Dan pada saat itu usia kehamilannya Ana masih sekitar keenam bulanan.
__ADS_1
Arga antara takut dan tidak takut untuk menyampaikan mengidamnya Vero waktu itu kepada Alex.
Namun akhirnya Arga mempunyai ide untuk menyampaikannya kepada Ana saja, dan benar saja apa yang sudah difikirkan oleh Arga.
Jika Ana pasti akan mengabulkan mengidamnya Vero kemarin.
Dan foto itu sudah dicetak yang cukup besar dan ditaruh didinding kamarnya Arga dan juga Vero.
Walau Vero sudah mempunyai uang yang berlebih dari Arga, dia tetap tidak berubah, dia tetap Vero yang dulu, dan Vero juga tidak menjadi sombong akan hal itu.
"Jika kamu sudah ingin sekali jalan-jalan kemallnya, bagaimana kalau Kakak meminta tolong Mamah atau Kak Daneil untuk mengantarkanmu saja bagaimana sayang??", kata Arga kepada Vero.
"Apakah kamu mau??", sambung lagi perkataannya Arga kepada Vero.
"Apa Kakak beneran tidak bisa mengantarkan Vero, padahal Vero hanya ingin Kakak yang mengantarkannya", kata Vero kepada Arga.
"Kakak meminta maaf sekali ya sayang, untuk akhir-akhir ini Kakak sangat tidak bisa sekali, entah sampai kapan pekerjaan Kakak bisa selesainya", kata Arga kepada Vero sambil menggenggam tangannya Vero dengan lembut.
"Tapi untuk memuaskan rasa keinginan kamu itu, Kakak tidak apa-apa ko jika kamu diantarkan oleh Kak Daneil atau Mamah, nanti jika pekerjaannya Kakak sudah selesai, kita bisa pergi lagi kemall atau ketempat yang lainnya, bagaimana sayang??", kata Arga kepada Vero.
"Kamu seperti ini juga mungkin karena dedeknya yang jenuh berada didalam rumah terus kan, makanya Kakak ijinkan kamu jika mau pergi sama Mamah atau Kak Daneil", kata Arga lagi kepada Vero.
"Ya sudah kalau begitu, tapi Kakak saja ya yang bilang sama Mamah atau Kak Daneilnya", kata Vero akhirnya kepada Arga.
Dan Arga hanya mengangguk sambil tersenyum saja kepada Vero.
Vero terpaksa mengikuti perkataannya Arga, karena dia benar-benar sudah ingin sekali jalan-jalan kemallnya.
Jadi mau tidak mau Vero terpaksa mau, walau harus diantarkan oleh Mamah Iris ataupun Daneil.
...πππππππππππππ...
...***TBC Bonchap***...
__ADS_1