
Setelah puas mentertawakan Arga yang lagi sebal dengan pasangan tua dan muda itu yang sedang duduk didepannya, siapa lagi kalau bukan Alex dan juga Ana.
Ana dan juga Alex mereka lalu mengobrol ringan saja bersama Arga dan juga suster Vero.
Arga sendiri belum ada rasa terlalu lebih dengan Vero, namun rasa nyaman dan respect kepada Vero sudah Arga rasakan.
Suara tawa dari Alex tadi yang membahana diruang tamunya Arga, membuat Baby L terbangun dari tidur tampannya karena terkejut.
Dengan wajah khas bangun tidurnya yang lucu dan menggemaskan membuat suster Vero yang baru bisa melihat wajahnya baby L dengan jelas, dia langsung saja jatuh hati pada pandangan pertamanya kepada baby L.
Bahkan Vero langsung meminta ijin kepada Ana untuk menggendong baby L.
Ketika baby L sudah berada digendongannya Vero, terlihat sekali jika Vero sangat menyukai anak-anak, dari cara dia menimang dan mengajak bercanda dengan baby L.
Arga yang melihatnya dihatinya entah kenapa tiba-tiba merasa menghangat sampai dia tidak sengaja berkhayal jika yang ditimang oleh Vero bukanlah baby L melainkan anaknya dan juga Vero.
Lagi asik melamun, Alex yang melihat Arga sedang terpesona dengan Vero, dia sengaja berdeham untuk mengalihkan Arga, namun tidak berhasil, malah Arga dia tersenyum sendiri dengan tidak jelas, sambil melihat kearahnya Vero.
Alex yang merasa dikacangin oleh Arga dia lalu mempunyai ide dengan menyuruh Ana untuk menyadarkan Arga dari keterpesonaannya itu.
"Sayang lihat deh Arga dia lagi sedang apa??",, kata Alex sambil berbisik mesra ditelinganya Ana.
Ana yang sedang fokus dengan baby L yang lagi diajak bercanda dengan Vero, dia lalu mengalihkan pandangannya kearahnya Arga, dan Ana langsung saja melihat jika Arga sedang terpesona dengan Vero.
Bahkan saking asiknya bermain dan mengajak bercanda dengan Baby L, Vero sendiri tidak menyadari jika Arga daritadi melihat kearahnya terus.
Wajahnya baby L lebih segalanya dari wajahnya Arga tentunya, itulah yang menyebabkan Vero tidak sadar akan terpesonaannya Arga dengannya.
Ana yang melihat Arga memandang Vero seperti itu dia lalu menjawab perkataannya Alex dengan polosnya.
"Kak Arga jiwa gilanya mulai meningkat deh Kak, lihat saja sekarang dia sedang tersenyum tidak jelas seperti itu", jawab Ana kepada Alex dengan lugunya.
__ADS_1
Walau Ana sudah menikah dan mempunyai seorang anak, dan sebenatar lagi akan mempunyai anak keduanya, dia masih tidak faham akan arti tatapan terpesona seperti Arga sekarang.
Alex yang mendengar perkataannya Ana, dia lalu tertawa dengan suara cukup kerasnya sampai-sampai mengalihkan pandangannya Vero dan baby L kearahnya Alex.
Sedangkan Arga dia masih tidak terganggu sama sekali dengan suara tawanya Alex.
"Iya kamu benar sayang, apa Kakak harus menelfon rumah sakit jiwa sekarang, menurut Ana bagaimana??", kata Alex kepada Ana dengan suara yang cukup keras dengan sambil menyindir Arga supaya Arga tersadar akan melamunnya itu.
Suster Vero yang melihat lirikannya Alex kepada Arga dia lalu menolehkan pandangannya kesamping untuk melihat Arga.
Dan betapa lucu dan terkejutnya Vero, jika Arga sedang melihat kearahnya sambil tersenyum.
Arga masih tidak merespon sindirannya Alex tersebut, dan suster Vero yang merasa Arga tidak merasa tersindir dengan perkataannya Alex, dia lalu membedirikan baby L ditengah-tengah mereka dan langsung memukulkan tangan mungilnya baby L kewajahnya Arga.
Baru tersadarlah Arga karena jiwanya sudah kembali lagi kedunia nyata.
Arga langsung saja mengalihkan pandangannya kepada semua orang, dan ketika dia melihat semua orang sedang melihat kearanya, Arga merasa malu sendiri.
Apalagi ketika Arga mengalihkan pandangannya kearahnya Alex yang sedang tersenyum miring sambil mengangkat sebelah alisnya itu, membuat Arga semakin malu saja.
Sebenarnya Arga ingin sekali baby L memanggil dirinya dengan sebutan Kakak, namun Analah yang tidak memperbolehkannya.
Pada waktu menjenguk baby L kemarin ketika baru lahir, Arga yang menyebut dirinya dengan panggilan Kakak kepada baby L, langsung diskakmat oleh Ana dan itu langsung membuat malu Arga dihadapan keluarga besar Damara dan William.
Karena Ana mengatakan kepada Arga seperti ini.
"No Kakak, harus panggil Uncle, jika orang seumuran Kak Arga dipanggil Kakak oleh Baby L, terus panggilan Uncle untuk orang yang seumuran siapa Kak Arga??", yah sekiranya seperti itulah perkataannya Ana kepada Arga, membuat Arga langsung memandang garang Ana.
Sedangkan keluarga yang lain mereka langsung pada tertawa melihat wajah lucunya Arga ketika mendengat perkataannya Ana.
Dan memang benar juga apa yang dikatakan oleh Ana kepada Arga tadi.
__ADS_1
Kembali kewaktu sekarang, Ana yang melihat Arga malu-malu dia tidak henti-hentinya mengucapkan kalimat polosnya kepada Arga tanpa memperdulikan perasaannya Arga.
"Kak Arga malu-malu hahaha, tidak Ana sangka jika Kak Arga bisa malu juga seperti ini, Ana kira Kak Arga orangnya tidak punya rasa malu sama sekali", kata Ana kepada Arga sambil tertawa dengan cukup keras sekali.
"Kamu bisa tidak sih Ana jangan membuat Kak Arga darah tinggi terus mendengar perkataanmu??", kata Arga kepada Ana.
"Waaah berarti Ana hebat dong bisa membuat darahnya Kak Arga menjadi tinggi", jawab Ana dengan polosnya kepada Arga.
Alex sendiri dia hanya tertawa saja mendengar dan melihat kepolosan dari Ana kepada Arga.
Sedangkan Vero dia juga sudah tertawa kecil daritadi melihat kelakuannya Ana.
Vero sendiri yang sudah menjadi perawat selama tujuh tahun lamanya, dan sudah bertemu dengan orang yang sakitnya bermacam-macam, dia sangat tahu jika orang seperti Ana adalah orang yang jujur dan membuat suasana menjadi berwarna.
Tidak cuma dengan baby L saja Vero jatuh hati pada pandangan pertama, namun dengan Ana juga dia sudah menyukai gaya polos dan lugunya Ana sejak daritadi dia membuat Arga kesal.
"Iya kamu hebat, tapi itu bisa membuat Kakak cepat tua dan cepat meninggal Ana", jawab Arga kepada Ana.
"Nanti jika Kakak cepat tua, Kakak tidak tidak bisa tampan lagi dan menyaingi suami kamu itu", sambung lagi perkataannya Arga kepada Ana.
"Memangnya Kak Arga apa merasa tampan??", tanya Ana dengan mata bulatnya kepada Arga, membuat Arga menjadi tidak bisa menjawab perkataannya Ana karena merasa gemas dengan wajahnya Ana.
"Menurut Nona apakah Kak Arga tampan??", tanya balik Ana kepada suster Vero, dan Arga langsung deg-degan saja jantungnya ketika Ana bertanya kepada suster Vero.
Sambil malu-malu Vero menjawab perkataannya Ana dengan mengangguk kecil, yang mana itu membuat Arga langsung tersenyum cerah sekali kepada Vero, dan menunjukkan muka sombongnya kepada Ana.
"Iya kamu benar Nona jika Kak Arga memang tampan orangnya", kata Ana kepada Vero, membuat Alex langsung menunjukkan muka marahnya kepada Arga yang sedang tersenyum songong kepada Alex, karena Ana juga ikut-ikutan memuji Arga.
"Tapi jika dilihat dari sedotan boba", lanjut lagi perkataannya Ana untuk Arga dengan sambil tertawa puas, begitu juga dengan Alex yang juga ikut-ikutan tertawa dengan sangat puas kepada Arga.
Bahkan suster Vero dia juga ikut-ikutan tertawa bersama Alex dan juga Ana, sedangkan Arga sendiri dia langsung menunjukkan muka marahnya kepada mereka bertiga yang sedang tertawa puas diatas penderitaannya itu.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...