
Berpindah kerumahnya Simon dan juga Leyna.
Leyna yang sudah pulang dari rumah sakit sejak jam tiga sore tadi, dia saat ini sedang mengistirahatkan badannya dishofa yang ada diruang keluarga sambil ditemani oleh Simon.
Tidak henti-hentinya juga bibirnya Leyna menyunggingkan senyumannya sambil terus mengusap perut ratanya itu.
"Aku sangat bahagia sekali sayang hari ini", kata Leyna kepada Simon sambil menyandarkan kepalanya dibahunya Simon.
Dan Simon sendiri dia juga sedang merangkul tubuhnya Leyna dengan mesra.
Simon dia ijin pulang lebih awal untuk mengantarkan Leyna pulang kerumah.
Apalagi Simon juga memegang kendali dirumah sakit tersebut, jadi tidak ada yang berani untuk melarangnya.
"Aku juga sangat senang sekali sayang, dan aku juga sudah tidak sabar ingin segera mendengar suara tangisan dan tawa dari baby kita nanti", kata Simon kepada Leyna sambil mengalihkan pandangannya kearahnya Leyna.
Karena saat ini mereka berdua sedang menonton televisi diruang keluarga.
Leyna hanya menjawab senyuman kepada Simon dan semakin merapatkan tubuhnya ketubuhnya Simon.
Ketika mereka sedang asik menikmati momen berdua saja sambil menonton televisi, tiba-tiba bel pintu rumah mereka berbunyi dan ketika dibuka oleh Simon yang datang adalah dua orang pembantu yang diberikan oleh Mamah Merry Mamah Simon dan Mamah Vlo Mamahnya Leyna.
"Sore Tuan Simon", kata salah satu bibi itu kepada Simon.
Dan kedua bibi itu mereka sudah berumur sekitar empat puluh tahunan.
"Sore Bi, mari silahkan masuk dan akan saya tunjukkan kamar kalian berdua", kata Simon dengan ramah kepada kedua pembantunya itu.
"Siapa sayang??", tanya Leyna dengan sedikit berteriak kepada Simon.
"Ini pembantu yang dikirim oleh Mamah Merry dan Mamah Vlo sayang", jawab Simon kepada Leyna.
Dan Leyna dia langsung saja tersenyum kepada kedua pembantu tersebut, ketika kedua pembantu tersebut menyapanya.
Simon setelah memperkenalnya kedua pembantu barunya itu kepada Leyna, dia langsung saja menunjukkan kamar untuk kedua asisstan rumah tangganya itu.
Setelahnya Simon lalu melangkahkan kakinya lagi menuju keruang Keluarganya untuk menemani Leyna lagi.
Malam pun cepat berlalu, dan saat ini ketika Leyna sedang menikmati makan malamnya bersama Simon, dia langsung berlari menuju kedalam kamar mandi, karena tiba-tiba perutnya bergejolak dengan sangat kuat sekali.
Leyna langsung saja memuntahkan semua makanan yang baru beberapa sendok dimakannya itu.
__ADS_1
Simon yang melihat Leyna seperti itu, dia hanya berusaha menenangkan Leyna supaya Leyna bisa kuat untuk menghadapi trimester pertama kehamilannya.
Simon sendiri dia sudah tahu, jika Leyna pasti akan mengalami morning sickness yang tidak menentu waktunya itu ketika dia baru trimester pertama.
Dan Simon dia sudah mengantisipasinya dengan memberikannya obat penghilang mual yang bagus untuk meredakan mual yang dialami oleh Leyna.
Leyna yang sudah tidak kuat untuk melanjutkan makan lagi, dia meminta ijin kepada Simon ingin kembali kedalam kamar saja.
Simon yang mendengarnya langsung saja mengantarkan Leyna untuk masuk kedalam kamar.
"Aku mau meredakan perut aku yang tidak enak ini dulu ya sayang", kata Leyna kepada Simon sambil merebahkan badannya diatas ranjang.
"Iya atau mau aku tungguin disini??", jawab Simon kepada Leyna sambil duduk dipinggir ranjangnya Leyna.
"Tidak perlu, kamu jika masih lapar lanjutkan saja makannya sayang", jawab Leyna kepada Simon sambil menahan rasa mual yang masih dia rasakan.
"Baiklah, kalau begitu aku tinggal dulu sebentar ya sayang, kamu istirahat saja jika tidak kuat", kata Simon kepada Leyna.
Dan Leyna dia hanya mengangguk saja kepada Simon.
Simon setelah berkata seperti itu kepada Leyna, dia langsung saja berlalu pergi keluar dari dalam kamar.
Sedangkan Leyna dia langsung saja memejamkan matanya untuk menetralisir rasa mual yang sedang dirasakannya itu.
Dan ketika dia sudah masuk kedalam kamar, dia melihat Leyna sudah memejamkan matanya dengan lelap sekali.
Simon yang melihatnya dia langsung saja tersenyum manis dan langsung berjalan mendekati Leyna.
Simon yang sudah duduk dipinggir ranjangnya Leyna, dia lalu mengusap lembut perutnya Leyna sambil memberikan ciuman untuk calon buah hatinya itu.
Dan setelahnya Simon lalu memberikan ciuman kepada Leyna didahinya.
Setelah melakukan itu semua Simon langsung saja berlalu menuju kedalam kamar mandi untuk bersih-bersih badannya sebelum tidur.
..........>>>>><<<<<..........
Sedangkan kita berpindah tempat keapartemennya Arga.
Vero yang sudah selesai memasaknya tadi, dia langsung saja berlalu menuju kedalam kamarnya untuk memanggil adiknya, namun ketika sudah membuka pintu dia melihat Aleda masih tertidur dengan sangat lelap sekali.
Vero membiarkan saja dulu dan tidak mencoba untuk membangunkan Aleda.
__ADS_1
Setelahnya Vero membelokkan kakinya menuju kedalam kamarnya Arga.
Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu Vero langsung saja membuka pintu kamarnya Arga.
Dan ketika Vero sudah membuka pintunya dia melihat Arga sedang menyandarkan badannya kesandaran ranjang dengan tangan yang dia silangkan kebelakang kepalanya.
Arga yang melihat pintu terbuka, dia langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu.
Dan ketika dia melihat Vero yang masuk kedalam kamarnya, Arga langsung saja menunjukkan senyumannya kepada Vero.
"Sini sayang temanin Kakak", kata Arga kepada Vero sambil merentangkan kedua tangannya seolah-olah ingin dipeluk sama Vero.
Vero yang masih didepan pintu dia langsung saja melangkahkan kakinya mendekati Arga.
"No, aku kesini cuma ingin memberitahukan kepada Kakak, jika masakan aku sudah siap dan matang", kata Vero kepada Arga sambil berdiri disamping ranjangnya Arga.
Namun gerakan Arga yang tiba-tiba menarik tangannya Vero, membuat Vero reflek langsung terjatuh diatas ranjang dan langsung juga ditindih oleh Arga.
Vero tadi dia berteriak kecil karena terkejut ketika dia tiba-tiba tangannya ditarik oleh Arga.
"Kebiasaan deh suka sekali membuatku terkejut begini", kata Vero kepada Arga.
"Jika aku memintanya kepadamu sekarang apakah kamu mau memberikannya kepadaku sayang??", kata Arga kepada Vero.
"Jika aku tidak mau memberikannya kepada Kakak, apakah Kakak akan marah kepadaku??", tanya balik Vero kepada Arga.
Arga dia terdiam untuk sejenak sebelum menjawab perkataannya Vero dan setelahnya Arga langsung saja tersenyum manis kepada Vero.
"Tentu aku ...........", kata Arga sengaja menggantungkan perkataannya.
Dan sambil menatap lekat wajahnya Vero, sedangkan Vero menanti kelanjutan perkataannya Arga.
"Tidak akan marah sayang, aku akan menghormati keputusanmu itu", lanjut lagi perkataannya Arga kepada Vero sambil tersenyum.
Dan vero yang mendengar kelanjutan perkataannya Arga, dia langsung saja tersenyum dengan manis dan langsung memeluk Arga dengan sangat erat sekali.
Begitu juga dengan Arga dia juga membalas pelukannya Vero tadi kepadanya.
Setelah puas saling memeluk mereka lalu memutuskan untuk beranjak turun dari atas ranjang dan berlalu menuju kedalam ruang makan.
Namun sebelumnya Vero berusaha membangunkan adiknya terlebih dahulu, untuk makan malam bersama-sama.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...