
Sedang dilain sisi, yaitu dimansionnya Alex, Alex yang baru saja pulang dari rumah sakit, dia disambut hangat oleh anaknya siapa lagi kalau bukan baby L yang sedang digendong oleh Bi Lena, karena Ana dia sedang mandi.
"Halo boy, ayo ikut sama Papah", kata Alex ketika dia melihat baby L mengayunkan tangannya seperti minta digendong oleh Alex.
"Ana mana Bi??", tanya Alex kepada Bi Lena ketika dia sudah menggendong baby L.
"Nyonya sedang mandi didalam kamar Tuan, katanya dia merasa kegerahan", jawab Bi Lena kepada Alex dengan sopan.
"Oh ya Bibi apakah Bi Lena sudah tahu jika tadi dimansion ini kemasukan penyusup??", tanya Alex kepada Bi Lena.
"Sudah Tuan, tadi saya sudah diberitahu oleh para bodyguard", jawab Bi Lena kepada Alex.
"Untung saja pada waktu itu Nyonya Ana, Tuan muda baby L sedang berada diruang keluarga bersama saya juga Tuan, jadi Nyonya Ana dia tidak mengetahui jika tadi dimansion sedang ada keributan", sambung lagi perkataannya Bi Lena kepada Alex.
"Baguslah, kalau bisa Ana jangan sampai tahu, dan Bi Lena harus tetap jagain mereka jika tidak ada saya dirumah", jawab Alex kepada Bi lena.
"Siap Tuan", jawab Bi Lena kepada Alex.
"Baiklah kami mau masuk dulu Bi", kata Alex lagi kepada Bi Lena.
"Iya Tuan", jawab Bi Lena sambil menundukkan sedikit badannya kepada Alex.
Dan setelahnya Alex berlalu masuk kedalam kamar bersama baby L juga tentunya.
Ketika Alex dan baby L masuk kedalam kamar, Alex melihat Ana sedang bercermin didepan meja riasnya.
Ana tadi yang mendengar suara pintu terbuka dia lalu mengalihkan pandangannya kearah pintu dan dia melihat Alex serta baby L ternyata yang membuka pintunya.
"Papah Xander sudah pulang ternyata", kata Ana ketika dia melihat Alex masuk kedalam kamar sambil menggendong baby L.
"Iya sayang, tadi baru saja dari rumah sakit sebentar", jawab Alex kepada Ana.
Ana yang mendengar kata rumah sakit, dia lalu menatap Alex dengan sangat lekat sekali.
"Rumah sakit??, memangnya siapa yang sakit Papah, apa Papah Xander sakit??", kata Ana sambil berjalan mendekati Alex dan ketika sudah sampai didepannya Alex, Ana langsung saja memeriksa semua tubuhnya Alex, hingga sampai dipalu thornya Alex juga.
__ADS_1
Membuat Alex merasa kegelian ketika Ana meraba-raba miliknya seperti itu.
"Stop sayang, jangan meraba dibagian itu terlalu lama, atau nanti dia bisa bangun dari masa istirahatnya", kata Alex kepada Ana.
Ana yang tidak sadar akan sikapnya tadi, dia langsung tersadar ketika Alex berkata seperti itu kepadanya, dan Ana reflek langsung memukul kecil palu thornya Alex, membuat Alex langsung berpura-pura mengaduh kesakitan sambil tertawa juga.
"Ayo baby L ikut sama Mamah, biar Papah mandi dulu, dia bau acem", kata Ana kepada baby L dan langsung meminta baby L dari gendongannya Alex.
"Cium dulu dong", kata Alex kepada Ana ketika Ana akan berlalu keluar kamar.
Ana langsung saja berbalik arah dan dia langsung juga mencium Alex tepat dibibirnya dengan saling mengecap satu sama lainnya.
Dan setelahnya Alex berlalu menuju kedalam kamar mandi, sedangkan Ana dia langsung berlalu keluar kamar.
Berpindah keapartemennya Arga lagi, Vero yang tadi sudah masuk kedalam kamarnya Arga, dia lalu bertanya kepada Arga.
"Tuan apakah Tuan membutuhkan sesuatu, akan saya ambilkan", kata Vero dengan sopan kepada Arga.
Arga yang merasakan ingin buang air kecil, dia sangat malu sekali untuk mengatakannya kepada Vero, padahal Vero sendiri dia sudah terbiasa membantu pasien laki-laki yang kesusahan buang air kecil maupun air besar.
"Emm apa Tuan??", kata Vero dengan bingung melihat ekspresinya Arga.
"Saya ingin buang air kecil", jawab Arga dengan suara pelannya kepada Vero.
Vero yang mendengar suara pelannya Arga dia langsung sigap membantu Arga untuk beranjak turun dari atas ranjang dengan sambil memegangi infusnya yang tadi ditaruh ditiang besi yang ada dikursi roda.
"Ayo Tuan, kita jalan saja, Tuan pelan-pelan saja jalannya", kata Vero dengan sangat telaten sekali membantu Arga.
Vero lalu membantu Arga untuk berjalan kearah kamar mandi sambil memegangi infusnya Arga.
"Tuan silahkan masuk, saya akan menunggu diluar sini sambil memegangi infusnya Tuan", kata Vero dengan nada yang biasa saja seperti tidak malu sama sekali kepada Arga.
Dengan keadaan pintu kamar mandi yang terbuka, dan sambil saling membelakangi satu sama lainnya, Arga langsung saja menuntaskan rasa ingin buang air kecilnya itu dengan segera.
"Ayo saya sudah selesai", kata Arga kepada Vero ketika dia sudah selesai buang air kecilnya.
__ADS_1
Vero segera membantu Arga lagi untuk kembali keatas ranjang.
"Tuan saya akan menunggu diluar, jika Tuan membutuhkan sesuatu anda bisa memanggil saya", kaya Vero kepada Arga ketika dia sudah membantu Arga merebahkan badannya diatas ranjang.
"Iya", jawab singkat Arga kepada Vero.
Dan Vero lalu beranjak pergi dari dalam kamarnya Arga.
"Dia cukup cantik juga ternyata ketika dilihat terus, apalagi dengan jarak cukup dekat seperti tadi", kata Arga ketika Vero sudah berlalu keluar dari dalam kamarnya.
"Dan dia sangat profesional sekali, hingga ekspresinya sangat datar dan ramah seperti para suster pada umumnya yang sedang merawat pasiennya", kata Arga lagi menilai Veronica.
Setelahnya Arga dia lalu mulai memejamkan matanya untuk beristirahat.
Vero yang sedang menonton televisi tiba-tiba mendengar bel pintu apartemennya Arga berbunyi, dan dia lalu mengalihkan pandangannya kearah pintu apartemennya Arga yang bel pintunya sedang berbunyi itu.
Veronica langsung saja beranjak berdiri dari duduknya dan berjalan untuk membukakan pintunya.
Ketika pintu sudah dibuka oleh Veronica, ternyata tadi yang memencet bel pintunya adalah para anak buah yang berjaga didepan.
Anak buah yang tadi disuruh untuk membeli makanan, mereka berdua sudah pada kembali sambil membawa sejumlah makanan untuk Veronica dan juga Arga.
"Terimakasih, apakah kalian sudah membeli untuk kalian sendiri sama kedua teman kalian itu juga??", kata Veronica sambil menerima bungkusan makanan yang dibelikan oleh kedua anak buah tadi.
"Sudah suster, dan ini kartu kreditnya Tuan Arga", jawab salah satu anak buah itu sambil memberikan kartu kreditnya Arga lagi.
"Ya sudah kalau begitu, saya masuk dulu Tuan-Tuan", kata Veronica dengan ramah kepada para anak buah itu.
Dan anak buah itu mereka langsung mengangguk sambil menundukkan sedikit badannya ketika mendengar perkataannya suster Vero.
Suster Vero yang sudah masuk kedalam apartemen lagi, dia lalu menyiapkan semua makanan itu kedalam piring yang ada didapurnya Arga.
Ketika semuanya sudah siap, Vero langsung saja membawanya menuju kedalam kamarnya Arga menggunakan nampan yang tadi ada didapurnya Arga.
...πππππππππππππ...
__ADS_1
...***TBC***...