
Walau Tara sudah memalingkan mukanya akan tetapi sekilas Ana melihat gerakannya Kakaknya Tara yang menghapus air matanya.
"Kakak menangis?? ", tanya Ana dengan lirih.
Tara yang mendengar perkataannya Ana dia lalu melihat kearah Ana sambil tersenyum sangat manis sekali.
"Kakak tidak menangis sayang, Kakak bahagia sudah melihat Princessnya Kakak lagi", jawab Tara sambil mengusap rambutnya Ana.
Kedua orang tua mereka yaitu Tuan Fredo dan Mommy Dania. Mereka sangat terharu dengan kasih sayang yang ditunjukkan Tara kepada Ana adiknya.
"Sayang mau ya operasi tulang hidung, biar cepat sembuh", bujuk Tuan Fredo kepada Ana.
"Iya Sayang, biar nanti hidungnya tambah mancung", kata Mommy Dania ikut-ikutan membujuk Ana.
"Mau ya Princess, tidak apa jika nanti hidungnya lebih mancung dari Kakak, yang penting Ana sembuh dulu ya, nanti kalau Ana sudah sembuh baru Kakak bisa operasi plastik biar sama mancungnya hidungnya Kakak dengan hidungnya Ana ya", bujuk Tara juga kepada Ana.
Mereka sengaja berbicara begitu karena biar Ana mau dioperasi dan berfikiran jika dia bisa tambah cantik jika habis operasi hidungnya akan tambah mancung.
Ana langsung mengangguk dengan pelan mendengar perkataan kedua orang tuanya dan Kakaknya Tara.
Tuan Fredo, Mommy Dania dan Tara mereka sangat lega dan bersyukur atas maunya Ana untuk segera dioperasi. Mereka sudah tidak sabar untuk memberitahukan ini kepada Dokter agar Ana cepat ditindak lanjutin agar cepat sembuh.
"Mau Kak Xander", kata Ana lirih kepada Tuan Fredo, Mommy Dania dan Tara.
Tuan Fredo, Mommy Dania dan Tara mereka terkejut mendengar permintaannya Ana. Mommy Dania orang yang pertama bisa menguasai keterkejutannya dia lalu menjawab permintaannya Ana. Sedangkan Tuan Fredo dan Tara mereka diam saja.
"Baik Mommy nanti akan panggilkan Kak Xander kesini ya Princess", jawab Mommy Dania.
"Mau sekarang", jawab Ana kepada Mommy Dania.
Mommy Dania dia terkejut mendengar jawabannya Ana.
"Baiklah Princess, kalau begitu kami keluar dulu ya Nak, nanti Daddy panggilkan Kak Xander untukmu", kata Daddy Fredo alias Tuan Fredo kepada Ana setelah bisa menguasai rasa terkejutnya.
__ADS_1
Mommy Dania langsung menicum pipi ana, Tuan Fredo mencium kening, sedangkan Tara dia hanya mengusap rambut Ana dengan penuh kasih sayang.
Setelah mereka melakukan itu, mereka langsung memberitahukan Alex jika Ana ingin bertemu dengannya.
Dan disinilah Alex sudah masuk bersama Dokter Julius. Karena Dokter Julius ingin mengecek lagi keadaannya Ana.
"Kak Xander", kata Ana lirih dan masih didengar Alex ketika Ana melihat Alex baru masuk.
"Iya Ana, Kakak disini", kata Alex sambil mengusap pipinya Ana.
Dokter Julius yang ada disitu sekilas melihat Alex begitu lembut memperlakukan Ana, membuat hatinya sedikit sakit.
"Peluk Ana", kata Ana kepada Alex membuat Alex terkejut setengah mati.
Alex lalu melirik kearah Dokter Julius yang juga meliriknya, karena Alex sinyalnya merasakan jika Dokter Julius juga mempunyai rasa dengan Ananya. Ya Ananya dan sejak kapan Ana diakui menjadi miliknya, entahlah Alex juga tidak tahu.
"Tapi Ana kan masih sakit, Kakak tidak mau nanti Ana malah tambah sakit jika Kakak naik kesitu", jawab Alex sambil menunjuk kearah ranjang.
Ana tidak menjawab perkataannya Alex, dia malah mengangkat kedua tangannya sedikit pertanda dia memang ingin dipeluk.
Dengan berhati-hati Alex memeluk Ana dengan erat diatas ranjang pasien dan menciumin seluruh lehernya Ana. Walau Ana belum mandi berhari-hari tapi Ana tidak bau dan bagi Alex aromanya Ana malah khas dan memabukkan untuknya.
Dokter Julius dia menahan sakit dan sesak didadanya ketika melihat apa yang dilakukan Alex kepada Ana. Walau cuman baru beberapa hari dia merawat Ana, akan tetapi entah kenapa rasa cintanya kepada Ana sudah lumayan besar untuk Ana. Dokter Julius dia lalu tanpa permisi meninggalkan ruangannya Ana. Alex yang melihat Dokter Julius keluar tanpa pamitan dengannya Alex cuek-cuek saja dan membiarkannya saja toh yang penting Dokter Julius tidak mengganggunya, begitulah sekiranya apa yang ada difikiran Alex.
"Nanti Kakak temanin Ana operasi ya", kata Ana pelan disela-sela pelukannya dengan Alex.
Alex yang mendengar perkataannya Ana dia lalu menghentikan kegiatannya tadi yang menciumin lehernya Ana. Karena Alex terkejut dan juga bingung, kenapa Ana tidak meminta Kakak atau kedua orang tuanya saja begitulah yang difikirkan Alex.
"Apa Kakak tidak mau?? ", kata Ana lagi kepada Alex karena Ana tidak mendengar jawabannya Alex.
Mereka berdua tidak mengetahui jika ada seseorang yang melihat Ana dan Alex begitu mesra sekali diatas ranjang pasiennya Ana.
"Tapi bagaimana dengan kedua orang tuamu dan Kakakmu Tara Ana, kalau Kakak yang menemanimu didalam", kata Alex mencoba merubah fikirannya Ana, karena Alex merasa tidak enak dengan Keluarga William.
__ADS_1
"Tapi Ana maunya Kak Xander", jawab Ana dengan lirih.
"Baiklah nanti akan Kakak temanin, sekarang Ana tidur dulu ya, Kakak temanin disini", jawab Alex akhirnya kepada Ana.
Alex beneran menemani Ana hingga Ana tertidur, dengan cara menepuk-nepuk pahanya Ana. Dan juga sambil menciumin lehernya Ana.
Semua yang mereka bicarakan, dan apa yang dilakukan Alex keAna, semuanya terlihat jelas oleh seseorang dan seseorang itu juga merekam serta memberitahukannya kepada kedua orang tuanya.
Siapa lagi orang itu kalau bukan Tara orangnya. Tadi Tara yang melihat Dokter Julius keluar rencananya dia ingin masuk keruangannya Ana menemani Alex didalam akan tetapi ketika baru membuka pintu sedikit Tara sudah disuguhi pemandangan yang begitu romantis dan intim antara Ana dan Alex.
Ingin rasanya Tara marah kepada Alex, akan tetapi ketika melihat adiknya Ana diam saja diciumin Alex membuatnya berfikir dua kali, siapa tahu bukan Alex yang meminta, bisa jadi Ana yang menyuruhnya. Begitulah bathinnya.
Dugaan Tara jika Ana yang menyuruhnya atau menyuruh Alex adalah ketika dia mendengar sendiri jika Ana menyuruh Alex menemaninya ketika operasi nanti. Sungguh Tara sedih karena posisinya sudah digantikan oleh Alex, akan tetapi dia juga senang karena Ana mau dioperasi dan Tara akan mengalah demi kesembuhan dari adiknya Ana.
Tara langsung saja memanggil kedua orang tuanya yaitu Tuan Fredo dan Mommy Dania untuk melihat Alex dan juga Ana.
Tuan Fredo dan Mommy Dania yang baru sampai mereka melihat Alex juga tertidur sambil menepuk-nepuk pahanya Ana membuat Tuan Fredo reflek ingin melangkah masuk dan menghampiri Alex. Akan tetapi langsung dicegah dan ditahan oleh Tara.
"Jangan Dadd, biarkan saja mereka begitu", kata dan cegah Tara kepada Daddynya.
"Tapi Alex dia itu Tara....... ", jawab Tuan Fredo kepada Tara.
"Bukan Alex Daddy, tapi Ana Princess kitalah yang menyuruh Alex berbaring disampingnya begitu", jawab Tara kepada Daddynya Tuan Fredo.
Tuan Fredo dan Mommy Dania mereka sungguh terkejut mendengar jawabannya Tara. Begitu dekatkah Ana kepada Alex, hingga Ana bisa begitu nyaman sama Alex yang notabennya bukan Keluarga atau Kakaknya.
Karena setahu mereka semua Ana jika kepada orang lain yang bukan dari Keluarga William dia tidak bisa sedekat itu. Apalagi dengan seorang laki-laki dewasa seperti Alex. Begitulah yang ada dibenak Tuan Fredo dan Mommy Dania.
"Dari postur tubuhmu, kamu menunjukkan jika kamu mencintai Nak Xander Princess, tapi apakah kamu menyadarinya", bathin Mommy Dania sambil melihat kearah Ana dan Alex yang tertidur disatu ranjang pasien dengan sangat mesra.
ππππππππππππ
Untuk Denar, tenang readers, nanti akan author tampilkan sabar-sabarπ ππ
__ADS_1
ππππππππππππ
***TBC***