
Simon yang sedang gemas dengan keponakannya itu, dia langsung saja menggelitikin dan menciumin seluruh wajahnya baby L dengan sangat gemas sekali.
"Apa kamu tidak bekerja Simon??", tanya Alex dengan tiba-tiba kepada Simon.
Dan langsung saja menghentikan kegiatannya Simon yang sedang menggoda baby L.
"Bekerja tadi masuk pagi, namun aku pulang jam tiga sore, dan langsung saja datang kesini", jawab Simon kepada Alex sambil mengajak baby L untuk duduk diatas pangkuannya.
Karena Simon dan baby L tadi bercanda diatas rumput hijau yang ada ditamannya Alex.
"Kamu ini kebiasaan, sukanya makan gaji buta", kata Alex menyindir Simon.
Sebab jam pulangnya Simon adalah sama dengannya sekitar pukul empat sore.
Dan Simon yang disindir oleh Alex, dia hanya tertawa saja tanpa dosa.
Ana yang kebingungan dengan perkataannya Alex tadi, dia langsung saja bertanya kepada Alex.
"Memangnya gaji apa bisa melihat ya Kak, ko Kak Xander tadi mengatakan gaji buta??", tanya Ana kepada Alex dengan gayanya yang polos dan lugu seperti biasanya.
Perkataannya Ana kepadanya, membuat Alex langsung saja menggertakan giginya kepada Ana karena gemas.
Sedangkan Simon dan Leyna, mereka berdua langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali melihat wajahnya Alex yang seperti tertekan menjawab perkataannya Ana.
"Syukurin",kata Simon tanpa bersuara kepada Alex.
Dan Alex yang melihat Simon seperti itu, dia langsung saja melototkan matanya kepada Simon.
"Kak ayo jawab, kenapa diam saja, Ana menunggu nih daritadi", kata Ana lagi kepada Alex dengan wajah cantiknya.
"Eh, ennggg Kakak bingung menjawabnya sayang, mendingan tanya Kak Simon, dia yang lebih tahu tentang pertanyaannya Ana tadi", kata Alex kepada Ana sambil tersenyum manis.
Dan langsung saja membuat Simon kicep serta diam seketika dari tertawanya.
Leyna langsung saja tertawa melihat wajah dari Simon yang sangat lucu sekali baginya.
__ADS_1
Sedangkan Alex dia langsung saja mengangkat sebelah kakinya untuk dia naikkan kekaki satunya sambil merentangkan kedua tangannya dibelakang badannya Ana, sambil juga tersenyum miring kepada Simon.
Ana yang mendengar perkataannya Alex tadi, dia langsung saja mengalihkan pandangannya kearahnya Simon dengan wajahnya yang chubby itu.
"Apa Kak Simon jawabannya, Ana ingin tahu sekarang", kata Ana kepada Simon.
"Eemm jawabannya adalah, aduh Kakak juga susah mengatakannya kepada Ana", jawab Simon akhirnya kepada Ana sambil tertawa garing.
"Terus tadi Kak Xander mengatakan jika Kak Simon makan gaji buta itu juga apa artinya Kak, apa karena gajinya buta terus Kakak makan, tapi jika gajinya bisa melihat tidak mau Kakak makan??", kata Ana selanjutnya kepada Simon.
"Bukannya setahu Ana, Kak Simon makannya sama seperti Ana ya, apa sekarang sudah berubah menjadi makan gaji buta Kak??", sambung lagi perkataannya Ana dengan wajah lugu dengan mata bulatnya kepada Simon.
Membuat Alex langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali melihat wajah sengsaranya Simon yang bingung harus bagaimana menjawab pertanyaannya Ana tadi.
"Maksudnya makan gaji buta adalah, jika dia pulangnya tidak sesuai jam pulang kerja sayang", kata Alex kepada Simon sambil sedikit membantu Simon.
Dan wajahnya Simon langsung sedikit cerah ketika dia dibantu menjawab oleh Alex.
"Tidak sesuai jam pulang kerja, kan berati pulangnya maju Kak, tidak ada gajinya, maksudnya bagaimana sih??, Ana bingung??", tanya Ana kepada Alex.
"Sudah-sudah jangan difikirkan lagi ya tidak penting juga ko, yang terpenting Ana tidak makan gaji buta sama seperti Kak Simon ya??, memangnya Ana mau makan gaji buta sama seperti Kak Simon??", kata Alex kepada Ana sambil menyindir dan menggoda Simon.
"Tidak mau, nanti kasihan babynya, masa harus makan uang sih, mana kenyang??", jawab Ana dengan absurd sekali kepada Alex.
Membuat Alex langsung saja tersenyum lucu kepada Ana.
"Ya sudah makanya tidak perlu difikirkan, sekarang kita masuk yuk, sudah mau jam enam juga, kasihan L juga sayang", kata Alex dengan lembut kepada Ana.
"Ayo", jawab Ana kepada Alex dengan nada semangat sekali.
"Ayo Kak Leyna kita jalan saja duluan", kata Ana juga kepada Leyna.
Dan Leyna hanya mengangguk saja kepada Ana.
Setelahnya Ana dan Leyna mereka berdua jalan berdua terlebih dahulu didepannya Alex dan Simon.
__ADS_1
Sedangkan baby L dia sedang digendong oleh Simon, dan kereta babynya sedang didorong oleh Alex.
Ana dan Leyna mereka sudah cukup jauh jalannya, dari Simon dan juga Alex.
Dan Simon yang melihatnya, dia langsung saja berkata kepada Alex.
"Sungguh aku salut kepada kamu Xander, bisa menjadi pawang untuk Ana, yang perkataan dan pertanyaannya sangat mematikan sekali", kata Simon kepada Alex sambil tertawa renyah.
"Enak saja pawang, memangnya kamu kira Ana itu binatang", kata Alex kepada Simon nada sewotnya.
Namun Simon malah semakin tertawa saja mendengar perkataannya Alex.
"Ana itu unik, Ana itu cantik, dan Ana itu tidak ada duanya, makanya jika aku ingin mengenal Ana lebih jauh lagi, aku juga harus menjadi seperti Ana, supaya aku tahu dunianya, sebab dia berbeda dari yang lain", kata Alex kepada Simon sambil melihat punggungnya Ana yang sudah menjauh dari pandangannya.
"Iya Xander, kamu beruntung mendapatkan wanita seperti Ana yang tidak pernah marah dan selalu memberikan warna dihari-harimu", kata Simon kepada Alex dengan tulus.
"Itulah mengapa aku sangat mencintainya melebihi diriku sendiri, walau terkadang dia sering membuatku malu akan tingkah polosnya, namun itulah yang membuatku tidak bisa jauh darinya dan selalu ingin melindungi serta berada dekat dengannya", jawab Alex kepada Simon sambil membayangkan wajah cantiknya Ana.
"Aku akan mendoakan kalian berdua, semoga kalian berdua langgeng dan awet hingga maut yang memisahkan brother", kata tulus dari Simon kepada Alex.
"Untuk kamu juga Simon bersama Leyna", jawab Alex kepada Simon sambil tersenyum manis.
"Tapi beneran deh, wajah kamu setelah menikah dengan Ana terlihat lebih fresh dan segar serta terlihat lebih muda, sebab kamu lebih banyak tertawa, tidak seperti dulu", kata Simon kepada Alex, sambil masuk kedalam mansionnya Alex.
"Memangnya aku dulu kenapa hmm!!",, kata Alex kepada Simon sambil menampilkan wajah garangnya.
"Iya dulu kamu itu, jelek, tua, tidak bisa tersenyum bahkan tertawa, dan satu hal lagi, kamu itu orangnya membosankan, flat", jawab Simon kepada Alex sambil duduk dishofa yang ada ruang keluarga mansionnya Alex sambil tertawa lucu.
Dan Ana yang mendengarnya dia langsung saja menimpali perkataannya Simon.
"Benar sekali perkataannya Kak Simon, seperti itulah Kak Xander dulu", kata Ana dengan wajah tanpa dosanya kepada Simon sambil mengacungkan ibu jarinya.
Membuat Simon langsung saja tertawa dengan cukup keras sekali ketika mendengar perkataannya Ana tadi.
Sedangkan Alex dia langsung saja menunjukkan wajah murungnya kepada Ana, yang sedang tertawa bersama Simon itu.
__ADS_1
...πππππππππππππ...
...***TBC***...