
Ketika Vero sudah Arga bantu untuk merebahkan badannya diatas ranjang kamarnya, Arga lalu meminta ijin keluar dari dalam kamar kepada Vero.
Dan Arga dia langsung saja menuju kedalam ruang makan, untuk membereskan makanan yang semalam yang sudah dimasak oleh Veronica untuknya.
Aleda yang sudah keluar dari dalam kamar dan menuju kedalam ruang makan, dia lalu melihat Arga sedang duduk dikursi meja makan sambil memainkan ponselnya.
"Pagi Kak Arga", sapa Aleda kepada Arga.
Dan membuat Arga mengalihkan pandangannya kearahnya Aleda yang sudah duduk dikursi seberangnya.
"Kamu mau apa Aleda??", tanya Arga kepada Aleda.
"Mau sarapan", jawab Aleda kepada Arga.
"Kamu beli saja diluar, ini mau Kakak buang, Kak Vero dia tidak masak pagi ini karena kurang enak badan, dan ini juga masakan semalam", jawab Arga kepada Aleda.
"Jadi Kak Vero dari semalam dia belum makan??", kata Aleda kepada Arga dengan nada yang sedikit terkejut.
"Memangnya Kak Arga semalam pulang jam berapa??, kasihan Kak Vero semalam dia menunggu Kakak sampai ketiduran diatas shofa ruang tamu", kata Aleda lagi kepada Arga.
"Sudah Leda suruh untuk pindah saja didalam kamar, namun Kak Vero tetap tidak mau, katanya Kak Vero sangat khawatir ketika melihat Kak Arga belum pulang sampai jam segitu", sambung lagi perkataannya Aleda kepada Arga.
"Iya Kakak sudah tahu, dan ini uang untuk kamu beli sarapan sana", kata Arga dengan hati yang bergetar senang ketika mendengar perkataannya Aleda tadi, sambil memberikan beberapa lembar uang untuk Aleda.
"Kamu ini mau kemana??, apa mau olahraga diluar??", tanya Arga kepada Aleda, karena Arga melihat Aleda sudah memakai pakaian olahraga sambil memakai sepatu sneakersnya.
"Iya Kak, sudah janjian dengan teman-teman Aleda kemarin", jawab Aleda kepada Arga.
"Ya sudah ini ambil uangnya, apa mau Kakak tambahin", kata Arga lagi kepada Aleda.
"Eh tidak perlu Kak, ini sudah banyak", kata Aleda kepada Arga sambil menerima uang pemberiannya Arga.
Dan uang pemberiannya Arga menurut Aleda sangat banyak sekali, sebab Kakaknya saja hanya bisa memberikannya tidak ada separuhnya dari pemberiannya Arga.
Namun Aleda yang mengerti akan kesusahan dari Kakaknya dia tidak pernah menuntut lebih akan hal itu, dan ketika dia mendapatkan uang yang cukup banyak dari Arga, dia lalu menyimpannya sebagian didalam kamarnya lagi.
__ADS_1
Setelah kepergian dari Aleda tadi, Arga lalu melanjutkan memegang ponselnya, karena dia sedang memesan makanan untuknya dan juga Veronica.
Dan ketika sudah memesan makanan, Arga lalu mulai membersihkan makanan yang ada diatas meja makan, dan juga mencuci semua piring kotornya itu.
Ketika Arga sudah selesai semuanya, dia lalu duduk lagi dikursi meja makan yang ada disitu, untuk melihat rekaman CCTV yang ada didalam apartemennya.
Sungguh yang dia lihat sama persis dengan apa yang dikatakan oleh Aleda tadi kepadanya, hingga membuat Arga semakin yakin untuk memperistri Veronica.
"Sungguh aku adalah laki-laki bodoh jika menuruti perkataan dari Mamah untuk meninggalkanmu", kata Arga sambil melihat semua rekaman CCTV yang memperlihatkan semua aktifitasnya Vero didalam apartemennya.
"Mamah aku yakin suatu saat dia akan menyesal pernah menyakiti Veronica, wanita yang sungguh sangat baik, dibandingkan dengan semua wanita yang dulu pernah Mamah kenalkan kepadaku", kata Arga lagi sambil menutup rekaman CCTV itu.
Dan setelahnya Arga lalu beranjak pergi menuju kedalam kamarnya untuk melihat keadaannya Vero.
Ketika sudah sampai didalam kamarnya, Arga melihat Vero sedang tertidur nyenyak dibawah selimutnya.
Arga yang tidak mau mengganggu Vero, dia lalu berjalan menuju kedalam kamar mandi miliknya, untuk mandi, sebab dari semalam dia belum sempat mandi.
Dan ketika Arga sudah selesai mandi, dia yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi, Arga melihat Vero sudah terduduk diatas ranjangnya dengan badan yang dia sandarkan kesandaran ranjang.
"Iya, dan perutku sudah lebih enakan rasanya, tidak sesakit tadi", jawab Vero kepada Arga.
"Apa kamu mau lagi sayang, ini mumpung aku belum memakai baju", kata Arga kepada Vero sambil menggodanya juga.
Vero reflek ingin melempari Arga menggunakan bantal yang ada disampingnya itu.
Dan Arga langsung saja tertawa dengan sangat keras sekali melihat wajah betenya Vero kepadanya.
"Bercanda sayang, tapi jika mau beneran sungguh sangat senang sekali aku", kata Arga lagi kepada Vero sambil terus tertawa dengan senang, karena bisa menggoda Veronica.
"Sudah sana ganti baju, aku juga mau mandi", kata Vero kepada Arga, dan Vero dia lalu beranjak turun dari atas ranjangnya Arga, untuk menuju kedalam kamarnya sendiri.
"Tidak mau mandi disini sayang", goda Arga lagi kepada vero.
"Tidak mau, nanti ada penyusup masuk", jawab Vero kepada Arga sambil berlalu keluar dari dalam kamarnya Arga.
__ADS_1
Meninggalkan Arga yang sedang tertawa dengan sangat puas sekali.
Dan Vero lalu mandi didalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya sendiri.
Sedangkan Arga yang sudah selesai berganti baju, dia lalu keluar dari dalam kamarnya menuju keruang keluarga untuk menunggu makanan yang sudah dia pesan.
Tanpa Arga sadari ternyata waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, dan Arga yang sedang menunggu makanannya datang, dia lalu membuka ponselnya untuk melihat pemberitahuan yang ada.
Namun ketika Arga mendapat notifikasi dari Ana, dia langsung saja membukanya.
Alangkah terkejutnya Arga ketika dia mendapat sebuah kiriman video dari Ana tentang Alex yang sedang bersenam pagi bersama Tara dan bersama semua keluarga serta pekerjanya.
Arga yang sudah membuka rekaman videonya itu, dia langsung saja tertawa dengan terpingkal-pingkal sekali, sampai merebahkan badannya diatas shofa yang didudukinya itu.
Arga yang tertawa sambil melihat rekaman video itu, dia tidak henti-hentinya tertawa, hingga suara bel pintu apartemennya berbunyi pun Arga tidak menyadarinya.
Untung saja Vero sudah berlalu keluar dari dalam kamarnya, dan sudah selesai mandi.
Jadi ketika dia melihat Arga sedang tertawa seperti itu dan tidak segera membukakan pintunya, Vero langsung saja berinisiatif membukanya.
Dan ternyata yang datang adalah pengantar makanan yang tadi dipesan oleh Arga.
Arga tertawa dengan cukup sangat puas sekali, dan dia juga tidak menyangka bisa melihat majikannya yang awalnya kaku bak robot, bisa seheboh dan sememalukan sekali seperti itu.
Bahkan sampai Vero selesai menghidangkan makanannya diatas meja makan pun, Arga masih saja tertawa dengan sangat keras sekali.
Ana yang tadi terlupa tidak mengirimi kepada Arga, dan ketika sudah teringat dia langsung saja mengirimkan video itu kepada Arga.
Namun Arga tidak berani mengunggahnya keinstastorynya, karena dia masih ingin hidup dan tidak mau dibunuh oleh Alex esok harinya.
Dan ketika Arga melihat instastory milik keluarga Damara, dan keluarga William, Arga semakin puas tertawanya, dan semakin merasa lucu saja, sebab semua instastorynya sama semua, yaitu video senamnya Alex dan Tara tadi pagi.
...πππππππππππππ...
...***TBC***...
__ADS_1